Anda di halaman 1dari 10

LABORATORIUM

AUDITING
EKSI 4411 M2
( 2 SKS )
TUTOR : Dr. Erika Amelia, SE, M.Si
Prosedur
Perencanaan
Pemeriksaan serta
Pemeriksaan Siklus
Penjualan dan
Penagihan Piutang
A. PERENCANAAN PEMERIKSAAN
DAN PERPADUAN PROSES
AKUNTANSI

Dalam perencanaan audit a. Memperoleh bukti


terdapat tiga alasan yang memadai sesuai
dengan kondisi pada
mengapa harus dilakukan, saat audit dilaksanakan
yaitu sebagai berikut. b. Menjaga supaya
biaya audit tetap
terjangkau bagi klien
c. Mencegah
kesalahpahaman
dengan klien, dengan
tujuan supaya dapat
melaksanakan audit
dengan berkelanjutan.
A. PERENCANAAN PEMERIKSAAN
DAN PERPADUAN PROSES
AKUNTANSI
a. Menerima klien dan melakukan
Pada perencanaan perencanaan awal audit
pemeriksaan ada delapan b. Memahami bisnis entitas
c. Memahami bisnis entitas
bagian yang dianggap d. Melakukan prosedur analitis
penting dalam sebuah untuk awal audit
pemeriksaan, yaitu. e. Menentukan materialitas, risiko
audit yang dapat diterima dan juga
risiko bawaan
f. Memahami pengendalian internal
dan menetapkan risiko
pengendalian
g. Mendapatkan informasi untuk
menilai risiko kecurangan
h. Mengembangkan rencana audit
dan program audit menyeluruh
B. PROSEDUR PERENCANAAN
PEMERIKSAAN
1. Memberikan beberapa pertanyaan tentang
perkembangan bisnis klien saat ini yang memiliki
dampak terhadap satuan usaha yang dijalankan klien
2. Auditor membaca laporan keuangan secara
interim untuk tahun yang berjalan, tujuannya adalah
untuk menilai keberlangsungan bisnis yang
dijalankan klien, dengan membaca laporan keuangan
tersebut, auditor dapat menilai baik dan buruknya
keuangan perusahaan klien.
3. Auditor membicarakan kepada klien untuk tipe,
luas dan waktu audit yang dibutuhkan untuk
melaksanakan sebuah audit. Hal ini disampaikan
kepada manajemen, dewan komisaris dan komite
audit klien. Dsb.
C. UNSUR DALAM
PERENCANAAN PEMERIKSAAN
menurut Arens dan Loebbecke (2000),
yaitu sebagai berikut.
1) Perencanaan Awal.
2) Memperoleh latar belakang
Informasi.
3) Memperoleh informasi tentang
kewajiban sah atau tentang
peraturan/undang–undang klien.
4) Melaksanakan prosedur menurut
penelitian persiapan.
5) Materialitas yang diset dan auditor
bisa mengambil risiko dan tidak dapat
dipisahkan.
6) Memahami struktur pengawasan
intern dan menilai risiko kendali.
7) Menyampaikan program audit dan
rencana audit.
D. PEMERIKSAAN SIKLUS PENJUALAN
DAN PIUTANG USAHA
PEMERIKSAAN SIKLUS PENJUALAN
DAN PIUTANG USAHA

Pemeriksaan Piutang Usaha

Konfirmasi Piutang

Asersi terkait untuk Transaksi Penagihan Kas

Audit Kecurangan Penagihan


Piutang
Terima
Kasih