Anda di halaman 1dari 6

1.

Pemilahan Kromosom secara


Independen
 Saat metafase I berlangsung secara acak pasangan
kromosom homolog mengatur diri pada bidang
ekuator. Meskipun masing-masing pasangan
kromosom membawa ciri-ciri umum sama, tetapi
sebenarnya secara rinci mereka membawa ciri-ciri
yang berbeda. Penyebaran secara random dan
pemasangan secara bebas pada kromosom ini akan
menghasilkan kombinasi genetik baru.
2. Pindah Silang
 Pada profase I, kromatid bukan
saudara kembar dari kromosom
homolog saling bertukar segmen
terkait. Dengan cara ini dapat
dihasilkan kombinasi genetik dan
pemisahan gen-gen
terpaut(linked). Menurut
Campbell, Reece dan
Mitchell(2002), suatu proses yang
dinamakan pindah silang
(crossing over) menghasilkan
kromosom individual yang
menggabungkan gen-gen yang
diwarisi dari kedua orang tua .
3. Fertilisasi Random
 Variasi dalam keturunan dapat dihasilkan oleh pencampuran
genotipe dari induk-induk mereka, yaitu melalui
perkembangbiakan seksual. Sel-sel kelamin mengandung
setengah jumlah sel induk sehingga memungkinkan adanya
penggabungan sifat diantara dua sel kelamin (sperma dan
ovum).
 Menurut Campbell, Reece, dan Mitchell (2002), sel telur
manusia mewakili satu dari hampir 8 juta kemungkinan
kombinasi kromosom dibuahi oleh sel sperma tunggal yang
mewakili satu dari 8 juta kemungkinan yang berbeda. Jadi, tanpa
mempertimbangkan terjadinya pindah silang, pasangan orang
tua akan menghasilkan sebuah zigot dengan salah satu dari
sekitar 64 triliun kombinasi diploid.