Anda di halaman 1dari 7

Topik 7.

Neurotransmitter dan Peregangan


Mengubah Potensial Membran Sel Otot
Polos

Alya Mufida Arbani (B1A018101)


Fitria Nabilla (B1A018104)
Nurul Istiqomah (B1A018116)
Freedo Mahardikha (B1A018123)
Revika Catur Pradhinasari (B1A018127)
Latar belakang
Beberapa faktor mempengaruhi motilisitas usus. Motilitas meningkat setelah makan
ketika makanan yang dicerna meregangkan dinding usus. Aktivitas sistem saraf otonom
juga mengendalikan motilitas usus; sistem saraf simpatik menghambat motilitas usus,
dan sistem saraf parasimpatik merangsangnya (motilitas usus). Pengaturan
eksperimental dibawah ini digunakan untuk mempelajari bagaimana peregangan dan
neurotransmitter otonom mempengaruhi aktivitas otot polos.
Hipotesis

Neurotransmitter sistem saraf


otonom mengatur kontraksi pada
otot polos usus.
Metode
Hasil
Menganalisis Data

Length of strip Membrane potential Firing rate Contactile force


10 mm 50 mV 0.8 hz 5g
20 mm 40 mV 1.2 hz 10 g
30 mm 35 mV 1.6 hz 15 g
Kesimpulan

• Neurotransmitter dapat mengubah potensial membran istirahat dan


mempengaruhi laju di mana sel otot polos menembak potensial aksi,
sehingga dapat mempengaruhi kontraksi otot polos.