Anda di halaman 1dari 30

ENERGI TERBARUKAN

Energi Gelombang laut


MARFIZAL,ST,MT

PROGRAM STUDI
TEKNIK MESIN

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL


Gelombang laut
Gelombang laut adalah pergerakan naik turunnya air
dengan arah tegak lurus permukaan air laut yang
membentuk kurva atau grafik sinusoidal. Gelombang laut
biasanya disebabkan oleh angin.Pemanasan di sekeliling
bumi menyebabkan terjadinya angin yang kemudian
membangkitkan gelombang laut. Angin diatas lautan
memindahkan tenaganya ke permukaan perairan,
menyebabkan riak-riak alunan / bukit, dan berubah
menjadi apa yang kita sebut sebagai gelombang atau
ombak
Definisi gelombang
Proses terbentuknya pembangkitan gelombang di laut oleh gerakan angin
belum sepenuhnya dapat dimengerti, atau dapat dijelaskan secara terperinci.
Tetapi menurut perkiraan, gelombang terjadi karena hembusan angin secara
teratur, terus-menerus, di atas permukaan air laut. Hembusan angin yang
demikian akan membentuk riak permukaan, yang bergerak kira-kira searah
dengan hembusan angin (lihat Gambar)
Energi gelombang

Bentuk fisik karakteristik terdapat dua karakteristik


dari ombak yang dibedakan atas periodenya. Pada
gambar dijelaskan dua tipe dari gelombang

Karakteristik ombak
Bagian- Bagian Gelombang Laut
Sebuah gelombang tertdiri dari beberapa bagian
antara lain:
 Puncak gelombang (Crest) adalah titik tertinggi dari sebuah
gelombang.
 Lembah gelombang (Trough) adalah titik terendah
gelombang, diantara dua puncak gelombang
 Panjang gelombang (Wave length) adalah jarak mendatar antara dua
puncak gelombang atau antara dua lembah gelombang.
 Tinggi gelombang (Wave height) adalah jarak tegak antara puncak
dan lembah gelombang.
 Periode gelombang (Wave period) adalah waktu yang diperlukan oleh
dua puncak gelombang yang berurutan untuk melalui satu titik
4 bentuk besaran Gelombang

 Amplitudo gelombang (A) adalah jarak antara puncak


gelombang dengan permukaan rata-rata air.
 Frekuensi gelombang (f) adalah sejumlah besar
gelombang yang melintasi suatu titik dalam suatu
waktu tertentu (biasanya didefenisikan dalam satuan
detik).
 Kecepatan gelombang (C) adalah jarak yang ditempuh

gelombang dalam satu satuan waktu tertentu.


 Kemiringan gelombang (H/L) adalah perbandingan
antara tinggi gelombang dengan panjang gelombang.
Perkembangn Sejarah
gelombang laut
Tercatat, paten pertama penggunaan gelombang laut ada pada tahun
1799 di Paris, dibuat oleh Girard, namun paten ini belum diteruskan menjadi
sebuah alat konversi energi.
•Alat konversi energi gelombang laut pertama dibuat oleh
Bochaux-Praceique, seorang Perancis, tahun 1855 hingga 1973, sudah
ada 340 paten.
•Eksperimen modern mengenai sumber energi ini dimulai
oleh
seorang warga Jepang bernama Yoshio Masuda.
•Lalu, pembangkit yang menggunakan energi pasang-surut air
laut pertama dibangun antara tahun 1960 hingga 1966 di Perancis
dengan kapasitas 240MW.
•Setelah, itu bermunculan berbagai pembangkit listrik mulai
dari kapasitas kecil (0.4 MW) hingga kapasitas 254 MW yang
dijadwalkan akan dibangun Korea Selatan pada tahun 2012.
Konversi gelombang laut dengan tinggi rata-rata 1 meter dan periode
9 detik mempunyai daya sebesar 4,3 kW per meter panjang
gelombang. Sedangkan deretan gelombang dengan tinggi 2 meter dan
3 meter dapat membangkitkan daya sebesar 39 kW per meter panjang
gelombang
POTENSI ENERGI GELOM BAN G

20 kW/m
15 kW/m
10 kW/m
< 10 kW/m
Sumber: P3GL, ESDM
ENERGY PASANG SURUT
Energi pasang surut adalah energi kinetik dari pemanfaatan
beda ketinggian pasang permukaan laut antara saat pasang
dan surut. prinsip kerja dari energi pasang surut ini sama
dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), seperti waduk
Jatiluhur, Jawa Barat
POTENSI ENERGI PASANG SURUT DI PERAIRAN INDONESIA

PASANG SURUT H
>3–5m

Sumber: P3GL, ESDM


Penelitian karakteristik arus laut yang telah dilakukan oleh Puslitbang Geologi
Kelautan (PPPGL) diawali pada tahun 2005 berkolaborasi dengan Program Studi
Oceanografi ITB. Pengukuran arus laut dilakukan menggunakan ADCP (Accoustic Doppler
Current Profiler) di Selat Lombok dan Selat Alas dalam kaitan dengan rencana penyiapan
lokasi dan instalasi untuk Turbin Kobold buatan Italia yang berkapasitas 300 kW di bawah
koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi.
Tahun 2006 - 2010 telah dilaksanakan penelitian karakteristik arus laut di berbagai
selat di Nusa
Tenggara yaitu Selat Lombok , Selat Alas, Selat Nusa Penida, Selat Flores, dan Selat
Pantar.
Prototipe turbin pertama telah dibangun secara kemitraan bersama Kelompok Teknik
T-Files ITB dan PT Dirgantara Indonesia, dengan mengadopsi dan memodifikasi model turbin
Gorlov skala kecil (0,8 kW/cel). Perangkat pembangkit listrik ini selanjutnya telah diuji-coba di
kolam uji PPPGL Cirebon dan tahun 2008, dilanjutkan dengan uji lapangan tahun 2009 di Selat
Nusa Penida sehingga telah berhasil memperoleh "proven design".
Diharapkan pada tahun 2025 energi listrik tenaga arus laut yang dihasilkan dari
berbagai pembangkit (PLTAL) akan mencapai 5% dari sasaran kebijakan energi 25%
bauran energi Indonesia, sesuai visi bauran energi 25-25.
Cara kerja PLT gelombang laut
Dalam sistem pembangkitan tenaga gelombang laut, ada beberapa
peralatan penting yang sangat berperan mulai dari awal proses
pembangkitan hingga tenaga listrik dihasilkan yang nantinya tenaga
listrik tersebut akan disalurkan kepada para konsumen. Peralatan-
peralatan tersebut adalah:

•Mesin konversi energi gelombang laut Berfungsi untuk menyalurkan


energi kinetik yang dihasilkan oleh gelombang laut yang kemudian
dialirkan ke turbin.
•Turbin Berfungsi untuk mengubah energi kinetik gelombang
menjadi energi mekanik yang dihasilkan oleh perputaran rotor pada
turbin.
•Generator Di dalam generator ini energi mekanik dari turbin
dirubah kembali menjadi energi listrik atau boleh dikatakan
generator ini sebagai pembangkit tenaga listrik. Sistem pembangkitan
pada pembangkit listrik tenaga gelombang ini dapat dijelaskan melalui
skema dibawah ini.
Prinsip Kerja PLTGL
Mesin konversi
Energi energi
Turbin
Gelombang Gelombang
laut
laut

Generator

Beban/konsumen
Skema sistem pembangkitan Pembangkit
Listrik Tenaga Gelombang
Mesin
Energi konversi
energi Transmisi/
Gelomb Turbin Generator
Beban
ang laut Gelomba
ng laut

Pertama-tama aliran gelombang laut yang mempunyai energi kinetik masuk


kedalam mesin konversi energi gelombang. Kemudian dari mesin konversi aliran
gelombang yang mempunyai energi kinetik ini dialirkan menuju turbin. Di
dalam turbin ini, energi kinetik yang dihasilkan gelombang digunakan untuk
memutar rotor. Kemudian dari perputaran rotor inilah energi mekanik yang
kemudian disalurkan menuju generator. Di dalam generator, energi mekanik
ini dirubah menjadi energi listrik (daya listrik). Dari generator ini, daya listrik
yang dihasilkan dialirkan lagi menuju sistem tranmisi (beban) melalui kabel laut.
Daya listrik yang disalurkan melalui kabel laut
Komponen utama PLTGL
1)Piston Hidrolik

Piston hidrolik adalah bagian yang berfungsi menjaga keseimbangan generator agar kedudukanya
tidak terpengaruh oleh laju ombak yang bergerak.

2)turbin

Turbin adalah bagian converter yang merubah energi mekanik ombak menjadi energi mekanik (gerak
)yang mana menggerakan generator adapun turbin impuls

3)Generator

Generator adalah mesin listrik yang prinsip kerjanya berdasarkan prinsip elektromagnetik yang
merubah energy mekanik menjadi listrik ,adapun generator yang digunakan adalah generator 3 fasa
dengan frekuensi 50-60Hz dengan kapasitas daya yang di hasilkan adalah 2.25MW.

3)Submarine towers

Submarine towers adalah menara pemantau yang mana di dalamnya terdapat jaringan interkoneksi
dari generator menuju gardu induk atau kendali.
Kelebihan & Kekurangan PLTGL
Kelebihan Kekurangan

 Renewable Energy Diperlukan tenaga ahli

 Go green Biaya perawatan dan


pemeliharaan cenderung
mahal
 Konversi mudah
Kendala teknis

 Perancangan PLTG mudah


Biaya instalasi mahal
Potensi Daya yang dihasilkan

Berikut contoh tabel energi kinetik, joule dan daya yang dihasilkan oleh
energi gelombang laut setiap bulan pada 1 tahunnya dengan PLTGL-
OWC(Oscillating Wave Column) .

Energi kinetik Joule Daya


ada 3 metode yang dapat digunakan pada sistem on-shore

• yaitu :
• •channel system
• •Float/Bouy System
• •oscillating water column system

Float/Bouy System

channel system oscillating water column system


Channel System (Wave Surge atau Focusing Devices)
Peralatan ini biasa juga
disebut sebagai tapered
channel atau kanal
meruncing atau sistem
tapchan, dipasang pada
sebuah struktur kanal yang
dibangun di pantai untuk
mengkonsentrasikan
gelombang dan
menyalurkannya melalui
saluran ke dalam bangunan
penjebak seperti kolam
buatan (lagoon) yang
ditinggikan. Air yang
mengalir keluar dari kolam
penampung ini yang
digunakan untuk
membangkitkan listrik
dengan menggunakan
teknologi standar
hydropower.
Float/Bouy System
Merupakan seperangkat
pelampung, bergerak naik
turun seiring gerak
gelombang.Gerakan ini layaknya
gerakan piston dalam mesin yang
secara langsung atau melalui
konversi gerak mekanik dapat
menghasilkan listrik.Sebuah
perangkat jalur penyerap terdiri dari
pelampung yang terhubung ke
komponen yang bergerak relatif satu
sama lain karenaEnergi
gelombang. naik dan turunnya
mekanik
mendorong sebuah generator
listrik.Energi listrik diumpankan
bawah kabel pusar tunggal untuk
persimpangan di dasar laut.Beberapa
perangkat dapat dihubungkan
bersama-sama dan dihubungkan ke
pantai melalui kabel bawah laut
tunggal.Perangkat ini dapat
mengapung atau berlabuh ke dasar
laut. Sebuah perangkat jalur absorber
individu dapat memproduksi hingga
11 MW listrik
oscillating water column system

Alat ini
membangkitkan
listrik dari naik
turunnya air akibat
gelombang dalam
sebuah pipa silindris
yang berlubang. Naik
bagian turunnyapipa
atas kolom dan
air
menggerakkan ini akan
turbin.
Sederhananya,mengakibatkan
OWC merupakan
keluar dan masuknya
salah satu sistem peralatan
yang dapatudara di lubangenergi
mengubah
gelombang laut menjadi energi
listrik dengan menggunakan
kolom osilasi. Alat OWC ini akan
menangkap energi gelombang
yang mengenai lubang
pintu OWC, sehingga terjadi
fluktuasi atau osilasi gerakan
air dalam ruang OWC,
kemudian tekanan udara ini
akan menggerakkan baling-
baling turbin yang
dihubungkan dengan generator
listrik sehingga menghasilkan
listrik.
Kondisi Energi Samudra Saat Ini

Energi Samudra Indonesia Luar Negeri Produksi


Energi Gelombang BPPT, tahun 2005 Kanada, China Listrik

Di Baron. Yogyakarta Myanmar, Afrika Barat


Korea Selatan, USA
Inggris

Energi Pasang Surut ????? Perancis, 1966, 240 MW Listrik


Rusia, 200 MW
USA dan Kanada

Energi Arus Laut P3GL, ITB & PT.DI, 10 Norwegia, 700 MW Listrik
kW
BPPT Inggris, 300 MW

OTEC BPPT USA, 250 kW Listrik


Univ. Darma Persada Jepang, 70 kW Air Tawar
Masih FS India, 2008, 1 MW Lithium
Philippine, 2012, 5 MW Perikanan
Hawai, 2013, 10 MW A/C
Hydrogen
Potensi Energi Samudra di Indonesia & Kapasitas Pembangkit
Energi Gelombang Energi Pasang Surut Energi Arus Laut OTEC

a Potensi Indonesia ????? Indonesia ????? 6.000 MW Indonesia: 220.000 MW

> 15.500 TWh


b Kapasitas Pembangkit 0,5 - 2 MW 10 - 200 MW 10 - 200 MW 5 - 100 MW

c Cocok untuk daerah Pesisir dan Wilayah Timur Bali - NTT *Main grid

pulau-pulau kecil *Pesisir dan


pulau-pulau kecil
d Kebutuhan listrik 100 kW - 1,5 MW Kebutuhan listrik 1 - 20 MW Kebutuhan listrik
> 10 MW > 5 MW
e Tahapan 2011-2012 2011-2014 2011-2012 2011-2012
Tercipta rancangan Study Kelayakan (FS) Tercipta rancangan Study Kelayakan (FS)
0,5 - 1 MW 1 - 10 MW 5 MW listrik
dan produk sampingan
2013 - 2025 2015 2013 - 2025 2013-2014

Telah mampu Pembangunan di Merauke Pembangkit utama Pilot project di Manado


menggantikan untuk wilayah dengan bantuan Jepang
pembangkit listrik Bali - NTT
diesel 2015 - 2025 2015 - 2020
Pembangkit utama *Daerah wisata
untuk wilayah Timur *Daerah yang bertetangga
dengan negara lain
2020 - 2050
*Main grid
*Ekspor produk
sampingan
Roadmap Energi Samudra di Indonesia
Energi Samudra 2010-2015 2010-2020 2010-2025

Total 1.650 MW
Energi Gelombang 50 MW
a Teknologi Uji coba Pengganti pembangkit listrik Pembangkit listrik utama,
diesel pada daerah terpencil bersaing dengan pembangkit
dan pulau-pulai kecil listrik lainnya
b Output per unit < 100 kW 100 kW - 1 MW 0,5 - 2 MW
c Electricity cost Rp. 1.500 - 2.000,- Rp. 1.000 - 1.500,-

Energi Pasang Surut 1.000 MW


a Teknologi Pilot project Pembangkit utama Pembangkit utama
untuk wilayah timur Indonesia untuk wilayah timur Indonesia
b Output per unit 1 MW 10 - 50 MW 50 - 200 MW
c Electricity cost Rp. 1.000 - 1.500,- Rp. 800 - 1.200,- Rp. 600 - 1.000,-

Energi Arus Laut 500 MW


a Teknologi Uji coba Pengganti pembangkit listrik Pembangkit utama
diesel pada daerah Nusa untuk Nusa Tenggara
Tenggara Barat dan Timur
b Output per unit < 100 kW 100 kW - 1 MW 10 - 100 MW
c Electricity cost Rp. 1.500 - 2.000,- Rp. 1.000 - 1.500,-

OTEC 100 MW
a Teknologi FS & Pilot Project Pengganti pembangkit listrik Pembangkit listrik utama,
1 - 5 MW diesel pada pulau-pulai kecil. bersaing dengan pembangkit
Pembangkit pada daerah wisata listrik lainnya
dan Industri produk sampingan
b Output per unit 1 - 5 MW 50 - 100 MW
c Electricity cost Rp. 1.500 - 2.500,- Rp. 1.000 - 1.500,-
Skema Mekanisme PLTGL Tipe Pelampung Silinder

Prototipe PLTGL Tipe Pelampung Silinder


DBB
Pembangkit Gelombang Laut Sederhana
Data-Data
Pembangkit Gelombang Laut Sederhana
Data-Data
Pembangkit Gelombang Laut Sederhana
Perhitungan Pembangkit