Anda di halaman 1dari 27

KEBIJAKAN

ELIMINASI PENULARAN
HEPATITIS B DARI IBU KE ANAK

GROBOGAN, 16 JULI 2019


OTONOMI DAERAH
Hak, wewenang, kewajiban Tujuan Nasional
daerah otonom untuk  Melindungi segenap bangsa dan
mengatur dan mengurus tumpah darah Indonesia
sendiri urusan  Memajukan kesejahteraan umum
pemerintahanan dan  Mencerdaskan kehidupan bangsa
kepentingan masyarakat  Ikut melaksanakan ketertiban dunia
setempat dalam sistem
NKRI

Kesehatan adalah keadaan sehat, baik


Mempercepat peningkatan : secara fisik, mental, spritual maupun sosial
- kesejahteraan rakyat, yang memungkinkan setiap orang untuk
- pemberdayaan hidup produktif secara sosial dan ekonomis
masyarakat,
- pelayanan publik dan
- daya saing

Negara, Pemerintah, Pemerintah Daerah,


Keluarga, dan Orang Tua wajib
UU 23 th 2014 ttg mengusahakan agar Anak yang lahir
terhindar dari penyakit yang mengancam
Pemerintahan kelangsungan hidup dan/atau menimbulkan
Daerah kecacatan
VISI DAN MISI PRESIDEN

TRISAKTI:
Mandiri di Bidang Ekonomi; Berdaulat di Bidang Politik;
SEKTOR UNGGULAN, PEMERATAAN DAN KEWILAYAHAN
3 DIMENSI PEMBANGUNAN: PEMBANGUNAN MANUSIA,

Berkepribadian dlm Budaya

9 AGENDA PRIORITAS (NAWA CITA)

NORMA PEMBANGUNAN KABINET KERJA


Agenda ke 5: Meningkatkan Kualitas Hidup
Manusia Indonesia

PROGRAM INDONESIA KERJA


PROGRAM INDONESIA PROGRAM PROGRAM INDONESIA
PINTAR INDONESIA SEHAT SEJAHTERA

RENCANA STRATEGIS KEMENKES 2015-2019

PENERAPAN PENGUATAN JAMINAN KESEHATAN


PARADIGMA SEHAT PELAYANAN KES NASIONAL (JKN)

KELUARGA
DTPK
SEHAT
LATAR BELAKANG

Penyakit HIV, Sifilis dan Hepatitis B adalah penyakit menular seksual


1
yang dapat berakibat kecacatan serta pembiayaan tinggi.

Penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak di Indonesia cukup
2 tinggi yaitu 0,33%, 1,7% dan 2,5%, oleh karena itu jumlah kasus HIV, Sifilis
dan Hepatitis B pada anak cenderung meningkat.
Test HIV pada Bumil dan pemberian ARV pada Bumil dg HIV sejak trimester
pertama kehamilan akan menurunkan jumlah bayi lahir dengan HIV.
3
Jika bumil yang terinfeksi sifilis tidak diobati dengan adekuat maka 67% kehamilan
akan berakhir dengan abortus, lahir mati atau sifilis kongenital pada neonatus.

4
Infeksi Hepatitis B pada bayi meningkatkan risiko kematian pada
dewasa muda

Eliminasi penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari ibu ke anak akan menurunkan angka
5 kematian dan kecacatan, meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, dan menekan
pembiayaan pelayanan kesehatan.
PROSENTASE BUMIL DIPERIKSA DETEKSI DINI HEP B
DI JAWA TENGAH TAHUN 2015 S/D 2018

120.0 111.4
102.2 104.1
95.4 96.6 96.1 97.5
100.0 91.1 91.1 90.4
87.1 88.7
78.7 79.6
80.0
65.7 66.8
64.7 62.9 65.5
55.4 57.6
60.0
46.9 49.2 45.8
41.2
40.0 36.9
29.5 31.0
21.4 23.5
20.0 14.4 13.2
6.0
0.0 0.0 0.8
0.0

2018 2017 2016 2015


PROSENTASE BUMIL REAKTIF HbsAg
DI JAWA TENGAH TAHUN 2015 S/D
7.0
2018
6.0
5.2 5.2
4.9
5.0

4.0

3.0
2.9 2.7
2.5 2.4 2.6
2.1 2.3 2.1 2.1
1.9
2.0 1.8 1.1 1.6 1.5 1.8
1.1 1.21.2 1.2 1.1 1.3
1.0 0.81.0 1.0 0.7 0.90.9 0.7 0.6
0.5
0.0 0.0 0.0
0.0

2018 2017 2016 2015


HASIL PEMERIKSAAN BERKAITAN
TRIPLE ELIMINASI
ESTIMASI TARGET HIV + SIFILIS TAHUN 2019
DINAS KESEHATAN KAB. GROBOGAN
TARGET 768 403 117 1742 155
Jumlah Jumlah Sasaran JML
No Puskesmas LSL WPS WARIA TB IMS WBP
Desa Penduduk Bumil TARGET
1 2 3 4
6 7 8 9 10 11 12

1 Kedungjati 12 39,830 620


620
2 Tanggungharjo 9 45,069 677
677
3 Karangrayung I 10 56,588 908
908
4 Karangrayung II 9 46,050 603
603
5 Penawangan I 10 32,452 372
372
6 Penawangan II 10 36,273 423
423
7 Toroh I 10 84,065 1,114
1,114
8 Toroh II 6 42,684 572
572
9 Geyer I 9 47,591 654
654
10 Geyer II 4 26,189 311
311
11 Pulokulon I 6 55,143 847
847
12 Pulokulon II 7 59,950 890
890
13 Kradenan I 7 36,791 426
426
14 Kradenan II 7 51,990 751
751
15 Gabus I 7 36,806 482
482
ESTIMASI TARGET HIV + SIFILIS TAHUN 2019
DINAS KESEHATAN KAB. GROBOGAN
TARGET 768 403 117 1742 155
Jumlah Jumlah Sasaran JML
No Puskesmas LSL WPS WARIA TB IMS WBP
Desa Penduduk Bumil TARGET
1 2 3 4
6 7 8 9 10 11 12

16 Gabus II 7 41,594 479 479


17 Ngaringan 12 69,354 965 965
18 Wirosari I 8 49,223 800 800
19 Wirosari II 6 41,538 639 639
20 Tawangharjo 10 60,422 865 865
21 Grobogan 12 81,824 1,235 1,235
22 Purwodadi I 9 87,611 1,181 1,181
23 Purwodadi II 8 59,664 735 735
24 Brati 9 53,039 817 817
25 Klambu 9 39,645 623 623
26 Godong I 14 48,150 794 794
27 Godong II 14 45,711 641 641
28 Gubug I 13 56,353 1,060 1,060
29 Gubug II 8 30,210 432 432
30 Tegowanu 18 59,481 875 875
JUMLAH 280 1,521,290 21,791 - - - - - - 21,791
LAPORAN PEMERIKSAAN HBsAG BAGI IBU HAMIL PER PUSKESMAS
KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2018
HASIL PEMERIKSAAN HBsAG IBU HAMIL
NO PUSKESMAS JUMLAH TARGET %
JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGS SEPT OKT NOP DES

1 KEDUNGJATI
44 43 45 36 75 57 41 341 769 44.3
2 KARANG RAYUNG I
65 43 64 42 67 66 75 75 50 78 66 691 776 89.0
3 KARANG RAYUNG II
73 53 38 45 50 48 75 57 39 67 56 47 648 1132 57.2
4 PENAWANGAN I
0 813 0.0
5 PENAWANGAN II
57 75 60 33 47 35 36 70 59 472 548 86.2
6 TOROH I
29 53 53 30 88 80 71 84 83 571 606 94.3
7 TOROH II
27 21 32 21 38 32 50 36 31 51 39 22 400 1314 30.5
8 GEYER I
71 21 25 30 47 42 41 41 318 662 48.1
9 GEYER II
26 25 25 31 19 25 10 1 24 186 772 24.1
10 PULOKULON I
15 0 61 112 35 40 0 263 402 65.5
11 PULOKULON II
51 36 34 42 42 27 49 53 27 361 896 40.3
12 KRADENAN I
60 43 25 44 60 48 70 51 41 56 46 544 942 57.8
13 KRADENAN II
59 32 46 32 45 17 51 70 43 71 83 549 628 87.5
14 GABUS I
0 845 0.0
15 GABUS II
0 604 0.0
LAPORAN PEMERIKSAAN HBsAG BAGI IBU HAMIL PER PUSKESMAS
KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2018
HASIL PEMERIKSAAN HBsAG IBU HAMIL
NO PUSKESMAS JUMLAH TARGET %
JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGS SEPT OKT NOP DES

16 NGARINGAN 116 95 100 74 63 37 104 77 85 91 68 910 617 147.6


17 WIROSARI I 69 60 51 67 74 58 134 69 66 131 81 81 941 1138 82.7
18 WIROSARI II 33 46 64 69 54 68 57 47 438 881 49.7
19 TAWANGHARJO 96 67 63 76 64 51 60 91 568 791 71.9
20 GROBOGAN 26 99 112 123 31 16 32 55 39 73 606 1006 60.3
21 PURWODADI I 88 82 103 36 38 72 88 107 121 89 824 672 122.7
22 PURWODADI II 67 28 48 51 38 40 81 48 48 56 61 49 615 1434 42.9
23 BRATI 27 50 79 51 56 49 54 56 82 56 66 626 976 64.2
24 KLAMBU 56 2 45 25 51 26 66 65 44 65 65 38 548 910 60.3
25 GODONG I 45 78 43 36 42 68 65 53 59 53 49 591 745 79.4
26 GODONG II 34 40 47 51 45 45 28 290 910 31.9
27 GUBUG I 30 48 35 75 29 29 43 58 59 406 735 55.3
28 GUBUG II 35 35 1030 3.4
29 TANGGUNG 43 1 35 54 133 541 24.6
30 TEGOWANU 46 43 127 45 31 73 84 66 70 27 612 1143 53.6

JUMLAH KAB. 1269 987 1198 1130 1136 784 1337 1184 1104 1588 1096 674 13487 25225 53.5
LAPORAN PEMERIKSAAN HBSAG POSITIF ( + )
KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2018
HASIL CAPAIAN
NO PUSKESMAS JUMLAH %
JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGS SEPT OKT NOP DES

1 KEDUNGJATI
2 5 3 5 1 16 5

2 KARANG RAYUNG I
7 2 1 2 2 1 15 5

3 KARANG RAYUNG II
2 2 1 2 2 2 2 0 13 4

4 PENAWANGAN I
4 2 6 2

5 PENAWANGAN II
1 1 1 1 3 1 8 2

6 TOROH I
2 3 4 2 2 0 4 17 5

7 TOROH II
2 1 2 2 1 8 2

8 GEYER I
1 0 1 2 1

9 GEYER II
1 1 1 2 2 1 1 9 3

10 PULOKULON I
3 1 1 2 2 4 1 2 16 5

11 PULOKULON II
4 1 1 1 3 10 3

12 KRADENAN I
1 3 1 3 2 1 2 13 4

13 KRADENAN II
1 1 2 2 1 1 2 1 1 12 4

14 GABUS I
2 2 1

15 GABUS II
1 0 0 1 0
LAPORAN PEMERIKSAAN HBSAG POSITIF ( + )
KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2018
HASIL CAPAIAN
NO PUSKESMAS JUMLAH %
JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGS SEPT OKT NOP DES

16 NGARINGAN 4 3 3 2 1 3 4 1 2 23 7
17 WIROSARI I 2 1 0 3 1
18 WIROSARI II 1 4 3 3 1 0 12 4
19 TAWANGHARJO 1 1 0 0 1 3 1
20 GROBOGAN 7 1 2 2 1 1 14 4
21 PURWODADI I 1 1 2 2 1 1 8 2
22 PURWODADI II 1 1 1 1 1 1 1 2 9 3
23 BRATI 1 2 1 2 1 1 3 11 3
24 KLAMBU 1 2 1 1 1 3 0 9 3
25 GODONG I 1 2 2 3 2 2 2 3 17 5
26 GODONG II 1 3 3 1 1 0 9 3
27 GUBUG I 6 2 3 4 2 1 1 4 5 2 30 9
28 GUBUG II 1 4 5 2
TANGGUNG
1 1 1 2 2
29 HARJO 7 2
30 TEGOWANU 1 3 3 5 1 3 1 2 1 2 22 7
JUMLAH KAB. 55 37 30 43 25 16 19 28 23 17 19 18 330 100
SITUASI PENYAKIT HEPATITIS S/D TAHUN 2019.
DI PERIKSA DI PERIKSA
NO PUSKESMAS JUMLAH POSITIF 2018 POSITIF 2019 JUMLAH %
HBSAG 2018 HBSAG 2019

1 KEDUNGJATI 341 625 966 16 4 20 2.1

2 KARANG RAYUNG I 691 200 891 15 2 17 1.9

3 KARANG RAYUNG II 648 274 922 13 4 17 1.8

4 PENAWANGAN I 0 299 299 6 1 7 2.3

5 PENAWANGAN II 472 239 711 8 4 12 1.7

6 TOROH I 571 208 779 17 17 2.2

7 TOROH II 400 300 700 8 8 1.1

8 GEYER I 318 206 524 2 2 0.4

9 GEYER II 186 69 255 9 9 3.5

10 PULOKULON I 263 120 383 16 1 17 4.4

11 PULOKULON II 361 159 520 10 1 11 2.1

12 KRADENAN I 544 317 861 13 6 19 2.2

13 KRADENAN II 549 260 809 12 4 16 2.0

14 GABUS I 0 0 2 2 #DIV/0!

15 GABUS II 0 169 169 1 2 3 1.8


SITUASI PENYAKIT HEPATITIS S/D TAHUN 2019.
DI PERIKSA DI PERIKSA
NO PUSKESMAS JUMLAH POSITIF 2018 POSITIF 2019 JUMLAH %
HBSAG 2018 HBSAG 2019

16 NGARINGAN 910 270 1180 23 5 28 2.4

17 WIROSARI I 941 358 1299 3 1 4 0.3

18 WIROSARI II 438 293 731 12 3 15 2.1

19 TAWANGHARJO 568 304 872 3 6 9 1.0

20 GROBOGAN 606 391 997 14 8 22 2.2

21 PURWODADI I 824 565 1389 8 9 17 1.2

22 PURWODADI II 615 404 1019 9 3 12 1.2

23 BRATI 626 313 939 11 5 16 1.7

24 KLAMBU 548 282 830 9 9 1.1

25 GODONG I 591 405 996 17 13 30 3.0

26 GODONG II 290 283 573 9 6 15 2.6

27 GUBUG I 406 293 699 30 5 35 5.0

28 GUBUG II 35 47 82 5 1 6 7.3

29 TANGGUNG HARJO 133 132 265 7 4 11 4.2

30 TEGOWANU 612 347 959 22 10 32 3.3

JUMLAH 13487 8132 21619 330 108 438 2.0


PENULARAN VERTIKAL HIV-SiFILIS dan
HEPATITIS B
Penularan HIV Penularan Sifilis Penularan hepatitis B
45% 67- 90% 95%

Risiko Risiko abortus, lahir mati Risiko : 95% Bayi


45% bayi HIV atau sifilis kongenital Hepatitis B

Dari ibu ke anak yang dikandung, dilahirkan atau disusui


HEPATITIS fokus

Virus Hepatitis Perlemakan

Obat-obatan HEPATITIS
HEPATITIS

Virus lain:
Alkoholik (Dengue, Herpes) Parasit:
(Malaria, Ameba)

Virus Hepatitis merupakan penyebab terbanyak Hepatitis


Hepatitis B
• Hepatitis B pada ibu hamil hanya diketahui dengan tes RDT
HBsAg
• Persalinan sesuai indikasi obstetri
• Imunisasi aktif HB 0, 1, 2, 3, 4 melindungi hingga 67%
• Tambahan Imunisasi pasif HBIg <12jam  98%
• ASI Eksklusif
• Konfirmasi tes RDT HBsAg pada usia 9-12 bulan
• 1 dari 4 pengidap Hepatitis B sejak lahir akan meninggal
karena kanker atau gagal hati pada dekade 2-3
Ibu hamil

Kunjungan Antenatal STANDAR DETEKSI DINI


HIV, SIFILIS dan HEPATITIS B
Pelayanan ANC
• Anamnesa Pada PEREMPUAN/IBU HAMIL
• Pemeriksaan 10T:
• T1. Tinggi & berat badan
• T2. Tekanan darah Lesson learnt
• T3. sTatus Gizi (ukur li-la) inklusif IMMUNISASI
• T4. TFU
• T5. Tentukan DJJ Janin
• T6. sTatus Imunisasi (TT)
• T7. Tablet Fe (90 tablet) Tes HIV, Sifilis & Hep B bersama HIV –
• T8. Tes Lab (Gol.darah, Hb, dengan pemeriksaan Sifilis – Pertahankan
GDS, Sifilis, HIV, Hepatitis B, laboratorium rutin lainnya Hepatitis B –
Malaria, Proteinuri, sputum
BTA)
Positif
• T9. Tata laksana kasus Ulang tes Bumil + pasangan bila
• T10. Temu wicara dan HIV – Sifilis – Hepatitis B berisiko minimal 3 bln

konseling
• Tindak lanjut • Pengobatan (ART) • Pengobatan (BPG) • Pengawasan
• Kondom • Kondom • Kondom
• trace pasamgan • trace pasamgan • trace pasamgan
• IO lain • Comorbid lain • Comorbid lain

 Konseling kehamilan dan kelas Ibu Hamil, perencanaan kehamilan


 Eduka si & konseling persiapan persalinan, pemberian makanan,
pemeliharaan kesehatan, immunisasi, kepatuhan pengobatan
 Konseling pasangan, keluarga
 Life Skill Education, disclosure
Alur Pelayanan Eliminasi Penularan HIV, Sifilis
dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak di Puskesmas
Form yg dipakai:
- Kohort Ibu, Buku KIA Pemeriksaan lab T8
- Form HIV, Sifilis dan Hep B lengkap termasuk HIV,
- Form permintaan periksa Sifilis, Hepatitis B
lab
Menunggu
Pemeriksaan Hasil Tes
Bumil Pendaftaran Admin Puskesmas Poli KIA
R. Lab
3 4 4
1 2

6 5

Hasil lab diserahkan ke ibu hamil


Pengelola • Form hasil laboratorium
Pengelola Program
Program Pkm
HIV, Sifilis, Hepatitis Pemberitahuan Hasil lab umum
Dinkes Kab/Kota Ruang Data
• Reaktif : Konseling postest dan
tatalaksana HIV/Sifilis; bagi Hep B

Bumil
8. Staf Lab rujuk ke RS tata laksana Hep,
9
kehamilan di puskesmas
• Non Reaktif : Konseling posttest,
10 7 Edukasi PHBS dan saran imunisasi Hep
B mandiri
Lap yg dikirim perbulan:
- Form TIPK HIV Bumil
- Form Sifilis –IMS
- Form Hep.03.Bumil_Pkm
To : PP Dinkes Kab
Pulang
Analisis Situasi
INTERVENSI
 Tujuan global mengakhiri epidemi HIV , PIMS
(Sifilis) dan virus hepatitis sebagai ancaman 1. Cegah KTD,
kesehatan masyarakat pada tahun 2030. 2. intervensi EMTCT
 ‘Triple’ Eliminasi Penularan dari ibu ke saat hamil
anaknya (WHO) (antenatal),
 HIV :HIV baru pada anak ≤50 per 100.000 persalinan, dan
kelahiran hidup per tahun setelah dilahirkan
 populasi menyusui <5% atau
 populasi non menyusui <2%. 3. pengobatan atau
 sifilis bawaan (kongenital) ≤50 per 100.000 profilaksis
kelahiran hidup per tahun.
 Hepatitis B baru ~ HBsAg ≤ 0,1% pada 4. vaksinasi hepatitis
tahun 2030 B.
 Syarat :
 cakupan ANC lengkap berkualitas setinggi- 5. Nilai tunggal
tingginya (≥95%) untuk tes HIV dan sifilis, ≤50/100.000
 cakupan pengobatan setinggi-tingginya kelahiran hidup
juga (≥ 95%).
 cakupan HB0 birthdose >95% (< 24 jam
kelahiran), dilanjutkan HB1, HB2 & DUKUNGAN
HB3100% tahun 2022.

(Global guidance on criteria and processes for validation: Elimination of mother-to-child transmission (EMTCT)
of HIV and syphilis, WHO 2014)
TATALAKSANA IBU HAMIL
SESUAI HASIL PEMERIKSAAN LAB (DETEKSI DINI)
HIV, SIFILIS DAN HEPATITIS B

Deteksi
Tes HIV Tes Sifilis Tes Hep B
dini
R1 (+), R2 (+), R3 (+) TP Rapid Sifilis Rapid Hep B
Hasil + +
Segera Benzatin Benzil
+
Pengawasan kasus
Segera ARV
IBU KDT 1 tab/24jam
seumur hidup
Penicilin / Benzatin
Penisilin G 2,4 juta IU
boka-boki
hepatitis dirujuk,
lainnya puskesmas

ARV profilaksis Obati 50.000IU/kgBB IM, Vit K

BBL AFASS : ASI Eksklusif or


PASI Eksklusif – unmixed)
PCR EID usia 6 mgg
sblm pulang.
tanda2 : lesi kulit,
Snuffles, Trias
HB0 < 24jam
HBIg< 24jam
+ Cotrim profilaksis Hutchinson,
Rekomendasi Provinsi Jawa Tengah
Kode K/K Penduduk Bumil Penduduk Bumil
Kabupaten/Kota JML PKM
(2015) 2018 2018 2019 2019
3301 Kab. Cilacap (184) 1.719.504 30.760 1.727.098 30.416 38
3302 Kab. Banyumas (185) 1.679.124 29.695 1.693.006 29.462 39
3303 Kab. Purbalingga (186) 925.193 17.065 933.989 16.952 22
3304 Kab. Banjarnegara (187) 918.219 16.370 923.192 16.199 35
3305 Kab. Kebumen (188) 1.195.092 20.493 1.197.982 20.205 35
3306 Kab. Purworejo (189) 716.477 10.893 718.316 10.731 27
3307 Kab. Wonosobo (190) 787.384 14.212 790.504 14.047 24
3308 Kab. Magelang (191) 1.279.625 21.267 1.290.591 21.106 29
3309 Kab. Boyolali (192) 979.799 16.346 984.807 16.155 29
3310 Kab. Klaten (193) 1.171.411 18.447 1.174.986 18.184 34
3311 Kab. Sukoharjo (194) 885.205 14.025 891.912 13.907 12
3312 Kab. Wonogiri (195) 957.106 12.757 959.492 12.541 34
3313 Kab. Karanganyar (196) 879.078 14.667 886.519 14.553 21
3314 Kab. Sragen (197) 887.889 14.092 890.518 13.892 25
3315 Kab. Grobogan (198) 1.371.610 23.023 1.377.788 22.764 30
3316 Kab. Blora (199) 862.110 13.302 865.013 13.131 26
3317 Kab. Rembang (200) 633.584 9.779 638.188 9.699 16
3318 Kab. Pati (201) 1.253.299 19.378 1.259.590 19.160 29
Estimasi Bumil terinfeksi (maksimal)
2018 2019
Kode K/K HIV Sifilis Hep B HIV Sifilis Hep B
Kabupaten/Kota
(2015) 0,3% 1,7% 2,5% 0,3% 1,7% 2,5%
3301 Kab. Cilacap (184) 92 523 769 91 517 760
3302 Kab. Banyumas (185) 89 505 742 88 501 737
3303 Kab. Purbalingga (186) 51 290 427 51 288 424
3304 Kab. Banjarnegara (187) 49 278 409 49 275 405
3305 Kab. Kebumen (188) 61 348 512 61 343 505
3306 Kab. Purworejo (189) 33 185 272 32 182 268
3307 Kab. Wonosobo (190) 43 242 355 42 239 351
3308 Kab. Magelang (191) 64 362 532 63 359 528
3309 Kab. Boyolali (192) 49 278 409 48 275 404
3310 Kab. Klaten (193) 55 314 461 55 309 455
3311 Kab. Sukoharjo (194) 42 238 351 42 236 348
3312 Kab. Wonogiri (195) 38 217 319 38 213 314
3313 Kab. Karanganyar (196) 44 249 367 44 247 364
3314 Kab. Sragen (197) 42 240 352 42 236 347
3315 Kab. Grobogan (198) 69 391 576 68 387 569
3316 Kab. Blora (199) 40 226 333 39 223 328
3317 Kab. Rembang (200) 29 166 244 29 165 242
3318 Kab. Pati (201) 58 329 484 57 326 479
Batasan Eliminasi 3E-M2C Kab/Kota Jawa Tengah
K/K Kabupaten/Kota 0.05% K/K Kabupaten/Kota 0.05%
3301 Kab. Cilacap (184) 15 3319 Kab. Kudus (202) 7
3302 Kab. Banyumas (185) 14 3320 Kab. Jepara (203) 11
3303 Kab. Purbalingga (186) 8 3321 Kab. Demak (204) 10
3304 Kab. Banjarnegara (187) 8 3322 Kab. Semarang (205) 8
3305 Kab. Kebumen (188) 10 3323 Kab. Temanggung (206) 6
3306 Kab. Purworejo (189) 5 3324 Kab. Kendal (207) 8
3307 Kab. Wonosobo (190) 7 3325 Kab. Batang (208) 6
3308 Kab. Magelang (191) 10 3326 Kab. Pekalongan (209) 8
3309 Kab. Boyolali (192) 8 3327 Kab. Pemalang (210) 11
3310 Kab. Klaten (193) 9 3328 Kab. Tegal (211) 13
3311 Kab. Sukoharjo (194) 7 3329 Kab. Brebes (212) 15
3312 Kab. Wonogiri (195) 6 3371 Kota Magelang (213) 1
3313 Kab. Karanganyar (196) 7 3372 Kota Surakarta (214) 4
3314 Kab. Sragen (197) 7 3373 Kota Salatiga (215) 1
3315 Kab. Grobogan (198) 11 3374 Kota Semarang (216) 14
3316 Kab. Blora (199) 6 3375 Kota Pekalongan (217) 3
3317 Kab. Rembang (200) 5 3376 Kota Tegal (218) 2
3318 Kab. Pati (201) 9 33 JAWA TENGAH 278
KESIMPULAN

• Pengendalian Penyakit HIV, Sifilis


dan Hepatitis B akan sangat efektif
dan efisien bila dilakukan
pemutusan penularan dari ibu ke
anak.
• Diperlukan Integrasi antara
program KIA, HIV AIDS dan PIMS
serta Hepatitis di Fasyankes untuk
tercapainya Eliminasi Penularan
HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu
ke Anak
LINDUNGI KAMI DARI HEPATITIS B