Anda di halaman 1dari 45

REFERAT

F20 SKIZOFRENIA
Oleh :
Rosariala Dyta
FAB 118 068

Pembimbing :
dr. HOTMA MARINTAN, SP.KJ
dr. DINI MIRSANTI, SP.KJ

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEDOKTERAN JIWA


FAKULTAS KEDOKTERAN UPR
RSUD DR. DORIS SYLVANUS
2019
PENDAHULUAN
Skizofrenia berasal dari bahasa Yunani, schizein yang berarti terpisah atau
pecah dan phren yang berarti jiwa. Terjadi pecahnya/ ketidakserasian antara
afek, kognitif, dan perilaku.

WHO (2000) di Dunia : Riskesdas 2018 Gejala positif


0,5% prevalensi F20 Indonesia : 7,0% Gejala negatif
Tertinggi : Bali 11% Gangguan kognitif
WHO (2000)
Terendah : Kepri 3% Gangguan afektif
>8 th : 1,1%
Kalteng : 4 %
Faktor predisposisi : Stigma buruk di
Usia: 15-45 tahun
sosial ekonomi rendah masyarakat
DEFINISI
Sindrom dengan variasi penyebab
(banyak belum diketahui) dan perjalanan
penyakit (tak selalu bersifat kronis) yang
luas, serta sejumlah akibat yang
tergantung pada perimbangan pengaruh
genetik, fisik, dan sosial budaya.
EPIDEMIOLOGI : PREVALENSI SKIZOFRENIA INDONESIA
2008 & 2013 (PER MIL)

(dikutip dari http://www.kesmas.kemkes.go.id/)


CAKUPAN PENGOBATAN PENDERITA GANGGUAN JIWA
SKIZOFRENIA/PSIKOSIS TAHUN 2018

(dikutip dari http://www.kesmas.kemkes.go.id/)


ETIOLOGI
Teori Somatogenik Genetik

Teori Psikogenik Abnormalitas Neurotransmitter


(Dopamine, serotonin, glutamate)

Psikososial
Hipotesis perkembangan saraf
Genetik
Melalui gen
yang resesif

Lingkungan
individu
...GENETIK

40% dari pasien memiliki riwayat skizofrenia pada keluarga

Risiko
Saudara tingkat I 10-12%
Saudara tingkat II 5-6%
Anak dari dua orang tua skizofrenia 40%
Kembar dizigotik 12-15%
Kembar monozigotik 45-50%
NEURONTRANSMITTER &
NEUROPEPTIDA PADA SKIZOFRENIA

Hipotesis dopamin

Hipotesis norepinefrin Peniletilamin (PEA)

Hipotesis GABA Halusinogen

Hipotesis Serotonin Enzim

Gluten
HIPOTESIS DOPAMIN
•Dopamin adalah sejenis neurotransmitter & perantara
biosintesis hormon adrenalin dan noradrenalin.
•Disintesis dari asam amino tyrosine

Jalur Mesolimbik

Jalur Mesokortikal
Jalur Nigostiriatal

Jalur Tuberoinfundibular

Jalur Insertohipotalamus
PATOFISIOLOGI SKIZOFRENIA
Jalur Mesolimbik &
Gejala Positif Skizofrenia

Anatomi
Proyeksi dari Ventral Tegmental
Area (VTA) menuju nucleus
accumbens
Fisiologi
Motivasi, Emosi, Penghargaan,
Gejala Positif Skizofrenia
Keterlibatan
D2 antagonis menurunkan
gejala positif skizofrenia
Jalur Mesokortikal & Gejala
Kognitif

Anatomi
Proyeksi dari Ventral Tegmental Area
(VTA) menuju korteks

Fisiologi
Fungsi kognitif (Dorso-lateral Prefrontal
cortex), emosi dan afek (Ventral-medial
PC)

Keterlibatan
Hipofungsi  menurunnya fungsi
kognitif dan munculnya gejala negatif
skizofreni
Jalur Nigrostriatal & EPS

Anatomi
Proyeksi dari substansia nigra
(pars compacta) menuju striatum
(caudate dan putamen)

Fisiologi
Stimulasi gerakan yang bertujuan

Keterlibatan
D2 antagonis  Extra Piramidal
Syndrome (pseudoparkinson)
Jalur Tuberoinfundibular &
Pelepasan prolaktin

Anatomi
Hipothalamus (arcuate dan nucleus
periventricular) menuju regio
infundibular (median eminence)
Fisiologi
Dopamin menghambat pelepasan
prolaktin
Keterlibatan
D2 antagonis meningkatkan kadar
prolaktin
GEJALA
Penampilan dan Perilaku Umum
Gangguan Kognitif
• Tidak khas
Gangguan memori
• Umumnya kesan perawatan diri tidak
Penurunan atensi
baik, acak-acakan, berdandan obsesif,
Gangguan fungsi eksekutif
tidak sesuai gender/usia, dsb

Gangguan Afektif
Menurunnya responsivitas emosional
(anhedonia)
Emosi yang tidak tepat atau sangat aktif
GEJALA
Gejala Negatif Gejala Positif
Anhedonia Waham
Alogia Gangguan persepsi
Afek mendatar Disorganisasi pemikiran dan pembicaraan
Apatis Disorganisasi perilaku
Anascociated
PEDOMAN DIAGNOSTIK F20
Berdasarkan PPDGJ III kriteria diagnosis skizofrenia (F20)
1. Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila
gejala-gejala itu kurang tajam atau kurang jelas) :

(a) - “thought echo” (c) halusinasi auditorik :


- “thought insertion or withdrawal” - suara halusinasi yang berkomentar ttg perilaku
-“thought broadcasting” pasien, atau
- mendiskusikan perihal pasien di antara mereka
sendiri,
(b) - “delusion of control
- berasal dari salah satu bagian tubuh
- “delusion of influence”
- “delusion of passivity” (d) waham-waham menetap jenis lainnya,
- “delusional perception”
....Pedoman diagnostik F20

2. Atau paling sedikit dua gejala di bawah ini yang harus selalu ada secara
jelas :
(e) halusinasi yang menetap diri panca-indera apa saja, apabila disertai baik
oleh waham yang mengambang, oleh ide-ide berlebihan (over-valued ideas)
yang menetap, atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu-minggu
atau berbulan-bulan terus menerus,
(f) arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan
(interpolation),
(g) perilaku katatonik
(h) gejala-gejala “negatif”,
....Pedoman diagnostik F20

3. Berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau


lebih

4. Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan


bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality)
dari beberapa aspek perilaku pribadi (personal
behaviour)
Kriteria Diagnostik Subtipe Skizofrenia - GEJALA POSITIF

F20.0 Skizofrenia Paranoid F20.1 Skizofrenia Hebefrenik


a. Halusinasi dan/atau waham harus a. Onset biasanya 15-25 tahun
menonjol b. Gangguan afektif, dorongan kehendak
b. Gangguan afektif, dorongan kehendak dan proses pikir menonjol
dan pembicaraan atau gejala c. Menunjukkan perilaku tidak
katatonik tidak menonjol bertanggung jawab& afek tidak serasi

F20.2 Skizofrenia Katatonik


F20.3 Skizofrenia Tak Terinci
a. Gangguan psikomotor yang menonjol
a. Gejala positif > negatif
b. Gejala lain seperti kepatuhan
b. Tidak memenuhi paranoid, hebefrenik
mengikuti perintah dan pengulangan
atau katatonik
kata
Kriteria Diagnostik Subtipe Skizofrenia - GEJALA NEGATIF

F20.5 Skizofrenia Residual


F20.4 Depresi Pasca-Skizofrenia
a. Gejala negatif >> positif
Ditegakan hanya kalua pernah menderita
b. setidaknya ada satu episode psikotik
skizofrenia selama 12 bulan ini, beberapa
yang memenuhi skizofrenia, >1 tahun
gejala skizofrenia ada tapi tidak menonjol,
c. Tidak ada dementia, gangguan
memenuhi gejala depresif
organik dan depresi kronis

F20.6 Skizofrenia Simpleks


a. Gejala negatif >>, gejala positif
tidak ada
b. Perubahan perilaku bermakna
Pemeriksaan Tambahan

POSITIVE & NEGATIVE SYNDROME SCALE -


EXCITED COMPONENT (PANSS-EC) SCORE
1 Gaduh gelisah 1 (tidak ditemukan)
2 (minimal, patologis diragukan)
2 Ketegangan 3 (ringan)
4 (sedang) Interpretasi :
3 Permusuhan
5 (agak berat)
>10-14
4 Ketidak-kooperatifan 6 (berat)
≥15 - 19
7 (sangat berat)
5 Pengendalian impuls >20
INDIKASI RAWAT INAP
•Pasien mengancam keselamatan lingkungan sekitar

•Adanya ide/percobaan bunuh diri

•Tidak adanya dukungan dan motivasi sembuh dari


keluarga maupun lingkungan

•Timbulnya efek samping obat yang membahayakan jiwa2


DIAGNOSIS
BANDING 5 Gangguan Mental Lainnya
Akibat Kerusakan & Disfungsi
Otak dan Penyakit Fisik
1 Gangguan Mental Organik

2
6 Gangguan Mood/Afek
Gangguan Skizofreniform
dengan Gejala Psikotik
3 Gangguan Skizoafektif
7 Retardasi Mental
4 Gangguan Kepribadian
8 Kepercayaan dari Kelompok
5 Gangguan depresif dengan Agama atau Tradisi atau
gejala psikotik Kebudayaan Tertentu
PENATALAKSANAAN Psikofarmaka antiskizofrenia: Antipsikotik

Antipsikotik generasi I 1. Phenothiazine : Chlorpromazine. Perpherazine,


• Antagonis reseptor dopamine Trifluoperazine, Flupherazine
• Mengontrol gejala positif 2. Butyrophenon : Haloperidol
3. Diphenyl-butyl-piperidine : Pimozide
Mampu blok H1, M1, a1 reseptor
PENATALAKSANAAN
Antipsikotik generasi II 1. Benzamide : Supiride
• Serotonin-dopamine antagonist 2. Dibenzodiazepine Clozapine, Olanzapine,
• Mengatasi gejala positif maupun Quetapine, Zotepine
negatif 3. Benzisoxazole : Risperion, Ariprazole
ANTIPSIKOSIS
•Pada umumnya pemberian antipsikosis sebaiknya dipertahankan 3 bulan-3
tahun bahkan lebih.
•Pada penghendian mendadak  kolinergic rebound.  Antikolinergic agent
(inj. sulfat atrophin 0,25 mg IM), tablet THP (3 x 2mg/hari)
•Pada usia lanjut : dosis kecil dan minimal efek samping otonom dan sedasi
misalnya haloperidol, trifluoperazine, fluefenazine, antipsikosis atipikal.
•Antipsikosis long acting (Fluphenazine Decanoate 25mg/cc atau haloperidol
decanoas 50mg/cc, im) setiap 2-4 minggu,  pasien yang tidak mau atau
sulit teratur makan obat ataupun yang tidak efektif terhadap medikasi oral.
•Reaksi terhadap obat antipsikosis yang mengancam  Sindrom Neuroleptik
Maligna
No. Nama Generik Nama Dagang Sediaan Dosis Anjuran
1. Chlorpromazine Tab. 25-100 mg 150 – 600 mg/ hr
Chlorpromazine
Promactil Tab. 100 mg
Meprosetil Tab. 100 mg
Cepezet Tab. 100 mg 50 – 100 mg (i.m) setiap 4-6 jam
Ampul 50 mg/2 cc
2. Haloperidol Tab. 0,5-1,5 mg 5-15 mg / hr
Haloperidol
Tab. 5 mg
Dores Cap. 5 mg
Tab. 1,5 mg
Serenace Tab. 0,5-1,5 mg 5-10 mg (i.m) setiap 4-6 jam
Tab. 5 mg
Liq. 2 mg / ml
Amp. 5 mg / cc 5-10 mg (i.m) setiap 4-6 jam
Haldol Tab. 2-5 mg
Govotil Tab. 2-5 mg 50 mg (i.m) setiap 2-4 minggu
Lodomer Tab. 2-5 mg
Amp. 5 mg / cc
No. Nama Generik Nama Dagang Sediaan Dosis Anjuran
3. Perphenazine Perphenazine Tab. 4 mg 12 – 24 mg / hr
Trilafon Tab. 2-4-8 mg

4. Fluphenazine Anatensol Tab. 2,5 -5 mg 10-15 mg / hr

Fluphenazine
Modecate Vial 25 mg / cc 25 mg (i.m) setiap 2-4 minggu
decanoate
5. Trifluoperazine Stelazine Tab. 1-5 mg 10-15 mg/hr

6. Thloridazine Melleril Tab. 50-100 mg 150-300 mg /hr

7. Sulpiride Dogmatil Forte Amp. 100 mg/ 2 cc 3-6 amp/hr (im)


300-600 mg / hr

8. Pimozide Orap Forte Tab. 4 mg 2-4 mg/ hr

10. Clozapine Clozaril Tab. 25-100 mg 25-100 mg / hr


Sizoril Tab. 25-100 mg
No. Nama Generik Nama Dagang Sediaan Dosis Anjuran

10. Risperidone Risperidone Tab. 1-2-3 mg 2-6 mg / hr


Risperdal Tab. 1-2-3 mg
Risperdal Consta Vial 25 mg / cc 25-50 mg (im) setiap 2
Vial 50 mg/cc minggu
Neripros Tab. 1-2-3 mg
Persidal Tab. 1-2-3 mg
Rizodal Tab. 1-2-3 mg
Zofredal Tab. 1-2-3 mg

11. Quetiapine Seroquel Tab. 25-100 mg 50-400 mg / hr


Tab. 200 mg

12. Olanzapine Zyprexa Tab. 5-10 mg 10-20 mg / hr

13. Zotepine Lodorin Tab. 25-50 mg 75 – 100 mg / hr

14. Aripiprazole Abilify Tab. 10-15 mg 10- 15 mg / hr


PROFIL EFEK SAMPING
1. Sedasi dan inhibisi psikomotor
2. Gangguan otonomik (hipotensi, antikolinergik, mulut
kering, kesulitan miksi& defekasi, TIO meningkat, dsb)
3. Gangguan ekstra piramidal
4. Gangguan endokrin (amenorea, ginekomasti),
metabolic (Jaudince), Hematologik (Agranulositosis),
biasanya pada pemakaian jangka panjang
EFEK SAMPING APG
Anti-psikosis Mg.Eq Dosis (Mg/h) Sedasi Otonomik Eks.pir
Chlopromazine 100 150 – 1600 +++ +++ ++
Thioridazine 100 100 – 900 +++ +++ +
Perphenazine 8 8 – 48 + + +++
Trifluoperazine 5 5 – 60 + + +++
Flupherazine 5 5 -60 ++ + +++
Haloperidol 2 2 -100 + + ++++
Pimozide 2 2 -6 + + ++
Clozapine 25 25 – 200 ++++ + -
Zotepine 50 75 - 100 + + +
Sulpiride 200 200 – 1600 + + +
Risperidone 2 2 -9 + + +
Quetiapine 100 50 – 400 + + +
Olanzapine 10 10- 20 + + +
Aripiprazole 10 10 -20 + + +
Efek samping metabolik
EKSTRAPIRAMIDAL SINDROM

Manifestasi dystonia dengan gerakan


repetitin atau postur abnormal
Trismus, oculogyric crisis, dsb
Akathisia, tardive dyskinesia,
hipersaliva

Antimuskarinic (benztropine,
trihexyphenidyl) atau dipenhidramine)
PSIKOTERAPI
Emotional Ventilation
Untuk meringankan tekanan, memulihkan
keseimbangan diri tapi menganti prilaku
premorbid

Reassurance
Pasien diyakinkan bahwa dirinya tidak sedang
dalam kondisi yang buruk

Persuation
Pasien menentukan tujuan, mengusir kekhawatiran,
menguasai berbagai pikiran, meningkatkan
kepercayaan diri
Prognosis
Prognosis Baik Prognosis Buruk
Awitan lambat Awitan muda
Ada faktor presipitasi yang jelas Tidak ada faktor presipitasi yang jelas
Awitan akut Awitan insidius
Riwayat sosial-seksual dan pekerjaan Riwayat sosial-seksual dan pekerjaan premorbid
premorbid baik buruk
Gejala gangguan mood (terutama depresif) Perilaku akuistik (menarik diri)
Menikah Lajang
Riwayat keluarga dengan gangguan mood Riwayat keluarga dengan skizofrenia
Sistem pendukung baik Sistem pendukung buruk
Gejala positif Gejala negatif
KESIMPULAN
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang mempengaruhi
fungsi otak manusia, mempengaruhi fungsi normal kognitif, fungsi afektif dan
memberikan gejala positif dan gejala negatif.
•Etiologi pasti penyebab skizofrenia hingga saat ini masih jelas, namun beberapa
hipotesis mendukung, antara lain faktor genetic, biokimia, psikososial dan hipotesis
perkembangan saraf.
•Penatalaksanaan dengan Antipsikosis tipikal untuk menurunkan gejala positif dan
Antipsikosis atipikal yang mampu menurunkan gejala positif dan negatif.
•Prognosisnya bergantung pada awitan, faktor presipitasi, riwayat sosial, seksual dan
pekerjaan premorbid, gejala gangguan mood. menikah atau tidaknya, riwayat
keluarga, sistem pendukung pasien dan gejala yang dimunculkan, prognosis lebih baik
jiwa muncul gejala positif.
TERIMAKASIH
DAFTAR PUSTAKA
1. Ibrahim, A.S. Skizofrenia Spliting Personality. Tangerang: Jelajah Nusa. 2011.
2. Rosani, S., Diatri, H. Skizofrenia. In: Tanto, C., Liwang, F., Hanifati, S., Pradipta, E.A. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 2. Edisi 4. Jakarta:
Media Aesculapius. 2014. Hal. 910-3.
3. Nordqvist, C. Schizophrenia: Symptomps, Causes, and Treatments. Available from: http://www.medicalnewstoday.com/articles/36942.php.
2018.
4. Olab, B., Ellison-Wright, I., McIntosh, A.M., et al. Are There Progressive Brain Changes In Schizophrenia. A Meta-Analysis Of Structural
Magnetic Resonance Imaging Studies. Biol Psychiatry. 2011. 70(1):88-96.
5. Owen, M.J., O'Donovan, M.C., Thapar, A., Craddock, N. Neurodevelopmental Hypothesis Of Schizophrenia. Br J Psychiatry. 2011. 198:173
6. Mattai, A., Hosanagar, A., Weisinger, B., Greenstein, D., Stidd, R., Clasen, L. Hippocampal Volume Development In Healthy Siblings Of
Childhood-Onset Schizophrenia Patients. Am J Psychiatry. 2011. 168(4):427-35.
7. Brown, A.S., Derkits, E.J. Prenatal Infection And Schizophrenia: A Review Of Epidemiologic And Translational Studies. Am J Psychiatry. 2011.
167(3):261-80.
8. Stahl, S.M. Psychosis and Schizophrenia. Stahl’s Essential Psychopharmacology. Edisi 4. New York: Cambridge University Press. 2013. Hal. 79-
128.
9. Saddock, B.J., Sadock, V.A. Skizofrenia. In: Muttaqin, H., Sihombing, R.N.E. Buku Ajar Psikiatri Klinis. Edisi 2. Jakarta: EGC. 2010. Hal. 147-
68.
10. Patel, RK, Cherian J, Gohil K, Atkinson D. Schizophhrenia: Overview and Treatment Options. US National Library of Medicine National
Institures of Health. 2014. Access : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4159061/
11. Brauser, D. Long-term Injectable Drug Effective for Schizophrenia. Medscape Medical News. May 11 2012
12. Smith, M., Segal, J. Schizophrenia. Available from: http://www.helpguide.org/articles/schizophrenia/schizophrenia-signs-
types-and-causes.htm. 2018.
13. Frankenburg, F.R. Schizophrenia. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/288259-overview. 2018.
14. National Institute of Mental Health. Schizophrenia. Available from:
http://www.nimh.nih.gov/health/topics/schizophrenia/index.shtml. 2018.
15. Steiger, H., Bruce, K.R., Groleau, P. Neural Circuits, Neurotransmitters, And Behavior: Serotonin And Temperament In Bulimic
Syndromes. Curr Top Behav Neurosci. 2011;6:125-38.
16. Bourque, F., van der Ven, E., Malla, A. A Meta-Analysis Of The Risk For Psychotic Disorders Among First- And Second-
Generation Immigrants. Psychol Med. 2011. 41(5):897-910.
17. Maslim, R. Skizofrenia, Gangguan Skizotipal, dan Gangguan Waham. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas
dari PPDGJ-III dan DSM-5. Jakarta: Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atma Jaya. 2013. Hal. 44-57.
18. Stahl, S.M. Antipsychotic Agents. Stahl’s Essential Psychopharmacology. Edisi 4. New York: Cambridge University Press.
2013. Hal. 129-236.
19. Cassels, C. FDA Approves Once-Monthly Treatment for Schizophrenia. Medscape Medical News. 2013.
20. Brauser, D. Long-term Injectable Drug Effective for Schizophrenia. Medscape Medical News. 2012.
21. Citrome, L. New Second-Generation Long-Acting Injectable Antipsychotics For The Treatment Of Schizophrenia. Expert Rev
Neurother. 2013. 13(7):767-83.
22. Fitriani, Anisa. Psikoterapi Suportif Pada Penderita Skizofrenia Hebefrenik. Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan
Agung. Semarang: 2018.