Anda di halaman 1dari 39

Sosialisasi

Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018


dan Kebijakan Pelayanan Kesehatan

Yessi Kumalasari
Kepala Cabang

Disampaikan dalam Kegiatan “Sosialisasi Peraturan Presiden No.82 Tahun 2018”


14 Desember 2018
1
021 –1 500 400 www.bpjs-kesehatan.go.id
a. PENDAHULUAN

KEPESERTAAN, IURAN, DENDA


b.

c. MANFAAT JAMINAN
KESEHATAN
PENYELENGGARAAN
d. PELAYANAN
KESEHATAN

e. FASILITAS KESEHATAN

KENDALI MUTU
f. KENDALI BIAYA

PENCEGAHAN DAN
g. PENANGAN
KECURANGAN
Perkembangan Jumlah Kepesertaan
2. 1KEPESERTAAN
JKN-KIS s.d. November 2018

Peserta JKN-KIS
22.2%
205.546.702 jiwa
77.8% Per 1 Novemberr 2018
*Sumber data Dukcapil :
Semester I tahun 2018 jumlah penduduk Indonesia sebanyak 263.950.794 jiwa

1 2
Landasan Hukum
2. KEPESERTAAN
UU No 40 UU No 24
Tahun 2004 Tahun 2011

Perpres No 12 Perpres No 111 Perpres No 19 Perpres 28


Tahun 2013 Tahun 2013 Tahun 2016 Tahun 2016

DICABUT DIGANTI
DENGAN:
Menjamin
kesinambungan
program Jaminan Perpres 82
Kesehatan Nasional Tahun 2018
secara maksimal
khususnya untuk
mendukung upaya
pengendalian defisit
dana jaminan sosial
kesehatan;
2. KEPESERTAAN

NO 82 TAHUN 2018
BAB PASAL

14 107
33
PASAL TERKAIT DENGAN
PENJAMINAN PELAYANAN
KESEHATAN

+
Pasal 57, 65 dan 71 adalah kewenangan terbatas (semi active
6
PASAL TERKAIT DENGAN
PENGEMBANGAN SISTEM purchaser) dimana pengembangan dilakukan melalui
JKN persetujuan Menteri Kesehatan
a. PENDAHULUAN

b. KEPESERTAAN, IURAN,
DENDA

c. MANFAAT JAMINAN
KESEHATAN
PENYELENGGARAAN
d. PELAYANAN
KESEHATAN

e. FASILITAS KESEHATAN

KENDALI MUTU
f. KENDALI BIAYA
PENCEGAHAN DAN
g. PENANGAN
KECURANGAN
Kewajiban membayar iuran

Bayar Nunggak Nunggak


Perpres No.
12/2013 juncto Januari Februari Maret
No. 28/2016
Tanggal 11 Maret
dihentikan sementara

Bayar Nunggak Nunggak


Perpres No.
82/2018 Januari Februari Maret

Tanggal 1 Maret
dihentikan sementara

1. Iuran tertunggak, maks 24 bulan;


2. Iuran bulan tertunggak.
Pasal 42
Perpres 82/2018
Upaya-upaya untuk Meningkatkan
Kolektibilitas PBPU
Menjaga Kualitas Peserta Menjaga Peserta Aktif Mengaktifkan Peserta Non
Baru Tetap Aktif Aktif

1 Mewajibkan autodebet *) 1 Mewajibkan autodebet 1 Telecollecting

Bayar iuran dimuka bagi Reminder melalui Penagihan melalui


2 2 SMS Blast
2 SMS Blast
peserta baru*)
Penagihan oleh Penagihan oleh
3 External Agent
3 Kader JKN
Customer Loyalty
4 Program
4 Insentive Program

Penagihan oleh
5 Duta BPJS Kesehatan
*)
Dibutuhkan pengaturan dalam Peraturan BPJS

Edukasi kesadaran membayar iuran melalui berbagai media: TVC, koran, radio,
digital, kaos, leaflet, banner dan commuterline Jabodetabek.

Perlu regulasi dan dukungan Kementerian/Lembaga lain untuk pengenaan sanksi bagi
peserta PBPU yang menunggak membayar iuran.

8
Perluasan Channel Pembayaran Iuran
Total Channel
Jaringan
Ritel Pembayaran sampai
Jaringan
dengan 31 Okt 2018
Bank Outlet
Tradisional
sebanyak 682.782 titik.
Swasta

BUMN E-
Commerce

9
Kewajiban membayar denda

Pasal 42
Perpres 82/2018

2,5% dari perkiraan biaya paket INA CBG


berdasarkan diagnosa dan prosedur
awal untuk setiap bulan tertunggak

jumlah Denda bulan tertunggak


paling banyak 12 (dua belas) bulan

besar denda paling tinggi


Rp30.000.000,00

dikecualikan untuk Peserta PBI, Peserta yang


didaftarkan oleh Pemerintah Daerah, dan Peserta
yang tidak mampu
Kepesertaan Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir dari Peserta Jaminan Peserta yang tidak mendaftarkan bayi
Kesehatan wajib didaftarkan kepada BPJS sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
Kesehatan paling lama 28 (dua puluh dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan
delapan) hari sejak dilahirkan. peraturan perundang-undangan.
Pasal 16 ayat (1) dan
ayat (2), Pasal 28 ayat
(6) dan Pasal 46 ayat (5)
Iuran bagi bayi baru lahir dibayarkan oleh Manfaat Jaminan Kesehatan sebagaimana
Peserta atau pihak lain atas nama Peserta dimaksud pada ayat (1) juga berlaku bagi
pada saat mendaftar paling lama 28 (dua bayi baru lahir dari Peserta paling lama 28
puluh delapan) hari sejak dilahirkan. (dua puluh delapan) hari sejak dilahirkan.

Bayi yang dilahirkan oleh ibu kandung yang


terdaftar sebagai Peserta PBI Jaminan Kesehatan Bayi yang dilahirkan bukan dari Peserta JKN,
secara otomatis ditetapkan sebagai Peserta PBI maka berlaku ketentuan pendaftaran Peserta
Jaminan Kesehatan sesuai dengan ketentuan PBPU dan BP (14 hari)
peraturan perundang- undangan.

11
KEBIJAKAN PENDAFTARAN BAYI BARU LAHIR
DARI PBI APBD

KASUS BAYI PBI APBD


Tidak ada kendala, langsung aktif saat
1. Bayi lahir PBI APBD untuk Pemda UHC didaftarkan
(PASTIKAN IURAN DIANGGARKAN PEMDA)

2. bayi lahir PBI APBD untuk Pemda Non UHC atau Cut Harus disepakati dalam PKS
Off Tahun 2019
12

12
Simulasi Kasus

13
Simulasi Kasus

14
a. PENDAHULUAN

KEPESERTAAN, IURAN, DENDA


b.

c. MANFAAT JAMINAN
KESEHATAN
PENYELENGGARAAN
d. PELAYANAN
KESEHATAN

e. FASILITAS KESEHATAN

KENDALI MUTU
f. KENDALI BIAYA

PENCEGAHAN DAN
g. PENANGAN
KECURANGAN
2. KEPESERTAAN
B. Manfaat JKN
Sumber: Perpres 82 tahun 2018 pasal 46 s.d pasal 50 Promotif, KB tanpa indikasi
Tingkat preventif medis, imunisasi Rutin,
Pertama Penyuluhan
Manfaat Pelayanan Tindakan Medis perorangan, Skrining
Medis** Kesehatan non Spesialistik tertentu, peningkatan
kesehatan penderita
penyakit Kronis (Pasal
**Batasan: sesuai indikasi medis dan Lab Tk Pratama 48)
standar pelayanan, tidak dibedakan
berdasarkan besaran Iuran
RITP
Manfaat
Program JKN
Kamar Tingkat Konsultasi medis dasar Di UGD
Rawat Lanjutan
Konsultasi medis
Manfaat Spesialistik
non-Medis
Rehabilitasi Medis Spesialistik
Bantuan
Kacamata
Pemulasaran Jenazah Meninggal di
Faskes

Pelayanan KB Indikasi medis


Ambulan
Darat/Air Rawat Inap Intensif/non
*
*Transportasi pasien rujukan dengan kondisi tertentu antar Fasilitas Kesehatan disertai Pelayanan Darah
dengan upaya menjaga kestabilan kondisi pasien untuk kepentingan keselamatan pasien
Pelayanan lainnya yang tidak dijamin

Pemberian pelayanan
kesehatan kuratif
yang terorganisir dan
terkoordinir oleh
suatu instansi
tertentu yang
pelaksanaannya
dapat dilakukan di
dalam faskes atau di
luar faskes (faskes
mendatangi peserta).

Regulasi : Surat Dirjampelkes 11395/III.2/0918 Penjelasan Manfaat Yang Tidak Dijamin Akibat Bencana
pada Masa Tanggap Darurat

Regulasi : Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban

Regulasi : Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan Tertentu Berkaitan Dengan
Kegiatan Operasional Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia, Dan Polri 17
URUN BIAYA
Pasal 80 dan 81

To whom: Diberlakukan untuk semua peserta


kecuali PBI APBN dan PBI APBD
Titik Kritis:, antara lain:
What: Jenis pelayanan berpotensi moral hazard 1. Transparansi besaran urun
ditentukan Permenkes. yang dibayar peserta
BPJS Kesehatan akan mengajukan usulan (proteksi peserta) 
berdasarkan hasil analisis data pemanfaatan Faskes harus
pelayanan menginformasikan kepada
Urun peserta √
Biaya How Much: 2. Urun biaya legal vs illegal
Amanat UU no 40/2004
1. Copayment: nominal fixed per (urun biaya illegal
pasal 22 (2) kunjungan/episode (besaran nominal minimal termasuk tindakan
usulan BPJS Kesehatan 10% dari rata-rata UC kecurangan dan salah
Berlaku 3 bulan sejak pelayanan moral hazard; DAN satu komponen indikator
Perpres diundangkan HVBP
2. Co-sharing: 10% dari biaya pelkes yang
dijamin oleh BPJS Kesehatan 3. kesiapan aplikasi (koreksi
besaran klaim, fitur urun
How To: Vclaim, dll)
1. Peserta membayar ke Faskes = besaran urun
4. Keluhan/ability to pay
2. BPJS Kesehatan membayar ke Faskes = tarif peserta
pelkes yang dijamin dikurangi besaran urun
18
a. PENDAHULUAN

b. KEPESERTAAN, IURAN,
DENDA

c. MANFAAT JAMINAN
KESEHATAN
PENYELENGGARAAN
d. PELAYANAN
KESEHATAN
e. FASILITAS KESEHATAN

KENDALI MUTU
f. KENDALI BIAYA
PENCEGAHAN DAN
g. PENANGAN
KECURANGAN
Pasal 55 tentang Pelayanan Rujukan Efektif Efisien
2. KEPESERTAAN
Pelayanan kesehatan bagi Peserta dilaksanakan secara berjenjang sesuai kebutuhan medis dan kompetensi Fasilitas
Kesehatan dimulai dari FKTP Peserta terdaftar, kecuali dalam keadaan kegawatdaruratan medis (Pasal 55)

Faskes Penunjang

Gawat Darurat RS
RS Non
Kerjasama Kerjasama

SISTEM UTK MELIHAT KETERSEDIAAN KOMPETENSI DI RS TERDEKAT Wajib berjejaring


jika tidak punya
sarana penunjang
(pasal 56)
Pasien
Transporta
ble dirujuk
ke Faskes Wajib rujuk
balik jika
Kerjasama
secara
medis
peserta
Indikasi medis perlu rujuk, FKTP wajib merujuk ke FKRTL sesuai
sudah
dengan kasus dan kompetensi Fasilitas Kesehatan serta sistem
dapat
rujukan (pasal 55). Pelayanan di FKRTL maks 3 bulan
dilayani di
FKTP

Dapat Rujukan Horizontal FKTP dg RITP


TIDAK FKTP
Gawat Darurat
Ke FKTP peserta terdaftar atau ke FKTP lain apabila peserta sedang berada di luar
wilayah FKTP tempat Peserta terdaftar maks 3x/bulan (Pasal 55)
Ketentuan tentang Pelayanan Rujuk Balik
Adalah Pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi
stabil dan masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang yang
dilaksanakan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama atas rekomendasi/rujukan dari dokter
spesialis/sub spesialis yang merawat*)
*) Kepmenkes Nomor 524/2015 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Formularium Nasional

TUJUAN • Pelayanan PRB dengan menitikberatkan pada


1. Pelimpahan tugas dan peran multiprofesi (Dokter Spesialis, Dokter di
wewenang dari Spesialis/Sub FKTP dan Apoteker)
Spesialis kepada FKTP • Implementasi peran Farmasis dalam menjalankan
2. Mendorong pada fokus pelayanan farmasi klinik, diantaranya:
pelayanan kesehatan baik di • Pelayanan Informasi Obat
FKRTL maupun FKTP • Konseling
3. Meningkatkan peran Dokter • Home Pharmacy Care*)
FKTP sebagai gatekeeper • Pemantauan Terapi Obat
4. Meningkatkan dan menjaga • Monitoring Efek Samping Obat (MESO)
kualitas pengobatan Peserta
• Tujuan:
1. Diperoleh pengobatan yang efektif dan efisien
Pengembangan PRB berbasis 2. Target terapi tercapai
Medication Therapy Management 3. Peningkatan pemahaman Peserta dalam
mengatasi penyakit yang dideritanya

Jaminan Ketersediaan Obat bagi Penderita Penyakit Kronis sangat diperlukan untuk 21
keberlanjutan pengobatan Peserta agar tidak jatuh pada perparahan penyakit
2. KEPESERTAAN
Pasal 63 tentang Pelayanan Gawat Darurat
1. Syarat penjaminan kegawatdaruratan harus memenuhi:
a. Kriteria gawat darurat,
b. Pelayanan dilakukan di IGD dan
c. Sesuai tatalaksana gawatdarurat
2. Pelayanan kegawatdaruratan bagi Peserta JKN di faskes kerjasama maupun non kerjasama
tidak dikenakan biaya tambahan (kecuali kegawatdaruratan pada gangguan
kesehatan/penyakit akibat ketergantungan obat dan/atau alcohol atau hobi yang
membahayakan diri sendiri atau kegawatdaruratan penyakit akibat kerja sesuai Perpres 82
2018 tidak dijamin)
3. Manfaat penjaminan ambulan adalah pelayanan ambulan antar fasilitas kesehatan yang akan
ditagihkan oleh fasilitas Kesehatan sesuai ketentuan perundangan
4. Pelayanan kegawatdaruratan di Faskes non kerjasama
a. Apabila keadaan kegawatdaruratannya telah teratasi di IGD, serta kondisi medis pasien
transportable ke Faskes yang bekerjasama BPJS Kesehatan, maka peserta harus segera
dirujuk, namun apabila non-transportable, maka pelayanan kesehatan harus dilakukan secara
tuntas di fasilitas kesehatan tersebut
b. Faskes yang tidak bekerjasama dapat menagihkan klaim rawat jalan maupun rawat inap gawat
darurat sesuai indikasi medis pasien
c. Peserta transportable di Faskes non kerjasama yang menolak dirujuk ke faskes k\erjasama,
maka biaya pelayanan selanjutnya tidak dijamin BPJS Kesehatan
Pasal 63 tentang Kriteria Gawat Darurat
Dugaan adanya keadaan klinis pasien
DUGAAN KEADAAN GAWAT DARURAT* membutuhkan tindakan medis segera guna
penyelamatan nyawa dan pencegahan
kecacatan lebih lanjut (Pasal 1 UU RS no
Ya Tidak 44/2009), Dugaan kejadian Kriteria:
a. mengancam nyawa, membahayakan diri
Seperti Nyeri dada pasien highrisk dugaan Acute Miocard Infarct (AMI) dan orang lain/lingkungan;
Seperti faringitis; Batuk Pilek b. adanya gangguan pada jalan nafas,
pernafasan dan sirkulasi;
c. adanya penurunan kesadaran;
Dilakukan pemeriksanaan penujang gawatdarurat d. adanya gangguan hemodinamik;
dan Tatalaksana gawatdarurat atas indikasi medis dan/atau
harus segera dilakukan e. memerlukan tindakan segera.

Ya Tidak Tatalaksana non-gawatdarurat


False Emergency (TIDAK DIJAMIN)
Terbukti sesuai Kriteria Gawat
Darurat

Termasuk dalam hal Ya, TIDAK DIJAMIN


Ya yang tidak dijamin
*Dx AMI
Tidak Dx Dispepsia
seperti
kegawatdaruratan
akibat ketergantungan
Rawat Pulang Sembuh alkohol Tidak, DIJAMIN
Pasal 53 tentang Koordinasi antar Penyelenggara
Jaminan 2. KEPESERTAAN

KOORDINASI ANTAR BADAN PENYELENGGARA

Jaminan Kesehatan Jaminan Kecelakaan Kerja Jaminan Pensiun Jaminan Hari Tua Jaminan Kematian

Cakupan manfaat dan teknis Tidak diperkenankan


Tidak beririsan Koordinasi Manfaat
operasional: subsidi silang antar program
 UU No 40 Tahun 2004
 UU No 24 Tahun 2011
MANFAAT
New Perpres 82 Tahun 2018
 Permenkes Nomor 71/2013 *Kecelakaan Lalu Lintas
 Permenkes Nomor 52/2016
 Dst..
Ada Irisan Koordinasi Pelayanan

Asuransi Kesehatan Tambahan


Terdiri dari
14 Bab dan 108
Pasal
SI
NE 2. KEPESERTAAN
Kerangka Sinergi JKN, JKLL dan JKK
RG
I
AP
LI Belum Implementasi
KA
SI
Laporan
Polisi IRSMS

Kantor Cabang
FKRTL Proses verifikasi
pada Vidi
Checklist KLL
pada Vclaim
Baik KLL tunggal Sudah Implementasi
maupun ganda
Kacab/Kabag
Mobile
Kaper/Kanit Gadget

TARGET RESPON JR
Petugas JR Petugas JR Petugas JR KEPASTIAN JAMINAN
Survey Survey Survey 2 x 24 JAM
25
021 –1 500 400
a. KEPESERTAAN dan
IURAN

b. MANFAAT JAMINAN
KESEHATAN
PENYELENGGARAAN
c. PELAYANAN
KESEHATAN
d. FASILITAS KESEHATAN

KENDALI MUTU
e. KENDALI BIAYA
PENCEGAHAN DAN
f. PENANGAN
KECURANGAN
2. KEPESERTAAN
Pasal 71 dan 72 tentang Cara Pembayaran
Dan Revieu Kelas

Kapitasi*

Faskes Primer *Berdasarkan jumlah Peserta yang terdaftar di FKTP

Obat Program Rujuk


Non-Kapitasi
Balik

Jika ditemukan ketidaksesuaian kelas rumah sakit berdasarkan ketentuan


INA CBG** peraturan perundangundangan pada saat kredensial atau re-kredensial maka

BPJS Kesehatan harus melaporkan kepada Menteri untuk dilakukan reviu


**Ditetapkan sesuai kelas rumah sakit.

Faskes Lanjutan Hasil Reviu sebagai Dasar


penyesuaian kontrak oleh BPJS
Ambulan Kesehatan dengan rumah sakit.

Non INA-CBG Obat Tertentu

Alkes tertentu
2. KEPESERTAAN
Pasal 76 tentang Mekanisme Pengajuan Klaim

TITIK KRITIS
Poin penting (1)
BPJS Kesehatan tidak BPJS Kesehatan mengeluarkan berita acara kelengkapan
mengeluarkan berita acara berkas klaim paling lambat 10 (sepuluh) hari sejak
kelengkapan berkas klaim diajukan
dalam waktu 10 hari, maka
berkas klaim dinyatakan
lengkap.

Poin penting (3)


Poin penting (2) Jika pembayaran jatuh pada hari
Verifikasi paling lambat 15 libur maka pembayaran
(lima belas) hari sejak dilakukan pada hari kerja
diterbitkannya berita acara berikutnya.
kelengkapan berkas klaim

TITIK KRITIS
Poin penting (4)
Perubahan 15 hari kerja Membayar denda sebesar 1%
menjadi 15 hari (satu persen) dari jumlah yang
harus dibayarkan untuk setiap 1
(satu) bulan keterlambatan

28
TIMELINE PENERIMAAN DAN PEMBAYARAN KLAIM
FKRTL (PASAL 29-31) Perpres 82 tahun 2018

Dokumen penting;
 Bukti penerimaan berkas Klaim
 Bukti pengembalian berkas klaim Dokumen penting;
 Berita Acara kelengkapan berkas  Berita Acara Hasil
klaim Verifikasi

Dokumen penting;
Semua dokumen penting harus tersedia di Kantor Cabang, untuk  Berkas Pembayaran
penerimaan klaim sebelum 18 September 2018 maka bukti klaim Klaim
tidak ada, wajib ada Berita acara penerimaan klaim

29
2. KEPESERTAAN
Mekanisme Pengajuan Klaim

1. FPK (Formulir Pengajuan Klaim


2. Kuitansi bermaterai,
3. lampiran:
 Rekap FPK dan Harus
 umpan balik verifikasi luaran aplikasi, lengkap dan
diserahkan
4. lampiran pendukung:
 surat pengajuan berkas klaim, ke kantor
 Berita Acara Kelengkapan Berkas Klaim, cabang
 Surat Pertanggung Jawaban Mutlak sebelum
tanggal
bermaterai,
 surat pernyataan pemeriksaan klaim jatuh tempo
oleh tim pencegahan kecurangan RS,
 Berita Acara hasil verifikasi klaim
Pasal 77 tentang Kadaluarsa Klaim
2. KEPESERTAAN

Ketentuan sebagaimana Dalam hal terdapat


Pengajuan klaim penyalahgunaan pelayanan
dimaksud pada ayat (1)
pembiayaan kesehatan yang dilakukan
dikecualikan bagi pelayanan
pelayanan kesehatan oleh fasilitas kesehatan,
kesehatan yang diberikan oleh
oleh Fasilitas fasilitas kesehatan harus
Fasilitas Kesehatan sebelum
Kesehatan kepada mengembalikan biaya yang
berlakunya Peraturan
BPJS Kesehatan sudah dibayarkan setelah
Presiden ini.
diberikan jangka dilakukan verifikasi
waktu paling lambat 6 pascaklaim kepada BPJS
Dalam hal jangka waktu
(enam) bulan sejak Kesehatan
pengajuan klaim sebagaimana
pelayanan kesehatan
dimaksud pada ayat (1)
selesai diberikan Dan begitu juga sebaliknya
terlampaui, klaim tidak dapat
diajukan kembali.
ABSENSI KLAIM INACBG
s.d tanggal 13 Nopember 2018
ALUR DISPUTE KLAIM
2. KEPESERTAAN
ALUR DISPUTE KLAIM
2. KEPESERTAAN
a. PENDAHULUAN

b. KEPESERTAAN, IURAN,
DENDA

c. MANFAAT JAMINAN
KESEHATAN
PENYELENGGARAAN
d. PELAYANAN
KESEHATAN
e. FASILITAS KESEHATAN

KENDALI MUTU
f. KENDALI BIAYA
PENCEGAHAN DAN
g. PENANGAN
KECURANGAN
2. KEPESERTAAN
D. Pencegahan dan Penanganan Kecurangan

Pasal 92
Pasal 93 Pelaku kecurangan, kewajiban
Sanksi perorangan atau membangun sistem pencegahan
korporasi, sanksi kecurangan, sistem dibangun sistematis
administrative, sanksi dan terstruktur
tambahan, sanksi pidana
Pasal 94
Pentukan tim pencegahan kecurangan yang
terdiri atas unsur Kementerian Kesehatan,
BPJS Kesehatan, dan Komisi Pemberantasan
Korupsi serta kementerian/Lembaga terkait

Pasal 95
Ketentuan lebih lanjut diatur dengan
peraturan Menteri

Dokter harus lebih


berhati – hati dalam
memberikan pelayanan
pada era JKN
37
TINDAK LANJUT PERATURAN PRESIDEN NOMOR 82 TAHUN 2018

Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 mengamanatkan kepada


Kementerian/Lembaga untuk menyusun peraturan sebagai tindak lanjut dan
harus diselesaikan maksimum 6 bulan setelah Perpres dimaksud diundangkan

Jenis Peraturan Perundang-undangan Jumlah


Peraturan Menteri Keuangan 5
Peraturan Menteri Dalam Negeri 2
Peraturan / Keputusan Menteri Kesehatan 14
Peraturan BPJS Kesesehatan 12
(Pasal 7 ayat (9), Pasal 16 ayat (3), Pasal 19, Pasal 26, Pasal 39
ayat (6), Pasal 40 ayat (4), Pasal 41 ayat (2), Pasal 42 ayat (9),
Pasal 48 ayat (11), Pasal 71 ayat (4), Pasal 79 ayat (4))

38
Terima Kasih

Kini Semua Ada


Dalam Genggaman!

Download Aplikasi Mobile JKN

www.bpjs-kesehatan.go.id

39