Anda di halaman 1dari 35

GANGGUAN PERILAKU

PADA ANAK
DEFINISI

▰ Gangguan perilaku pada anak (behavioral problem)  meliputi semua bentuk


gangguan perilaku pada anak selain yang disebabkan oleh neurosis, psikosis,
retardasi mental, gangguan fisik atau kerusakan organik
▰ Diidentifikasi  sejak usia : 3 tahun – remaja akhir
 ketidakpatuhan di rumah – tindakan kriminal di masyarakat

2
DEFINISI

▰ Tingkah laku seseorang dapat dikatakan menyimpang atau mengalami


gangguan jika (Nelson, 1981)
1. Menyimpang dari perilaku yang oleh orang dewasa dianggap normal
menurut usia dan jenis kelaminnya.
2. Penyimpangan terjadi dengan frekuensi dan intensitas yang tinggi
3. Penyimpangan berlangsung dalam waktu yang relatif lama

3
DEFINISI

▰ Gangguan perilaku dapat dibedakan menjadi (DSM IV) :

Organic
Anxiety
Mental
Disorder
Disorder

Adjustment Attention
Disorder Disorder

Acting Out
4
DEFINISI

▰ Karakteristik gangguan perilaku pada anak yakni :


1. Merusak milik orang lain
2. Tidak pernah diam
3. Mencari perhatian
4. Tidak memperhatikan
5. Mudah terganggu perhatian
6. Sering mengganggu
7. Sering mengejek orang lain

5
EPIDEMIOLOGI

▰ Di 4 provinsi di Indonesia  survey 696 siswa SD dengan nilai rerata rapor < 6
 33% mengalami gangguan perilaku
▰ ♂:♀=3:1
▰ Perkiraan prevalensi  1.5% - 3.4%
▰ Puncak masa gangguan tingkah laku  anak-anak – awal remaja
▰ Anak ♀ dengan gangguan perilaku  cenderung memiliki komorbid gangguan
somatik (bunuh diri)

6
ETIOLOGI & FAKTOR RESIKO

Faktor Biologis Individu


• Tempramen anak, faktor hormonal (↑ testosterone)

Faktor Keluarga
• Penyesuaian orang tua, situasi perkawinan, proses
sosialisasi
Faktor Lingkungan
• Teman sebaya, lingkungan sekolah, lingkungan
masyarakat
7
ASSESSMENT
GANGGUAN PERILAKU
8
TUJUAN PENILAIAN

▰ Fokus penilaian bervariasi dengan sifat masalah yang muncul dan pengaturan
klinis :
 keadaan darurat : fokus terbatas pada penilaian bahaya untuk diri sendiri
atau orang lain untuk tujuan menentukan tingkat perawatan teraman
 keadaan rutin : fokus bersifat lebih luas, melibatkan penapisan untuk gejala
dan gangguan fungsi di semua domain psikososial utama

9
PERMASALAHAN

• Masalah : pengaturan makan/tidur, penambahan BB dan PB, respon sosial


Periode Bayi buruk, vokalisasi terbatas, apatis
• Gangguan kejiwaan : gangguan makan dan kelekatan reaktif
• Masalah : tidur, keterlambatan bahasa, hiperaktif motorik, kelakuan dan
rasa malu yang ekstrem, kesulitan berpisah dari orang tua, toilet training,
Periode Balita keterlambatan pemrosesan motorik,sensorik,motorik halus
• Gangguan kejiwaan : spektrum autisme dan gangguan perlekatan
reaktif

• Masalah : kesulitan eliminasi, kurang teman, cemburu terhadap saudara


kandung, impulsif merusak diri sendiri, somatisasi, amarah,ucapan yg
sulit dipahami
Periode Pra Sekolah
• Gangguan kejiwaan : spektrum autisme, komunikasi, gangguan,
perhatian-defisit / hiperaktif, kecemasan (pemisahan, mutisme selektif),
perlekatan reaktif, disforia gender, dan gangguan tidur. 10
PERMASALAHAN

• Masalah : mengompol, hiperaktif, impulsif, distraktibilitas, penolakan


sekolah, bullying, somatisasi, tics, penarikan/isolasi
Periode Anak • Gangguan kejiwaan : attention deficit / hiperaktif, mengganggu,
kecemasan (umum, fobia), eliminasi, gejala somatik,
pembelajaran khusus, dan gangguan tic

• Masalah : situasi keluarga, eksperimen dengan seksualitas dan narkoba,


kenakalan dan keterlibatan geng, pola persahabatan, masalah
independensi, pembentukan identitas, harga diri, dan moralitas
Periode Remaja
• Gangguan kejiwaan : kecemasan (panik, kecemasan sosial), depresi,
bipolar, psikotik, obsesif-kompulsif, kontrol impulsif, perilaku, yang
berhubungan dengan zat, dan gangguan makan 11
PRINSIP UMUM WAWANCARA PSIKOSOSIAL

▰ Tujuan utama : membangun hubungan baik dengan anak dan orang tua
▰ Pada wawancara dapat menerapkan “11 Tanda Tindakan”  membantu
mengenali gejala awal gangguan mental
▰ Gangguan fungsional dinilai dengan menanyakan gejala dan fungsi dalam
domain kehidupan utama (rumah, keluarga, sekolah, teman sebaya,
masyarakat)  panduan wawancara HEADSS (Home, Education,Activities,
Drugs, Sexuality, Suicide/Depression)

12
PRINSIP UMUM WAWANCARA PSIKOSOSIAL

▰ “11 Tanda Tindakan” :


1. Merasa sangat sedih/mengurung diri > 2 minggu
2. Berusaha/berencana menyakiti/membunuh diri sendiri
3. Ketakutan luar biasa yang tiba-tiba tanpa alasan (palpitasi, nafas cepat)
4. Terlibat dalam banyak perkelahian, pemakaian senjata, ingin menyakiti orang lain
5. Perilaku diluar kendali yang bisa melukai diri sendiri/orang lain
6. Tidak makan,muntah, atau memakai obat pencahar untuk ↓ BB
7. Kekhawatiran/ketakukan berlebih sehingga menghambat aktivitas
8. Sulit berkonsentrasi/tetap diam sehingga mengakibatkan bahaya fisik/kegagalan sekolah
9. Penggunaan narkoba/alkohol berulang kali
10.Perubahan suasana hati yang drastis  masalah dalam hubungan 13
11.Perubahan drastis dalam perilaku/kepribadian
PRINSIP UMUM WAWANCARA PSIKOSOSIAL

▰ Wawancara HEADSS pada orang tua:


 Home : Seberapa baik hubungan keluarga satu sama lain ?
 Education : Seberapa baik anak anda di sekolah ?
 Activity : Apa yang disukai anak anda ? Apakah anak anda melakukan
sesuatu yang benar-benar anda khawatirkan ? Bagaimana anak anda bergaul
dengan teman sebaya ?
 Drugs : Apakah anak anda menggunakan narkoba/alkohol?
 Sex : Apakah ada masalah tentang seksualitas atau aktivitas seksual yang
menjadi perhatian Anda?
 Suicide : Apakah anak Anda pernah dirawat karena masalah emosional?
Apakah anak Anda pernah dengan sengaja mencoba melukai dirinya sendiri
14
atau mengancam orang lain?
PRINSIP UMUM WAWANCARA PSIKOSOSIAL

▰ Wawancara HEADSS pada remaja:


 Home : Bagaimana Anda bergaul dengan orang tua Anda?
 Education : Bagaimana Anda menyukai sekolah dan guru Anda? Seberapa
baik prestasi Anda di sekolah?
 Activity : Apakah Anda memiliki teman baik atau sekelompok teman baik?
Apa yang Anda suka kerjakan?
 Drugs : Sudahkah Anda menggunakan narkoba atau alkohol?
 Sex : Apakah ada masalah tentang seksualitas atau aktivitas seksual yang
menjadi perhatian Anda?
 Suicide : Pernahkah Anda merasa sangat sedih sehingga Anda berharap tidak
hidup atau marah sehingga Anda ingin menyakiti orang lain dengan buruk? 15
PRINSIP UMUM WAWANCARA PSIKOSOSIAL

▰ Dokter didorong untuk terbiasa dengan karakteristik psikometrik dan penggunaan


yang tepat dari setidaknya 1 ukuran luas masalah psikososial , seperti :
 Kuesioner Kekuatan dan Kesulitan (SDQ)
 Daftar Periksa Gejala Pediatrik (PSC)
 Swanson, Nolan, dan Pelham-IV (SNAP-IV)
▰ Jika wawancara atau skala penilaian berbasis luas menunjukkan kesulitan dalam satu
atau lebih area gejala tertentu  instrumen psikometrik yang lebih spesifik :
 Vanderbilt ADHD Diagnostic Rating Scale
 Pusat Depresi Skala Epidemiologi Studi untuk Anak-anak (CES-DC)
 Mood and Feelings Questionnaire (MFQ) untuk depresi
 Screen for Anxiety Terkait Gangguan Emosional Terkait (SCARED) untuk kecemasan 16
PRINSIP UMUM WAWANCARA
PSIKOSOSIAL

▰ Anak-anak dan remaja dengan skor di atas cutpoint standar harus dirujuk ke
profesional kesehatan mental yang memenuhi syarat untuk penilaian dan pengobatan
karena berkorelasi dengan gangguan kejiwaan yang signifikan secara klinis
▰ Anak muda yang mendapat skor tepat di bawah atau sedikit di atas titik potong 
lakukan manajemen di lingkungan anak

17
PERTIMBANGAN KHUSUS DALAM EVALUASI
DIAGNOSTIK BAYI DAN ANAK-ANAK MUDA

▰ Evaluasi psikiatris pada bayi dan anak kecil termasuk domain fisiologi, temperamen,
perilaku motorik, perilaku afektif, perilaku sosial, dan komunikasi.
▰ Informasi dalam domain tsb berasal dari laporan orang tua, perilaku non verbal,
pengamatan interaksi orang tua.
▰ Pengamatan harus mencakup : nada afektif dominan dari orang tua dan anak (positif,
negatif, apatis); keterlibatan dalam situasi (keingintahuan, ketidaktertarikan); tanggap
sosial (mutualualitas tatapan, responsif pendengaran); dan reaksi terhadap transisi
(termasuk pemisahan)

18
PERTIMBANGAN KHUSUS DALAM EVALUASI
DIAGNOSTIK BAYI DAN ANAK-ANAK MUDA

▰ Instrumen skrining standar dirancang untuk kelompok usia ini dapat membantu dalam
mensistematisasi evaluasi :
 Bayley Scales of Infant Development
 Ujian Status Mental Bayi, Balita dan Prasekolah (ITP-MSE)
▰ Sistem diagnostik yang lebih sesuai daripada DSM-5 telah dikembangkan untuk bayi
dan anak kecil :
 Kriteria Diagnostik Penelitian — Usia Preschool (RDC-PA)
 Klasifikasi Diagnostik Zero to Three (DC: 0-3R)

19
KOMORBIDITAS
GANGGUAN PERILAKU
ANAK
20
KOMORBIDITAS

▰ Komorbiditas pada autisme berupa :


 Gangguan mental : cemas, fobia spesifik, obsesif kompulsif, depresi, gangguan
bipolar, dan gangguan pemusatan perhatian
 Penyakit fisik : alergi, gangguan gastrointestinal dan epilepsi
▰ Penelitian oleh Croen dkk (2014) pada 2,5 juta pengidap autisme  ditemukan
gangguan medis dan psikiatris pada hampir semua orang dengan autisme
▰ Penelitian oleh Blider dkk  angka kematian autisme + komorbiditas  ↑ 3-10x

21
KOMORBIDITAS

▰ Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH)  salah satu masalah


psikiatri utama yang sering ditemukan pada anak di bawah usia 7 tahun
▰ Komorbiditas yang berhubungan :
 gangguan perilaku menentang oposisional
 gangguan konduksi
 gangguan spektrum autisme
 gangguan kecemasan
 gangguan perkembangan koordinasi
 gangguan depresi
 gangguan kekerasan fisik
 gangguan kekerasan emosional 22
DIAGNOSIS BANDING
23
DIAGNOSIS BANDING

1. GPPH  gejala gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas lebih dominan


2. Pemakaian zat terlarang
3. Gangguan bipolar  dominan : perubahan suasana perasaan, kadang disertai waham,
halusinasi
4. Gangguan tidur

24
DIAGNOSIS BANDING - GPPH

1. Bila ditemukan gejala dibawah ini :


 Sering gagal dalam memberikan perhatian cermat terhadap rincian atau adanya kesalahan yang tidak
a) Tidak
disadari dapat atau
di sekolah memusatkan perhatian
dalam aktifitas lain  ≥ 6 gejala minimal 6 bulan :
 b) Hiperaktivitas/impulsif
 Sering
Sering bermain-main
mengalami kesulitan
dengan tangan
dalam
 ≥atau
mempertahankan
kaki sendiri
6 gejala minimalsaat
perhatian
6duduk
bulanterhadap
: tugas, misalnya saat melakukan
 Sering
aktifitas
meninggalkan
bermain tempat duduk dalam ruang kelas
 2.
 SeringGejala
Sering berlari ditemukan
tidak mendengarkan
atau memanjat sebelum
ketika
secara usia 7 tahun
berbicara
ektensif secara
dalam situasi
langsung yang tidak tepat
 3. Sebagian
 Sering
Sering mengalami
tidak mengikuti
kesulitan
gangguanperintah
untuk
danyang
melibatkan
diberikan
gejala diri
dalam
kelainan dalam menyelesaikan
suatu aktifitas
bertahan dalam pekerjaan
waktu
dua senggang
sekolah
situasi atauatau
lebihkewajiban
(misal lain
 Sering
di tempat
dibertindak
kerja (bukan
sekolah seperti
atau akibat
dimengawang
perilakudan
rumah) perlawanan
bertindakatau
seolah-olah
kegagalan dikendalikan
untuk memahami
oleh saraf
perintah)
motoric
 Sering
 Sering berbicara
mengalami secara
kesulitan
berlebihan
dalam mengorganisir tugas dan aktifitas
 4.
 SeringTerbukti
Sering mengaburkandengan
mengalami atau jelas
jawaban
enggan (sangat
sebelum nyata) secara
untuk pertanyaan
melibatkan klinis
diselesaikan
diri dalam adanya yang
tugas-tugas gangguan dalamupaya
memerlukan fungsi
mental,
 Seringsosial,
seperti pendidikan,
mengalami
pekerjaan sekolah dan
kesulitanatau pekerjaan
untuk
pekerjaan
menunggurumah
giliran
 5. Gejala-gejala
 Sering
Sering menganggu
kehilangan barang-barang
orang
tidaklain misalnya
penting
selamanya “nimbrung”
(buku,secara
terjadi pensil,
dalam danpembicaraan
lain lain)
eksklusif atauserangan
selama permainanatau gangguan
 Mudah tersinggung yang pervasif, termasuk gangguan skizofrenia atau psikotik lain
perkembangan
 Sering lupa dalam aktifitas sehari-hari
25
DIAGNOSIS BANDING – PENGGUNAAN ZAT

 11Kriteria :

1. Menggunaan zat dalam: jumlah


Kriteria diagnosis 2 dari 11 yang makin lama makin banyak atau waktu penggunaannya lebih panjang
terpenuhi
8. daripada yang dibayangkan
penggunaan
menggunakan
Terus ringan
zat, lagi :dan
2-3lagi,
kriteria
meski tahu akan bahayanya
2.
9. Ingin
menurunkan
penggunaan
Melanjutkan atau menghentikan
sedang
penggunaan, meski: 4-5ada penggunaan,
masalah fisiknamun tidak kuasa
dan psikologik memenuhinya
yang diakibatkan atau diperburuk oleh
3. penggunaan
 penggunaan
Menghabiskan zatbanyakberat
waktu: 6-7untuk mendapatkan, menggunakan, atau mengurus diri untuk pulih dari
10.penggunaan
Meningkatkan jumlah pemakaian untuk mendapatkan efek yang sama dengan sebelumnya (toleransi)
4.
11.Menagih
Simptomdan meningkat
putus zat, yangdorongan
akan dapat untuk menggunakan
diatasi dengan penggunaan zat yag makin banyak
5. Tidak mampu mengelola diri atas kewajibannya: bekerja/sekolah, dirumah atau di tempat kerja karena
penggunaan
6. Tetap meneruskan penggunaan, meski hubungan/relasi dengan orang sekitar menjadi bermasalah
karenanya
7. Tidak lagi melakukan kewajiban utama social, okupasional ataub rekreasional karena penggunaan
26
DIAGNOSIS BANDING – GANGGUAN BIPOLAR

▰ Klasifikasi berdasarkan DSM-IV-TR


a) Gangguan bipolar I
 1 atau lebih episode manik atau campuran yang biasanya disertai oleh episode-
episode depresi mayor
b) Gangguan bipolar II
 1 atau lebih episode depresi mayor yang disertai oleh paling sedikit satu episode
hipomanik

27
DIAGNOSIS BANDING – GANGGUAN BIPOLAR

c) Gangguan siklotimik
 Min. 2 tahun dari sejumlah periode waktu gejala hipomanik yang tidak memenuhi
kriteria episode manik dan sejumlah periode gejala depresif yang tidak memenuhi kriteria
depresif mayor
d) Gangguan bipolar yang tidak terinci
 Gangguan ini mencakup gambaran bipolar yang tidak memenuhi kriteria di atas.

28
TATALAKSANA
FARMAKOLOGIS & NON
FARMAKOLOGIS
29
TATALAKSANA FARMAKOLOGIS

▰ Terapi utama ADHD : metilfenidat (gol. Stimulan)


 Fanu dkk. (2006) : 80% anak-anak menunjukkan kemajuan yang berarti
▰ Kombinasi gol. Stimulan + dopamin blocking agent ( Metilfenidat + Thioridazine) 
lebih menguntungkan daripada penggunaan metilfenidat sendiri
▰ Efek samping gol. Stimulan : ↓ nafsu makan, sulit tidur, ansietas, irritabilitas
▰ Terapi lain ADHD : Atomoxetine (Strattera)  ES : pikiran untuk bunuh diri ↑
Antidepresan (gol. TCA, SSRI, MAOi)

30
TATALAKSANA FARMAKOLOGIS

▰ Terapi autisme: risperidone


 efektif untuk atasi tantrum, agresivitas, perilaku melukai pada anak autistik
 tidak dapat perbaiki keluhan interaksi sosial & komunikasi
▰ Efek samping : merangsang sistem antikolinergik (konstipasi, pandangan kabur, mulut
kering, mengantuk), nyeri kepala, peningkatan BB

31
TATALAKSANA NON FARMAKOLOGIS

▰ Identifikasi strategi perawatan yang tepat tergantung pada penilaian yang cermat dari
gejala yang ada, pengaruh keluarga dan pengasuh, lingkungan sosial ekonomi yang
lebih luas, tingkat perkembangan anak dan kesehatan fisik
▰ Strategi manajemen holistik akan mencakup beragam kombinasi beberapa intervensi
seperti strategi psikologis yang berfokus pada anak dan keluarga termasuk Terapi
Perilaku Kognitif / Cognitive Behavioural Therapy (CBT), modifikasi perilaku dan teknik
peningkatan komunikasi sosial, pelatihan keterampilan pengasuhan dan
psikofarmakologi

32
PENDEKATAN TERAPI GANGGUAN PERILAKU

Pendekatan Biofisikal
• untuk ↓ perilaku yang mengganggu, memperbaiki prestasi sekolah dan
hubungan dengan lingkungannya, serta lebih mandiri di rumah dan di
sekolah, ↑ kepercayaan diri anak & perilaku lebih aman di komunitas
Pendekatan Psikodinamik
• Berdasarkan interaksi sifat-sifat herediter dengan keadaan lingkungan

Pendekatan Behavior
• Pendekatan yang paling popular dan terkenal karena bersifat logis dan
dapat dipertanggungjawabkan
33
PENDEKATAN TERAPI GANGGUAN PERILAKU

Pendekatan Sosiologis
• Proses sosialisasi  proses membimbing individu ke dalam dunia sosial

Pendekatan Kognitif
• Mendorong siswa untuk berpikir aktif tentang masalah-masalah moral dan
dalam membuat keputusan-keputusan moral
Pendekatan Ekologis
• Intervensi terhadap sistem mikro, meso, dan makro

Pendekatan Religi
34
35