Anda di halaman 1dari 17

PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

LEMBAGA FARMASI PUSAT KESEHATAN ANGKATAN DARAT


KOTA BANDUNG

SRI NURLIN 41480116013 FITRIANA 41480116021


WA ODE SRI LESTARIATI 41480116014 YETI MARSELINA 41480116023
RANI LA KANJI 41480116015 ADLUNG RAIS 41480116025
CAHYANI EKA PUTRI 41480116026
WA ODE RACHMA SINTA HUSNAN 41480116017
MULIANI 41480116027
PUTRI KUMALA TANSARY 41480116018 YANTI 41480116028
DELY ROSIDIN 41480116019 HAERUDIN 41480116029
NURANA 41480116020 WA ODE RUFAIDA 41480116032

PROGRAM STUDI DIII-FARMASI


POLITEKNIK BAUBAU
BAUBAU
2019
Defenisi Industri Farmasi
• Industri Farmasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No.
1799/Menkes/XII/2010 adalah badan usaha yang memiliki izin dari
Menteri Kesehatan untuk dapat melakukan kegiatan pembuatan obat
atau bahan obat.
• Industri Farmasi sebagai industri penghasil obat, bertanggung jawab
dalam menghasilkan obat yang memiliki kualitas (quality), keamanan
(safety), dan khasiat (efficacy) sesuai dengan persyaratan yang telah
ditetapkan, untuk tujuan pengobatan.
Persyaratan industri Farmasi
Persyaratan Perizinan Usaha Industri farmasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Kesehatan No. 1799/Menkes/XII/2010 adalah sebagai berikut:

1. Berbadan usaha berupa Perseroan Terbatas (PT).


2. Memiliki rencana investasi dan kegiatan pembuatan obat.
3. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
4. Memiliki secara tetap paling sedikit 3 (tiga) orang Apoteker Warga Negara Indonesia
masing-masing sebagai penanggung jawab pemastian mutu, produksi, dan
pengawasan mutu.
5. Komisaris dan direksi tidak pernah terlibat, baik langsung atau tidak langsung dalam
pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang kefarmasian.
6. Memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan melakukan
pharmacovigilance.
7. Industri farmasi milik Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik
Indonesia bukan sebagai pemohon izin bukan merupakan badan usaha berupa
Perseoran Terbatas (PT) dan tidak memiliki rencana investasi dan kegiatan pembuatan
obat.
Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)
 Manajemen Mutu
 Personalia
 Bangunan dan Fasilitas
 Peralatan
 Sanitasi dan Higiene
 Produksi
 Pengawasan Mutu
 Inpeksi Diri, Audit Mutu dan Audit & Persetujuan Pemasok
 Penanganan Keluhan Terhadap Produk dan Penarikan Kembali Produk
 Dokumentasi
 Pembuatan dan Analisis Berdasarkan Kontrak
 Kualifikasi dan Validasi
Sejarah Singkat &Company Profile
LAFI PUSKESAD

Lembaga Farmasi Pusat Pada tanggal 23 Januari 1950 dibentuk panitia pengalihan,
Kesehatan Angkatan sehingga pada tanggal 1 Juni 1950 dilakukan serah terima
Darat (Puskesad) dari MSL kepada TNI AD yang menjadi dasar dalam
berasal dari MSL penetapan hari jadi Lafi Puskesad melalui SK
(Militaire Scheikuindig No.Skep/23/I/1997 tanggal 23 Januari 1997
Laboratorium)

BerdasarkanSKDitkesadNo.Kpts/61/
10/IX/1960tanggal13 September
Tahun1985 - 1960terhitungmulaitanggal8Juni19 LaboratoriumKimiaTentara(LKT)
31Maret2005disatu 60 yangkemudianberkembangmen
kankembalimenjadiL LKADdanDOADdisatukanmenjadiLe jadiLaboratoriumKimiaAngkata
afiPuskesad mbagaFarmasiAngkatanDarat(LAFIA nDarat(LKAD).
D).

Padatanggal15Oktober1970,
1 April DepoObatTentaraPusat(DOTP)
LAFIADdipisahkembalimenjadi
2005dipisahlagimenja yangberkembangmenjadiDep
diLafiPuskesaddanGu 1.LafiJankesad
oObatAngkatanDarat(DOAD).
dangPusatIIPuskesad 2.DopalkesdanDopusbekkes
Stuktur Organisasi Lafi
Puskesad Kepala Lembaga
Drs. Mas’ud, Apt., M.Si
Kolonel Ckm NRP 32502

Wakil Kepala Lembaga


Drs. Asran, Apt

KAPASTITU & PA AHLI PA AHLI AMDAL PA AHLI KABAG MINLOG


MADYA JEMEN MUTU Mariah BIOTEKFI M. Jamil, Amd., Fis
Dra. Emmy Winarni, Apt
Letkol CKM (K) Yusmiati
Letkol CKM (K)
NRP 32904 NRP 5744997 Letkol CKM (K)
NRP 32693

KASITUUD
Sugimin

KA Instal KA Instal KA Instal KA Instal HAR KA Instal


PRODUKSI WASTU
LITBANG & SISJANG Simpan
Dr. T.P.H
Mieske Drs. Karna Subur, SH Asep M.
Simorangkir Msi,
Sigarkiki, SH APT Awangga, Apt Hidayat
Eselon
Kepala Susunan Organisasi
Lembaga
Pimpinan Farmasi
(Kalafi)
Eselon
Perwira Ahli
Wakil Kepala Pembantu
Lembaga Farmasi
Lembaga Farmasi Pimpinan
(Pa Ahli Lafi)
(Wakalafi)
Bagian
Administrasi 1. Perwira Ahli Madya Manajemen Mutu
Logistik (PA Ahli Madya Jemen Mutu)
(Bagminlog) 2. Perwira Ahli Madya Teknologi Farmasi
(PA Ahli Madya Tekfi)
3. Perwira Ahli Madya Analisa Mengenai
1. Kepala Seksi Perencanaan Dampak Lingkungan (PA Ahli Madya
Program dan Anggaran Amdal)
(Kasirenprogar).
2. Kepala Seksi Pengendalian
Material (Kasidalmat).

Lanjutan . . .
Eselon
Pelayanan
Eselon
Pelaksana
1. Kepala Urusan Administrasi Personil dan
Logistik (Kaurminperslog).
2. Kepala Urusan Tata Usaha (Kaurtu).
3. Kepala Urusan Dalam (Kaurdal). Kepala Instalasi Penelitian dan
4. Perwira Urusan Pengawasan (Paurpam). Pengembangan (Kainstallitbang), Kepala Instalasi
Produksi (Kainstalprod), Kepala Instalasi
Pengawas an Mutu (Kainstalwastu), Kepala
Instalasi Pemeliharaan dan Sistem Penunjang
(Kainstalhar dan Sisjang) dan Kepala Instalasi
Penyimpanan (Kainstalsimpan).
Jenis Unit yang Dimasuki

Sefalosporin Non B-laktam B-laktam

Non B-laktam Non B-laktam


Cair Padat

Sisjang QC
(Sistem Litbang Insimpan (Pengawasan
Penunjang) Mutu)
Materi PKL Industri Farmasi
A. Administrasi dan Manajemen
 Organisasi (Sejarah dan Sekilas Perusahaaan atau
Company Profile)
 Manajemen Personalia
 Bangunan dan ruangan, khususnya apabila
memproduksi antibiotika
 Registrasi, menyiapkan kebutuhan untuk proses
regitrasi
 Maintenance (Pemeliharaan)
Materi PKL Industri Farmasi
B. Research and Development
 Product and New Product Development
(Merencanakan atau memodufikasi formula
dengan mempertimbangkan segala aspek)
 Membuat master protap (Prosedur tahapan kerja)
atau SOP (Standard Operation Procedure)
 Cara Validasi (Verifikasi prosedur pengolahan induk
dan prosedur pengemasan induk)
Materi PKL Industri Farmasi
C. Produksi (Production )
 Manajemen material :
- PPIC (Production, Planning and Inventory Control)
- Flow of Material
- Pergudangan (Pengadaan barang)
 Proses pengolahan protap yang berlaku mulai dari
penimbangan sampai ke pengemasan primer
 Pengemasan (packaging)
 Jenis produk yang dihasilkan
 Marketing Management (Pemasaran
Materi PKL Industri Farmasi
D. Quality Assurance (Penjamin kualitas) dan Quality
Control (Pengendalian Mutu)
 Struktur organisasi QC
 Pengambilan contoh dan pengujian contoh pada
beberapa tahap produksi tertentu sesuai protap
 Membuat protokol evaluasi kualitas
E. Sarana Penunjang
 Air untuk Industri Farmasi
 Penanganan Limbah (AMDAL)
Jenis Kegiatan Tambahan yang Dilakukan
Mahasiswa
• Upacara (Hari Senin dan Setiap Tanggal 17)
• Apel pagi
• Olahraga (Lari selama 1 jam)
• Pendalaman Materi
• Apel sore
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan :
Berdasarkan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan di
LAFI PUSKESAD selama 1 bulan telah membentuk sikap dan mental
sebagai tenaga kesehatan yang profesional, terutama dalam industri
kefarmasian. Selain itu ilmu yang diperoleh selama di LAFI PUSKESAD
mengenai Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) sebagai mana yang
telah kami pelajari bahwa setiap institusi menerapkan CPOB baik dari
segi Manajemen Mutu, Personalia, Bangunan dan Fasilitas, Peralatan,
Sanitasi dan Higiene, Produksi, Pengawasan Mutu, Inspeksi Diri dan
Audit Mutu, Penanganan Keluhan Terhadap Produk dan Penarikan
Kembali Produk, Dokumentasi, Pembuatan dan Analisis Berdasarkan
Kontrak, Kualifikasi dan Validasi.
Kesimpulan dan Saran
Saran :
1. Untuk pihak kampus sebaiknya menyediakan obat-obatan
untuk mahasiswa selama praktek.
2. Untuk panduan PKL seharusnya di berikan sebelum praktek
berlangsung.
3. Untuk pihak kampus sebaiknya memberikan rincian anggaran
setiap PKL.
4. Kurangnya persiapan dan kelengkapan pada saat praktek
Terima Kasih