Anda di halaman 1dari 21

ANALISIS KASUS

OLEH :
FIRDA HALISA HUMAIRA
WIDYA ISWARA
SANTI
KASUS
Nurul berumur 16 tahun Direktur Utama PT. SAKA membeli
sebidang tanah lewat bantuan PPAT milik ahli waris Munawar
yang meninggalkan istri dan 5 orang anak. Ahli waris yang
menjual adalah hamid berumur 18 tahun tanpa sepengetahuan
ahli waris lain dan pada saat mau balik nama oleh camat
Banjarmasin utara, ada sanggahan, atas SHM No. 17 tahun 2000
atas nama Munawar oleh adanya onrechmatige overheaddaad
oleh di BPN Banjarmasin yang dilakukan oleh iwan seorang yang
memiliki segel adat No. 17 tahun 1998 an. Aini adanya
overlopping tanah diketahui tanggal 01 Januari 2019 terindikasi
beberapa ahli waris dipalsukan keterangannya, 2 ahli waris
Munawar ternyata sakit ingatan.
DASAR HUKUM
BERPUSAT PADA : UU TERKAIT :
Pasal 1320 BW UUPA
Pasal 1318 BW PP 24/1997
Pasal 1313 BW UU 5/1986
UU 9/2009
(Rechvinding – temuan hukum) UU 51/2009
UU Kehakiman
UU Notaris
UU No. 1/1974
KUHP
KUHAP
Hukum Adat
Perbedaan Wewenang PPAT dan
Notaris
ANALISA
• Ada beberapa aturan hukum yang mengatur tentang batas usia dewasa
di Indonesia, antara lain:
• Ps. 330 KUHPerdata, Usia 21 Th atau sudah menikah;
Ps. 47 (1) UU Perkawinan, usia 18 th;
Ps. 63 (1) UU Adm. Penduduk, 17 th atau sudah kawin;
Ps. 7 UU Pemilu, 17 th atau sudah kawin;
Ps. 1 butir 1 UU Perlindungan Anak, 18 th;
Ps. 1 (2) UU Kesejahteraan Anak 21 th;
Ps. 39 dan 40 UU Jabatan Notaris, 18 th untuk penghadap dan 18 th
untuk saksi;
Ps. 98 (1) Kompilasi Hukum Islam;
Ps. 1 angka 26 UU Ketenagakerjaan, 18 tahun;
Ps. 1 angka 8, UU Pemasyarakatan, 18 tahun;
Ps. 1, UU tentang Pengadilan Anak, 18 tahun;
Ps. 1 angka 5, UU Hak Asasi Manusia, 18 tahun;
Ps. 1 (4), UU tentang Pornografi, 18 tahun;
Ps. 4, UU Kewarganegaraan Republik Indonesia, 18 tahun;
Ps. 1 angka 5, UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, 18
tahun.
Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Timur No. 1
15/Pdt.P/2009/PN. Jaktim Tanggal 17 Maret 2009 (hal. 145).
Hakim menggunakan pertimbangan bahwa batasan umur dewasa
seseorang untuk cakap bertindak secara hukum mengacu pada
Pasal 47 ayat (1) dan (2) UU No. 1 tahun 1974 tentang
Perkawinan. Dengan mendasarkan pada Pasal 47 ayat (1) dan (2)
UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan menunjukkan bahwa
hakim berpendapat batasan umur yang digunakan sebagai
parameter untuk menentukan kecakapan untuk berbuat dalam
hukum adalah telah berumur 18 tahun.
Jika ingin dilakukan penjualan atau misalnya tanah tersebut akan
dijadikan sebagai agunan di bank, maka seluruh ahli waris yang lain
harus hadir untuk memberikan persetujuan. Dalam hal salah seorang
ahli waris tidak bisa hadir di hadapan PPAT pembuat akta tersebut
(karena berada di luar kota), maka ahli waris tersebut dapat membuat
Surat Persetujuan di bawah tangan yang dilegalisir notaris setempat
atau dibuat Surat persetujuan dalam bentuk akta notaris. Jika jual beli
tersebut telah terjadi dan tanpa tanda tangan para ahli warisnya
sebagai pemiliknya (karena tidak ada persetujuan dari para ahli waris),
maka tanah tersebut dijual oleh orang yang tidak berhak untuk
menjualnya. Oleh karena itu berdasarkan Pasal 1471 KUHPer di atas,
jual beli tersebut batal. Dengan batalnya jual beli tersebut, maka jual
beli tersebut dianggap tidak pernah ada, dan masing-masing pihak
dikembalikan ke keadaannya semula sebelum terjadi peristiwa “jual
beli” tersebut, yang mana hak milik atas tanah tetap berada pada ahli
waris.
Faktor yang dapat menyebabkan AJB PPAT menjadi cacat hukum,
apabila terjadi penyimpangan terhadap ketentuan pasal 1320 KUH
Perdata yang mengatur tentang syarat sahnya suatu perjanjian dan
pasal 39 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang
Pendaftaran Tanah yang mengatur bahwa PPAT berwenang menolak
untuk membuatkan AJB apabila tidak dipenuhinya syarat-syarat atau
dilanggar larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-
undangan. Pelanggaran terhadap AJB yang dibuat tanpa persetujuan
salah satu ahli waris maka akan berkonsekuensi logis dapat ditolak
pendaftarannya. Namun apabila perbuatan hukum yang dibuktikan
dengan akta PPAT sudah terjadi maka berdasarkan pasal 45 huruf f
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tentang Pendaftaran Tanah dapat
dibatalkan oleh putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan
hukum tetap.
Terhadap PPAT dalam membuat AJB yang mengandung cacat
hukum yang didasari adanya penyimpangan terhadap prosedur
atau tata cara pembuatan AJB PPAT dapat dikenakan (1) sanksi
administrasi berupa pemberhentian dengan tidak hormat dari
jabatannya dan pengenaan denda administrasi, (2) sanksi Kode
Etik dari organisasi Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT),
(3) sanksi perdata yaitu perbuatan melanggar hukum dalam
bentuk penggantian biaya, ganti rugi dan bunga, (4) sanksi pidana
apabila tindakan PPAT bersangkutan terbukti secara sengaja dan
direncanakan baik sendiri maupun bersama-sama dengan salah
satu ahli waris melakukan pembuatan akta yang dibuatnya
dijadikan suatu alat melakukan suatu tindakan pidana.
Onrechmatige Overheaddaad
• Pasal 1365 KUHPer berbunyi, ‘Tiap perbuatan melanggar
hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain,
mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan
kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.
• Berdasarkan pasal di atas, setidaknya ada lima unsur yang
harus dipenuhi;
• adanya perbuatan;
• perbuatan itu melawan hukum;
• adanya kerugian;
• adanya kesalahan; dan
• adanya hubungan sebab akibat (kausalitas) antara perbuatan
melawan hukum dengan akibat yang ditimbulkan.
• Adanya perbuatan;
Penerbitan SHM No. 17 Tahun 2000 oleh BPN Banjarmasin
• Perbuatan itu melawan hukum;
SHM tersebut faktanya overlapping atau tumpang tindih dengan segel adat
No. 17 tahun 1998 an. Aini
• Adanya kerugian;
Sdr. Iwan Merasa di rugikan karena adanya SHM No. 17 Tahun 2000 tersebut
karena merasa telah di ambil hak atas tanah tersebut.
• Adanya kesalahan; dan
Kesalahan karena SHM No. 17 tahun 2000 tersebut telah terbit karena
ketidaktahuan adannya overlapping dengan segel adat No. 17 tahun 1998.
• Adanya hubungan sebab akibat (kausalitas) antara perbuatan melawan
hukum dengan akibat yang ditimbulkan.
Akibat terbitnya SHM No. 17 tahun 2000 dan adanya keberadaan segel adat
No. 17 tahun 1998. maka terjadilah sengketa antara Iwan dan Munawar/ahli
warisnya.
• Peraturan perundang-undangan tak mengatur secara spesifik
kebijakan atau PMH oleh penguasa apa saja yang bisa digugat
ke peradilan umum (Pengadilan Negeri). Namun perlu Anda
ketahui, selain di peradilan umum, PMH oleh penguasa bisa
juga digugat ke PTUN.
• Nah, di PTUN ini, kebijakan penguasa apa saja yang bisa
digugat diatur secara spesifik. Yakni, Keputusan Pejabat Tata
Usaha Negara yang bersifat konkret, individual, dan final (lihat
Pasal 1 angka 9 UU 51 tahun 2009) Artinya, untuk perbuatan
penguasa yang bersifat konkret, individual, dan final tidak bisa
digugat ke Pengadilan Negeri karena sudah ada forum lain,
yaitu PTUN yang berwenang memeriksanya.
• Berdasarkan Pasal 24 PP 24/1997, ketentuan-ketentuan pembuktian hak lama
sebagai berikut:
• Untuk keperluan pendaftaran hak, hak atas tanah yang berasal dari konversi hak-
hak lama dibuktikan dengan alat-alat bukti mengenai adanya hak tersebut
berupa bukti-bukti tertulis, keterangan saksi dan atau pernyataan yang
bersangkutan yang kadar kebenarannya oleh Panitia Ajudikasi dalam pendaftaran
tanah secara sistematik atau oleh Kepala Kantor Pertanahan dalam pendaftaran
tanah secara sporadik, dianggap cukup untuk mendaftar hak, pemegang hak dan
hak-hak pihak lain yang membebaninya.
• Dalam hal tidak atau tidak lagi tersedia secara lengkap alat-alat pembuktian
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pembukuan hak dapat dilakukan
berdasarkan kenyataan penguasaan fisik bidang tanah yang bersangkutan selama
20 (dua puluh) tahun atau lebih secara berturut-turut oleh pemohon
pendaftaran dan pendahulu pendahulunya, dengan syarat:
penguasaan tersebut dilakukan dengan itikad baik dan secara terbuka oleh yang
bersangkutan sebagai yang berhak atas tanah, serta diperkuat oleh kesaksian
orang yang dapat dipercaya. penguasaan tersebut baik sebelum maupun
selama pengumuman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 tidak
dipermasalahkan oleh masyarakat hukum adat atau desa/kelurahan yang
bersangkutan ataupun pihak lainnya. Dalam rangka menilai kebenaran alat bukti
maka dilakukan pengumpulan dan penelitian data yuridis mengenai bidang
tanah yang bersangkutan oleh Panitia Ajudikasi dalam pendaftaran tanah secara
sistematik atau oleh Kepala Kantor Pertanahan dalam Pendaftaran tanah secara
sporadic yang ditetapkan oleh Menteri, hal tersebut dikatakan pada Pasal 25 PP
No. 24 Tahun 1997
Menurut Pasal 433 KUHPerdata, “Setiap orang dewasa, yang
selalu berada dalam keadaan dungu, gila atau mata gelap, harus
ditempatkan di bawah pengampuan, sekalipun ia kadang-kadang
cakap menggunakan pikirannya. Seorang dewasa boleh juga
ditempatkan dibawah pengampuan karena keborosan”
Akibat hukum pengampuan :
a. Orang tersebut kedudukannya sama dengan anak dibawah
umur
b. Perbuatan hukum yang dilakukan dapat dibatalkan ( dapat
dimintakan pembatalannya oleh curator)
c. Pengampuan berakhir apabila keputusan hakim tersebut
dicabut atau karena meninggalnya orang yang dibawah
pengampuan / curandus
Tindak pidana berupa pemalsuan suatu surat dapat kita jumpai
ketentuannya dalam Pasal 263 (“KUHP”) yang berbunyi:
• Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang
dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan
hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu
hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain
memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu,
diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian,
karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam
tahun.
• Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja
memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika
pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian.
MAKA KASUS TERSEBUT DI ATAS DENGAN BERDASARKAN DASAR-
DASAR HUKUM YANG TELAH DI TERANGKAN MAKA DAPAT
DISIMPULKAN PROSES PENYELESAIANNYA ADALAH SEBAGAI
BERIKUT :
PERDATA
PERMOHONAN
PENETAPAN KE PA.

PENETAPAN AHLI PENETAPAN


WARIS PENGAPUAN/WALI
PENETAPAN AHLI WARIS
• Penetapan terkait ahli waris sah tanah
An. Munawar.
PENETAPAN PENGAPUAN/WALI
• Bagi ahli waris dalam keadaan
disabilitas yang diwakilkan kepada
Ibunya yaitu Istri dari Munawar.
ADMINISTRASI
PENGAJUAN GUGATAN KE PTUN

Terkait dengan onrechmatige overheaddaad yang dilakukan oleh pejabat


negara dengan penerbitan SHM No. 17 Th. 2000 yang Overlapping dengan
Segel adat No. 17 Th. 1998.

Sanksi yang diterima oleh BPN dan PPAT.


Pembatalan SHM No. 17 th.2000 atau Pengukuran ulang.
PIDANA

PENGADUAN TINDAK PIDANA


PEMALSUAN YANG DILAKUKAN OLEH
HAMID

SANKSI PIDANA PEMALSUAN


TERHADAP HAMID
KESIMPULAN
• Dalam ketentuan di atas sudah dapat kita simpulkan bahwa Nurul
tidak cakap hukum dikarenakan umurnya belum mencapai 21
tahun dan di asumsikan belum menikah, serta adanya factor
bahwa penjualan tanah warisan yang dilakukan oleh hamid
selaku salah satu ahli waris munawar tidak di ketahui oleh ahli
waris lainnya. Maka dapat disimpulkan bahwa perbuatan hukum
yaitu perjanjian jual beli sebidang tanah tersebut batal demi
hukum berdasarkan Pasal 1471 KUHPer di atas, jual beli tersebut
batal. Dengan batalnya jual beli tersebut, maka jual beli tersebut
dianggap tidak pernah ada, dan masing-masing pihak
dikembalikan ke keadaannya semula sebelum terjadi peristiwa
“jual beli” tersebut, yang mana hak milik atas tanah tetap berada
pada ahli waris.
TERIMAKASIH