Anda di halaman 1dari 26

REFERAT

HEMOROID
R. Rangga Bagaskara / 42180237
KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SALATIGA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA
YOGYAKARTA
2019
BAB I
PENDAHULUAN

Dapat menyerang
segala usia

>35% populasi
Dengan usia >25 tahun.
DEFINISI
Kata hemorrhoid berasal dari kata haemorrhoides
(Yunani) yang berarti aliran darah (haem = darah,
rhoos = aliran) jadi dapat diartikan sebagai darah
yang mengalir keluar.

Hemoroid adalah pembengkakan submukosa pada


lubang anus yang mengandung pleksus vena, arteri
kecil, dan jaringan areola yang melebar.

Hemoroid timbul akibat kongesti vena yang


disebabkan gangguan aliran balik vena
hemoroidalis.
Hemoroid interna Hemoroid Eksterna
Pleksus v. Hemoroidalis superior Pleksus v. Hemoroidalis inferior
“Three Primary Haemorrhoidal Areas Di bawah epitel anus
(arah jam 3, 7, 11)
Derajat Berdarah Prolaps Reposisi
I + - -
II + + Spontan
III + + Manual
IV + Tetap Irreponible
7
ETIOPATOFIS
IOLOGI
Risk Factors
DIAGNOSIS
Gejala dan Tanda

Hemoroid Eksterna

Pada fase akut,


Nyeri,
Udem dan terjadi saat mobilisasi.
Kulit dapat mengalami nekrosis
dan berkembang menjadi ulkus.,
Perdarahan.
Pada beberapa minggu selanjutnya
Skin tag .
Rasa mengganjal,
Gatal dan iritasi.
Gejala dan Tanda

Hemoroid Interna

1. Perdarahan
2. Prolaps
3. Nyeri dan rasa tidak nyaman
4. Keluarnya sekret
ANAMNESIS

Dikaitkan dengan

• Faktor obstipasi,
• Defekasi yang keras,
• Mengejan
• Nyeri
•Sindrom hipertensi portal.
PEMERIKSAAN
1. Inspeksi
2. Rectal touche/RT/colok dubur
3. Anoskopi
4. Proktosigmoidskopi
5. Pemeriksaan feses
Komplikasi hemoroid
Perdarahan akut/kronis
Apabila berulang dapat menyebabkan
anemia karena jumlah eritrosit yang diproduksi
tidak bisa mengimbangi jumlah yang keluar.

Apabila hemoroid keluar, dan tidak dapat masuk


lagi (inkarserata/terjepit) akan mudah terjadi
infeksi yang dapat menyebabkan sepsis dan
bisa mengakibatkan kematian.
PENATALAKSAA
Non-farmakologi Farmakologi N
Minimal
Invasive
Bedah

Jangan mengedan terlalu lama Memperbaiki defekasi Sklreroterapi Konvensional


Mengkonsumsi makanan yang •Psyllium Ligasi 1. Teknik Willigan-Morgan
berserat tinggi •Na-docusate sulfosuksinat Laser •Open hemoroidectomy
Membiasakan selalu defekasi Cryosurgery •Closed hemoroidectomy
Minum sekira 8 gelas sehari/30- Obat simptomatik Diatermi
30 mL/KgBB •Anusol Generator Bedah Laser
galvanis Bedah Stapler
Anti hemoroid
•Diosmin dan hesperidin
PENATALAKSAA
NMinimal Invasive

Photocuagulation, tonjolan
hemoroid dikauter sehingga Injeksi 0,5% fenol Pemasangan rubber band pada
terjadi nekrosis pada jaringan dalam minyak lesi. Bisa 2x pemasangan dengan
dan akhirnya fibrosis. Cara ini nabati pada lesi. jarak 2-4 mgg.
baik digunakan pada hemoroid Bisa timbul nyeri dan perdarahan
yang sedang mengalami akibat ruptur jaringan nekrosis
perdarahan.
PENATALAKSAA
N
cryosurgery
Minimal Invasive
Hemmoroidal arteri ligation.

diatermi Generator galvanis


Pengikatan arteri hemoroidal Dingin diinduksi melalui sonde
Prinsipnya menimbulkan nekrosis
yang mengakibatkan mengempis dari mesin kecil yang dirancang
jaringan dan akhirnya fibrosis
dan nekrosis bagi proses ini. Tindakan ini
cepat dan mudah dilakukan
Generator galvanis dengan listrik
dalam tempat praktek atau klinik.
searah.
Krioterapi ini lebih cocok untuk
Diatermi menggunakan
terapi paliatif pada karsinoma
elektromagnetik frekuensi tinggi.
rektum yang ireponibel.
Bedah stapler

Bedah laser
Classification Treatment Options

1st Degree – No rectal prolapse  Diet


 Local & general drugs
 Sclerotherapy
 Infrared coagulation

2nd Degree – Rectal prolapse is spontaneously  Sclerotherapy


reducible  Infrared coagulation
 Banding [recurring banding may require
Procedure for Prolapse and Hemorrhoids (PPH)]

3rd Degree – Rectal prolapse is manually reducible  Banding


 Hemorrhoidectomy
 Procedure for Prolapse and Hemorrhoids (PPH)

4th Degree – Rectal prolapse irreducible  Hemorrhoidectomy


KOMPLIKASI
HEMOROIDEKTOMI
•Nyeri postoperasi
•Retensi urine
•Impaksi fecal
•Bleeding
•Infeksi
•Long-term sequale
Inkontinensia
Anal stenosis
Ectropion (whitehead deformity)
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2004, Hemorhoid, http://www.hemorjoid.net/hemoroid galery.html. Last update


Desember2017.
Werner Kahle ( Helmut Leonhardt,werner platzer ), dr Marjadi Hardjasudarma ( alih
bahasa), 2015, Berwarna dan teks anatomi Manusia Alat – Alat Dalam,Hal: 232
Linchan W.M,1994,Sabiston Buku Ajar Bedah Jilid II,EGC, Jakarta,hal 56 – 59.
Mansjur A dkk ( editor ), 2014, Kapita selecta Kedokteran, Jilid II, Edisi III, FK UI,
Jakarta,pemeriksaanpenunjang:321–324.
Nelson, Heidi MD., Roger R. Dozois, MD., Anus, in Sabiston Text Book of Surgery, Saunders
Company, Phyladelphia 2001
Sjamsuhidajat, Wim de Jong. Hemoroid, 2008 Dalam: Buku Ajar Ilmu Bedah, Ed.2, Jakarta,
Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hal: 672 – 675Silvia A.P, Lorraine M.W, Hemoroid, 2012.
Dalam: Konsep – konsep Klinis Proses Penyakit, Edisi VI, Patofisiologi Vol.1. Jakarta,
Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hal:467
Susan Galandiuk, MD, Louisville, KY, A Systematic Review of Stapled Hemorrhoidectomy – I
nvited Critique, Jama and Archives, Vol. 137 No. 12, December, 2002,
http://archsurg.ama.org/egi/content/extract. last update Desember 2009
Thank You
Any question?