Anda di halaman 1dari 7

Agresi Militer Belanda I

(21 Juli 1947)

Agresi Militer Belanda II


(19 Desember 1948)
Perjanjian Linggarjati 10 november
1946
• Perundingan antra Indonesia • Hasil Perundingan
Dan Belanda di wilayah 1. Belanda mengakui secara de
Cirebon Linggarjati Jawa Barat. facto wilayah Republik
• Indonesia diwakili oleh Sutan Indonesia yaitu Jawa,
Syahrir dan Sumatera Dan Madura
• Belanda diwakili oleh komisi 2. Belanda harus meninggalkani
Jenderal yang dipimpin oleh wilayah RI paling lambat
Wim Schermerhorn, HJ Van tanggal 1 januari 1949
Mook dan Lord Killearn. 25 3. Pihak Belanda dan Indonesia
maret 1947 sepakat membentuk negara ris
4.RIS dan Indonesia harus
tergabung dalam
commonwealtnh/persemakmu
ran Indonesia Belanda dengan
ratu wilhelmina sebagai ketua
• Latar Belakang :
AGRESI MILITER Letnan Gubernur Jenderal Belanda HJ Van
Mook mengeluarkan ultimatum supaya RI
BELANDA 1 menarik mundur pasukannya sejauh 10
km dari garis demarkasi yang ditolak oleh
Amir Syarifuddin. Van Mook dalam pidato
radio menyatakan bahwa Belanda tidak
terikat dengan Perjanjian Linggarjati. Pada
saat itu tentara Belanda sekitar 100.000
ribu jiwa dengan persenjataan modern.
Fokus serangan tentara Belanda di tiga
tempat, yaitu Sumatera Timur, Jawa
Tengah dan Jawa Timur.

Tujuan Utama Agresi :


Merebut daerah daerah perkebunan dan
daerah yang memiliki sumber daya alam
terutama minyak.
Perjanjian Renville
• Pemerintah Australia dan India • Belanda bersedia
meminta DK PBB membicarakan berunding di atas Kapal
masalah Indonesia Belanda. Selain USS Renville yang
itu Amerika Serikat mengusulkan berlabuh di Teluk Jakarta
agar dibentk Komisi Jasa-Jasa Baik 8 Des 1947 dan
yang dikenal Komisi Tiga Negara perjanjian Renville
yaitu: ditandatangani 17 Jan
• Indonesia memilih Australia 1948 di atas Kapal USS
diwakili : Richard C Kirby Renville :
• Belanda memilih Belgia diwakili: • Kemerdekaan Bangsa
Paul Van Zeeland Indonesia
• Indonesia dan Belanda sepakat • Kerjasama indonesia
memilih Amerika Serikat diwakili : Belanda
Dr Frank B Graham. • Negara Federasi
• Uni antara RIS dan
Bagian Lain Kerajaan
Belanda.
Agresi Militer Belanda 2
• Belanda masih ingin • Belanda melancarkan
berkuasa atas`wilayah serangan Agresi militer ke
Indonesia dan mencari cara ibukota Yogyakarta.
untuk mengingkari • Presiden Soekarno , Wkl
Perjanjian Renville. Presiden Moh. Hatta dan
• Pemerintah Indonesia telah sejumlah menteri dan
menduga bahwa Belanda Kepala Staf Angkatan
akan melakukan kembali Udara Komodor
Agresi Mliter Suryadarma memilih tetap
• Pemerintah membentuk di ibukota dan menjadi
Markas Besar Komando tawanan Tentara Belanda.
Jawa : Kol. AH Nasution dan
Markas Besar Komando
Sumatera : Kol. Hidayat
Sejarah Ibukota Negara Indonesia
1. Jakarta ke Jogjakarta 4 Januari Alasannya : Agresi Militer
1946 Belanda ke 2 yang merebut
Alasannya : Jakarta tidak aman kota Jogjakarta.
karena Belanda masih ingin Presiden Soekarno
menguasai wilayah Indonesia memerintahan Syafruddin
. Atas inisiatif Sultan Prawiranegara untuk
Hamengku Buwono IX dan membentuk Pemerintahan
Paku Alam VIII . Darurat Republik Indonesia.
2. Jogjakarta ke Bukit Tinggi 3. Ibukota kembali ke Jogjakarta
Sumatera Barat 19 Desember 6 Jul 1949 setelah tercapai
1948 perjanjian Roem Royen
4. Ibukota Negara Kembali Ke
Jakarta 17 Agustus 1950
setelah Republik Indonesia
Serikat dibubarkan.
Perjanjian Roem Royen
• Aksi militer Belanda • UNCI bertugas membujuk
mendapat kecaman dari kedua belah pihak agar
Dunia Internasional berunding
termasuk PBB yang • Delegasi Indonesia dipimpin
membentuk Komisi oleh Moh. Roem dan Delegasi
Perserikatan Bangsa- Belanda dipimpin oleh Dr. HJ
Bangsa untuk Indonesia Van Royen
yaitu UNCI (United • Pada tanggal 7 Mei 1949
Nation Commission For tercapai persetujuan Roem
Indonesia) yang Royen.
dipimpin oleh Merle
Cochran.