Anda di halaman 1dari 14

ADOPSI

Farid Agung Rahmadi


Tumbuh Kembang/Pediatri Sosial
FK UNDP
ADOPSI

• Suatu perbuatan hukum yang mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan
orangtua, wali yang sah atau orang yang bertanggungjawab atas perawatan,
pendidikan, dan membesarkan anak tersebut ke dalam lingkungan keluarga orangtua
angkat
• Orangtua angkat : orang yang diberi kekuasaan untuk merawat, mendidik, dan
membesarkan anak berdasarkan peraturan perundang-undangan dan adat
kebiasaan
• Anak angkat : anak yang haknya dialihkan dari lingkungan kekuasaan keluarga
orangtua, wali yang sah atau orang lain yang bertanggungjawab atas perawatan,
pendidikan dan membesarkan anak tersebut ke dalam lingkungan orangtua
angkatnya berdasarkan keputusan atau penetapan pengadilan
DASAR HUKUM ADOPSI
TUJUAN ADOPSI

• KEPENTINGAN TERBAIK BAGI ANAK


• MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN & PERLINDUNGAN ANAK
• Syarat Anak Adopsi
• Anak terlantar atau ditelantarkan
• Berada dalam asuhan keluarga atau lembaga pengasuhan
• Memerlukan perlindungan khusus : dalam situasi darurat, berasal dari kelompok
minoritas/terisolasi, tereksploitasi secara ekonomi atau seksual, diperdagangkan, korban
perlakuan salah dan penelantaran
• Umur < 18 tahun

• KRITERIA USIA ANAK ANGKAT


• Prioritas pertama : < 6 tahun
• Usia 6-12 tahun : ADA ALASAN MENDESAK
• Usia 12- <18 tahun : Jika ANAK MEMERLUKAN PERLINDUNGAN KHUSUS
Berdasarkan PP RI 54 tahun 2007,
calon orangtua angkat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

• Sehat jasmani dan rohani.


• Berumur paling rendah 30 tahun dan paling tinggi 55 tahun.
• Memiliki agama yang sama dengan agama calon anak angkat. Jika asal usul anak
tidak diketahui, maka agama disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk
setempat.
• Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak kejahatan.
• Berstatus menikah paling singkat 5 tahun.
• Tidak merupakan pasangan sejenis.
Berdasarkan PP RI 54 tahun 2007,
calon orangtua angkat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

• Tidak atau belum mempunyai anak atau hanya memiliki satu orang anak.
• Mampu secara ekonomi dan sosial.
• Memperoleh persetujuan anak dan izin tertulis orangtua atau wali anak.
• Membuat pernyataan tertulis bahwa pengangkatan anak adalah demi kepentingan terbaik bagi
anak, kesejahteraan dan perlindungan anak.
• Adanya laporan sosial dari pekerja sosial setempat.
• Telah mengasuh calon anak angkat paling singkat 6 bulan, sejak izin pengasuhan diberikan.
• Memperoleh izin menteri dan/atau kepala instansi sosial.
• Seseorang dapat mengangkat anak paling banyak 2 kali dengan jarak waktu paling singkat 2 tahun
SKRINING KESEHATAN
• Peraturan Pemerintah di atas tidak menjelaskan keharusan anak atau calon orangtua untuk melakukan
skrining tes kesehatan.

• American Academy of Pediatrics merekomendasikan evaluasi kesehatan untuk anak calon adopsi
internasional (berasal dari negara lain).

• Tujuan :
• mencari kondisi medis yang tidak bermanifestasi secara klinis
• menyingkirkan adanya kondisi yang sebelumnya pernah dilaporkan.
• Hal ini penting untuk diketahui oleh calon orangtua, terkait dengan pemeriksaan dan pengobatan tata laksana
lanjutan setelah adopsi disetujui.

• Prosedur evaluasi umumnya berupa pemeriksaan fisik lengkap, skrining perkembangan, foto rontgen
dada, dan pemeriksaan darah.

• Pemeriksaan darah : darah lengkap, profil sel darah merah, antibodi hepatitis A, B, dan C, sifilis, dan HIV.

• Pemeriksaan tinja dan tes tuberkulin atau interferon-γ release assay(IGRA) merupakan pemeriksaan
tambahan yang dapat dilakukan. Status imunisasi bayi atau anak perlu dipastikan sebelum proses adopsi.

• Untuk bayi baru lahir, direkomendasikan pemeriksan skrining kadar hormon tiroid, elektroforesis Hb, dan
G6PD.
PRINSIP ADOPSI ANAK

• Hanya dapat dilakukan untuk kepentingan terbaik bagi anak dan berdasarkan adat
kebiasaan dan peraturan perundang-undangan
• Agama harus sama
• Anak asal usul tidak diketahui (didasarkan atas informasi mayoritas penduduk setempat
dimana anak ditemukan)
• Tidak memutus hubungan darah anak & orangtua kandung
• Orantua angkat wajib memberitahukan asal usul dan orangtua kandung anak angkat
dengan melihat kesiapan anak
• Pengangkatan anak WNI oleh WNA merupakan pilihan akhir
PROSES LANJUTAN

• Proses lanjutan setelah persyaratan di atas terpenuhi adalah pengajuan permohonan ke pengadilan
wilayah tempat tinggal calon anak oleh.
• Petugas dinas sosial akan mengunjungi rumah pasangan untuk mengevaluasi kondisi sosial,
ekonomi, finansial, dan kejiwaan.
• Jika dianggap layak, pasangan diizinkan untuk membawa anak calon adopsi tinggal bersama
selama 6 – 12 bulan. Izin ini didasarkan pada Surat Izin Pengasuhan Sementara.
• Selama waktu tersebut, anak dan pasangan calon orangtua diawasi dan dibimbing oleh petugas
Dinas Sosial.
• Setelah itu, pasangan calon orangtua akan menjalani persidangan dengan minimal 2 saksi yang
memahami kondisi pemohon; hasil persidangan dapat berupa persetujuan atau penolakan
permohonan adopsi.
• Jika permohonan disetujui oleh persidangan, maka akan dikeluarkan surat ketetapan
yang berkekuatan hukum. Anak kemudian didaftarkan ke catatan sipil.
• Jika permohonan ditolak, maka anak dikembalikan ke panti sosial tempat ia berasal.
• Untuk melengkapi seluruh proses adopsi memerlukan waktu kurang lebih 2 tahun.
• Proses ini penting karena berkaitan dengan aspek legal dan masa depan anak dan
keluarga yang bersangkutan. Status legal akan memudahkan anak dalam proses
bersekolah, kuliah, bekerja, dan menikah.
TERIMAKASIH