Anda di halaman 1dari 36

PENDIRIAN APOTEK

(STUDI KELAYAKAN)

BISMA PANDIA
MANAGER BISNIS
PT.KIMIA FARMA
SUMATERA UTARA
STUDI KELAYAKAN
(FEASIBILITY STUDY)
DEFINISI

• Suatu metode penjajakan ide (idea)


suatu proyek mengenai kemungkinan
layak atau tidaknya untuk dilaksanakan.

3
STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN
APOTEK

 Pada dasarnya merupakan analisis investasi,


yang dalam hal ini berupa rencana pendirian
sebuah apotek.
 Output dari analisis ini adalah rekomendasi
terhadap layak-tidaknya pendirian apotek
tersebut dilaksanakan.
 Studi kelayakan pendirian apotek memuat :

A. PROPOSAL INVESTASI
B. PERKIRAAN ARUS KAS
C. ANALISIS INVESTASI
D. KESIMPULAN 4
A. PROPOSAL INVESTASI

I. PENDAHULUAN
II. RENCANA INVESTASI
III. RENCANA PENJUALAN
IV. RENCANA KEBUTUHAN TENAGA KERJA
V. RENCANA BIAYA
VI. RENCANA R/L TAHUN PERTAMA
VII. PROYEKSI R/L SELAMA USIA PROYEK
5
I. PENDAHULUAN
Berisi penjelasan singkat tentang rencana pendirian
apotek meliputi :
- Lokasi apotek
- Luas tanah dan bangunan
- Status ( beli, sewa, KSO )
- Rencana kegiatan ( apotek dengan praktek dokter,
swalayan, optik, lab klinik, buka 24 jam dll )
- Jumlah RS,dokter praktek dan apotek yang ada
di sekitar lokasi apotek yang akan didirikan ( akan
lebih baik bila dilengkapi dengan peta lokasi )
- Total dana investasi yang dibutuhkan
6
ASPEK YANG PERLU DIPERHATIKAN
1. Aspek Pasar, meliputi :
a. Jumlah penduduk
- Ukuran
- Tingkat Pertumbuhan
- Kepadatan
b. Karakteristik ekonomi, meliputi;
- Income rata-rata penduduk.
- Pola belanja penduduk, terutama
pengeluaran untuk biaya kesehatan
c. Tingkat persaingan (saat ini dan yang akan datang)
7
d. Keunikan daerah sekitar
- Fasilitas kesehatan yg ada (RS, klinik.RB dll.)
- Keberadaan komunitas (pensiunan , anak-anak dll)

2. Aspek Internal :
a. Aspek Pemasaran
- Segmen pasar yang dibidik
- Pelanggan potensial
- Strategi, kebijakan dan program pemasaran yang akan
dilaksanakan
b. Aspek Teknis dan Teknologi
- Pemilihan lokasi (jaringan transportasi, biaya sewa atau harga
lahan)
- Fasilitas dan lay out gedung
- Rencana operasi/kegiatan
- Peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan
- Teknologi yang dibutuhkan
8
c. Aspek SDM
- Kualifikasi
- Jumlah kebutuhan
d. Aspek Keuangan
- Jumlah dana yang dibutuhkan
- Kebutuhan modal kerja
- Sumber dana
3. Aspek Legal
a. Perikatan dengan pihak III ( akta Notaris )
- Jual beli gedung
- Sewa menyewa gedung
- Kerja sama operasi
b. Perizinan
- IMB
- Izin usaha ( SITU,SIUP )
- Izin Apotek
- HO
9
TAHAPAN STUDI KELAYAKAN
IDE

PROFIT
REGULASI RESOURCE

VISI

RISK

IDE
(GAGASAN)
MEMBUAT
USULAN PROYEK

PENDAHULUAN ANALISIS ANALISIS ANALISIS ANALISIS


TEKNIS PASAR MANAJEMEN KEUANGAN

STUDI
KELAYAKAN
RENCANA

• Membuat Time Schedule :


1. Menyediakan Dana
2. Mengurus Izin
3. Renovasi Gedung
4. Rekrut SDM
5. Inventory & Supporting
6. Operation
13
PELAKSANAAN

1. Jadwal Pelaksanaan
2. Deviasi yg terjadi
3. Evaluasi

14
II. RENCANA INVESTASI

Merupakan rincian kebutuhan dana investasi, yang


dikelompokkan dalam :
1. Tanah Rp.
2. Gedung Rp.
3. Inventaris Rp.
4. Kendaraan
- Roda 2 Rp.
- Roda 4 Rp.
Sub Total Rp.
5. Biaya ijin apotek Rp.
Sub Total Rp.
6. Modal kerja ( +/- 1 bulan omzet ) Rp.
Total Investasi Rp.
15
III. RENCANA PENJUALAN

1. Penjualan Tunai per bulan


a. Resep = Rp.
b. Non Resep = Rp.
Total = Rp.

2. Penjualan Kredit per bulan


a. Resep = Rp.
b. Non Resep = Rp.
Total = Rp.

3. Rekapitulasi Rencana Penjualan per bulan


Tunai Rp.
Kredit Rp.

Total Penjualan Rp.


IV. RENCANA KEBUTUHAN TENAGA KERJA
- Apoteker : ………. Orang
- Aisten Apoteker : ………. Orang
- Juru Resep ( Pemb. AA) : ………. Orang
- Petugas Swalayan : ………. Orang
- Petugas TU : ………. Orang
- Pekarya : ………. Orang
Total : ………. Orang

Jumlah tenaga kerja disesuaikan dengan


aktivitas apotek dan rencana penjualan

17
V. RENCANA BIAYA
1. Biaya variable ( HPP )
Dihitung berdasarkan omzet dan faktor harga jual yang
telah direncanakan.
No Uraian Omzet Faktor Hrg HPP (Rp) % thd
(a) (b) Jual (c) b:c omzet

A TUNAI

B KREDIT

Total A + B

Discount pembelian ….. %

HPP
2. Biaya Operasional
Uraian Per bulan Per Tahun

Biaya Adm Umum


1. Biaya Pegawai Rp. Rp.
2. Biaya lainnya Rp. Rp.
Sub Total Rp. Rp.
Biaya Penjualan Rp. Rp.

Total Biaya Operasional Rp. Rp.

Rp Rp.

Rp.. Rp.
VI. RENCANA R/L TAHUN PERTAMA
Berdasarkan angka-angka pada poin III ,IV & V disusun R/L tahun
pertama sbb:
No Uraian Rp % x omzet

Omzet Rp.
1 --Tunai
-Kredit Rp.
JJumlah
HHPP Rp.
LLaba Kotor ( 1 –2 )
Biaya Opersional Rp.
a. B. Adm. Umum
B.Pegawai
2 B. Lainnya Rp.
3 SSub jumlah Rp.
4 b. B. Penjualan
c. B. Penyusutan Rp.
d. B. Bunga Rp.
TTotal B. Operasional
Laba Usaha ( 1 – 2 – 4 ) Rp.
Rp
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
5
VII. PROYEKSI R/L SELAMA USIA PROYEK
(5 –10 TH)
Dibuat dengan menggunakan asumsi-asumsi, seperti :

1 . Pertumbuhan omzet
- Tahun II : % dari th I
- Tahun III : % dari th II
- Tahun IV dst : % dari th sebelumnya
2. HPP
Pada tahun pertama, biasanya faktor harga yang
digunakan relatif lebih rendah, karena dianggap
masih dalam masa promosi, setelah masa promosi
berakhir maka faktor harga dinaikan, dan akibatnya
HPP turun, sesuai dengan kenaikan faktor harga
jual,misal :
Tahun I : 76,40% x omzet
Tahun II dst : 75.00% x omzet
21
3. Kenaikan biaya pertahun
- Biaya pegawai : % per tahun
- Biaya Adm Umum lainnya : % per tahun
4. Tingkat bunga yang digunakan …….% / th

B. PERKIRAAN ARUS KAS


 Merupakan langkah yang paling sulit dan paling
penting
 Yang dipertimbangkan hanya arus kas tambahan
(incremental cash flow )
 Perhitungan didasarkan pada arus kas (rupiah) yang
sesungguhnya, yang keluar masuk selama periode
tertentu.
 Arus kas dapat dikelompokkan menjadi :
• Arus kas permulaan ( initial cash flows )
• Arus kas operasi ( operating cash flows )
• Arus kas terminal ( terminal cash flows )
22
 Arus kas permulaan adalah arus kas yang terjadi pada
waktu investasi dilakukan ( t = 0 )
 Arus kas operasi adalah arus kas yang dihasilkan dari
operasi proyek, pada umumnya adalah laba bersih
sesudah pajak ditambah depresiasi
Operating cash flows = EAT + Depreciation
 Arus kas terminal adalah arus kas pada akhir proyek
diantaranya– nilai sisa ( salvage value )
- modal kerja bersih
yg harus
dikembalikan
 Contoh
Penjualan
Rp. 1.600
B. Operasi tunai
Rp. 600
Depresiasi
Rp. 200
EBIT (earning before Interest & tax) Ep.
800
B. bunga Rp. 0
EBT (earning before tax )
Rp. 800
Pajak cash
Operating ( 35%flows
) = 520 +200 = 750
Rp. 280
 Dalam perhitungan arus kas, unsur biaya bunga
tidak dimasukkan, karena sudah diperhitungkan
dalam biaya modal proyek
 Operating cash flows dapat pula dihitung dengan
rumus

Operating cash flows = ( R – C) (1-T) +TD

R = incremental revenue
C = incremental cost
T = tax
D = depreciation

24
C. ANALISIS INVESTASI

Dilakukan atas dasar perkiraan arus kas


tambahan selama masa investasi.
Metode anilisis yang digunakan
sekurang-kurangnya 2 dari 4 metode:
 Discounted payback period
 NPV (Net Present Value)
 IRR (Internal Rate of Return)
 Profitability Index
25
MANAJEMEN SDM
Mengapa SDM Penting?

• SDM merupakan asset penting bagi APOTEK, karena SDM memproduksi barang
dan jasa, mengendalikan mutu produk, mengalokasikan sumber daya keuangan
dan menyusun keseluruhan strategi dan kebijakan perusahaan untuk mencapai
sasaran

• Tanpa SDM yang efektif, sangat tidak mungkin APOTEK dapat mencapai
sasarannya,

• Berbagai studi menunjukkan bahwa pilihan kosumen akan apotek sangat


dipengaruhi oleh kualitas layanannya, dan kualitas layanan tidak dapat dilepaskan
dari kualitas SDM

• SDM juga mahal, biaya SDM dapat mencapai lebih dari 50 persen dari total biaya
operasi
27
Aktivitas Manajemen SDM

Meliputi:
Staffing ►menetapkan komposisi SDM perusahaan.
- Berapa orang harus dipekerjakan;
- Keterampilan, kemampuan dan pengalaman apa yang
rus dimiliki
- Kapan dan bagaimana pegawai dipindahkan, direkrut dan
diberhentikan
- Bagaimana memilih individu yang tepat;
Pengembangan ►mengajarkan keterampilan baru, menyempurnakan
keterampilan saat ini dan mempengaruhi sikap pegawai
Kompensasi ► memposisikan penggajian pegawai relatif terhadap
pesaing
Pegawai/ Serikat pekerja ►meningkatkan hubungan yang harmonis
antara manajer dan pegawai
Staffing di Apotek

Personil apotek meliputi:


• Apoteker/Farmasis
• Asisten Apoteker
• Staf Pendukung:
-Petugas penjualan bebas
-Kasir
-Juru Resep
-Petugas gudang
-Penerima barang
29
Pengembangan SDM

• Baik untuk pegawai baru maupun pegawai yang sudah


menempati posisi tertentu, pelatihan perlu diberikan

• Pelatihan sangat penting bagi kebehasilan pegawai dan


apotek, karena seseorang yang tidak dipersiapkan dengan
baik untuk suatu pekerjaan, akan memberikan hasil yang tidak
memuaskan

• Hasil kerja pegawai yang tidak memuaskan akan membuat


pelanggan kecewa, dan pelanggan yang kecewa akan beralih
ke apotek lain
30
Kompensasi
• Kompensasi yang ditawarkan biasanya mempunyai dampak
yang cukup signifikan pada jumlah dan kualitas pegawai yang
mau bekerja dan bertahan di apotek
• Kompensasi yang terlalu rendah akan membuat pegawai yang
baik meninggalkan perusahaan, sementara kompensasi yang
terlalu tinggi akan menguras laba perusahaan
• Pertanyaan yang paling banyak dihadapi adalah:
- Setingkat apa gaji harus ditetapkan
- Sejauh mana gaji harus sejajar secara internal antara
personel manajemen dan non manajemen
- Benefit apa saja yang perlu disediakan, dan bagaimana
biayanya dialokasikan di antara employer dan employee
31
Menetapkan tingkat gaji

Pedoman yang biasa digunakan dalam menetapkan gaji


 Upah Minimum Regional  sebagai standar minimum
 Standar industri  untuk bersaing mendapatkan tenaga kerja
yang lebih baik
 Kebijakan gaji harus memperhatikan ekuilibrium internal dan
ekuilibrium eksternal
 Ekuilibrium internal  di dalam organisasi 2 orang melakukan
pekerjaan yang ekuivalen, harus menerima gaji dalam jumlah
yang sama
 Ekuilibrium eksternal  membayar jasa yang diberikan
pegawai, sesuai dengan harga pasar
32
Menetapkan tingkat gaji
• Idealnya nilai pekerjaan (job value) direvisi sesuai kondisi pasar
dan kemampuan perusahaan untuk membayarnya
• Faktor yang mempengaruhi nilai pekerjaan (job value) meliputi
biaya hidup dan supply-demand untuk jasa tertentu pada waktu
tertentu
• Kenaikan gaji pegawai ditetapkan berdasarkan penilaian kinerja
(performance appraisal)
• Pegawai baru dipekerjakan dengan gaji pada 80% nilai
pekerjaan, untuk memungkinkan mereka mendapatkan
pengalaman dan keahlian dalam waktu beberapa tahun,
sebelum mereka dapat dikualifikasikan untuk gaji yang mewakili
nilai penuh pekerjaan
33
Benefit dan Insentif

• Akhir-akhir ini banyak farmasi komunitas yang menyediakan


paket benefit (paket manfaat), penuh, di antaranya:
- Asuransi jiwa
- Asuransi kecelakaan
- Biaya pengobatan
- Biaya pengobatan gigi
- Biaya kaca mata
• Kebijakan insentif ditujukan untuk memberikan penghargaan
kepada yang terbaik, menurut prinsip dasar management by
objective
• Bonus diberikan sebagai penghargaan kepada pegawai yang
secara signifikan melampaui ekspektasi dari pekerjaannya

34
KESIMPULAN
Memuat hasil akhir
analisis investasi dan
rekomendasi tentang
layak-tidaknya pendirian
apotek dilaksanakan.

35