Anda di halaman 1dari 10

Formula Jamu saintifik

Asam urat
Kelompok 1
Apa itu jamu
Saintifikasi jamu adalah upaya
saintifikasi? dan proses pembuktian ilmiah
jamu melalui penelitian
berbasis pelayanan
kesehatan.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 2


MEKANISME TERJADINYA
ASAM URAT

The Power of PowerPoint | thepopp.com 3


R/

1 Herba tempuyung 2 gram


Kayu Secang 5 gram
Daun Kepel 3 gram
Rimpang Temulawak 3 gram
Rimpang Kunyit 3 gram
Formula Jamu Herba Meniran 3 gram
HERBA TEMPUYUNG

Kandungan kimia yang terdapat di dalam


daun tempuyung adalah ion-ion mineral,
antara lain silika, kalium, magnesium,
natrium, dan senyawa organik seperti
flavonoid (kaempferol, luteolin-7-Oglukosida,
dan apigenin-7-O-glukosida),
kumarin (skepoletin), taraksasterol, inositol,
serta asam fenolat (sinamat, kumarat, dan
vanilat).

Kandungan flavonoid total di dalam


daun tempuyung ialah 0.1044% (Chairul
1999). Menurut Cos (1998), flavonoid
apigenin-7-O-glukosida adalah salah satu
golongan flavonoid yang berpotensi cukup
baik untuk menghambat kerja enzim xantin
oksidase dan superoksidase.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 5


KAYU SECANG

Kayu secang memiliki kandungan


asam galat, tanin, resin, resorsin,
brasilin, brasilein, d-alfa-
phellandrene, oscimene, alkaloid,
falvonoid, saponin, fenil propana,
terpenoid, dan minyak asiri.

Kayu secang juga berkhasiat untuk


menghambat pembentukan asam urat
yang berlebih di dalam tubuh. Kayu secang
yang diseduh dapat digunakan untuk
mengobati batuk dan radang, mengatasi
rematik dan pembengkakan. Senyawa aktif
lain, seperti sappanchalcone dan caesalpin
P. juga terbukti memiliki khasiat antiin
lamasi, antidiabetes, dan terapi gout
secara in vitro 6
DAUN KEPEL

Menurut Purwantiningsih et al. (2011),


daun kepel dapat digunakan sebagai
bahan baku alternatif untuk obat anti-
hyperuricemic. Total senyawa flavonoid
dengan ekstraksi n-hexane daun kepel
yang berasal dari Samigaluh dan Ambal
masing-masing adalah sebesar 11,543 ±
0,889% dan 9,535 ± 0,331%.

Flavonoid merupakan senyawa yang secara umum


dikandung oleh tanaman dan memiliki aktivitas
sebagai antioksidan. Menurut Cos et al. (1998),
flavonoid dapat menghambat kerja enzim xantin
oksidase dan berperan sebagai antioksidan
penangkap radikal bebas. Pada uji aktivitas
antioksidan penangkap radikal bebas, senyawa
flavonoid pada daun kepel diketahui memiliki nilai
EC50 rata-rata sebesar 27.613 µg/ml (Wildan et al.,
2010).

7
RIMPANG TEMULAWAK

Menurut Purwantiningsih et al. (2011),


daun kepel dapat digunakan sebagai
bahan baku alternatif untuk obat anti-
hyperuricemic. Total senyawa flavonoid
dengan ekstraksi n-hexane daun kepel
yang berasal dari Samigaluh dan Ambal
masing-masing adalah sebesar 11,543 ±
0,889% dan 9,535 ± 0,331%.

Flavonoid merupakan senyawa yang secara umum


dikandung oleh tanaman dan memiliki aktivitas
sebagai antioksidan. Menurut Cos et al. (1998),
flavonoid dapat menghambat kerja enzim xantin
oksidase dan berperan sebagai antioksidan
penangkap radikal bebas. Pada uji aktivitas
antioksidan penangkap radikal bebas, senyawa
flavonoid pada daun kepel diketahui memiliki nilai
EC50 rata-rata sebesar 27.613 µg/ml (Wildan et al.,
2010).

8
KUNYIT
Kurkumin dilaporkan mempunyai aktivitas
multiseluler karena dapat menangkal dan
mengurangi risiko beragam penyakit antara lain
antiproliferasi dan antioksidan dengan menghambat
97,3% aktivitas peroxidasi lipid seluler,6 mengikat
berbagai jenis protein sel dan menghambat aktivitas
enzim kinase, pengaturan aktivitas faktor transkripsi
seluler, ekspresi enzim inflamasi, sitokin, adesi
molekul, penurunan siklin D1, siklin E dan
mekanisme peningkatan ekspresi gen p21, p27 dan
p53 dalam proses karsinogenesis.7

Senyawa aktif kurkumin dari hasil ekstraksi


rimpang kunyit dapat menurunkan aktifitas
sekresi Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α)
pada penderita osteoartritis,8 sedangkan
minyak atsiri hasil destilasi uap rimpang
kunyit dilaporkan mempunyai senyawa
aktif bergugus molekul serupa kurkumin
yang berkhasiat anti radang pada edema
sendi tarsal tikus.9
9
MENIRAN
Menurut
Chairul (1999), meniran mengandung
senyawa-senyawa kimia golongan lignan,
antara lain filantin, hipofilantin, niranin,
nirtetralin, dan fitetralin. Beberapa senyawa
lignan baru juga telah diisolasi dari
Phyllanthus niruri yaitu, seco-4-
hidroksilintetralin, seco-isoarisiresinol
trimetil eter, hidroksinirantin,
dibenzilbutirolakton, nirfilin, dan neolignan
(filnirurin).

10