Anda di halaman 1dari 44

PERSALINAN DENGAN ODHA

DAN KETERGANTUNGAN OBAT

DR ELIZABETH S GIRSANG, SPOG


 5.060.637 IBU HAMIL DI INDONESIA TAHUN
2011 MELAKUKAN PEMERIKSAAN HIV
 2,5% (354 ORANG) POSITIF HIV
 IBU HAMIL POSITIF HIV YG MENERIMA ARV
BERTAMBAH 4,56% (2009) HINGGA 15,72% (2011)
 HIV DITULARKAN MELALUI CAIRAN TUBUH
YAITU DARAH, AIR MANI/SPERMA, CAIRAN
VAGINA, CAIRAN OTAK, CAIRAN KETUBAN,
CAIRAN SUMSUM TULANG DAN ASI
 POTENSI PENULARAN DAN KASUS HIV:
1. KOMPONEN DARAH
2. JARUM SUNTIK NARKOBA
3. RISIKO PENULARAN IBU HAMIL HIV (+) KE
JANIN
4. HUBUNGAN SEKSUAL
PENULARAN PERINATAL

PENULARAN DARI IBU ODHA KEPADA


JANIN PADA MASA PERINATAL
 MASA KEHAMILAN: 5-10%
 SAAT PERSALINAN: 10-20%
 SAAT MENYUSUI: 10-20%
 TIDAK MENYUSUI: 15-30%
 MENYUSUI 6 BULAN: 25-35%
 MENYUSUI 18-24 BULAN: 30-45%
Infection
International

Efek HIV pada kehamilan


dan janin
Aborsi Kemungkinan peningkatan resiko

Kematian perinatal Negara maju: tak berhubungan


Negara berkembang:Meningkat
IUGR Peningkatan resiko

Berat Lahir Rendah Peningkatan resiko

Persalinan Preterm Peningkatan resiko

Malformasi pada janin Tidak ada bukti Peningkatan


resiko
Infection
International

Penularan dari Ibu ke Anak


• Merupakan 15 % dari seluruh jalur penularan di
Uganda
• Merupakan > 90% infeksi pada anak-anak
• Di Afrika penularan dari ibu ke anak : 20 -40%
• Resiko keseluruhan pada perkiraan penularan
Selama kehamilan: 5 -10%
Persalinan: 15 -20%
Menyusui: 10-15%
Infection
International

Faktor yang mempengaruhi


penularan
• Faktor Virus: • Persalinan preterm
(Load,variasi strain)* • Lama ketuban pecah.*
• Maternal: hitung CD4 • Prosedur invasif saat
• Infeksi PMS* persalinan (alat-alat
• Pengguna Narkoba persalinan pervaginam,
• Perilaku seksual* episiotomi*
• Kelainan plasenta • Cara persalinan
• Faktor fetal/neonatal
• Menyusui*
Infection
International

Pencegahan Penularan dari


Ibu ke Anak (PPIA)
• Pelayanan kesehatan Ibu dan Anak yang
komprehensif ( antenatal, intrapartum,
postnatal)
• VCCT
• Terapi antiretroviral jangka pendek
• Praktek obstetri yang dimodifikasi dan optimal
• Pemberian nutrisi yang aman pada bayi
• Pelayanan Keluarga Berencana dan Konseling
Infection

ANC yang Komprehensif


International

dalam Pencegahan Transmisi


Ibu-Bayi
• Pengadaan ANC yang berkualitas
• Pendidikan kesehatan
• Suplementasi mikro-nutrien
• Pencegahan dan terapi Infeksi
• Obat anti- retroviral
Infection
International

Pengadaan ANC Berkualitas -1


• Kedatangan dini
• Fokus ulang pada ANC minimal 4-5 kali kunjungan
• Anamnesis lengkap
• Pemeriksaan untuk menyingkirkan gejala penyakit
yang berhubungan dengan HIV
• Investigasi dasar: Hemoglobin, RPR untuk syphilis,
Analisa Urine
• Konseling tertutup dan sukarela serta tes
Infection
International

Pengadaan ANC Berkualitas 2


Kunjungan pertama: Anamnesis lengkap, pemeriksaan,
suplemen folat, deworming dan VCCT
Kunjungan kedua: monitoring kemajuan kehamilan,
konseling mengenai PTIA dan pilihan menyusui, dosis
pertama TPI, tetanus toxoid, suplemen besi/folic .
Kunjungan ketiga: monitoring kemajuan kehamilan,
tekanan darah, Hb dan analisa urine, dosis kedua TPI,
tetanus toxoid, supplemen besi/folic. Dukungan
konseling
Kunjungan keempat: sama seperti diatas. Pendaftaran
program PPIA , Beri obat antiretroviral
Infection
International

Pendidikan Kesehatan
• Nutrisi,hygiene personal, sanitasi lingkungan
• Jadwal Normal Tetanus toxoid
• Terapi STI
• Keuntungan VCCT
• Penggunaan kondom dan keluarga berencana
• Keterlibatan pihak pria
• Menyusui ASI atau pilihan menyusui lain
Infection
International
ANC-4

1.Suplemen mikro-nutrien
2.Pencegahan dan terapi terhadap infeksi
• Terapi Presumtif Intermiten: 3 dosis SP
• Identifikasi & terapi STI
3.Terapi antiretroviral
• AZT
• Nevirapine
Infection
International

Perawatan selama persalinan


1. Praktek obstetri yang baik
2. Obat antiretroviral
3. Tindakan obstetri yang perlu dihindari
• Penundaan pemecahan ketuban
• Versi
• Episiotomi
• Ekstraksi vakum/forsep dihindari
• Traumatic suction pada anak
• Kewaspadaan umum (universal precaution).
4. Cara persalinan
REKOMENDASI ACOG

WANITA YANG TERINFEKSI HIV DITAWARKAN


UNTUK SEKSIO SESAREA PADA USIA KEHAMILAN
38 MINGGU LEBIH UNTUK MENGURANGI RISIKO
TERHADAP BAYINYA, KECUALI JIKA JUMLAH
VIRUS DALAM DARAHNYA SANGAT RENDAH
ATAU TIDAK TERDETEKSI
Infection
International

Terapi anti-retroviral jangka


pendek
Pilihan:
• AZT setelah 36 weeks antepartum,
intrapartum dan post partum dengan terapi
pada neonatal selama 7 hari. (% reduksi
50%) pada 8 minggu
• Nevirapine saat persalinan dan terapi
neonatal selama 48 to 72 jam. (% reduksi
47%) pada 8 minggu
Infection
International

Terapi Antiretroviral Oral


Antepartum Intrapartum Post partum neonatal
Untuk Ibu

1.AZT 300mgs AZT 300mgs p.o AZT 300mgs p.o 4mgs/kg p.o B.D
p.o B.D setelah tiap 3 jam sampai B.D selama 7 selama 7 hari
kehamilan melahirkan hari
35 mgg

2. tidak ada NVP 200 mgs p.o Tidak ada 2mgs/kg p.o 48-
saat mulai 72 jam
persalinan
PENANGANAN PASCASALIN

DIRJEN P2M DEPKES RI TAHUN 2003


HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
PASCA PERSALINAN
1. KONTRASEPSI
BILA BAYI TIDAK DISUSUI, EFEK
KONTRASEPSI LAKTASI HILANG, SHG
PASANGAN TSB HARUS MEMAKAI
KONTRASEPSI.
SEORANG ODHA SDH HARUS
MENGGUNAKAN KONTRASEPSI PALING
LAMBAT 4 MINGGU PASCA SALIN

2. MENYUSUI
 IBU YG BELUM DIKETAHUI STATUS SEROLOGINYA: ASI
EKSKLUSIF DAN DAPAT DILANJUTKAN SAMPAI 2
TAHUN
 IBU DGN HIV POSITIF: TIDAK DIANJURKAN MENYUSUI
BAYINYA.
 IBU TIDAK BISA MEMBELI SUSU FORMULA, LINGK YG
TIDAK MEMUNGKINKAN SPT TERSEDIANYA AIR
BERSIH DAN SOSIOKULTURAL, BILA PEMB SUFOR
TIDAK DITERIMA, TIDAK MENGUNTUNGKAN, TIDAK
TERJANGKAU , TIDAK BERKESINAMBUNGAN, TIDAK
AMAN: BAYI DIBERI ASI EKSKLUSIF 4-6 BULAN DAN
SEGERA DISAPIH
3. TERAPI ANTIRETROVIRAL & IMUNISASI
 IBU
 MINIMAL 6 BULAN: PERIKSA CD4
 PENGOBATAN ARV
 BAYI
 IMUNISASI SEPERTI BAYI SEHAT
 TES HIV USIA 12 BULAN, BILA POSITIF DIULANG SAAT 18
BULAN
PROSEDUR KEAMANAN BAGI TIM
PERSALINAN

 MENGAMATI PENCEGAHAN UNIVERSAL


 TIDAK KEMBALI MENUTUP JARUM
 MENGENAKAN SARUNG TANGAN GANDA
 MENEMPATKAN KOTAK KHUSUS UTK
MENARUH ALAT TAJAM SETELAH SELESAI
DIGUNAKAN
 MEMBERITAHUKAN ALAT TAJAM SEBELUM
MEMBERIKANNYA PADA ORANG LAIN
 MEMBERIKAN ALAT TAJAM DALAM BASKOM
EMESIS
 MENGGUNAKAN ALAT-ALAT KHUSUS UNTUK
MENGAMBIL JARUM
 MEMERIKSA KERUSAKAN PELINDUNG YANG
MUNGKIN TERJADI SETIAP JAM
KETERGANTUNGAN OBAT
DAN NAZA
DEFENISI

 KETERGANTUNGAN OBAT: ADANYA


KEBUTUHAN SECARA PSIKOLOGIS THD SUATU
OBAT DALAM JUMLAH YANG MAKIN LAMA
MAKIN BERTAMBAH BESAR UNTUK
MENGHASILKAN EFEK YANG DIHARAPKAN
 WHO: GABUNGAN BERBAGAI BENTUK
PENYALAHGUNAAN OBAT DAN DIDEFENISIKAN
SBG SUATU KEADAAN (PSIKIS MAUPUN FISIK)
YG TJD KARENA INTERAKSI SUATU OBAT DGN
ORGANISME HIDUP. HAL INI TERMASUK
REAKSI PERILAKU DAN SELALU TERPAKSA
MENGGUNAKAN OBAT SECARA PERIODIK
UNTUK MENGALAMI EFEK PSIKIS DAN
MENCEGAH EFEK YG TIDAK ENAK KARENA
KEHILANGAN OBAT TERSEBUT
PENYALAHGUNAAN NAZA SAAT HAMIL
MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN JANIN :
 SECARA LANGSUNG : MELALUI PLASENTA
DAPAT MENIMBULKAN EFEK PADA SEL
EMBRIO
 SECARA TIDAK LANGSUNG: MEMPENGARUHI
PERFUSI PLASENTA DAN OKSIGENASI JANIN
EFEK OBAT DITENTUKAN OLEH:
 JENIS OBAT
 FREKUENSI PEMAKAIAN
 EFEK ALIRAN DARAH PLASENTA
 EFEK TERHADAP JARINGAN JANIN
 WAKTU PEMAKAIAN DALAM KEHAMILAN
 MENINGKATKAN BIAYA UTK PENANGANAN
BAYI YG BARU LAHIR (FETAL ALCOHOL
SYNDROME)
 MENIMBULKAN MASALAH:
 PMS TERMASUK HIV,
 HEPATITIS VIRUS B DAN C,
 PNC YG TERLAMBAT ATAU TIDAK SAMA SEKALI
 GIZI BURUK
PENILAIAN KLINIK

SEDATIVA
 BENZODIAZEPIN DAN BARBITURAT DAPAT
MELALUI PLASENTA
 2 SINDROMA MAYOR KOPLIKASI JANIN:
 FLOOPY INFANT SYNDROME: HIPOTONIA, LETARGI,
KESULITAN MENGISAP
 WITHDRAWAL SYNDROME: PERTUMBUHAN JANIN
TERHAMBAT, TREMOR, IRITABILITAS, HIPERTONUS,
DIARE, MUNTAH, MENGHISAP DGN KUAT
HEROIN
 GOL OPIAT : TIDAK MEMPUNYAI EFEK
TERATOGENIK TETAPI BERHUBUNGAN DGN
BBLR KARENA PERTUMBUHAN JANIN
TERHAMBAT
 RESIKO MATERNAL:
INFEKSI HIV DAN HEPATITIS B ATAU C, PENURUNAN
DENYUT JANTUNG DAN FREK PERNAFASAN,
PENURUNAN LAJU PENCERNAAN, PUPIL
MIOSIS, AMENORE
 RESIKO PERINATAL
ABORTUS,KEMATIAN JANIN, PERTUMBUHAN JANIN
TERHAMBAT, PERSALINAN PREMATUR, BBLR, LINGKARAN
KEPALA KECIL DAN PANJANG BADAN LAHIR YANG KURANG
KOKAIN
 RISIKO MATERNAL:
ANGINA PEKTORIS, INFARK MIOKARD AKUT, ARITMIA
JANTUNG , STROKE HEMORAGIK, NEKROSIS USUS, BAHKAN
KEMATIAN MENDADAK
 RISIKO PERINATAL:
BBLR, PERDARAHAN INTRAVENTRIKULAR,
KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN, KELAINAN
KONGENITAL SPT PRUNE BELLY, OBSTRUKSI URETRA,
AMNIOTIC BAND, ATRESIA YEYUNUM, INFARK USUS,
ATRESIA ANI, HORSE SHOE KIDNEY, DAN CLUB FOOT
MARIYUANA
 HALUSINOGEN, SEDATIF
 RISIKO MATERNAL:
EFEK KARSINOGENIK LBH KUAT, INFLAMASI PARU YANG
LUAS, MENGHAMBAT PRODUKSI MAKROFAG PARU
 RISIKO PERINATAL:
LIPATAN EPIKANTAL LBH BERAT, HIPERTELORISME, PJT,
PARTUS PREMATURUS, PARTUS PRESIPITATUS, RISIKO
MEMANJANG WAKTU PERSALINAN SERTA PARTUS MACET,
KOMPLIKASI MEKONIUM
HALUSINOGEN
 LYSERIC ACID DIETHYLAMIDE (LSD) DAN
PHENCYCLIDINE (PCP)
 RISIKO MATERNAL:
PENINGKATAN TEKANAN DARAH, TAKIKARDIA, TREMOR,
MUAL, HIPEREFLEKSI, PENINGKATAN SUHU
 RISIKO PERINATAL:
MIKROSEFALI, MALFORMASI SEREBELUM, REFLEKS
MENURUN, AGITASI DAN PERUBAHAN KESADARAN
AMFETAMIN
 GOL SIMPATOMIMETIK AMIN: MENGOBATI
KEGEMUKAN, MENEKAN RASA LAPAR,
KELELAHAN
 RISIKO MATERNAL:
MENINGKATKAN TEKANAN DARAH, PALPITASI, INSOMNIA,
ARITMIA JANTUNG, INFARK MIOKARD, HALUSINASI,
KECEMASAN
 RISIKO PERINATAL:
TINGKAH LAKU AGRESIF, PENYAKIT JANTUNG KONGENITAL,
BIBIR SUMBING
ALKOHOL
 RISIKO MATERNAL:
MENINGKATKAN TEKANAN DARAH, PALPITASI, GANGGUAN
KEPRIBADIAN
 RISIKO PERINATAL:
FETAL ALCOHOL SYNDROME TDD:
 GANGGUAN PERTUMBUHAN JANIN
 GANGGUAN KECERDASAN DAN PERILAKU
 HIPERAKTIVITA, IRITABILITAS, KELAINAN OTAK,
KELAINAN JANTUNG, KELAINAN TULANG BELAKANG,
ANOMALI KRANIOFASIAL
 MUKA YG KHAS
 POSISI TELINGA YG RENDAH DAN TIDAK PARALEL

 MUKA PANJANG

 KEPALA KECIL

 BIBIR ATAS LEBIH TIPIS

 TULANG HIDUNG PENDEK DAN MENDATAR

 MIKROGNATIA

 MIKROFTALMIA/JARINGAN PALPEBRA YG PENDEK


TEMBAKAU
 INSIDENS PEREMPUAN HAMIL MEROKOK: 16,3-
52%
 RISIKO MATERNAL:
SEMUA KOMPLIKASI PLASENTA MELIPUTI: ABORTUS,
SOLUSIO PLASENTA, INSUFISIENSI PLASENTA, PLASENTA
PREVIA, BBLR, DAN JUGA KETUBAN PECAH DINI
 RISIKO PERINATAL:
SINDROMA KEMATIAN BAYI MENDADAK, PENY PARU
KRONIS, ASMA , OTITIS MEDIA
MEKANISME TERJADINYA KOMPLIKASI

 EFEK PEMAPARAN SENYAWA THD SISTEM SARAF YG


SEDANG BERKEMBANG
 MENYEBABKAN PERSALINAN KURANG BULAN DAN
GGAN PERTUMBUHAN JANIN MELALUI MEKANISME:
 EFEK LANGSUNG PD PERTUMBUHAN OTAK DAN
VASOKONSTRIKSI PADA PEMBULUH DARAH UTERUS
 EFEK YG MENYEBABKAN NAFSU MAKAN BERKURANG: GGAN
NUTRISI, BB SEBELUM HAMIL RENDAH, PERTAMBAHAN BB
SELAMA HAMIL RENDAH
 KEMAMPUAN MERAWAT DIRI SAT KEHAMILAN YG TIDAK
MEMADAI
 MEMPUNYAI KARAKTERISITIK: LEBIH MUDAH
DEPRESI, AGRESIF DAN KURANG MENGHARGAI
DIRINYA SENDIRI
PENANGANAN UMUM

 TERAPI PERILAKU SECARA INTENSIF


MENGHENTIKAN KEBIASAAN
 PENANGANAN IBU HAMIL: MULTIDISIPLIN
MELIBATKAN BIDAN, KONSULTAN KETERGANTNGAN OBAT,
PEKERJA SOSIAL, NEONATOLOGIS, DAN DOKTER KELUARGA
 NEGARA MAJU: MELIPUTI PELAYANAN
ASUHAN BAYI, KUNJUNGAN RUMAH,
TRANSPORTASI DAN PELATIHAN KERJA
PENANGANAN KHUSUS

 PEMBERIAN METADON: PENGOBATAN


KECANDUAN HEROIN PRENATAL
RESUSITASI BAYI BARU LAHIR DARI IBU
KETERGANTUNGAN OBAT DAN NAZA

 KOMPLIKASI TERBERAT: KELAINAN


KONGENITAL DAN ASFIKSIA
 PENILAIAN ASFIKSIA PERINATAL, KRITERIA
BERIKUT HARUS DIPERHATIKAN
 ASIDOSIS METABOLIK ATAU GABUNGAN DGN ASFIKSIA
RESPIRATORIK BERAT PADA ARTERI UMBILIKAL (PH <
7,0)
 NILAI APGAR SELAMALEBIH DARI 5 MENIT TETAP 0-3
 GEJALA SISA NEUROLOGIK NEONATAL ( MIS: KEJANG,
KOMA, HIPOTONI)
 DISFUNGSI SISTEM MULTIORGAN (MIS:
KARDIOVASKULER, GASTROINTESTINAL,
HEMATOLOGIK, PULMONAL ATAU RENAL)
LANGKAH-LANGKAH APAKAH BAYI
MEMERLUKAN RESUSITASI

 APAKAH BAYI BERSIH DARI MEKONIUM


 APAKAH BAYI BERNAFAS ATAU MENANGIS
 APAKAH TONUS OTOT YANG BAIK
 APAKAH BAYI KEMERAHAN
 APAKAH BAYI LAHIR CUKUP BULAN
TERIMA KASIH