Anda di halaman 1dari 46

KETENTUAN PERKULIAHAN:

1. JUMLAH KEHADIRAN MINIMAL 80% BOLEH MENGIKUTI UAS


2. MASUK PERKULIAHAN DIBERI TOLERANSI 15 MENIT DARI JADWAL
3. WANITA BERKERUDUNG
4. PAKAIAN TIDAK BOLEH KETAT (BAJU/CELANA PANJANG)
5. TIDAK BOLEH PAKAI BAJU KAOS (WANITA/PRIA)
6. PRIA PAKAI BAJU KEMEJA
7. CELANA PANJANG TIDAK PAKAI JEANS
8. TIDAK PAKAI SEPATU SANDAL/SLOP
9. SAKIT/IZIN HARUS ADA SURAT KETERANGAN
10. TANDA TANGAN KEHADIRAN SESUAI WAKTU PERKULIAHAN
PELAKSANAAN PERKULIAHAN:
1. PERKULIHAN DILAKUKAN DENGAN DISKUSI KELOMPOK
2. MASING-MASING KELOMPOK MELAKUKAN PRESENTASI MATERI,
DAN TANYA JAWAB, DILANJUTKAN PEMBAHASAN OLEH DOSEN
3. SEBAGAI APLIKASI PERKULIHAN DILAKSANAKAN PROGRAM
PENGHIJAUAN, SETIAP ORANG WAJIB MENANAM 4 POHON
TANAMAN KERAS (WAKTU DAN TEMPAT DITENTUKAN KEMUDIAN)
4. PEMBUATAN TUGAS KELOMPOK/MANDIRI
5. SEBAGAI EVALUASI DILAKUKAN UTS DAN UAS
MATERI PERKULIHAN:
1. LINGKUNGAN HIDUP
2. AZAS-AZAS DASAR ILMU LINGKUNGAN
3. EKOLOGI SEBAGAI DASAR ILMU LINGKUNGAN
4. DASAR-DASAR DEMOGRAFI
5. PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM
6. PENCEMARAN LINGKUNGAN
7. DAMPAK DAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN
8. PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN AMDAL
9. KESEHATAN LINGKUNGAN
10. KEBENCANAAN
PENCAPAIAN KOMPETENSI:
MAHASISWA DAPAT MEMAHAMI KONSEP-KONSEP
DASAR MENGENAI LINGKUNGAN HIDUP SERTA
MAMPU MENGANALISIS PERMASALAHAN
LINGKUNGAN DALAM SKALA GLOBAL, NASIONAL
MAUPUN LOKAL, DAN DAPAT MENGHUBUNGKAN
ANTARA KEGIATAN MANUSIA DENGAN POTENSI,
PROSPEK SERTA STRATEGI PEMANFAATAN SUMBER
DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN SECARA
BERKESINAMBUNGAN
Tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup:
Memberikan kesempatan kepada masyarakat
untuk memperoleh wawasan tentang
pengetahuan, keterampilan, sikap dan
kesadaran terhadap lingkungan, sehingga
mereka dapat berpartisipasi dalam upaya
melestarikan lingkungan hidup
Sasaran Pendidikan Lingkungan Hidup:
• Terlaksananya pendidikan lingk. hidup di
sekolah dan masyarakat sehingga dapat
tercipta kepedulian dan komitmen
masyarakat untuk ilut serta melindungi,
melestarikan, dan meningkatkan kualitas
lingkungan
• Diarahkan untuk seluruh kelompok
masyarakat sehingga tujuan PLH dapat
terwujud
Memasukan PLH ke dalam kurikulum:
1. Mengerti tentang kependudukan dan
lingkungan hidup serta berbagai kaitan
antara manusia dengan lingkungan
2. Berperilaku dan beretika untuk menjamin
hubungan yang serasi antara penduduk dan
lingkungannya
3. Terampil dalam mengamati, mengenal, dan
menanggapi berbagai masalah penduduk dan
lingkungan
4. Memiliki rasa tanggung jawab dan
berperanserta dalam memecahkan masalah
lingkungan di sekitar tempat tinggalnya
5. Memilih alternatif dalam mengelola
lingkungan bagi kesejahteraan manusia tanpa
merusak proses regenerasi
PENGERTIAN LINGKUNGAN
Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang
ada disekitar manusia yang memengaruhi perkem-
bangan kehidupan manusia baik langsung maupun
tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan
menjadi lingkungan
 Biotik
 abiotik

Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997,


Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua
benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di
dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsung-
kan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lainnya.
Unsur-unsur lingkungan hidup
1. Unsur Hayati (Biotik)
Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari
makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan
jasad renik
2. Unsur Sosial Budaya
Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat
manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam
perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat
mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang
diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.
3. Unsur Fisik (Abiotik)
Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari
benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain.
PENTINGNYA LINGKUNGAN BAGI KEHIDUPAN
1. Lingkungan
sebagai 2. Lingkungan sebagai Tempat
Tempat Mencari Makan Berlangsungnya Aktivitas,
Sosial, Ekonomi, Politik,
Budaya,dll.
PENTINGNYA LINGKUNGAN BAGI KEHIDUPAN
3. Lingkungan sebagai 4. Lingkungan sebagai
Wahana/Tempat bagi Tempat Tinggal
Kelanjutan Kehidupan (Habitat)
KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP
1. Bentuk Kerusakan 2. Kerusakan Lingkungan
Lingkungan Hidup Hidup karena Faktor
Akibat Peristiwa Alam Manusia

a. Letusan gunung berapi a. Terjadinya


pencemaran
b. Gempa bumi
(pencemaran udara,
c. Angin topan air, tanah, dan suara)
b. Terjadinya banjir,
c. Terjadinya tanah
longsor,
Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung
maupun tidak langsung membawa dampak pada
kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a. Penebangan hutan secara liar
(penggundulan hutan).
b. Perburuan liar.
c. Merusak hutan bakau.
d. Penimbunan rawa-rawa untuk
pemukiman.
e. Pembuangan sampah di
sembarang tempat.
f. Bangunan liar di daerah aliran
sungai (DAS).
g. Pemanfaatan sumber daya
alam secara berlebihan di luar
batas.
E. UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Pembangunan berwawasan lingkungan adalah


usaha meningkatkan kualitas manusia secara
bertahap dengan memerhatikan faktor
lingkungan.

Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal


Dengan nama Pembangunan Berkelanjutan.
Sudahkah anda tahu ??

Efek Rumah Kaca ???


Global Warming !!!
Climate Change ??!!!
Global Warming
Pengertian
Adanya proses peningkatan suhu rata-rata
atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Peningkatan suhu
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi
telah meningkat 0.18 - 0.74°C
Antara tahun 1990-2100, meningkat 1.1-6.4 °C
EFEK RUMAH KACA
Panas matahari yang terperangkap di dalam
bumi akibat meningkatnya konsentrasi selimut
gas di atmosfer
SALAH SIAPA ?
Berbagai kasus kerusakan dan pencemaran
lingkungan yang terjadi selama ini, telah
membuktikan bahwa persoalan kerusakan
lingkungan yang paling serius disebabkan
oleh ULAH MANUSIA dibandingkan
dengan proses alam.

”Menata Lingkungan Hidup = menata


Prilaku Manusia”

Apa Upaya Mengubah


Prilaku dan Sikap ???
UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Pembangunan berwawasan lingkungan adalah


usaha meningkatkan kualitas manusia secara
bertahap dengan memerhatikan faktor
lingkungan.
Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal
Dengan nama Pembangunan Berkelanjutan.
Kesepakatan hasil KTT Bumi di
Rio De Jeneiro tahun 1992

Konsep pembangunan berkelanjutan


merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio
De Jeneiro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan
penting, yaitu:
a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok
manusia untuk menopang hidup.
b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan
lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa
sekarang maupun masa yang akan datang.
Upaya yang Dilakukan Pemerintah
Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain:
a.Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur
tentang Tata Guna Tanah.
b. Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuanketentuan
Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
c. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang
AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).
d. Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian,
dengan tujuan pokoknya:
1) Menanggulangi kasus pencemaran.
2) Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3).
3) Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan
(AMDAL).
e. Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.
Upaya Masyarakat Bersama Pemerintah

Beberapa upaya Masyarakat


berkaitan dengan pelestarian
lingkungan hidup antara lain:
a. Pelestarian tanah (tanah
datar, lahan miring/
perbukitan)
b. Pelestarian udara
c. Pelestarian hutan
d. Pelestarian laut dan
pantai
e. Pelestarian flora dan
fauna
a. Pelestarian tanah (tanah datar, lahan
miring/perbukitan)
Upaya pelestarian tanah dapat
dilakukan dengan cara
Menggalakkan kegiatan
menanam Pohon atau
penghijauan kembali (reboisasi)
terhadap tanah yang Semula
gundul.
Untuk daerah perbukitan atau
pegunungan yang Posisi tanahnya
miring perlu dibangun terasering
atau sengkedan, sehingga
Mampu menghambat laju aliran
air hujan.
b. Pelestarian udara
Untuk menjaga agar udara
tetap Bersih Dan sehat
antara lain:
1) Menggalakkan penanaman
pohon atau pun tanaman
hias
2) Mengupayakan
pengurangan emisi atau
pembuangan gas sisa
pembakaran, baik
pembakaran hutan maupun
pembakaran mesin
3) Mengurangi atau bahkan
menghindari pemakaian
gas kimia yang dapat
merusak lapisan ozon
diatmosfer
c. Pelestarian hutan
Upaya yang untuk melestarikan
hutan:
1) Reboisasi atau penanaman kembali
hutan yang gundul.
2) Melarang pembabatan hutan secara
sewenang-wenang.
3) Menerapkan sistem tebang pilih
dalam menebang pohon.
4) Menerapkan sistem tebang–tanam
dalam kegiatan penebanganhutan.
5) Menerapkan sanksi yang berat bagi
mereka yang melanggar
ketentuan mengenai pengelolaan
hutan.
d. Pelestarian laut dan pantai
Adapun upaya untuk melestarikan laut
dan pantai dapat dilakukan dengan
cara:
1) Melakukan reklamasi pantai dengan
menanam kembali tanaman bakau
di areal sekitar pantai.
2) Melarang pengambilan batu karang
yang ada di sekitar pantai maupun
di dasar laut, karena karang
merupakan habitat ikan dan
tanaman laut.
3) Melarang pemakaian bahan peledak
dan bahan kimia lainnya dalam
mencari ikan.
4) Melarang pemakaian pukat harimau
untuk mencari ikan.
e. Pelestarian flora dan fauna
Kehidupan di bumi merupa-
kan sistem ketergantungan
antara Manusia, hewan,
tumbuhan, dan alam
sekitarnya. Terputusnya
salah satu mata rantai dari
sistem tersebut akan
mengakibatkan gangguan
alam kehidupan.Oleh
karena itu, kelestarian flora
dan fauna merupakan hal
yang mutlak diperhatikan
demi kelangsungan hidup
manusia
Bagaimana kita bisa mengurangi dan melakukan
pencegahan krisis lingkungan?

Mulailah menanamkan kesadaran pada diri sendiri

PENDIDIKAN (Lingkungan Hidup)


PENGETAHUAN

SIKAP

PERILAKU
Pengetahuan Lingkungan
Kajian interdisipliner tentang pengelolaan ekosistem,
mengukur dan mengevaluasi dampak kegiatan manu-
sia dalam ekosistem, demi kepentingan dan survival
manusia.

Interdisipliner
IPA  Biologi  konsep - Konsep
Ekologi Pengetahuan
Lingkungan
Kependudukan + Sistem
IPS  Sosial, Ekonomi, Budaya
1. Mengatur sikap dan perilaku
manusia, bukan lingkungannya
2. Pendidikan lingkungan dasar
pengelolaan lingkungan hidup
Tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup:
Dapat dijabarkan menjadi enam kelompok, yaitu:
1. Kesadaran, yaitu memberi dorongan kepada setiap
individu untuk memperoleh kesadaran dan kepekaan
terhadap lingkungan dan masalahnya.
2. Pengetahuan, yaitu membantu setiap individu untuk
memperoleh berbagai pengalaman dan pemahaman
dasar tentang lingkungan dan masalahnya.
3. Sikap, yaitu membantu setiap individu untuk memper-
oleh seperangkat nilai dan kemampuan mendapatkan
pilihan yang tepat, serta mengembangkan perasaan
yang peka terhadap lingkungan dan memberikan
motivasi untuk berperan serta secara aktif di dalam
peningkatan dan perlindungan lingkungan.
Lanjutan ........
4. Keterampilan, yaitu membantu setiap individu
untuk memperoleh keterampilan dalam
mengidentifikasi dan memecahkan masalah
lingkungan.
5. Partisipasi, yaitu memberikan motivasi kepada
setiap individu untuk berperan serta secara aktif
dalam pemecahan masalah lingkungan.
6. Evaluasi, yaitu mendorong setiap individu agar
memiliki kemampuan mengevaluasi pengetahuan
lingkungan ditinjau dari segi ekologi, sosial,
ekonomi, politik, dan faktor-faktor pendidikan.
Sasaran Pendidikan Lingkungan Hidup:
• Terlaksananya pendidikan lingkungan hidup di
sekolah dan masyarakat  tercipta
kepedulian dan komitmen masyarakat untuk
ikut serta melindungi, melestarikan, dan
meningkatkan kualitas lingkungan
• Diarahkan untuk seluruh kelompok masyara-
kat sehingga tujuan PLH dapat terwujud
Permasalahan PLH di indonesia
• Masih terdapat pemahaman tentang makna
pendidikan yakni masih sebatas transfer of
knowledge, sehingga penguasaan materi masih
merupakan hal yang penting dibandingkan
dengan perubahan sikap dan perubahan perilaku
• Rendahnya partisipasi masyarakat untuk
berperan dalam PLH (kurangnya pemahaman
terhadap permasalahan pendidikan lingkungan
yang ada, rendahnya tingkat kemampuan atau
keterampilan dan rendahnya komitmen
masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan
tersebut)
• Pemahaman pelaku pendidikan terhadap
pendidikan lingkungan yang masih terbatas
• Materi dan metode pelaksanaan PLH yang
digunakan dirasakan belum memadai
sehingga pemahaman kelompok sasaran
mengenai pelestarian lingkungan hidup
menjadi tidak utuh
• Kurangnya ketersediaan anggaran PLH
• Belum adanya kebijakan Pemerintah yang
secara terintegrasi mendukung
perkembanganPLH
• Jalur formal : pendidikan dasar, menengah &
tinggi, secara terstruktur & berjenjang dgn
metode kurikulum terintegrasi maupun
monolitik
• Jalur nonformal: pendidikan di luar sekolah,
secara terstruktur & berjenjang (mis:kursus,
seminar, workshop)
• Jalur informal: pendidikan diluar sekolah
tanpa terstruktur dan berjenjang
(mis:sarasehan, temu wicara, ceramah agama).
40
Pendekatan Pembelajaran PLH

1. Pendekatan Monolitik
Merupakan pembelajaran yang dilakukan
melalui satu bidang studi

2. Pendekatan Integratif
Mengintegrasikan PLH dengan berbagai studi
seperti IPA, IPS, Penjaskes, Bahasa Indonesia
Implementasi kebijakan PLH ?

Program ADIWIYATA
• Tanggal 3 juni 2005 KNLH dan DepDikNas
menandatangani Kesepakatan Bersama Nomor:
KEP.07/MNLH/06/2005 dan Nomor:05/VI/KB/2005
 diperbaharui 1 Pebruari 2010 tentang
Pembinaan dan Pengenmbangan Pendidikan
Lingkungan Hidup
• Sebagai tindak lanjut Tahun 2006 dicanangkan
Program Adiwiyata (Program Sekolah Peduli dan
berbudaya Lingkungan)
• Kebersamaan
• Keterbukaan
• Kesetaraan
• Kejujuran
• Keadilan
• Kelestarian fungsi LH dan SDA
PRINSIP DASAR ADIWIYATA
PERENCANAAN

Partisipatif
 Partisipatif: Komunitas sekolah
terlibat dalam manajemen sekolah
yang meliputi keseluruhan proses
PELAKSANAAN
perencanaan, pelaksanaan dan PROGRAM &
PERBAIKAN
TINDAK LANJUT evaluasi sesuai tanggungjawab TANGGUNG
dan peran. JAWAB

Berkelanjutan
 Seluruh kegiatan harus dilakukan
secara terencana dan terus
menerus secara komprehensif
EVALUASI