Anda di halaman 1dari 27

Evaluasi pendidikan

 Evaluasi pembelajaran
 Evaluasi program
 Evaluasi sistem

Pasal 57 ayat 2 UU no 20 tahun 2003:


Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik, lembaga, dan
program pendidikan pada jalur formal dan nonformal
untuk semua jenjang satuan dan jenis pendidikan
Evaluasi Pembelajaran
 Mencakup dua kegiatan yaitu pengukuran dan
penilaian.
 Untuk dapat mengadakan penilaian, kita
mengadakan pengukuran terlebih dahulu
 Evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data
untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan
bagian mana tujuan pembelajaran sudah tercapai
(Ralph Tyler)
 Proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana
tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat
keputusan (Cronbach & Stufflebeam)
Pengukuran (Measurement)

 Kegiatan yang dilakukan untuk mengukur sesuatu.


 Kegiatan membandingan sesuatu dengan atau atas
dasar ukuran tertentu.
 Pengukuran bersifat kuantitatif (how much?).
Penilaian (Assessment)
 Proses memberikan atau menentukan nilai kepada
objek tertentu berdasarkan kriteria tertentu (baik-
buruk, tinggi – rendah, dsb).
 Proses untuk mengambil keputusan dengan
menggunakan informasi yang diperoleh melalui
pengukuran baik berupa tes maupun non tes.
 Bersifat kualitatif
Metode evaluasi
 Tes dan Non Tes
 Istilah tes diambil dari kata testum suatu pengertian
dalam bahasa Prancis kuno yang berarti piring untuk
menyisihkan logam-logam mulia, dan istilah tes ini
berkembang.
 Didorong oleh munculnya statistik dalam
penganalisisan data dan informasi, maka akhirnya tes
ini digunakan dalam berbagai bidang seperti tes
kemampuan dasar, tes kelelahan perhatian, tes ingatan,
tes minat, tes sikap, dan sebagainya.
 Sering digunakan di sekolah hanyalah tes prestasi
belajar.
Persyaratan Tes
• Mudah dilaksanakannya, misalnya tidak
menuntut peralatan yang banyak dan
Validitas memberikan kebebasan kepada siswa
untuk mengerjakan terlebih dahulu bagian
Contoh:
dianggap mudah oleh siswa.
• Mudahmengukur
Untuk besarnyaartinya
pemeriksaannya, partisipasi
bahwa tes
Reliabilitas siswa dalam proses belajar-mengajar,
itu dilengkapi dengan konci jawaban
bukan
maupun diukur melalui
pedoman nilai yang
skoringnya.
• diperoleh
Untuk soalpada waktu
bentuk ulangan,
objektif, tetapi
pemeriksaan
Objektivitas dilihat melalui:
akan lebih
•dikerjakan
mudah dilakukan jika
Kehadiranoleh siswa dalam lembar
1. Bentuk Soal
•jawaban.
Terpusatnya perhatian pada pelajaran
• 2. Personality
Aktivitas penilaiprogram
mengikuti
Praktibilitas • Dilengkapi oleh petunjuk-petunjuk yang
tidak
pembelajaran
jelas sehingga dapatongkos/biaya
membutuhkan diberikan/diawali
yang
•oleh
Ketepatan menjawab pertanyaan-
mahal, orang
tenagalain.
yang banyak, dan waktu
pertanyaan yang diajukan oleh guru
Ekonomis yang lama
dalam arti relevan pada
permasalahannya.
 Evaluasi harus dilakukan secara kontinu, sehingga
diharapkan guru akan memperoleh gambaran
yang jelas tentang keadaan siswa.

 Evaluasi harus dilakukan secara komprehensif,


yang mencakup: 1) keseluruhan materi; 2)
berbagai aspek berpikir (ingatan, pemahaman,
aplikasi, dsb); dan 3) melalui berbagai cara, yaitu:
tes tertulis, tes lisan, tes perbuatan, pengamatan,
dsb.
TEKNIK
EVALUASI HASIL BELAJAR
MENGKONSTRUKSI BUTIR SOAL
OBJEKTIF DAN URAIAN
Prinsip dasar Evaluasi
Pembelajaran
 Obyektif, yaitu hasilnya apa adanya
 Menyeluruh, yaitu menyangkut tiga domain utama
(kognitif, afektif dan psikomotor)
 Kontinu, yaitu dilakukan tidak hanya satu kali,
melainkan berkali-kali
 Praktis, yaitu mudah digunakan
 Ekonomis, yaitu tidak memerlukan biaya yang besar
FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL
Jurusan : ................................. Alokasi Waktu : ...................................
Mata Kuliah : ………………………………. Jumlah Soal : ...................................
Kurikulum : ………………………………. Penulis : 1. ................................
2. ................................
3. ................................

Bahan/
No. Kompetensi Dasar/ No.
Kelas/ Materi Indikator Soal Bentuk Tes
Urut Indikator Soal
Semester
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
.

Bandung, ................................
Dosen

................................................
NIP
1. Membuat Format Kisi-Kisi Soal
2.Merumuskan KD dan Kelengkapannya
 Sebagai contoh, bila kita akan melihat pemahaman dan pengertian siswa
mengenai dalil Phytagoras dalam segitiga siku-siku, maka kata kerja
operasional untuk mengukur aspek ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis,
sintesis, dan evaluasi beserta KDnya masing-masing adalah sebagai berikut.
 Siswa dapat menyebutkan rumus dalil Phytagoras untuk segitiga siku-siku.
(Ingatan)
 Siswa dapat menghitung sisi miring sebuah segitiga siku-siku bila kedua sisi
siku-sikunya diketahui. (Pemahaman)
 Menggunakan dalil Phytagoras untuk segitiga siku-siku siswa dapat
menghitung panjang kawat penegak tiang. (Aplikasi)
 Dengan menggunakan dalil Phytagoras tentang segitiga siku-siku siswa dapat
menjelaskan perbandingan antara jarak dari titik sudut terhadap perpotongan
diagonal-diagonalnya dengan panjang sisi sebuah bujursangkar. (Analisis)
 Bila a dan b sisi siku-siku sebuah segitiga siku-siku dan c sisi miringnya, siswa
dapat membuktikan bahwa a2 + b2 = c2 . (Sintesis)
 Siswa dapat menilai bahwa cara Phytagoras lebih praktis daripada cara
penggunaan luas dalam menghitung panjang sisi miring sebuah segitiga siku-
siku. (Evaluasi)
3. Menyusun Soal
 Soal-soal yang akan dibuat itu adalah soal-soal yang akan
dibuat berdasarkan kepada KD-KD yang telah dirumuskan,
tingkat kesukaran, dan aspek kognitifnya. Pada saat itu akan
dilihat juga mengenai daya pembedanya.
 Membuat “petunjuk” bagi siswa bagaimana cara-cara
menjawab soal-soal itu adalah merupakan bagian dari
penyusunan soal.
 Dibuatnya tes tipe objektif, selain agar materinya lebih
menyeluruh, penilaiannya objektif, dan semacamnya, juga
dimaksudkan agar pemeriksaannya itu lebih mudah.
 Cara penilaian yang akan dilakukan juga harus diberitahukan.
mereka perlu tahu tentang sistem penilaian yang akan
dipakai (PAN, PAP, atau PAPPAN) serta skor minimum
kelulusan.
4. Pengecekan akhir
 Banyaknya soal tes, dan bentuk banyaknya pilihan.
 Kesederhanaan bahasa,
 Kejelasan petunjuk, singkat tetapi jelas, dan
semacamnya.
 Pengecekan pengetikan dan perbanyakannya:
apakah kesalahan tik sudah tidak ada dan apakah
perbanyakan soalnya sudah sesuai dengan
banyaknya peserta.
5. Menganalisis Hasil Tes
 Validitas item & tes : korelasi product moment dari
Pearson
 Reliabilitas tes tipe objektif: korelasi Spearman Brown,
K-R 20, K-R 21
 Reliabilitas tes tipe uraian: korelasi Alpha
 Taraf (Indeks) Kesukaran : IK = B/JS
 Daya Pembeda : DP = (BA/JA) - (BB/JB) = PA – PB
INSTRUMEN NON TES
pengamatan
secara
sistematis
(observation),

melakukan
wawancara
(interview),

menyebarkan
angket
(questionaire),

Memeriksa
atau meneliti
dokumen-
dokumen
(documentary
analisis).
Jenis-jenis Penilaian:
 Formatif = penilaian berorientasi pada proses belajar
mengajar (setelah satu pokok bahasan).
 Sumatif = berorientasi pada produk bukan proses.
 Diagnostik untuk melihat kelebihan dan kelemahan-
kelemahan berserta faktor penyebabnya, contohnya untuk
bimbel, remidial.
 Selektif untuk keperluan seleksi.
 Penempatan
Sistem Penilaian Hasil belajar
dibedakan menjadi 2 yaitu

1. PAN ( Penilaian Acuan Norma) yaitu penilaian yang


diacukan kepada rata-rata kelompok/kelasnya. Atas
dasar 3 kategori diatas rata-rata, sekitar rata-rata dan
dibawah rata-rata kelas.
2. PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu penilaian yang
diacukan pada tujuan instruksional yang harus dikuasai
oleh siswa. Derajat keberhasilan siswa dibandingkan
dengan tujuan yang seharusnya dicapai, bukan
dibandingkan dengan rata-rata kelompoknya.
Diskusikan...
 Seringkali kita jumpai ada guru atau dosen yang
memberikan tes/ujian dengan metode open book
examination. Ditinjau dari segi objektivitas dan
keamanan tes, apakah cara itu dapat
dipertanggungjawabkan? Berikan alasan Anda.
 Tes bentuk pilihan ganda memiliki objektivitas yang
lebih tinggi daripada soal bentuk isian. Bagaimana
pendapat Anda? Jelaskan.
 Diberikan data tes sbb:
Bagaimana validitas, reliabilitas, IK, dan DP tes
tersebut?
NILAI MATEMATIKA
Siswa Tes pertama Tes kedua
A 7 6
B 8 7
C 7 6
D 6 5
E 8 7
F 7 6
G 6 5
H 7 7
I 5 6
J 7 6
TES PERTAMA
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jml
soal
siswa
A 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 7
B 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 8
C 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 7
D 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 6
E 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 8
F 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 7
G 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 6
H 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 7
I 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 5
J 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 7
TES KEDUA
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jml
soal
siswa
A 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 6
B 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 7
C 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 6
D 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 5
E 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 7
F 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 6
G 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 5
H 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 7
I 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 6
J 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 6