Anda di halaman 1dari 8

ANALISA PERILAKU BELOK PADA KENDARAAN

PROTOTYPE BENSIN
KONTES MOBIL HEMAT ENERGI (KMHE)
MENRISTEKDIKTI - UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
TANGERANG

Nama : Toni Setiawan


NPM : 1521201024
Pembimbing : Hendra Harsanta S.Pd.,MT

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG


2019
Latar Belakang
Dimasa ini perkembangan teknologi sangat pesat, salah satunya
adalah teknologi di bidang penggerak mula. Salah satu jenis
penggerak mula yang banyak digunakan masyarakat adalah motor
bakar atau biasa disebut dengan dunia otomotif. Secara umum
dunia otomotif saat ini sangat beragam penerapannya baik itu
digunakan sebagai alat transportasi, alat bantu dalam dunia
industri, dan bidang olahraga. Secara umum untuk penerapan
dalam bidang olah raga, motor bakar digunakan untuk penggerak
pada kendaraan, baik itu sepeda motor ataupun mobil. Dari mobil
itu sendiri terdapat berbagai macam jenis seperti,mobil Formula
One, mobil Rally, Gokart, dan lain-lain. Pada Gokart merupakan
kendaraan balap dengan penggerak mesin menggunakan motor
bakar, menggunakan rangka khusus yang dirancang sedemikian
rupa untuk balap di arena sirkuit. Secara umum Gokart yang ada
saat ini menggunakan mesin penggerak otomatis, maka dari itu
kami melakukan beberapa inovasi salah satunya dengan
menggunakan mesin penggerak roda manual
IdentifikasiMasalah
1. Bobot gokart berat, tidak sesuai dengan kekuatan konstruksi
berdasarkan beban statik maupun dinamik.
2. Ketidakmampuan gokart dalam menempuh jarak, ini
dikarenakan daya mesin yang dibutuhkan tidak sesuai dengan
bobot gokart.
3. Sering terjadinya lendutan pada rangka/ chassis, ini
disebabkan karena bahan yang dipakai tidak sesuai dengan
beban gokart.
4. Sering terjadi getaran pada saat gokart melaju, dikarenakan
komponen standar yang digunakan tidak sesuai dengan
ketentuan.
5. Pengereman selalu melaju dengan jarak yang panjang, ini
dikarenakan sistem pengereman pada Gokart harus dirancang
dengan seksama.
6. Perilaku belok yang negatif.
RumusanMasalah
1. Bagaimana pengaruh perilaku belok dengan sudut 30° dengan kecepatan
20 km/jam?
2. Bagaimana pengaruh perilaku belok dengan sudut 15° dengan kecepatan
60 km/jam?

BatasanMasalah
1. Mesin untuk gokart ini menggunakan mesin 4 tak , dengan sistem FI 125 cc
dengan bahan bakar pertalite.
2. Kemampuan angkut gokart ini diambil 50 – 75 kg.
3. Beban statis yang diterima adalah pengemudi, mesin dengan kopling
sentrifugal, serta tangki bahan bakar.
4. Dalam perencanaan ini, gokart diasumsikan berjalan pada permukaan jalan
yang datar, rata dengan tikungan – tikungan yang berjarak pendek
dengan radius tertentu.
5. Kondisi roda yang menapak ke permukaan jalan diasumsikan tidak
mengalami slip ( normal ).
6. Perancangan ini dibuat sedekat mungkin dengan gokart yang sudah ada di
pasaran.
7. Material sistem kemudi dengan bahan yang ada dipasaran.
Tujuan Dan Manfaat Penulisan
Tujuan umum
1. Untuk melengkapi persyaratan menyelesaikan akademis di Fakultas Teknik
Program Studi Teknik Mesin.

Tujuan khusus
1. Untuk mengetahui kinerja dan Analisa perilaku belok pada gokart
KESIMPULAN
1. Hasil Analisa perilaku belok dengan sudut 30° dengan
kecepatan 20 km/jam didapat Gaya Longitudinal (Fy ) sebesar
70,004 kg Gaya Vertikal(Fx ) Sebesar 23,75 kg,nilai slip roda
depan dan belakang yaitu αf dan αr besarnya masing-masing
adalah 2,55 dan 2,59. Dari angka tersebut didapat bahwa
perilaku belok kendaraan 2,55<2,59 maka dapat disimpulkan
bahwa kendaraan mengalami oversteer. Besar sudut radius
belok kendaraan = −0,813
2. Hasil Analisa perilaku belok dengan sudut 15° dengan
kecepatan 60 km/jam didapat Gaya Longitudinal (Fy ) sebesar
45,88 kg Gaya Vertikal(Fx ) Sebesar 12,29 kg nilai slip roda
depan dan belakang yaitu αf dan αr besarnya masing-masing
adalah 1,729 dan 1,758. Dari angka tersebut didapat bahwa
perilaku belok kendaraan 1,729<1,758 maka dapat disimpulkan
bahwa kendaraan mengalami oversteer. Besar sudut radius
belok kendaraan = −0,813
Saran
Berdasarkan hasil analisa yang telah diselesaikan, penulis berharap
pembaca dapat memahami isi dari laporan tugas akhir yang telah selesai.
Dari analisa diatas penulis juga memberikan saran bagi pembaca yaitu :

1. Pemasangan mur-mur baut ball joint dan batang kemudi harus


kencang agar tidak terjadi kekocakan pada bagian batang kemudi,
untuk mengurangi speling pada batang kemudi agar tidak terlalu berat
pada saat dibelokkan.
2. Perlu penelitian lanjutan tentang sistem kemudi manual ini sebagai
penyempurna untuk sistem kemudi Gokart.
3. Penulis berharap agar pembaca dapat mengembangkan analisa
pengaruh perilaku belok pada sudut yang berbeda.
TERIMA KASIH.