Anda di halaman 1dari 126

Oleh: Heru Nurcahyo

Prodi Pendidikan Biologi dan Biologi


Jurusan Pendidikan Pendidikan Biologi
FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta
Tahun 2018
1. Menjelaskan mekanisme kerja
hormon pada sel target secara
molekuler
• Substansi kimia
Konsep hormon • Sinyal molekuler
Struktur molekul hormon

Reseptor • Struktur molekul

spesifik hormon • Karakter sebagai protein

• Subunit α
Protein G • Subunit β
• Subunit γ
Adenilat •Struktur molekul Ac
siklase (Ac) •Peran Ac

Second •cAMP
messenger •GTP

Protein •Sub-regulatory
Kinase •Catalytic
pesan

Komunikator Komunikan

respon

Syarat-syarat komunikasi:
1. Komunikator (kel. Endokrin)
2. Pesan (hormon)
3. Komunikan (sel target)
4. Respon (efek seluler)
I♂ (pesan) ▷ Ok I ♀☺

I♥U (pesan) ▷ I ♥ U too


Gambar:
• Berbagai kelenjar
endokrin
• Hormon yang
disintesis dan
disekresikan
• Organ target yang
dipengaruhi
• Efek seluler
HORMON
“Suatu zat yang disintesis oleh
dan dalam suatu organ atau sel
yang diangkut oleh sistem
sirkulasi untuk bekerja atau
merangsang jaringan lain sebagai
targetnya sehingga menimbulkan
respon-respon tertentu” bereran
sebagai sinyal seluler
 Molekul yang berfungsi sebagai suatu pesan
dalam organisme.

 Molekul yang berperan dalam komunikasi sel


ke sel.

 Molekul yang berfungsi menyampaikan


informasi
Berdasarkan Struktur Kimianya
 Asam amino
 Polipeptida
 Steroid
 Eikosanoat
 Leukotrien
1. Polipeptida
2. Asam amino
3. Steroid
4. Eikosanoat
5. Leukotrien
Struktur 3 Dimensi Hormon
Progesteron
sel tempat hormon (ligan) berikatan dengan
reseptornya
sel-sel target memiliki kemampuan memberikan
respon terhadap sinyal (hormon).
 Endocrine signaling
 Paracrine signaling
 Autocrine signaling
Karakter:
 BM kecil
 Dapat menembus membran sel melalui
saluran (chanel) yang terdapat dalam
membran sel
Tetraiodotironin
(tiroksin; T4)

Triiodotironin
hormon Asam amino Tirosin
(T3)

katekolamin
Hormone EXTRACELLULAR
Hormon berdifusi
FLUID
melalui membran
plasma sel target

Plasma
membrane Terbentuk kompleks
Receptor reseptor- hormon
protein
Hormone-
receptor
complex

Kompleks reseptor-
hormon masuk ke
dalam inti sel
(translokasi)

DNA
Sesudah berikatan
dengan reseptor inti sel,
mRNA
Ia merangsang
pembentukan mRNA, sehingga transkripsi
DNA – mRNA mempengaruhi kompleks
reseptor- hormon(induksi)
NUCLEUS New protein
mRNA menuju ke ribosom
tempat sintesis protein. Di sinilah peningkatan
jumlah cetakan mRNA memungkinkan peningka
salinan (translasi) protein.
CYTOPLASM
Berikatan
T4 diubah dengan
menjadi T3 reseptor
Tiroksin masuk
(hormon yang spesifik (pada
ke dalam sel
jauh lebih aktif) inti sel)
di dalam perifer membentuk
HR kompleks

HR kompleks
Meningkatkan merangsang
metabolisme Efek seluler ekspresi gena
sel-sel tubuh yang terlibat ,
mRNA, protein
 Peptida atau protein :
◦ Ex.: Insulin
 TESTOSTERON
Karakter:
 BM besar
 Tidak dapat menembus membran sel
(lipofob)
A

5’AMP
PDE

PKC
PKA
Gambar:
Cara kerja hormon
dan hubungan
saling pengaruh-
mempengaruhi
antara:
• Hipotlamus
• Pituitaria anterior
• Ovarium
 Berdasarkan letaknya :

1.Reseptor hormon pada Membran Sel.


- Reseptor hormon Insulin
- Reseptor hormon Ephinephrin
- Reseptor hormon FSH

2.Reseptor hormon pada inti sel (intrasel).


- Reseptor hormon aldosteron
- Reseptor hormon prostaglandin
 Regulasi & respon homeostasis
 Metabolisme & Pertumbuhan
 Mengontrol laju reaksi enzimatis & ekspresi
gen
 Memberi efek fisiologis pada tubuh jika
terdapat pada konsentrasi rendah
Berapa banyak
reseptor
hormon yang
terdapat pada
sel-sel kelenjar
susu?
 Sekuen Kerja Hormon

Reseptor
Hormon Protein-G
spesifik hormon

Proetin kinase cAMP Adenilat siklase

Ekspresi DNA
Promoter DNA Efek seluler
(Gen)
Mekanisme intra membran sel
 Hormon berikatan dengan reseptor
membentuk HR kompleks
 HR kompleks mengaktifkan protein G
 Protein G mengaktifkan enzim Adenilat Siklase
(AC)
 AC mengubah ATP menjadi cAMP
 cAMP berperan sebagai second messenger
mengaktifkan protein kinase A (PKA)
 Sub unit katalitik dari PKA mengatifkan
promoter pada DNA
 Ekspresi Gena
 Protein fungsional: pengatur hormon lain atau
enzim
 Reseptor Hormon
Molekul pengenal spesifik dari sel
tempat hormon berikatan sebelum
memulai efek biologiknya .

 Bersifat reversibel dan nonkovalen


 Berdasarkan letaknya :

1.Reseptor hormon pada Membran Sel.


- Reseptor hormon Insulin
- Reseptor hormon Ephinephrin
- Reseptor hormon FSH

2.Reseptor hormon pada inti sel (intrasel).


- Reseptor hormon aldosteron
- Reseptor hormon prostaglandin
 Sedikitnya mempunyai dua daerah
fungsional :

1. Domain pengenal
2. Regio sekunder
Terdiri beberapa domain fungsional:
 1. Regio pengikat hormon
 2. Regio pengikatan DNA
 3 Sedikitnya dua regio pengaktifan
transkripsi gen
 4. Sedikitnya dua regio yang
bertanggung jawab atas translokasi
reseptor dari sitoplasma ke nukleus
 5. Regio yang mengikat protein.
 Interaksi hormon dengan reseptor
permukaan sel akan memberikan sinyal
pembentukan senyawa yang disebut
sebagai second messenger
Mekanisme kerja
 faktor yang mempengaruhi konsentrasi hormon di sel
target
 faktor yang mempengaruhi respons sel target
terhadap hormon
Penentu konsentrasi suatu hormon di Penentu respon sel target
sel target

Laju sintesis dan sekresi hormon Jumlah, aktivitas relatif, ditempati


atau tidaknya resptor spesifik

Letak sel target dengan sumber hormon Metabolisme hormon di sel target

Konstanta disosiasi hormon dengan Adanya faktor lain didalam sel yang
protein pengangkut spesifik di plasma diperlukan untuk respons hormon

Perubahan bentuk inaktif atau aktif Peningkatan atau penekanan reseptor


suboptimal hormon menjadi bentuk
aktif penuh

Laju bersihan hormon dari plasma oleh Desensitisasi sel setelah pengikatan
jar. lain hormon dengan reseptornya.
• Molekul yang tersusun atas
glikoprotein yang merupakan
protein integral
• Molekul pengenal spesifik dari sel
tempat hormon berikatan sebelum
memulai efek biologisnya .
Berdasarkan letaknya :
1.Reseptor hormon pada membran sel.
- Reseptor hormon Insulin
- Reseptor hormon Ephinephrin
- Reseptor hormon FSH

2.Reseptor hormon pada sitoplasma atau inti


sel (intrasel).
- Reseptor hormon aldosteron
- Reseptor hormon prostaglandin
 Sedikitnya mempunyai dua daerah
fungsional :
1. Domain pengenal mengikat ligan
hormon
2. Regio sekunder menghasilkan
sinyal yang
menggabungkan
/menghubungkan
pengenalan
hormon tsb
dengan beberapa
fungsi intrasel
Interaksi hormon dengan reseptor
permukaan sel akan memberikan sinyal
pembentukan senyawa yang disebut sebagai
second messenger

 Second messenger berupa:


1. cAMP (cyclic Adenosine Monophosphate)
2. cGMP (cyclic Guanosine Monophosphate)
3. Kalsium (Ca2+) atau fosfatidilinositol
4. Kaskade kinase atau fosfatase
Adenylyl cyclase Phosphodiesterase

Pyrophosphate H2O
P Pi

ATP Cyclic AMP AMP


 Interaksi ligan–reseptor yang menyebabkan
proses fosforilasi tirosin memicu kaskade
yang dapat melibatkan beberapa protein
kinase, fosfatase, dan protein regulatorik lain.
Hormon disintesis dan
dimodifikasi dalam berbagai
cara agar aktivasinya
sempurna
glukokortikoid
mineralokortikoid androgen
jalur progesteron atau
4
jalur dehidroepiandrosteron atau 5

Dirangsang
Oleh LH
Dirangsang
Oleh LH
Hidroksilasi
cincin

dekarboksilasi

Hidroksilasi
rantai samping

N-metilasi
1 Messenger RNA on the
ribosomes binds amino
acids into a peptide chain
called a preprohormone.
The chain is directed into
the ER lumen by a signal
sequence of amino acids.

Endoplasmic reticulum (ER)

Ribosome

Capillary
endothelium

1
Cytoplasm ECF Plasma

Preprohormone
mRNA

Figure 7-3, step 1


1 Messenger RNA on the 2 Enzymes in the
ribosomes binds amino ER chop off the
acids into a peptide chain signal sequence,
called a preprohormone. creating an
The chain is directed into inactive
the ER lumen by a signal prohormone.
sequence of amino acids.

Endoplasmic reticulum (ER)

Ribosome

Prohormone
Capillary
2 endothelium

1
Signal Cytoplasm ECF Plasma
sequence
Preprohormone
mRNA

Figure 7-3, steps 1–2


1 Messenger RNA on the 2 Enzymes in the 3 The prohormone
ribosomes binds amino ER chop off the passes from the
acids into a peptide chain signal sequence, ER through the
called a preprohormone. creating an Golgi complex.
The chain is directed into inactive
the ER lumen by a signal prohormone.
sequence of amino acids.

Golgi complex
Endoplasmic reticulum (ER)

Ribosome

Transport
vesicle 3

Prohormone
Capillary
2 endothelium

1
Signal Cytoplasm ECF Plasma
sequence
Preprohormone
mRNA

Figure 7-3, steps 1–3


1 Messenger RNA on the 2 Enzymes in the 3 The prohormone 4 Secretory vesicles containing
ribosomes binds amino ER chop off the passes from the enzymes and prohormone
acids into a peptide chain signal sequence, ER through the bud off the Golgi. The enzymes
called a preprohormone. creating an Golgi complex. chop the prohormone into one
The chain is directed into inactive or more active peptides plus
the ER lumen by a signal prohormone. additional peptide fragments.
sequence of amino acids.

Golgi complex
Endoplasmic reticulum (ER)

Ribosome
Active hormone
Peptide
Transport fragment
vesicle 3

4
Secretory
vesicle

Prohormone
Capillary
2 endothelium

1
Signal Cytoplasm ECF Plasma
sequence
Preprohormone
mRNA

Figure 7-3, steps 1–4


1 Messenger RNA on the 2 Enzymes in the 3 The prohormone 4 Secretory vesicles containing 5 The secretory
ribosomes binds amino ER chop off the passes from the enzymes and prohormone vesicle releases
acids into a peptide chain signal sequence, ER through the bud off the Golgi. The enzymes its contents by
called a preprohormone. creating an Golgi complex. chop the prohormone into one exocytosis into
The chain is directed into inactive or more active peptides plus the extracellular
the ER lumen by a signal prohormone. additional peptide fragments. space.
sequence of amino acids.

Golgi complex
Endoplasmic reticulum (ER)

Ribosome
Active hormone
Peptide
Transport fragment
vesicle 3

4
Secretory
vesicle 5
Release
Prohormone signal
Capillary
2 endothelium

1
Signal Cytoplasm ECF Plasma
sequence
Preprohormone
mRNA

Figure 7-3, steps 1–5


1 Messenger RNA on the 2 Enzymes in the 3 The prohormone 4 Secretory vesicles containing 5 The secretory 6 The hormone
ribosomes binds amino ER chop off the passes from the enzymes and prohormone vesicle releases moves into the
acids into a peptide chain signal sequence, ER through the bud off the Golgi. The enzymes its contents by circulation for
called a preprohormone. creating an Golgi complex. chop the prohormone into one exocytosis into transport to its
The chain is directed into inactive or more active peptides plus the extracellular target.
the ER lumen by a signal prohormone. additional peptide fragments. space.
sequence of amino acids.

Golgi complex
Endoplasmic reticulum (ER)
To target
Ribosome
Active hormone
Peptide
Transport fragment
vesicle 3

4 6
Secretory
vesicle 5
Release
Prohormone signal
Capillary
2 endothelium

1
Signal Cytoplasm ECF Plasma
sequence
Preprohormone
mRNA

Figure 7-3, steps 1–6


Ex : hormon Insulin
1 Most hydrophobic Blood Steroid Cell surface receptor
steroids are bound vessel hormone
to plasma protein 2a
carriers. Only Rapid responses
unbound hormones 1
can diffuse into the 2
target cell. Protein
2 Steroid hormone Nucleus
carrier
receptors are Cytoplasmic
typically in the Nuclear
receptor
cytoplasm or receptor
nucleus.
DNA
2a Some steroid
Interstitial
hormones also
fluid
bind to mem-
brane receptors 3
that use second Transcription
messenger Cell
membrane produces mRNA
systems to 4
create rapid
cellular
3 responses.
The receptor-
hormone complex
binds to DNA 4 Activated genes create new
and activates or mRNA that moves into the
represses one or cytoplasm.
more genes.
 Mekanisme kerja hormon progesteron dalam
merangsang pertumbuhuan endometrium.
 Hormon progesteron menembus dinding sel
yang tersusun atas lipid bilayer menuju ke
tempat reseptor spesifiknya yaitu di
sitoplasma atau inti sel (R-P lebih banyak di
sitoplasma, sedangkan R-E2 lebih banyak di
inti sel).
 Ikatan hormon reseptor akan mengaktifkan
bagian tertentu dari DNA dan memacu
terjadinya proses transkripsi DNA menjadi
mRNA (dipicu oleh polimerase RNA II).
 Selanjutnya mRNA akan menuju ke ribosom
untuk sintesis protein baru yang diperlukan
 Berasal dari asam arakidonat, yaitu suatu
asam lemak dengan 20 atom karbon
 Disebut juga hormon eikosanoat
 Sedikitnya mempunyai dua daerah
fungsional :

1. Domain pengenal
2. Regio sekunder