Anda di halaman 1dari 13

BAB 6

DESAIN DAN EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN


MANAJEMEN
NAMA ANGGOTA

• Malisa Salsabila 1711031005


• Muhammad Zaid AlKahfi 1711031041
• Marsha Ardiana B 1711031069
• Hafidz Rully A 1711031079
• Nur Faadhilah Z 1761031001
APA YANG DIINGINKAN? DAN APA YANG
MUNGKIN TERJADI?

Tujuan dan, yang lebih penting, strategi yang berasal dari pemahaman
yang tepat mengenai tujuan perusahaan sering kali memberikan petunjuk penting
mengenai tindakan-tindakan yang diharapkan.
Perusahaan seharusnya bertanya apakah karyawannya memahami apa
uang harus mereka lakukan (tindakan penting) atau selesaikan (hasil penting),
apakah mereka termotivasi sebagaimana mestinya, dan apakah mereka dapat
memenuhi tugas yang diharuskan.
PILIHAN PENGENDALIAN
Jenis Pengendalian Permasalahan Pengendalian
Kurangnya Pengarahan Masalah Motivasi Keterbatasan Personel
Pengendalian Hasil
Akuntabilitas hasil X X
Pengendalian Tindakan
Pembatasan sikap X
Tinjauan pratindakan X X X
Akuntabilitas tindakan X X X
Redudansi X
Pengendalian Personel
Pemilihan dan Penempatan X X X
Pelatihan X X
Ketersediaan sumber daya X
Perciptaan kultur yang kuat X X
Imbalan berbasis kelompok X X
PENGENDALIAN PERSONEL SEBAGAI SEBUAH
PERTIMBANGAN AWAL
Pengendalian personel layak menjadi pertimbangan pertama karena secara relatif
pengendalian tersebut memiliki sedikit akibat yang merugikan dan secara relatif memiliki
biaya out-of-pocket yang rendah. Hal ini akan membuat perusahaan mempertimbangkan
seberapa relieble bentuk pengendalian manajemen ini dan menilai tingkatan yang seharusnya
mereka pertimbangkan dengan menggunakan bentuk pengendalian lainnya.
Namun, pengendalian kultur hanya akan memenuhi syarat jika karyawan memahami
apa yang diperlukan dalam peran utama mereka, mampu bekerja dengan baik, didukung oleh
struktur dan sistem keorganisasian, dan termotivasi untuk bekerja dengan baik tanpa
penguatan tambahan perusahaan. Sangat jarang keempat kondisi tersebut sepenuhnya
memuaskan, sehingga manajer mengatakan cukup reliable.
Artinya, ada risiko dari terlalu mengandalkan pengendalian ini. Selain itu, kultur
perusahaan bisa berubah-ubah dan menyebabkan kekacauan. Setelah mengetahui kelemahan
pengendalian ini, pemilihan antara berbagai bentuk pengendalian tindakan dan hasil
seharusnya tergantung pada keunggulan dan kelemahan yang dimiliki masing-masing
pengendalian pada keadaan tertentu.
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN PENGENDALIAN
TINDAKAN
KEUNGGULAN PENGENDALIAN TINDAKAN KELEMAHAN PENGENDALIAN TINDAKAN

• Bentuk pengendalian yang paling tepat • Adanya pembatasan kemungkinan yang


karena berhubungan secara langsung. sangat tegas.
• Cenderung membawa pada • Sebagian besar, pengendalian ini sering
dokumentasi akumulasi pengetahuan kali mematahkan kreativitas, inovasi,
dan adaptasi.
mengenai apa hal yang paling baik.
• Akuntabilitas tindakan khususnya, dapat
• Merupakan cara yang efisien untuk menyebabkan kecerobohan.
membantu koordinasi perusahaan
• Pengendalian tindakan sering kali
khususnya dalam bentuk kebijakan dan
menimbulkan pengaruh negatif.
prosedur.
• Beberapa pengendalian tindakan yang
• Elemen kunci dalam bentuk perusahaan memerlukan kajian pratindakan,
demokratis dalam artian yang positif. biayanya mahal.
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN PENGENDALIAN
HASIL

KEUNGGULAN KELEMAHAN

• Fasibility. • Hasil pengukuran biasanya memberikan indikasi


yang kurang sempurna atau apakah tindakan
• Perilaku karyawan dapat dipengaruhi yang diambil sudah tepat.
bahkan ketika karyawan memperoleh
otonomi yang signifikan. • Pengendalian hasil membebankan resiko pada
karyawan.
• Dibandingkan dengan beberapa
bentuk pengendalian • Biasanya tidak mungkin mengoptimalkan
tindakan,biayanya relative murah. sejumlah target kinerja sebagai bagian dari
sistem pengendalian hasil (seperti target
anggaran).
• Tidak semua karyawan suka diperintahkan
untuk memberikan hasil yang mereka anggap
sesuai
PEMILIHIN KETATNYA PENGENDALIAN

Keputusan mengenai apa pengendalian harus diaplikasikan lebih ketat atau longgar
tergantung pada jawabn dari eprtanyaan :
• Apakah manfaat potensial dari pengendalian ketat?
• Berapa biayanya?
• Mungkinkah adanya efek samping yang merugikan?
1.Apakah manfaat potensial dari pengendalian ketat?
Faktor penting keberhasilah sangat beragam pada seluruh perusahaan. Ketatnya pengendalian persediaan
dapat diimplementasikan dengan memfokuskan pada hasil kunci jika karyawan dapat dipercaya untuk
menentukan bagaiman menjaga persediaan mendekati tingkat jasa yang dibutuhkan, atau kunci tindakan
yang mencakup prosedur persediaan dan perarturan keputusan yang detail.

2.Berapa biayanya? 3.Mungkinkah adanya efek samping yang


merugikan?

Beberapa bentuk pengendalian jika di Semua kondisi yang perlu membuat tipe
implementasikan dalam bentuk yang ketat pengendalian menjadi flesibel , seperti
biayanya menjadi mahal.Pengendalian hasil pengetahuan mengenai bagaimana objek
yang ketat membutuhkan studi yang pengendalian berhubungan dengan hasil akhir
ekstensif untuk mengumpulkan standar yang diinginkan , mungkin tidak tersedia.
kinerja yang bermanfaa tatau mungkin Kalau begitu, efek samping yang merugikan
mereka memerlukan sistem informasi yang kemungkinan akan terjadi jika pengendalian
canggih untuk mengumpulkan dan tersebut diiplementasikan, khususnya jika
menganalisis seluruh data kinerja yang pengendalian diimplementasikan dengan cara
dibutuhkan. yang ketat.
SIMULTANEOUS TIGHT-LOOSE
CONTROLS

• In Search Of Excellence, Peters dan Waterman mengamati bahwa


sejumlah perusahaan yang mereka nilai “ baik sekali”
menggunakan apa yang mereka sebut simultaneous tight- loose
controls.Mereka mengamati bahwa penggunaan SPM dalam
perusahaan ini dianggap longgar karena mereka
memberikan,bahkan menganjurkan,otonomi,kewirausaahaan dan
inovasi.Akan tetapi,sistem pengendalian manajemen yang sama
itu juga dapat dikatakan ketat karena orang-orang dalam
perusahaan tsb membagikan seperangkat nilai yang kaku(seperti
fokus pada kebutuhan pelanggan).
BERADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN

• Banyak perusahaan menekankan pada satu bentuk pengendalian


manajemen pada satu waktu tertentu, tetapi seringkali mengubah
penekanan ke bentuk lain karena kebutuhan, kemampuan dan
lingkungan yang berubah.Perusahaan kecil seringkali dapat cukup
terkendali melalui kemampuan pengawasan pemimpin mereka
yang mengembangkan para karyawan yang loyal,sentralisasi
sebagian besar keputusan kunci,dan melibatkan diri mereka
secara personal dalam kajian yang detail mengenai anggaran
belanja.Namun, seiring berkembangnya perusahaan, bentuk
pengendalian personal/kultur dan tindakan mungkin harus diganti
atau ditambah dengan bentuk pengendalian yang lain
TETAP FOKUS PADA PERILAKU

• Analisis pengendalian manajemen sulit karena manfaat dan efek


sampingnya tergantung pada bagaimana karyawan akan bereaksi
terhadap pengendalian yang sedang digunakan. Perilaku tiap
orang dapat berbeda dan unik sehingga sulit dianalisis. Perbedaan
ini yang membuat implementasi SPM menjadi menanatang dan
penting untuk menekankan bahwa tidak ada satu pun bentuk
pengendalian yang optimal pada semua jenis keadaan. Manfaat
pengendalian manajemen hanya berasal dari pengaruhnya
terhadap perilaku.
MEMPERTAHANKAN PENGENDALIAN
YANG BAIK

• Penyebab kegagalan pengendalian:


1.Pemahaman yang tidak sempurna mengenai penentuan dan/atau pengaruh
pengendalian manajemen
2.Kecenderungan manajemen untuk menunda implementasi pengendalian
manajemen untuk mengerjakan permintaan bisnis lain yang dianggap lebih
penting dan utama. Penundaan implementasi juga dapat disebabkan gaya
personal manajer dalam memimpin perusahaan, karena tidak mau beradaptasi
dengan lingkungan yang berubah.

Anda mungkin juga menyukai