Anda di halaman 1dari 15

Tata cara

berlaboratorium yang
baik

Pipih Solihah

Susiloningsih
Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa,
dosen, peneliti dan sebagainya, melakukan pekerjaan
percobaan/penelitian
Percobaan yang dilakukan menggunakan:

1.bahan kimia,
2.peralatan gelas
3.instrumentasi khusus
4. Kelengkapan lainnya yang dapat menyebabkan
terjadinya kecelakaan bila dilakukan dengan
cara yang tidak tepat
BAHAYA APA YANG MUNGKIN TERJADI:

. Secara garis besar bahaya yang dihadapi dalam laboratorium


dapat digolongkan dalam :
• 1. Bahaya kebakaran dan ledakan dari zat / bahan yang
mudah
terbakar atau meledak.
• 2. Bahan beracun, korosif dan kaustik
• 3. Bahaya radiasi
• 4. Luka bakar
• 5. Syok akibat aliran listrik
• 6. Luka sayat akibat alat gelas yang pecah dan benda
tajam
• 7. Bahaya infeksi dari kuman, virus atau parasit.
Cara menyimpan bahan laboratorium
Sifat masing-masing bahan harus diketahui sebelum
melakukan penyimpanan, seperti :

1. Bahan yang dapat bereaksi dengan kaca sebaiknya


disimpan dalam botol plastik.

2. Bahan yang dapat bereaksi dengan plastik sebaiknya


disimpan dalam botol kaca.

3. Bahan yang dapat berubah ketika terkena matahari


langsung, sebaiknya disimpan dalam botol gelap dan
diletakkan dalam lemari tertutup.

4. Bahan yang tidak mudah rusak oleh cahaya matahari


secara langsung dapat disimpan dalam botol berwarna
bening.
5. Bahan berbahaya dan bahan korosif sebaiknya disimpan terpisah
dari bahan lainnya.

6. Penyimpanan bahan sebaiknya dalam botol induk yang berukuran


besar dan dapat pula menggunakan botol berkran.

7. Pengambilan bahan kimia dari botol sebaiknya secukupnya saja


sesuai kebutuhan praktikum pada saat itu.

8. Bahan disimpan dalam botol yang diberi simbol karakteristik


masing- masing bahan.
Syarat Laboratorium yang Baik

• penempatan bahan kimia di rak


untuk semakin memudahkan
mencari bahan kimia tertentu.
• Alat keselamatan kerja harus selalu
tersedia dan dalam kondisi yang
baik.
• Ruangan laboratorium memiliki sistem ventilasi
yang baik. Proses keluar masuk udara yang stabil.
Sirkulasi udara segar yang masuk ke dalam
ruangan. Keduanya harus diperhatikan dengan
baik.

• Ruangan laboratorium memenuhi standar: meliputi


kondisi ruangan, tata ruangan, kelengkapan
peralatan keselamatan, nomor telepon penting
(pemadam kebakaran, petugas medis), dll.
• Ruangan laboratorium harus ditata dengan rapi.
Penempatan bahan kimia dan peralatan percobaan harus
ditata dengan rapi supaya memudahkan untuk
mencarinya. Bila perlu, berikan denah dan panduan
Terutama kotak P3K, alat pemadam api. Berikan juga
lembaran tentang cara penggunaan alat pemadam api
dan tata tertib laboratorium.

• Laboratorium harus memiliki jalur evakuasi yang


baik. Laboratorium setidaknya memiliki dua pintu
keluar dengan jarak yang cukup jauh. Bahan kimia yang
berbahaya harus ditempatkan di rak khusus dan
pisahkan dua bahan kimia yang dapat menimbulkan
ledakan bila bereaksi
Alat Keselamatan Kerja

• Pemadam kebakaran (hidrant)


• Kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
• Jas Laboratorium
• Peralatan pembersih
• Obat-obatan
• Kapas
• Plaster
• Animal hazard : Mungkin hewan itu beracun karena telah
disuntik zat-zat hasil eksperimen atau dapat menggigit dan
mencakar Anda.
• Sharp instrument hazard : Cdari benda-benda yang tajam.
• Heat hazard:bahaya yang berasal dari benda yang panas, akan
kepanasan jika menyentuh benda tersebut dalam keadaan aktif
atau menyala.
• Glassware hazard : bahaya yang berasal dari benda yang
mudah pecah
• Chemical hazard : bahaya yang berasal dari bahan kimia.
Bisa saja bahan kimia itu dapat membuat kulit kita gatal dan
iritasi.
• Electrical hazard : bahaya yang berasal dari benda yang
mengeluarkan listrik.
• Eye & face hazard : bahaya yang berasal dari benda-benda yang
dapat membuat iritasi pada mata dan wajah. Gunakan masker atau
pelindung wajah sebelum menggunakan bahan tersebut.
• Fire hazard : bahaya yang berasal dari benda yang mudah
terbakar. Contoh kerosin (minyak tanah) dan spiritus.
• Biohazard : bahaya yang berasal dari bahan biologis. Bahan
tersebut bisa dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti
AIDS. Contoh tempat pembuangan jarum suntik.
• Laser radiation hazard adalah bahaya yang berasal dari sinar
laser.
• Radioactive hazard : bahaya yang berasal dari benda radioaktif.
Benda ini dapat mengeluarkan radiasi dan jika terpapar terlalu
lama maka akan menyebabkan kanker.
• Explosive hazard : bahaya yang berasal dari benda yang mudah
meledak. Jauhkan benda tersebut dari api.
TEKNIK KERJA DI LABORATORIUM
Pertama yang perlu
1. Gunakan perlatan kerja seperti kacamata pengaman untuk
melindungi mata, jas laboratorium untuk melindungi
pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki.
2. Dilarang memakai perhiasan yang dapat rusak karena bahan
Kimia.
3. Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu
berhak tinggi.
4. Wanita/pria yang berambut panjang harus diikat.

Bekerja aman dengan bahan kimia


1.Hindari kontak langsung dengan bahan Kimia.
2.Hindari mengisap langsung uap bahan Kimia.
3.Dilarang mencicipi atau mencium bahan Kimia kecuali ada
perintah khusus.
4.Bahan Kimia dapat bereaksi langsung dengan kulit
menimbulkan iritasi (perih atau gatal).