Anda di halaman 1dari 11

Oleh:

Mutiara Ramadhani Matondang


Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN
Sumatera Utara Stambuk 2016
A. PENGERTIAN KUALITATIF
Menurut Moleong, Penelitian kualitatif adalah
penelitian yang bermaksud untuk memahami
fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek
penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi,
tindakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara
deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada
suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan
memanfaatkan berbagai metode alamiah.
Menurut Sugiono, metode penelitian kualitatif adalah
metode yang berdasarkan pada filsafat
postpositivisme, sedangkan untuk meneliti pada objek
alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen
kunci, teknik pengumpulan data dilakukan dengan
cara triangulasi (gabungan). Analisis data bersifat
induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian lebih
menekankan makna daripada generalisasi
Berdasarkan dua pengertian di atas, dapat disimpulkan
bahwa pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang
dilakukan secara utuh kepada subjek penelitian
dimana terdapat sebuah peristiwa dimana peneliti
menjadi instrumen kunci dalam penelitian, kemudian
hasil pendekatan tersebut diuraikan dalam bentuk
kata-kata yang tertulis data empiris yang telah
diperoleh dan dalam pendekatan ini pun lebih
menekankan makna daripada generalisasi.
Penelitian kualitatif memiliki dua tujuan utama, yaitu:
 Menggambarkan dan mengungkapkan
 Menggabungkan dan menjelaskan
Ciri-ciri penelitian kualitatif

 Tatanan alami merupakan sumber data yang bersifat


langsung dan peneliti itu sendiri menjadi instrumen
kunci.
 Bersifat deskriptif
 Penelitian kualitatif memperdulilkan proses, bukan
hasil atau produk
 Analisis datanya bersifat induktif
 Kepedulian utama penelitian kualitatif adalah pada
"makna"
B. Teori dalam Penelitian Kualitatif
Pada umumnya teori bagi penelitian kualitatif berguna
sebagai sumber inspirasi dan pembanding.

Peneliti kualitatif akan lebih profesional kalau menguasai


semua teori sehingga wawasannya lebih luas, dan dapat
menjadi instrumen penelitian yang baik. Teori bagi
peneliti kualitatif akan berfungsi sebagai bekal untuk bisa
memahami konteks sosial secara lebih luas dan mendalam.
Walaupun peneliti kualitatif dituntut untuk menguasai
teori yang luas dan mendalam, namun dalam
melaksanakan penelitian, peneliti kualitatif harus mampu
melepaskan teori yang dimiliki tersebut dan tidak
digunakan sebagai panduan dalam menyusun instrument
dan sebagai panduan dalam menyusun panduan untuk
wawancara, dan observasi
C. Judul Penelitian Kualitatif
Judul dalam penelitian kualitatif pada umumnya
disusun berdasarkan masalah yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, judul penelitiannya harus sudah
spesifik dan mencerminkan permaslahan dan variabel
yang akan diteliti. Judul penelitian kualitatif
digunakan sebagai pegangan peneliti untuk
menetapkan variabel yang akan diteliti, teori yang
digunakan, instrument penelitian yang dikembangan,
teknik dan analisis data, serta kesimpulan.
D. Teknik Pengambilan Sampel
a) Purposive Sampling, yaitu teknik pengambilan
sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu.
Misalnya, orang tersebut dianggap paling tahu
tentang apa yang kita harapkan atau mungkin dia
sebagai pengusas sehingga akan memudahkan
peneliti menjelajahi objek/situasi sosial yang diteliti.
b) Snowball Sampling, teknik pengambilan sampel
sumber data yang pada awalnya jumlahnya sedikit,
lama-lama menjadi besar. Hal ini dilakukan karena
dari jumlah sumber data yang sedikit tersebut belum
mampu memberikan data yang memuaskan, maka
mencari orang lain lagi yang dapat dijadikan sebagai
sumber data.
Lincoln dan Guba mengatakan bahwa penentuan
sampel dalam penelitian kualitatif sangat berbeda
dengan penentuan sampel dalam, penelitian kualitatif
sangat berbeda dengan penentuan sampel dalam
penelitian kuantitatif. Penelitian sampel pada
penelitian kualitatif tidak didasarkan pada
perhitungan statistic. Sampel yang dipilih berfungsi
untuk mendapatkan sumber informasi yang
maksimum bukan untuk digeneralisasikan.
Jadi, penentuan sampel dalam penelitian kualitatif
dilakukan saat peneliti mulai memasuki lapangan dan
selama penelitian berlangsung. Caranya, yaitu peneliti
memilih orang tertentu yang dipertimbangkan akan
memberikan data yang diperlukan, kemudian
berdasarkan data atau informasi yang diperoleh dari
sampel sebelumnya itu, peneliti dapat menetapkan
sampel lainnya yang dipertimbangkan akan
memberikan data yang lebih lengkap.