Anda di halaman 1dari 15

VULKANOSTRATIGRAFI

I WAYAN RIKIAWAN
17 503 013
PRISILIA MARIONO
17 503 008
Pengertian Vulkanostratigrafi
Vulkanostratigrafi adalah ilmu yang mempelajari urutan dari
rekaman kegiatan vulkanik, terutama kegiatan yang tidak
disaksikan oleh ahli gunungapi.
Penelitian vulkanostratigrafi terdiri dari :
 Pemetaan. Penentuan kejadian, dan penyebaran.
 Ganesa produk gunungapi.
 Umur produk gunungapi.
Pemetaan vulkanostratigrafi menentukan :
 Isopach endapan tefra.
 Isoplet pecahan batuapung.
 Analisa besar putir.
 Warna terutama yang disebabkan oleh pembakaran.
 Pengelasan.
 Bentuk pecahan.
 Sifat perlapisan, missal masif, berlapis baik, dll.
 Struktur permukaan misil antidunes, bomb sags, scouring,
baking, dll.
 Struktrur dalam, missal silang siur, struktur aliran.
Satuan volkanostratigrafi adalah satuan-satuan lapisan
yang terpetakan yang terpetakan terdiri dari batuan
vulkanik yang terbentuk di darat (subaerially) atau di
dalam air (subaqueously) oleh proses vulkanik.
Beberapa macam satuan vulkanostratigrafi yang dikenal yaitu

 Aliran lava
 Endapan subaqueous dan interglasial (basalt).
 Lahar
 Endapan debris avalanche
 Aliran piroklastik
 Ignimbrite
 Endapan jatuhan abu
Fasies Gunung Api
 Model fasies untuk gunung
api starto berdasakan hasil
studi di Fuego, Guatemala
(Vessel dan Davies, 1981).
Fasies Gunung Api
1. Fasies sentral, disetarakan dengan daerah
puncak kerucut gunung api.
2. fasies proksimal, sebanding dengan
daerah lereng gunung api.
3. fasies medial, sama dengan daerah kaki
serta dataran di sekeliling gunung api.
4. fasies distal, dataran di sekeliling gunung
api di antaranya dataran di latar depan
gunung api
Vulkanostratigrafi Derah Kulon Progo

Batuan gunungapi merupakan hasil kegiatan gunungapi


secara langsung (primer) maupun tidak langsung
(sekunder). Kegiatan secara langsung merupakan proses
keluarnya magma ke permukaan bumi (erupsi) berupa
letusan (eksplosif) dan lelehan (efusi) atau proses yang
berhubungan.
Kaidah Pemetaan gunung Api

 Medan gunungapi Tersier memiliki morfologi yang sangat berbeda


dengan medan volkanik Kuarter, akibat adanya proses geologi
yang telah berjalan lebih lanjut, seperti erosi dan tektonik,
sehingga mempengaruhi rona permukaan dari gunungapi tersebut.
Morfologi sisa gunungapi seperti leher gunungapi (volcanic neck)
sering menjadi penciri penting terdapatnya gunungapi purba di
daerah penelitian. Selain itu didukung dengan adanya
himpunan batuan volkanik primer antara lain lava dan piroklastik.
Kaidah Pemetaan gunung Api
Pusat erupsi gunungapi Tersier di lapangan mudah dikenali dengan
menggunakan kriteria sebagai berikut :
 Adanya struktur melingkar yang sering menandai adanya dinding kaldera
atau dinding kepundan.
 Di lokasi pusat erupsi batuannya mengalami alterasi hidrotermal.
 Adanya leher gunungapi menandai adanya bekas pusat erupsi.
 Di lokasi dekat dan pada pusat erupsi ditandai oleh morfologi depresi
atau dataran tinggi.
 Di lokasi pusat erupsi ditemukan himpunan batuan volkanik primer.
 Penyebaran sisa produk volkanik terutama produk primer.
 Untuk gunungapi yang sudah lanjut tingkat erosinya, terlebih apabila telah
mengalami proses tektonik pengangkatan.
 Adanya himpunan korok yang berpola radier dan juga melingkar.
Stratigrafi Gunung Api
Prinsip-prinsip Stratigrafi Tefra yang dijadikan acuan dalam
pembagian dan penamaan unit stratigrafi gunungapi antara lain
(Yuwono,2004) :
 Pembagian satuan unit stratigrafi gunungapi ditentukan
berdasarkan asal atau sumber dari produk volkaniknya
 Penamaan berikut tatanama unit stratigrafi gunungapi harus
mengacu pada Sandi Stratigrafi Indonesia (1996) dimana satuan
unit stratigrafi gunungapi didasarkan pada sumber, jenis batuan atau
endapan dan urutan kejadian.
Aktivitas Gunung Api Merbabu didasarkan Pada
Vulkanostratigrafi
Secara umum, litologi yang menyusun Gunung api Merbabu dapat
dikelompokkan ke dalam dua group, yaitu kelompok basalt dan
kelompok andesit. Kelompok basalt utamanya tersingkap di bagian
selatan dan barat tubuh gunung api; sedangkan kelompok andesit
menyusun tubuh gunung api bagian utara. Kelompok basalt
diendapkan dengan mekanisme mengalir (lava) sedangkan kelompok
andesit dijumpai dalam bentuk lava dan dalam bentuk intrusi.
Gunungapi Berdasarkan Tekstur, Ukuran Butir, dan
Kenampakan.
 Aliran Piroklastik : Mirip dengan endapan avalanche, dibedakan dengan
kehalusan dan bongkah yang tersebar. Terbatas pada lereng dan topografi
rendah, bentuk lobate.
 Ignimbrites, Aliran Debu : Semburan gas panas, campuran bongkah, lapilli,
batuapung, banyak endapan debu berlapis. Berasal dari pusat gunungapi,
kerucut parasit, atau rekahan. Dapat diremas sampai sangat keras, kompak,
masif. Perlapisan dihasilkan oleh perbedaan pengelasan dan zona kristalin.
Permukaan halus, tertutup debu dan batuapung. Terbatas pada daerah
topografi rendah.
Endapan jatuhan Debu : Tutupan debu, berasal dari kawah
atau kerucut parasite, dapat diremas, terkompasi oleh
penimbunan dan sementasi. Berlapis berdasarkan ukuran
fragmen, komposisi, warna, dan volume erupsi yang
keluarkan. Permukaan halus menutupi topografi.
peta geologi Gunung Guntur (Saepuloh, penampang geologi CD Gunung
2004). Guntur (Saepuloh, 2004).