Anda di halaman 1dari 10

KERTAS KERJA PEMERIKSAAN

(AUDIT WORKING PAPERS)

KELOMPOK 7
SOFI MEDIANTY
SOPIANTI
FITRI PUJI ASTUTI
ALWI IMAM NAWAWI
Pengertian Kertas Kerja
Pemeriksaan “Kertas kerja pemeriksaan adalah semua berkas-
berkas yang dikumpulkan oleh auditor dalam
menjalankan pemeriksaan, yang berasal dari pihak
klien, dari analisis yang dibuat oleh auditor, dan dari
pihak ketiga”.
Tujuan kertas kerja pemeriksaan
Mendukung opini auditor mengenai kewajaran laporan
keuangan. Opini yang diberikan harus sesuai dengan
kesimpulan pemeriksaan yang dicantumkan dalam kertas
kerja perusahaan.
Sebagai bukti bahwa auditor telah melaksanakan
pemeriksaan sesuai dengan standar professional akuntan
public.

Sebagai referensi dalam hal adanya pertanyaan dari pihak


pajak, pihak bank, dan pihak klien..

Sebagai salah satu dasar penilaian asisten (seluruh tim


audit) sehingga dapat dibuat evaluasi mengenai
kemampuan asisten sampai dengan partner, sesudah
selesai suatu penugasan.

Sebagai pegangan untuk tahun berikutnya.


Current file dan permanent file

Kertas kerja pemeriksaan biasanya dikelompokkan dalam :

Berkas tahun berjalan (current file)

Berkas permanen (permanent file)

Berkas surat menyurat


(correspondence file)
Kriteria untuk pembuatan kertas kerja pemeriksaan yang baik

Kertas kerja pemeriksaan harus


mempunyai tujuan.

01
Harus di cegah menulis kembali
kertas kerja pemeriksaan sebab
02 banyak kerugiannya.
Dalam kertas kerja pemeriksaan
harus dijelaskan prosedur audit apa
yang dilakukan dengan menggunakan
audit tick mark.
Kertas kerja pemeriksaan harus di
03
index atau cross index.

Kertas kerja harus di paraf oleh orang


yang membuat dan mereview working 04
papers sehingga dapat diketahui 05
siapa yang bertanggung jawab.
Kriteria untuk Pembuatan Kertas Kerja Pemeriksaan Yang Baik

Setiap pertanyaan yang timbul pada review note


harus terjawab, tidak boleh ada “open question”
(pertanyaan yang belum terjawab). 6
Pada kertas kerja pemeriksaan harus dicantumkan
sifat dari perkiraan yang diperiksa, prosedur
pemeriksaan yang dilakukan, dan kesimpulan
7
mengenai kewajaran perkiraan yang diperiksa.

Hal-hal tambahan dalam pembuatan kertas kerja 8


pemeriksaan.

Dibagian muka file kertas kerja pemeriksaan harus dimasukkan


daftar isi dan index kertas kerja pemeriksaan dan contoh paraf 9
seluruh tim pemeriksaan yang terlibat dalam penugasaan audit
tersebut.
Pemilikan dan Penyimpanan Kertas Kerja Pemeriksaan

Walaupun sebagian kertas kerja akuntan


public dapat digunakan sebagai sumber
referensi bagi kliennya, namun kertas
Kertas kerja pemeriksaan
adalah milik akuntan publik. 01 02 kerja pemeriksaan tersebut tidak dapat
dianggap sebagai bagian atau pengganti
dari catatan akuntansi klien tersebut.

Akuntan public harus mengambil


langkah-langkah yang tepat untuk

04 keamanan kertas kerja pemeriksaanya


dan menyimpan kertas kerja tersebut
sesuai denganperaturan pemerintahan
Bila ada pihak lain yang ingin yang berlaku (minimal 5 tahun).
meminjam atau mereview kertas kerja
pemeriksaan, baru bisa diberkan atas
persetujuan tertulis dari klien yang
03
bersangkutan.
Working Balance Sheet dan Working
Profit and Loss

Working Balance Sheet (WBS) dan Working Profit and Loss


(WPL) berisi angka-angka per-book (bersumber dari trial
balance klien), audit adjustment, saldo per audit, yang
nantinya akan merupakan angka-angka di laporan posisi
keuangan (neraca) dan laba rugi yang sudah di audit, sera
saldo tahun lalu (bersumber dari audit report atau kertas kerja
pemeriksaan tahun lalu).

Setiap angka yang tercantum di WBS dan WPL akan didukung


oleh angka-angka dalam top schedule, untuk itu antara WBS,
WPL, deng top schedule harus dilakukan cross index.

WBS biasanya terbagi atas WBS1 (untuk pos-pos asset) dan


WBS2 (untuk pos-pos pasiva), sedangkan WPL berisi pos-pos
laba rugi.
Angka-angka dalam top schedule akan didukung oleh angka-angka
dalam supporting schedule, untuk itu antara top schedule dan

Top Schedule dan


supporting schedule harus dilakukan cross index. Top schedule akan
memperlihatkan saldo per-book (bersumber dari trial balance klien),
Supporting audit adjustment, saldo per audit, serta saldo tahunan (bersumber
dari kertas kerja pemeriksaan tahun lalu).
Schedule Dalam top schedule biasanya dicantumkan kesimpulan atas pos
yang bersangkutan. Sifat perkiraan, prosedur audit yang dilakukan
beserta tick mark, audit adjustment yang di usulkan auditor dan
START diterima klien, harus tercantum di supporting schedule.

Disemua top schedule dan supporting schedule harus di cantumkan


index working paper.
Thank You