Anda di halaman 1dari 47

PENGERTIAN LEVERAGE

Leverage dalam pengertian bisnis mengacu pada


penggunaan Asset dan Sumber Penggunaan Dana
oleh perusahaan dimana dalam penggunaan asset
(aktiva) atau dana tersebut, perusahaan harus
mengeluarkan Biaya Tetap atau Beban Tetap.
Penggunaan aset atau dana tersebut pada akhirnya
dimaksudkan untuk meningkatkan keuntungan
potensial bagi pemegang saham.
Dalam Suatu perusahaan dikenal 2 macam Leverage,
yaitu :
 Operating Leverage, dan
 Financial Leverage.
PENGERTIAN LEVERAGE
Penggunaan kedua leverage ini dengan tujuan agar
keuntungan yang diperoleh lebih besar daripada
Biaya aset dan Sumber dananya.
Dengan demikian penggunaan Leverage akan
meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham
dan sebaliknya Leverage juga dapat meningkatkan
risiko keuntungannya.
Jika perusahaan mendapat keuntungan yang lebih
rendah dari biaya tetapnya, maka penggunaan
Leverage akan menurunkan keuntungan pemegang
saham.
OPERATING LEVERAGE
Operating Leverage timbul pada saat perusahaan
menggunakan aktiva yang memiliki biaya-biaya
operasi tetap, misalnya :
 BiayaPenyusutan Gedung dan peralatan kantor,
 Biaya Asuransi dan biaya lain yang terkait dengan
penggunaan biaya managemen.
Dalam Jangka Panjang, Biaya bersifat Variable.
Dalam analisis ini, penggunaan Operating Leverage
diasumsikan untuk penggunaan Jangka Pendek.
Biaya Operasi tetap, dikeluarkan agar volume
penjualan dapat menghasilkan penerimaan yang
lebih besar dibandingkan seluruh Biaya Operasi
tetap dan Biaya Variablenya.
OPERATING LEVERAGE
Pengaruh yang timbul dengan adanya Biaya Operasi
Tetap, yaitu adanya perubahan dalam volume
penjualan yang menghasilkan perubahan keuntungan
atau kerugian operasi yang lebih besar dari proporsi
yang ditetapkan.
Operating Leverage juga memperlihatkan pengaruh
penjualan terhadap laba Operasi atau EBIT yang
diperoleh.
Pengaruh tersebut dapat dicari dengan menghitung
besarnya Tingkat Leverage Operasinya atau Degree
Of Operating Leverage.
Untuk lebih jelasnya dapat digambarkan pengaruh
leverage pada 3 perusahaan berbeda, yaitu :
OPERATING LEVERAGE

Perusahaan
NO KETERANGAN
A B C
1 Penjualan 80.000 88.000 156.000
2 Biaya Operasi :
Biaya Tetap 56.000 16.000 112.000
Biaya Variable 16.000 56.000 24.000
Total Biaya Operasi 72.000 72.000 136.000
3 EBIT 8.000 16.000 20.000
4 Ratio Biaya Operasi:
Biaya Tetap/ Total Biaya 78% 22% 82%
Biaya Tetap/Penjualan 70% 18% 72%
Biaya Variable/Penjualan 20% 64% 15%
OPERATING LEVERAGE
Dari tabel diatas, bahwa perusahaan A
mempunyai Biaya Operasi Tetap > dibanding
Biaya Variablenya.
Perusahaan B mempunyai Biaya Variable >
Biaya Tetapnya. Dan perusahaan C mempunyai
Biaya Operasi Tetap 2 x daripada perusahaan A.
Dari ke 3 perusahaan tersebut, dapat dilihat
bahwa perusahaan C mempunyai :
 Jumlah rupiah Absolut Biaya Tetap terbesar,
 Jumlah Relatif Biaya Tetap terbesar.
OPERATING LEVERAGE
Misalnya perusahaan mengalami peningkatan penjualan sebesar 50%, maka
tabel diatas menjadi :

Perusahaan
NO KETERANGAN
A B C
1 Penjualan 120.000 132.000 234.000
2 Biaya Operasi :
Biaya Tetap 56.000 16.000 112.000
Biaya Variable 24.000 84.000 36.000
Total Biaya Operasi 80.000 100.000 148.000
3 EBIT 40.000 32.000 86.000
4 % perubahan EBIT 500% 100% 430%
OPERATING LEVERAGE

Apabila setiap perusahaan mengalami


peningkatan penjualan sebesar 50%,
maka laba perusahaan (EBIT) akan
terpengaruh.
Hasil tersebut ditunjukkan pada tabel
diatas, dimana Biaya Variable dan
penjualan meningkat absolut atau Relatif
terbesar, belum tentu memiliki pengaruh
leverage perusahaan terbesar.
TINGKAT LEVERAGE OPERASI (DOL)
Tingkat Leverage Operasi atau Degree Of Operating Leverage adalah Persentase
perubahan dalam Laba Operasi (EBIT) yang disebabkan perubahan 1% dalam output
(penjualan), yaitu :

Tingkat Elastisitas
Operasi pada Unit = % Perubahan laba Operasi (EBIT)
Output penjualan % Perubahan Output (Penjualan)

ATAU

DOL Q unit = S-VC = Q (P-V)

S-VC-FC Q (P-V)- FC

DOL Q Rupiah = S-VC = EBIT + FC

S-VC-FC EBIT
OPERATING LEVERAGE
dimana :
DOL Q unit = DOL dari penjualan dalam unit
DOL S rupiah = DOL dari penjualan dalam rupiah
EBIT = Laba Operasi
P = Harga / unit
V = Biaya Variable/ unit
Q = Unit Barang yang dijual atau diproduksi
FC = Biaya Tetap
VC = Biaya Variable total
S = Penjualan
EBIT = Q (P-V)- FC
OPERATING LEVERAGE
Misalkan kita akan menganalisa kondisi keuangan 3
perusahaan K,M dan N dengan keadaan sebagai berikut :

Perusahaan
NO KETERANGAN
K M N
1 Penjualan 120.000 180.000 240.000
2 Biaya Operasi :
Biaya Variable 24.000 120.000 40.000
3 Marjin Kontribusi 96.000 60.000 200.000
Biaya Tetap 56.000 30.000 120.000
4 EBIT 40.000 30.000 80.000
5 Harga per unit 10.000 10.000 10.000
6 Biaya Variable / Unit 2.000 6.667 1.667
7 Volume Penjualan/Unit 12.000 18.000 24.000
OPERATING LEVERAGE
Dari tabel Laporan Laba-Rugi perusahaan K, M, dan N
diatas, dapat dihitung besarnya DOL nya sbb :
DOLK = 120.000 – 24.000 = 96.000 = 2,4.
120.000 – 24.000 – 56.000 40.000
DOLK sebesar 2,4 artinya tingkat elastisitas operasi pada
output penjualan terhadap EBIT sebesar 240%. Ini berarti
bahwa apabila penjualan perusahaan K naik sebesar 10%,
maka laba operasi akan naik sebesar 2,4 x 10% = 24%.
Sebaliknya, apabila penjualan perusahaan K turun sebesar
10%, maka penurunan tersebut berakibat EBITnya juga
turun sebesar 2,4 x 10% = 24%.
OPERATING LEVERAGE

DOLM = 180.000 – 120.000 = 60.000 = 2,0.


180.000 – 120.000 –30.000 30.000

DOLM sebesar 2,0 artinya tingkat elastisitas operasi pada


output penjualan terhadap EBIT sebesar 200%. Ini berarti
bahwa apabila penjualan perusahaan M naik sebesar 10%,
maka laba operasi akan naik sebesar 2,0 x 10% = 20%.
Sebaliknya, apabila penjualan perusahaan M turun sebesar
10%, maka penurunan tersebut berakibat EBITnya juga
turun sebesar 2,0 x 10% = 20%.
OPERATING LEVERAGE

DOLN = 240.000 – 40.000 = 200.000 = 2,5.


240.000 – 40.000 –120.000 80.000
DOLN sebesar 2,5 artinya tingkat elastisitas operasi pada
output penjualan terhadap EBIT sebesar 250%. Ini berarti
bahwa apabila penjualan perusahaan N naik sebesar 10%,
maka laba operasi akan naik sebesar 2,5 x 10% = 25%.
Sebaliknya, apabila penjualan perusahaan N turun sebesar
10%, maka penurunan tersebut berakibat EBITnya juga
turun sebesar 2,5 x 10% = 25%.
OPERATING LEVERAGE
Untuk membuktikan efek perubahan penjualan terhadap
penjualan terhadap EBIT yang diperlihatkan oleh besarnya
DOL, masing-masing perusahaan, maka dapat dilihat pada
tabel penjualan ke 3 perusahaan bila naik 10% dan biaya
Variable juga naik 10%.

Perusahaan
NO KETERANGAN
K M N
1 Penjualan (naik10%) 132.000 198.000 264.000
2 Biaya Operasi :
Biaya Variable (naik 10%) 26.400 132.000 44.000
3 Marjin Kontribusi 105.600 66.000 220.000
Biaya Tetap 56.000 30.000 120.000
4 EBIT 49.600 36.000 100.000
OPERATING LEVERAGE
% perubahan laba operasi akibat adanya perubahan penjualan
masing-masing perusahaan adalah :

DOLK = EBITt – EBITt-1 = 49.600 – 40.000 x 100% =24%


EBITt-1 40.000
DOLM = EBITt – EBITt-1 = 36.000 – 30.000 x 100% =20%
EBITt-1 30.000
DOLN = EBITt – EBITt-1 = 100.000–80.000 x 100% =25%
EBITt-1 80.000
OPERATING LEVERAGE
 Dilihat dari besarnya masing-masing tingkat DOL (K=2,4; M=2,0; N=
2,5%), dapat disimpulkan bahwa beban Biaya Tetap dibanding Kontribusi
Marjin perusahaan N paling besar. Hal ini berarti risiko perusahaan N
lebih besar dibanding perusahaan K dan M karena kontribusi laba
yang diperoleh digunakan untuk menutup Biaya Tetap yang lebih
besar.
 Perlu diketahui bahwa DOL merupakan salah satu komponen yang dapat
menunjukkan risiko bisnis perusahaan. DOL dapat dipandang sebagai
suatu ukuran dari risiko potensial yang menjadi aktif, hanya jika penjualan
dan biaya produksi berubah-ubah.
 Hubungan antara laba operasi dan DOL sangat erat sekali. Semakin besar
penjualan berarti semakin besar laba operasi secara absolut berarti
semakin jauh dari titik Impas, sebaliknya DOL nya semakin kecil.
 Pada umumnya, perusahaan tidak senang beroperasi dengan DOL yang
tinggi, karena penurunan sedikit dalam penjualan dapat mengakibatkan
kerugian (penurunan laba yang besar sehingga menjadi rugi).
FINANCIAL LEVERAGE

ANALISA TITIK INDIFFEREN


DAN
TINGKAT LEVERAGE KEUANGAN
FINANCIAL LEVERAGE
 Financial Leverage merupakan penggunaan dana dengan
beban tetap dengan harapan atas penggunaan dana tersebut
akan memperbesar pendapatan per lembar saham (earning
per share, EPS).
 Masalah FL baru timbul setelah perusahaan menggunakan
dana dengan beban Tetap. Perusahaan yang menggunakan
dana dengan beban tetap dikatakan menghasilkan leverage
yang menguntungkan atau efek yang positif apabila
pendapatan yang diterima dari penggunaan dana yang
bersangkutan.
 Beban tetap yang dikeluarkan dari penggunaan dana mis :
 Hutang obligasi harus mengeluarkan beban tetap berupa bunga,
sedangkan penggunaan dana yang berasal dari saham preferen harus
mengeluarkan beban tetap berupa deviden.
FINANCIAL LEVERAGE
Analisis Titik Indifferen atau Analisis Hubungan EBIT - EPS
Adalah analisis untuk menetukan titik yang menunjukkan Tingkat Laba
Operasi (EBIT) yang menghasilkan laba per lembar saham (EPS) yang
sama untuk 2 pilihan struktur modal. Untuk menentukan titik Indiferens
atau Titik Impas : EBIT – EPS diantara alternatif pendanaan, dimulai
dari menghitung laba per lembar saham (EPS) dengan rumus sbb :
EPS = (EBIT – I) (I – t) – PD
NS
 EPS = Pendapatan per lembar saham

I = Bunga Hutang Obligasi

 PD = Deviden tahunan saham preferen

t = Pajak

 NS = Jumlah Lembar saham Biasa.


FINANCIAL LEVERAGE
Contoh Soal :
Misalnya, perusahaan "ABC” mempunyai modal sendiri
Rp.800.000.000,- dan akan menambah modal sebesar
Rp.400.000.000,- melalui 1 dari 3 alternatif pendanaan, yaitu :
1.Saham Biasa semua,
2.Obligasi pada tingkat bunga 12%,
3.Saham Preferen dengan deviden 11%
Saat ini EBIT perusahaan sebesar Rp.120.000.000,- Dengan adanya
ekspansi, maka laba diharapkan naik menjadi Rp.216.000.000,-
Tingkat Pajak 40%. Pada saat ini Saham Biasa yang beredar 200.000
lembar. Saham biasa dapat dijual Rp.4.000,- per lembar, sehingga
apabila perusahaan memilih pendanaan dengan modal sendiri, maka
perusahaan harus mengeluarkan saham Biasa baru sebanyak
Rp.100.000,- Buat perhitungann alternatif tambahan pendanaan
terhadap laba dan EPS.
FINANCIAL LEVERAGE
Saham Saham
NO KETERANGAN Hutang
Biasa Preferen
1 EBIT 216.000 216.000 216.000
2 Bunga 12% - 48.000 -
3 EBT 216.000 168.000 216.000
4 Pajak 40% 86.400 67.200 86.400
5 EAT 129.600 100.800 129.600
6 Deviden Shm Preferen - - 44.000
7 Laba Pemegang saham 129.600 100.800 85.600
8 Jumlah Saham beredar 300 200 200
EPS 432 504 428
FINANCIAL LEVERAGE
Untuk menentukan besarnya nilai EBIT yang
dapat diperlukan untuk menutup pendanaan Tetap,
maka EPS pada rumus diatas diasumsikan = 0,
sehingga diperoleh persamaan :
EPS = (EBIT – 1) (1-t) – PD
NS
0 = (EBIT -1) (1 – t) – PD
NS
0 = (EBIT– I) ( 1-t ) - PD
FINANCIAL LEVERAGE
Apabila tambahan pendanaan menggunakan Saham Biasa :
0 = (EBIT– I) ( 1-t ) – PD
0 = (EBIT- 0) (1- 0,4) – 0
0 = (EBIT) (0,6) – 0
0 = (EBIT) (0,6)
EBIT = 0,6/0 = 0
Apabila tambahan pendanaan menggunakan Hutang Obligasi :
0 = (EBIT– I) ( 1-t ) – PD
0 = (EBIT- 48.000) (1-0,4) – 0
0 = (EBIT-48.000) (0,6) – 0  0=(0,6 EBIT) – 28.800
28.800 = (0,6 EBIT)  EBIT = 28.800/0,6  EBIT=Rp.48.000.000
Apabila tambahan pendanaan menggunakan Saham Preferen :
EBIT = RP.73.333.
FINANCIAL LEVERAGE
Penentuan Titik Indifferen
Untuk menentukan titik Indifferen antara2 pilihan (alternatif)
pembelanjaan atau pendanaan dapat ditentukan secara
matematis dengan menggunakan rumus umum untuk
menyatakan EPS pada setiap alternatif sbb :

(EBIT1,2 – I1) (1-t)-PD1 = (EBIT1,2 – I2) (1-t) – PD2


NS1 NS2
EBIT1,2 = adalah EBIT pada titik Indifferen antara 2 alternatif pendanaan.
I1,I2 = Bunga tahunan yang dibayarkan pada kedua pendanaan tsb.
PD1,PD2 = Deviden saham preferen tahun yang dibayarkan.
T = Tarif Pajak perusahaan.
NS1,NS2`= Jumlah lembar saham biasa yg beredar.
FINANCIAL LEVERAGE
TINGKAT LEVERAGE KEUANGAN (DFL)
Tingkat Leverage Keuangan atau Degree Of Financial
Leverage merupakan Persentase perubahan Laba per lembar
saham (EPS) yang diakibatkan adanya perubahan dalam laba
Operasi (EBIT). Dengan kata lain, DFL merupakan
persentase perubahan EBIT yang menyebabkan perubahan
pada EPS. Dengan demikian DFL merupakan ukuran
kuantitatif dari sensitivitas EPS perusahaan akibat prubahan
dalam laba operasi perusahaan (EBIT).
Tingkat
Leverage = Perubahan % dalam laba per saham
Keuangan (DFL) Perubahan % dalam laba operasi(EBIT)
FINANCIAL LEVERAGE
TINGKAT LEVERAGE KEUANGAN (DFL)
Tingkat
Leverage = EBIT
Keuangan (DFL) ((EBIT-I)-(PD/(1-t))
Atau
DFL S Rupiah = S – VC – FC = Q (P-V) – FC = EBIT
S – VC –FC – I Q (P-V) – FC -I EBIT-I
DFL S Rupiah = DFL dari penjualan dalam rupiah
EBIT = Laba Operasi sebelum bunga dan Pajak
P = Harga per unit
V = Biaya Variable/ unit.
Q = Kuantitatif / unit barang yang diproduksi.
FINANCIAL LEVERAGE
TINGKAT LEVERAGE KEUANGAN (DFL)

FC = Biaya Tetap
VC = Biaya Variable Total
S = Penjualan
t = Pajak penghasilan.
PD = Deviden yang dibayar.
I = Bungan tahunan yang dibayarkan.
(P-V) = Kontribusi margin/unit..
FINANCIAL LEVERAGE
Contoh Soal :
Misalnya, perusahaan :ABC” mempunyai modal sendiri
Rp.800.000.000,- dan akan menambah modal sebesar
Rp.400.000.000,- melalui 1 dari 3 alternatif pendanaan, yaitu :
1.Saham Biasa semua,
2.Obligasi pada tingkat bunga 12%,
3.Saham Preferen dengan deviden 11%
Saat ini EBIT perusahaan sebesar Rp.120.000.000,- Dengan adanya
ekspansi, maka laba diharapkan naik menjadi Rp.216.000.000,-
Tingkat Pajak 40%. Pada saat ini Saham Biasa yang beredar 200.000
lembar. Saham biasa dapat dijual Rp.4.000,- per lembar, sehingga
apabila perusahaan memilih pendanaan dengan modal sendiri, maka
perusahaan harus mengeluarkan saham Biasa baru sebanyak
100.000,- Buat perhitungann alternatif tambahan pendanaan terhadap
laba dan EPS.
FINANCIAL LEVERAGE
Saham Saham
NO KETERANGAN Hutang
Biasa Preferen
1 EBIT 216.000 216.000 216.000
2 Bunga 12% - 48.000 -
3 EBT 216.000 168.000 216.000
4 Pajak 40% 86.400 67.200 86.400
5 EAT 129.600 100.800 129.600
6 Deviden Shm Preferen - - 44.000
7 Laba Pemegang saham 129.600 100.800 85.600
8 Jumlah Saham beredar 300 200 200
EPS 432 504 428
FINANCIAL LEVERAGE
TINGKAT LEVERAGE KEUANGAN (DFL)
Dari contoh diatas, maka DFL dengan menggunakan alternatif
pendanaan hutang pada EBIT Rp.216.000.000,- adalah :
DFL = EBIT = 216.000.000 = 1,29.
EBIT-I 216.000.000- 48.000.000
DFL sebesar 1,29 apabila EBIT berubah 10% (naik atau turun), maka
laba setelah pajak (EAT) atau (EPS) akan berubah 1,29 x 10% =
12,9%.
DFL untuk alternatif pendanaan Saham Preferen :
DFL = EBIT = 216.000 =1,5
(EBIT-I)-(PD/(1-t)) (216.000-0)-(44.000/0,6)
DFL untuk alternatif Saham Biasa = 1.
FINANCIAL LEVERAGE
Untuk membuktikan efek perubahan EBIT terhadap laba setelah pajak
(EAT) bagi pemegang saham yang yang diperlihatkan oleh besarnya
DFL, masing-masing pendanaan, maka dapat dilihat pada tabel
apabila EBIT ke 3 pendanaan naik sebesar 10%.

Saham Saham
NO KETERANGAN Hutang
Biasa Preferen
1 EBIT 237.600 237.600 237.600
2 Bunga 12% - 48.000 -
3 EBT 237.600 189.600 237.600
4 Pajak 40% 95.040 75.840 95.040
5 EAT 142.560 113.760 142.560
6 Deviden Shm Preferen - - 44.000
7 Laba Pemegang saham 142.560 113.760 98.560
8 Jumlah Saham beredar 300 200 200
EPS 475,2 568,8 492,8
FINANCIAL LEVERAGE
Dari perhitungan diatas, ternyata kenaikan EBIT sebesar 10%
mengakibatkan kenaikan EPS sesuai dengan DFL masing2
alternatif pendanaan, yaitu :

Saham Biasa = EATt – EATt-1 = 142.560 – 129.600 x 100% =10%


EAITt-1 129.600
Hutang = EATt – EATt-1 = 113.760 – 100.800 x 100% =12,9%
EATt-1 100.800
Saham Preferen = EATt – EATt-1 = 98.560 – 85.600 x 100% = 15,1%
EBITt-1 85.600
TOTAL LEVERAGE
TOTAL LEVERAGE
Leverage Total atau sering disebut Leverage Kombinasi
merupakan gabungan atau kombinasi antara Leverage
Operasi dan Leverage Keuangan. Artinya kita melakukan 2
langkah pengaruh perubahan penjualan terhadap perubahan
EPS.
Langkah Pertama, adalah melihat pengaruh penjualan
terhadap EBIT yang dianalisis dengan DOL.
Langkah Kedua,EBIT terhadap EPS yang dianalisis dengan
DFL. Dalam Total Leverage ini kita akan melihat pengaruh
perubahan penjualan terhadap EPS.
Dengan demikian ukuran kuantitatif dari sensitivitas total
perubahan EPS perusahaan sebagai akibat perubahan
penjualan perusahaan disebut “ Tingkat Total Leverage
atau DTL”.
TOTAL LEVERAGE
Dirumuskan dengan :
DTL = % Perubahan EPS
% Perubahan Penjualan
Atau
DTL pada Q unit = Q (P – V)
Q (P – V ) – FC – I – (PD/(1-t))

Atau
DTL pada Q unit = EBIT + FC = S-VC
EBIT-I-(PD/(1-t)) EBIT-I-(PD/(1-t))
Atau dengan mengalikan DOL dan DFL, maka akan diperoleh:
DTL = DOL x DFL
Penjualan EBIT
TOTAL LEVERAGE
Contoh Soal seperti tersebut diatas :
Saham
NO KETERANGAN Saham Biasa Hutang
Preferen
1 Penjualan 500.000 500.000 500.000
2 Biaya Variable 184.000 184.000 184.000
3 Kontribusi margin 316.000 316.000 316.000
4 Biaya Tetap 100.000 100.000 100.000
5 EBIT 216.000 216.000 216.000
6 Bunga 12% - 48.000 -
7 EBT 216.000 168.000 216.000
8 Pajak 40% 86.400 67.200 86.400
9 EAT 129.600 100.800 129.600
10 Deviden Shm Preferen - - 44.000
11 Laba Pemegang saham 129.600 100.800 85.600
12 Jumlah Saham beredar 300 200 200
13 EPS 432 504 428
TOTAL LEVERAGE
Dari tabel diatas, maka kita dapat menghitung DTL dari
ketiga alternatif pendanaan sbb :
1. DTL dengan menggunakan Alternatif Pendanaan
Hutang
DTL = S-VC = 500.000 – 184.000 = 1,88
EBIT-I-(PD/(1-t) 216.000 – 48.000 – 0
DTL sebesar 1,88 artinya apabila penjualan berubah 10% (naik atau
turun), maka laba setelah pajak (EAT) atau EPS akan berubah 1,88 x
10% = 18,8 %.
2. DTL dengan menggunakan Alternatif saham Preferen
DTL = 2,21.
3. DTL dengan menggunakan Alternatif Pendanaan
Saham Biasa
DTL = 1,46.
TOTAL LEVERAGE
Untuk membuktikan efek perubahan penjualan terhadap laba setelah pajak
(EAT) bagi pemegang saham yang diperlihatkan oleh besarnya DTL,
masing-masing alternatif pendanaan, maka dapat dilihat pada tabel apabila
penjualan ke 3 alternatif pendanaan naik sebesar 10%.

Saham
NO KETERANGAN Saham Biasa Hutang
Preferen
1 Penjualan 550.000 550.000 550.000
2 Biaya Variable 202.400 202.400 202.400
3 Kontribusi margin 347.600 347.600 347.600
4 Biaya Tetap 100.000 100.000 100.000
5 EBIT 247.600 247.600 247.600
6 Bunga 12% - 48.000 -
7 EBT 247.600 199.600 247.600
8 Pajak 40% 99.040 79.840 99.040
9 EAT 148.560 179.760 148.560
10 Deviden Shm Preferen - - 44.000
11 Laba Pemegang saham 148.560 179.760 104.560
12 Jumlah Saham beredar 300 200 200
13 EPS 495,2 598,8 522,8
TOTAL LEVERAGE
Dari perhitungan diatas, ternyata kenaikan Penjualan sebesar
10% mengakibatkan kenaikan EPS sesuai dengan DTL
masing2 alternatif pendanaan, yaitu :

Saham Biasa = EATt – EATt-1 = 148.560 – 129.600 x 100% =14,6%


EAITt-1 129.600
Hutang = EATt – EATt-1 = 119.760 – 100.800 x 100% =18,8%
EATt-1 100.800
Saham Preferen = EATt – EATt-1 = 104.560 – 85.600 x 100% = 22,1%
EBITt-1 85.600
RASIO COVERAGE
RASIO COVERAGE
Salah satu cara untuk mengetahui Kapasitas Hutang
Perusahaan adalah melalui analisa Rasio Cakupan
(Coverage Ratio)
Kapasitas Hutang, adalah Jumlah maksimum hutang
dimana perusahaan mampu pelunasi secara memadai.
Rasio ini sebagaimana diketahui didesain untuk
menghubungkan biaya-biaya keuangan perusahaan dengan
kemampuan perusahaan untuk membayarnya.
Salahsatu cara yang digunakan secara mudah adalah EBIT
sebagai ukuran kasar aliran kas yang tersedia untuk
membayar biaya tetap pendanaan perusahaan.
Rasio Coverage yang sering digunakan adalah “Interest
Coverage ratio (Times interest earned).
RASIO COVERAGE
Rumus :
INTEREST COVERAGE = E B I T
Biaya Bunga
Rasio Interest Coverage hanya menunjukkan bahwa
penghasilan perusahaan sudah mencukupi untuk membayar
bunganya.untuk itu sangat berguna apabila kita menghitung
rasio kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh
hutang pokok dan bunganya.rasio ini dikenal sebagai rasio
coverage untuk seluruh hutang.rumusnya sebagai berikut.

Debt Service Coverage = EBIT


Biaya Bunga+(Pemb.Pokok/(1-t))
RASIO COVERAGE
Debt Service Coverage = EBIT
Biaya Bunga+(Pemb.Pokok/(1-t))
Disini,pembayaran pinjaman pokok disesuaikan dengan
pengaruh pajak, oleh karna itu pembayaran pinjaman pokok
tidak mengurangi untuk tujuan pajak, maka harus dibayar dari
laba setelah pajak. Jadi pembayaran pinjaman pokok harus
disesuaikan sehingga konsisten dengan EBIT.
Contoh :
Perusahaan “DARMALA” mempunyai EBIT Rp
320.000.000,- dan pembayaran bunga tahunan untuk semua
hutang adalah Rp 120.000.000,-. Seandainya pembayaran
pinjaman pokok adalah Rp 80.000.000,- per tahun dan tarif
pajak 40%,maka:
RASIO COVERAGE
Debt Service Coverage = 320.000 = 1,26
120.000 + (80.000/(1-0,40))

Rasio covarage 1,26 menunjukkan bahwa EBIT


hanya dapat turun 26% agar masih dapat digunakan
untuk membayar hutang tersebut. Jadi semakin dekat
rasio Debt Service Coverage dengan angka 1, berarti
rasio tersebut semakin tidak baik.
RASIO COVERAGE
Soal :
Sebuah Perusahaan akan memproduksi salah satu produk,
dimana ada 2 macam pilihan produk yaitu Sepatu dan Sandal.
Tingkat Pajak perusahaan sebesar 30%. Data dari kedua
perusahaan tersebut adalah :
KETERANGAN SEPATU SATUAN SANDAL SATUAN
Volume Penjualan 500.000 Unit 500.000 Unit
Bunga 500.000.000 Rp. 250.000.000 Rp.
Harga/Unit 10.000 Rp. 10.000 Rp.
Biaya Tetap 2.000.000.000 Rp. 500.000.000 Rp.
Biaya Variable/Unit 4.000 Rp. 6.000 Rp.

Dari data diatas hitunglah :


1. DOL, dan efeknya terhadap EBIT bila penjualan naik 25%.
2. DFL dan efeknya terhadap EAT bila EBIT naik 35%
3. DTL dan efeknya bila penjualan naik 50%