Anda di halaman 1dari 14

Mekanisme

Pengelolaan
Bantuan Informasi
Penanganan Obat
dan Perbekalan

Disusun Oleh:
Kelompok 3
S1 Keperawatan III-A
Penyediaan obat dan perbekalan kesehatan dalam situasi bencana
merupakan salah satu unsur yang sangat vital dalam pelayanan kesehatan pada
keadaan bencana. Oleh karena itu diperlukan adanya persediaan obat dan
perbekalan kesehatan sebagai Buffer bila terjadi bencana. Buffer ini harus tersedia
mula dari tingkat kabupaten/kota, provinsl, sampai di pusat.
Upaya penanggulangan krisis kesehatan dimulai sejak sebelurm terjadinya
bencana yaitu kegiatan kesiapsiagaan, pencegahan maupun mitigasi untuk
mengantisipasi datangnya bencana, pada saat kejadian bencana yaitu masa
tanggap darurat sampai masa rehabilitasi dan rekonstruksi.
Tujuan

– perencanaan obat dan perbekalan kesehatan dalam penanggulangan bencana


sesual kebutuhan.
– penyedian dan penerimaan obat dan perbekalan kesehatan dalam
penanggulangan bencana mengacu pada peraturan yang berlaku
– penyimpanan dan pendistribusian obat dan perbekalan kesehatan dalam
penanggulangan bencana efekdit, efisien, fepat sasaran dan akuntabel
– pencatatan, evaluasi dan pelaporan terlaksana dengan baik
Pengertian

– Bantuan obat dan perbekalan kesehatan adalah obat dan perbekalan kesehatan yang diperoleh dari
hasil bantuan dan/atau sumbangan dari berbagai pihak yang diberikan kepada pihak yang
membutuhkan.
– Badan nasional penanggulangan bencana, yang selanjutnya disingkat dengan BNPB, adalah lembaga
pemerintah non departemen sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
– Badan penanggulangan bencara daerah, yang selanjutnya disingkat BPBd, adalah badan pemerintah
daerah yang melakukan penyelenggaraan bencana di daerah.
– Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan
dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh factor alam dan/atau factor non alam
maupun factor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan
lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.
– Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui
pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna.
- Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk blologi yang digunakan untuk mempengaruhi
atau menyelidiki sistem fisliologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan,
penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia.
– Pemusnahan obat adalah rangkaian kegiatan dalam rangka pembebasan obat-obatan milik/kekayaan
negara dari tanggung jawab berdasarkan peraturan perundangan-undangan yang berlaku
– Pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan adalah suatu rangkaian kegiatan secara terpadu yang meliputi
parencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, penggunaan, pengendalian, pencatatan dan
pelaporan.
– Perbekalan kesehatan adalah semua bahan dan peralatan yang diperukan untuk menyelenggarakan upaya
kesehatan.
– Penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan
pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat dan
rehabilitast.
– Pos kesehatan adalah pos pelayanan kesehatan di lokasi bencana baik pemerintah maupun swasta.
– Rehabilitasi adalah perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat
sampai tingkat yang memadai pada wilayah pasca bencana dengan sasaran utama untuk
normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan
masyarakat pada wilayah pascabencana.
– Rekonstruksl adalah pembangunan kembali semua prasarana dan sarana, kelembagaan pada
wilayah pasca bencana, baik pada tingkat pemerintahan maupun masyarakat dengan sasaran
utama tumbuh dan berkembangnya kegiatan perekonomian, sosial dan budaya, tegaknya
hukum dan ketertiban dan bangkitnya peran serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan
bermasyarakat pada wilayah pasca bencana
– Tanggap darurat bencana adatah serangkcalan kegliatan yang dlalkukan dengan segera pada
saat kejladian bencana untuk menangani dampak buruk yang dtimbulkan, yang meliputi
kagiatan penyetamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar,
perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana
Koordinasi Penanggulangan
Bencana
Keterpaduan dalam upaya penanggulangan bencana berupa koordinasi lintas
program dan lintas sektor di kabupaten/kota, provinsl, pusat mutak diperlukan.
Dalam penanggulangan bencana khususnya bidang kesehatan banyak bantuan
obat dan perbekalan kesehatan yang berasal dari LSMNGO nasional maupun
interasional yang teribat secara aktif. Bantuan tersebut membantu pelayanan
kesehatan, namun dapat juga menimbulkan berbagai permasalahan.
1. Institusi yang terlibat
Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 145/Menkeu/SK/I2007
tentang Pedoman Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan, maka tidak akan
dibentuk sarana dan prasarana yang baru, akan tetapi melakukan pemberdayaan
dan peningkatan intensitas terhadap sarana yang sudah tersedia.
a. Unit yang berfungsi dalam perencanaan kebutuhan dan pendistribusian obat
ke fasilitas pelayanan kesehatan
b. Unit yang berfungsi memberikan pelayanan kepada pasien.
2. Tugas dan Tanggung Jawab
Berdasarkan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang
Penanggulangan Bencana yang menyatakan bahwa Pemerintah dan pemerintah
daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penaggulangan
bencana, selanjutnya Pemerintah membentuk Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah membentuk Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD).
Pengelolaan dan Pembekalan
dan Kesehatan
– Perancanaan kebutuhan
– Penyediaan dan penerimaan
– Penyimpanan dan pendistribusian
– Penggunaan dan pengendalian
– Pencataan, evaluasi dan pelaporan
– Pemusnahan
1. Kesiapsiagaan

Pada tahap kesiapsiagaan, pengelolaan berjalan socara nomal tetapo dilakukan


persiapan untuk mengantisipasi bila terjadi bencana. Perencanaan kebutuhan obat
dan perbekalan kesehatan dalam kondisi normal perlu memperhatikan jumah dan
jenis obat dan perbekalan kesehatan bila terjadi bencana. Pembuatan paket-paket
obat dan perbekalan kesehatan pada penanggulangan bencana disesuaikan
dengan potensi bencana di daerahnya.
2. Tanggap Darurat

Dalam tahap tanggap darurat pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan


ditujukan untuk terpenuhinya kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan serta
terciptanya pelayanan yang cepat, tepat dan sesuai kebutuhan. Penyediaan obat
dan perbekalan kesehatan untuk tahap tanggap darurat merupakan salah satu
unsur yang sangat vital, oleh karena itu diperukan pengelolaan obat dan
perbekalan kesehatan dengan baik.
1. Perencanaan Kebutuhan Obat dan Pembekalan
– Pada umumnya sebelum merencanakan obat dan perbekalan kesehatan yang
dibutuhkan pada tahap tanggap darurat, Rapid Health Assesment diperlukan
untuk mendapatkan data tentang:
– Ketersediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan
– Sumber Daya Manusia
– Kondisi gudang penyimpanan
– Fasilitas dan Infrastruktur
– Pendanaan
2. Penyediaan Kebutuhan Obat dan Perbekalan Kesehatan
a. Jenis bencana
b. Luas bencana dan jumlah korban
c. Stok obat yang dimiliki
3. Penyimpanan Obat dan Perbekalan Kesehatan di Daerah Bencana
4. Pendistribusian Obat dan Perbekalan Kesehatan ke Daerah Bencana