Anda di halaman 1dari 51

Teknik Reaksi Kimia

Cilegon, Februari 2019

hildafight@gmail.com or aisyahwahidatun@gmail.com
Our Team Layout

Hilda Frihandini Wahidatun ‘Aisyah


Agenda Style
01 Konseap Dasar Laju Reaksi

02 Jenis-Jenis Reaksi

03 Neraca Mol

04 Jenis-Jenis Reaktor Ideal

05 Komponen Reaksi Kimia

06 Mol dan Koofisien Reaksi

07 Derajat Keberlangsungan Reaksi

08 Kesetimbangan Reaksi Kimia

09 Reaksi Heterogen
KONSEP DASAR
LAJU REAKSI
Suatu perubahan konsentrasi
zat dalam suatu reaksi per

satuan waktu.

_Nurhayati Rahayu, S.Pd &


Jodhi Pramuji Giriarso, S. Si
HUKUM LAJU REAKSI

Menunjukkan korelasi antara laju


reaksi (v) terhadap konstanta laju reaksi
(k) dan konsentrasi reaktan yang di
pangkatkan dengan bilangan tertentu
(orde reaksi).
aA + bB cC + dD
Hukum ini dapat digunakan untuk
menghitung laju suatu reaksi melalui
data konstanta laju reaksi dan
konsentrasi reaktan
ORDE REAKSI
Bilangan pangkat yang menyatakan hubungan konsentrasi zat pereaksi dengan laju reaksi

01 ORDE NOL
Laju reaksi tidak dipengaruhi oleh
02 ORDE SATU
Laju reaksi berbanding lurus terhadap
besarnya konsentrasi pereaksi. konsentrasi pereaksi. Persamaannya
Persamaannya adalah : adalah :
ORDE REAKSI
Bilangan pangkat yang menyatakan hubungan konsentrasi zat pereaksi dengan laju reaksi

03 ORDE Dua
Laju reaksi berubah secara kuadrat
terhadap konsentrasi pereaksi.
Persamaannya adalah :
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI

Luas
Konsentrasi Permukaan Suhu Katalis

Semakin tinggi Semakin luas Menaikkan suhu Penambahan katalis


konsentrasi suatu zat permukaan maka laju membuat energi kinetik membuat laju reaksi
maka semakin besar reaksi akan berjalan partikel lebih besar yang berjalan lebih cepat tanpa
kemungkinan terjadinya semakin cepat meningkatkan ikut bereaksi sehingga
tumbukan efektif antar kemungkinan terjadinya tidak mempengaruhi
partikel tumbukan efektif produk hasil
JENIS-JENIS REAKSI
REAKSI HOMOGEN

Reaksi dimana semua fase


senyawa yang bereaksi sama
REAKSI HETEROGEN
• Reaksi yang berlangsung dalam suatu sistem yang
didalamnya terdapat dua fase atau lebih
• Tahapan-tahapan dalam reaksi heterogen :
a. Difusi molekul-molekul pereaksi menuju
permukaan
b. Adsorpsi molekul-molekul pereaksi pada
permukaan
c. Reaksi berlangsung dipermukaan
d. Desorpsi hasil reaksi dari permukaan
e. Difusi hasil-hasil reaksi meninggalkan permukaan
menuju sistem keseluruhan
ZAT ANTARA (INTERMEDIETE)

Merupakan hasil dari setiap tahap reaksi


(kecuali hasil yang terakhir atau produk),
biasanya berumur pendek dan sulit untuk
𝑆 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑓𝑎𝑐𝑖𝑎𝑙 𝑠𝑢𝑟𝑓𝑎𝑐𝑒
diisolasi. 𝑎𝑡 = =
𝑉𝑡 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑜𝑓 𝑙𝑖𝑞𝑢𝑖𝑑
JENIS-JENIS ZAT ANTARA (INTERMEDIETE)

1. Intermediete Karbon Reaktif

Meliputi Karbokation, Karbanion, Radikal Bebas Karbon, Karbarena

2. Zat Antara lainnya

Meliputi Aruna, Karbenoid, Karbuna, daikal bebas, Nitrena


NERACA MOL
Tingkat generasi dari j
Laju Aliran dari oleh bahan kimia Laju aliran dari j Nilai dari akumula
j ke sistem Reaksi didalam keluar dari sistem si j dalam sistem
(mol/waktu)
+ sistem - (mol/waktu) = (mol/waktu)
(mol/waktu)

Neraca Mol

Masuk + Generasi – Keluar = Akumulasi

𝐹𝑗 0 + 𝐺𝑗 - 𝐹𝑗 = 𝑑𝑁𝑗
𝑑𝑡
Dari persamaan ini, kita dapat mengembangkan
persamaan ini untuk berbagai jenis reaktor
diindustri : batch, semibatch dan kontinu
JENIS-JENIS
REAKTOR IDEAL
Batch
Tempat terjadinya reaksi kimia tunggal yaitu reaksi yang berlangsung dengan hanya satu
persamaan laju reaksi yang berpasangan dengan persamaan kesetimbangan stoikiometri.

Beroperasi pada keadaan unsteady state, terjadi perubahan karna ada perubahan suhu
terhadap waktu, massa terhadap waktu. Disebabkan tidak ada input dan output selama
reaksi.
Contoh : Magicom
Mixed Flow Reactor (MFR)
Biasa disebut sebagai tangki reaktor ideal berpengaduk. Untuk mendapat hasil yang ideal,
umumnya reaktor ini dugunakan dalam jumlah yang banyak dan disusun secara seri.

Beroperasi dalam keadaan steady state (saat operasi sudah berjalan maksimal seperti biasa)
maupun unsteady state (terjadi saat akan atau setelah shutt down)

Konversi tidak bergantung pada waktu, in dan out harus sama.


Plug Flow Reactor (PFR)
Umumnya digunakan untuk reaktan berfase gas. Reaksi pada reaktor ini terjadi disepanjan
pipa maka semakin panjang pipa konversi produk juga akan semakin tinggi. Reaksi dalam
reaktor dikatakan ideal saat mengalir dengan kecepatan yang sama diseluruh penampang
pipa

Konsentari tergantung pada panjang pipa. Makin panjang pipa makin besar konversi
produknya.
Perbandingan Ketiga Jenis Reaktor
* Umpan (reaktan) dimasukkan kedalam reaktor, kemudian terjadi reaksi d
alam reaktor

Batch Reaktor * Tidak ada aliran masuk dan keluar selama reaksi berlangsung

* Pada umumnya dilengkapi dengan pengaduk atau pompa sirkulasi untuk


membantu pengadukan

* Berlangsung Steady State (laju alir masuk reaktor sama dengan laju alir k
eluar reaktor)

* Komposisi didalam reaktor seragam, sehingga komposisi aliran reaktor s


Mixed Flow Reactor (MRF)
ama dengan kompossi didalam reaktor

* Pada umumnya dilengkapi dengan impeller untuk memastikan pengaduk


an berlangsung sempurna

* Pada umumnya bentuk reaktor menyerupai pipa

Plug Flow Reactor (PRF) *Fluida megalir dan bereaksi didalam reaktor, tanpa ada pengadukan

* Perubahan konsentrasi disepanjang reaktor


KOMPONEN REAKSI
MOL & KOOFISIEN, FRAKSI MOL
DERAJAT KEBERLANGSUNGAN REAKSI
Komponen Reaksi Kimia
Persamaan reaksi kimia menggambarkan rumus kimia
zat-zat pereaksi (reaktan) dan zat-zat hasil reaksi (prod
uk), yang dibatasi dengan tanda panah.Jadi komponen
dalam reaksi kimia terdiri dari reaktan dan produk.
Mol dan Koefisien
Koefisien reaksi merupakan perbandingan jumlah parti
kel dari zat yang terlibat dalam reaksi. Oleh karena 1
mol setiap zat mengandung jumlah partikel yang sama
, maka perbandingan jumlah partikel sama dengan per
bandingan jumlah mol. Jadi, koefisien reaksi merupak
an perbandingan jumlah mol zat yang terlibat dalam re
aksi.
Fraksi Mol
Fraksi Mol Ialah Ukuran Konsentrasi Larutan Yang Menya
takan Perbandingan Jumlah Mol Sebagian Zat Terhadap Jumlah M
ol Total Komponen Larutan. Fraksi Mol Terbagi Atas 2 Bagian Yakni
Sebagai Berikut:
Fraksi Mol Zat Terlarut (Xt)
Fraksi Mol Zat Terlarut (Xt) Yang Dirumuskan Dengan Rumus Sepe
rti Berikut Ini:

Fraksi Mol Zat Pelarut (Xp)


Fraksi Mol Zat Palarut (Xp) Yang Dirumuskan Dengan Rumus Sepe
rti Berikut Ini:
Derajat Keberlangsungan Reaksi

• DEGREE OF COMPLETION
• Definisi : derajat keberlangsungan suatu reaksi

• 𝑑𝑒𝑔𝑟𝑒𝑒 𝑜𝑓 𝑐𝑜𝑚𝑝𝑙𝑒𝑡𝑖𝑜𝑛 =
σ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑟𝑒𝑎𝑘𝑡𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑎𝑘𝑠𝑖
σ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑟𝑒𝑎𝑘𝑡𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎
× 100%
Dihitung berdasarkan hasil kali konsentrasi
zat–zat hasil reaksi dibagi dengan hasil kali
konsentrasi pereaksi setelah tiap-tiap zat di
pangkatkan dengan koefisiennya menurut
persamaan reaksi kesetimbangan.
Contoh :
Rx : mA + nB  pC + Qd

[𝐂]𝒑 [𝐃]𝒒
𝑲𝒄 =
[𝐀]𝒏 [𝐁]𝒎
ENERGI DALAM
REAKSI KIMIA
Energi Dalam Reaksi Kimia
Energi adalah kemampuan untuk melakukan k
erja.
Energi dapat berbentuk macam-macam, sepert
i energi panas, energi cahaya, energi listrik, dan
energi mekanik.
Ada dua penggolongan energi yang umum dan
penting bagi kimiawan,
Energi Dalam Reaksi Kimia:

1. Energi Kinetik 2. Energi Potensial


Energi kinetik adalah energi gerak. Pa Energi potensial adalah energi yang
ra kimiawan mempelajari partikel yang tersimpan. Setiap benda mempunyai
bergerakkhususnya gas, karena energ energi potensial yang tersimpan berda
i kinetik dari partikel ini membantu unt sarkan posisinya.
uk menentukan apakah suatu reaksi d Energi potensial yang ada pada ikatan
apat terjadi, selain faktor ada tidaknya kimia berhubungan dengan jenis ikata
tumbukan antar partikel dan perpindah n dan jumlah ikatan yang memiliki ke
an energi. mampuan untuk putus dan membentu
k ikatan baru.
KONDISI STANDAR
Kondisi Standar
STP – Standard Temperature and Pressure
STP, secara umum digunakan untuk mendefinisikan k
eadaan standar untuk suhu dan tekanan yang penting
dalam pengukuran dan pendokumenan proses kimia d
an fisika:

STP – Standard Temperature and Pressure – didefinisi


kan sebagai keadaan dimana gas diukur pada suhu 0o
C (273.15 K, 32oF) dan tekanan 1 atm (101.325 kN/m2
, 101.325 kPa, 14.7 psia, 0 psig, 29.92 in Hg, 760 torr,
33.95 Ft.H2O, 407.2 In.W.G, 2116.8 Lbs./Sq.Ft.)
Kondisi Standar

NTP – Normal Temperature and Pressure

NTP umumnya digunakan untuk pengujian dan dokumentasi dari “fan capacities”:

NTP – Normal Temperature and Pressure – didefinisikan sebagai keadaan dimana


gas diukur pada suhu 20oC (293.15 K, 68oF) dan tekanan 1 atm ( 101.325 kN/m2, 1
01.325 kPa, 14.7 psia, 0 psig, 29.92 in Hg, 760 torr). Kerapatan 1.204 kg/m3 (0.075
pounds per cubic foot)
Kondisi Standar

SATP – Standard Ambient Temperature and Pressure

SATP – Standard Ambient Temperature and Pressure (sering juga disebut keadaa
n suhu/tekanan kamar) juga digunakan sebagai acuan dalam ilmu kimia:

SATP – Standard Ambient Temperature and Pressure adalah acuan dengan suhu
25 0C (298.15 K) dan tekanan 101 kPa ~ 1 atm.
ENTALPI
Entalpi
Entalpi adalah banyaknya energi yang dimiliki sistem (U) dan kerja (PV) sehingga bisa dituliskan H =
U + PV. Sedangkan perubahan entalpi yaitu kalor reaksi dari suatu reaksi pada tekanan tetap. Supaya
entalpi dapat dihitung, maka pengukurannya harus dilakukan pada suhu serta tekanan tertentu. Menu
rut para kimiawan, suhu 25°C dan tekanan 1 atm adalah ukuran yang tepat untuk menilai entalpi.

∆Hl
∆Hf
∆Hat
Jenis- ∆Hvap
jenis ∆H
∆H fus
∆Hat ∆Hc
Entalpi dan Jenisnya
∆Hat
Perubahan entalpi pengatoman unsur standar
∆Hc
Peruhanan entalpi pembakaran standar Dikenal dengan atomisasi unsur yang merupakan
perubahan entalpi jika 1 mol berbentuk gas terben
Merupakan perubahan entalpi jika tuk dari unsur dalam bentuk fisik pada kondisi sta
1 mol suatu zat terbakar sempurn ndar. Reaksi pengatoman akan memiliki ⧋H positi
a pada kondisi standar. f (endoterm). Hal ini dikarenakan reaksi memerluk
an energi untuk memisahkan atom-atom.

∆Hf ∆Hat
Perubahan entalpi pembentukan standar Perubahan entalpi pengatoman senyawa standar

Bernama lain kalor pembentukan stan Merupakan perubahan entalpi jika 1 mol
dar yang merupakan perubahan ental senyawa diubah menjadi atom-atom dal
pi ketika 1 mol senyawa terbentuk dari am bentuk gas dalam keadaan standar.
unsur-unsurnya pada kondisi standar.
Entalpi dan Jenisnya

∆Hl ∆Hfus ∆Hvap


Perubahan entalpi pelarutan standar Perubahan entalpi peleburan standar Perubahan entalpi penguapan standar

Perubahan entalpi a Merupakan perubaha Perubahan entalpi p


pabila 1 mol senyaw n entalpi pada pelebu ada penguapan 1 m
a diubah menjadi lar ran 1 mol zat padat ol zat cair menjadi g
utannya pada keada menjadi zat cair pada as pada titik didihny
an standar. titik leburnya dan tek a dan tekanan stand
anan standar. Misaln ar. Misal penguapan
ya peleburan es. air.
ENERGI GIBBS
Energi Gibbs
∆G =∆H – T ∆S Energi bebas Gibbs didefinisikan sebagai perbe
daan antara energi entalpi (H) dengan energi ya
ng tidak digunakan untuk kerja berupa entropi (S
) pada temperatur absolut (T) sehingga menjadi
persamaan:
Pada suhu tetap,
∆G =∆H – T ∆S

Persamaan penting ini memberikan hubungan a


ntara ∆H, ∆S, dan ∆G pada suhu yang sama.
Hubungan entropi dengan ketidakaturan m
olekul : makin besar ketidakteraturan atau
gerakan bebas atom atau molekul dalam si
stem, makin besar entropi sistem.
KESETIMBANGAN
REAKSI KIMIA
Kesetimbangan
Reaksi Kimia Reaksi dapat balik
Keadaan Kesetimbangan
Apabila suatu reaksi dapat balik dan reaksi
ke kanan serta reaksi ke kiri berlangsung
dengan laju yang sama maka terjadilah
keadaan reaksi yang disebut
kesetimbangan.

Pada saat tercapai kesetimbangan, reaksi


tidak akan berhenti, tetapi terus
berlangsung dalam dua arah yang
berlawanan dengan kecepatan sama dan
kesetimbangan ini disebut kesetimbangan
dinamis
PENGARUH
KOMPOSISI
KESETIMBANGAN
Kesetimbangan Reaksi Kimia
Tetapan Kesetimbangan (K)

Apabila zat-zat yang Reaksi Homogen


bereaksi dan hasil reaksinya
sama (sama-sama cair atau K = [C]p [D]q
gas),
[A]m
mA + nB pC + qD

mA (g) + nB (s) pC (g) + qD (g)


K = [C]p [D]q
Jika pada kesetimbangan
[A]m [B]n terdapat zat bentuk padat, maka
zat bentuk padat tersebut tidak
dimasukkan pada perhitungan
Reaksi Heterogen
kesetimbangan.
PENGARUH
KONDISI REAKSI
PADA
KESETIMBANGAN
Jika suatu faktor luar mempeng
aruhi kesetimbangan, maka ke
setimbangan akan bergeser un
tuk mengurangi pengaruh terse
but sampai diperoleh kesetimb
angan yang baru.
Henry Le Chatelier, 1888
Kesetimbangan Reaksi Kimia
Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Konsentrasi Temperatur

Jika konsentrasi pereaksi dinaikkan, maka k Apabila suhu reaksi dinaikkan, maka kes
01 esetimbangan akan bergeser ke kanan. Seb 02 etimbangan akan bergeser ke arah reaks
aliknya, jika konsentrasi pereaksi diturunkan, i yang menyerap kalor (reaksi edoterm)
maka konsentrasi pereaksi akan bergeser ke Apabila suhu reaksi diturunkan, maka ke
kiri setimbangan akan bergeser ke arah reak
si yang melepas kalor (reaksi eksoterm)

Tekanan dan Volume

03 Jika tekanan bertambah, kesetimbangan aka


n bergeser ke arah dengan total mol lebih se 04
dikit
Jika tekanan berkurang, kesetimbangan aka
n bergeser ke arah dengan total mol lebih ba
nyak.
REAKSI HETEROGEN
Reaksi Heterogen
Reaksi heterogen adalah reaksi yang berlangsu
ng dalam suatu sistem yang heterogen, yaitu sist
em yang di dalamnya terdapat dua atau lebih fa
sa.
Banyak reaksi-reaksi kimia fasa cair maupun gas
yang hanya dapat berlangsung pada permukaan
padatan.
Karena sifat reaksinya hanya bergantung pada fa
sa padat, maka reaksi tersebut dikatakan berkat
alisis dengan fasa padat sebagai katalisnya.
Thank You