Anda di halaman 1dari 19

RENCANA STRATEGIS

KOMITE TENAGA KESEHATAN PROFESIONAL LAINNYA


RSUD dr. DORIS SYLVANUS TAHUN 2018-2023
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Agar Komite Tenaga Kesehatan Profesional Lainnya (TKPL) dapat melaksanakan kegiatannya
dengan baik, terencana, sinergis, terpadu, berkelanjutan dan akuntabel maka perlu disusun
Rencana Strategis sebagai pedoman melaksanakan pekerjaan bagi seluruh komponen/aparatur
dalam Komite Tenaga KesehatanProfesional Lainnya di lingkungan RSUD dr. Doris Sylvanus.
Landasan Hukum

Dasar Hukum penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Komite Tenaga Kesehatan Profesional Lainnya (TKPL) RSUD
dr. Doris Sylvanus adalah sebagai berikut :
Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4585)
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 728 Tahun 2002 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal Rumah
Sakit yang wajib dilaksanakan
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 370 Tahun 2007 tentang Standar Profesi Ahli Teknologi Laboratorium
Kesehatan
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 371 Tahun 2007 tentang Standar Profesi Teknisi Elektromedis
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 372 Tahun 2007 tentang Standar Profesi Teknisi Gigi
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 374 Tahun 2007 tentang Standar Profesi Gizi
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 375 Tahun 2007 tentang Standar Profesi Radiografer
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 377 Tahun 2007 tentang Standar Profesi Perekam Medis
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 571 Tahun 2008 tentang Standar Profesi Okupasi Terapis
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 572 Tahun 2008 tentang Standar Profesi Refraksionis Optisien
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 573 Tahun 2008 tentang Standar Profesi Asisten Apoteker
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/11/M.PAN/5/2008 tentang Jabatan
Fungsional Psikologi Klinis dan Angka Kreditnya
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 410 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Radiologi Diagnostik di
Sarana Pelayanan Kesehatan
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 22 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Tenaga Sanitarian
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 76 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Terapi Okupasi
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Keteknisian Gigi
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Refraksi Optisi/Optometri
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Fisioterapi
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 83 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Fisika Medik
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Elektromedik
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian
Peraturan Daerah Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah
Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja RSUD dr. Doris Sylvanus
Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 4 Tahun 2011 tentang Standar Pelayanan Minimal Badan
LayananUmum Daerah RSUD dr. Doris Sylvanus
Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 9 Tahun 2015 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas
RSUD dr. Doris Sylvanus
Keputusan Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus Nomor 3672/KH-HK/RSUD/06-2018 tentang Komite Tenaga
Kesehatan Profesional Lainnya
Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan Renstra Komite Tenaga Kesehatan Profesional Lainnya adalah
sebagai pedoman bagi seluruh komponen/aparatur Komite Tenaga Kesehatan
Profesional Lainnya (TKPL) dalam melaksanakan kegiatan selama kurun waktu 5 (lima)
tahun dan sebagai dasar penyusunan rencana kerja tahunan sehingga menghasilkan
perencanaan yang berkelanjutan, sinergis, terpadu, berkualitas dan akuntabel.

Tujuan Rencana Strategis Komite Tenaga Kesehatan Profesional Lainnya RSUD dr.
Doris Sylvanus Tahun 2018-2023 adalah :
• Sebagai dasar dalam menyusun rencana kerja tahunan
• Sebagai indikator pengukuran kinerja lima tahunan
• Sebagai dasar dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Komite
Tenaga Kesehatan Profesional Lainnya
Sistematika Penulisan
Sistematika Rencana Strategis Komite Tenaga Kesehatan Profesional
Lainnya RSUD dr. Doris Sylvanus Tahun 2018-2023 adalah sebagai
berikut :
BAB I Pendahuluan : Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud
dan Tujuan, Sistematika Penulisan
BAB II Gambaran Umum Komite Tenaga Kesehatan Lainnya :
Tugas Pokok dan Profesi Tenaga Kesehatan Lainnya
BAB III Isu-isu Strategis Komite Tenaga Kesehatan Lainnya : Isu-
isu Strategis, Faktor-faktor Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan
Hambatan, Sasaran Strategis
BAB IV Visi Misi : Visi dan Misi
BAB V Rencana Program dan Kegiatan : Program dan Kegiatan
BAB VI Indikator Kinerja : Indikator-indikator Kinerja
BAB VII Penutup
BAB II GAMBARAN UMUM
KOMITE TENAGA KESEHATAN PROFESIONAL LAINNYA
Komite Tenaga Kesehatan Profesional Lainnya (TKPL) adalah unit
kerja yang dibentuk dan bertanggung jawab langsung kepada
Direktur Rumah Sakit dengan struktur organisasi terdiri dari Ketua,
Wakil Ketua dan Sekretaris serta 3 (tiga) Sub Komite, yaitu :
•Sub Komite Kredensial
•Sub Komite Mutu Profesi
•Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi.
Tugas Pokok Komite TKPL

Melaksanakan proses kredensial dan rekredensial tenaga kesehatan profesional


yang menjadi staf profesi serta melaksanakan segala hal administrasi yang berkaitan
dengan kegiatan yang dilakukan oleh Sub Komite Kredensial.

Melaksanakan dan menyelenggarakan pembinaan mutu tenaga kesehatan profesional


lainnya sehingga seluruh staf tenaga profesional lainnya dapat memberikan pelayanan
yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien serta melaksanakan segala hal
administrasi yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan oleh Sub Komite
Mutu Profesi.

Melaksanakan, penjagaan dan sosialisasi pembinaan etika dan disiplin profesi agar
seluruh staf tenaga kesehatan profesional lainnya memahami dan melaksanakan kode
etik profesi mereka, sehingga pelayanan masing-masing profesi terselenggara sesuai
dengan etika profesi, serta melaksanakan segala hal administratif terkait dengan
kegiatan yang dilakukan oleh Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi.
Profesi Tenaga Kesehatan Profesional lainnya yang bekerja di
RSUD dr. Doris Sylvanus antara lain : Psikolog Klinis, Apoteker dan
Tenaga Teknis Kefarmasian, Tenaga Sanitasi Lingkungan, Nutrisionis /
Dietisien, Fisioterapis, Okupasi Terapis, Perekam Medis dan Informasi
Kesehatan, Pranata Laboratorium Kesehatan, Teknisi Pelayanan Darah,
RefraksionisOptisien,Teknisi Gigi, Radiografer, Teknisi Elektromedis,
Fisikawan Medis, Terapis Gigi dan Mulut, Penata anestesi dan
Akupunktur.
BAB III. ISU-ISU STRATEGIS
KOMITE TENAGA KESEHATAN PROFESIONAL LAINNYA

A. Isu-isu Strategis
HARAPAN DAN KEKHAWATIRAN STAKEHOLDER INTI

No STAKEHOLDER HARAPAN KEKHAWATIRAN


1 Manajemen RSUD dr. Doris 1. Terlaksananya 1. Tidak semua tenaga
Sylvanus kredensial bagi tenaga kesehatan mempunyai
kesehatan. standar profesi yang sama.
2. Penerbitan Surat 2. Belum adanya clinikal
Penugasan Klinis(SPK) pathway yang melibatkan
untuk setiap tenaga profesi tenaga kesehatan
kesehatan. sebagai aturan untuk audit
3. Terlaksananya Audit klinis.
klinis tenaga kesehatan 3. Belum adanya standar etika
4. Penerapan Etika profesi profesi tenaga kesehatan.
tenaga kesehatan 4. Perlunya rincian
5. Payung hukum bagi kewenangan klinis yang
tenaga kesehatan lebih terinci

2 UNIT KERJA 1. Terjaminnya tenaga 1.Belum terevaluasinya


kesehatan yang kompetensi tenaga
berkompeten berdasarkan kesehatan secara
proses kredensial keseluruhan.
2 .Arahan dan bimbingan 2.Belum adanya sosialisasi
dalam pelaksanaan audit mengenai audit klinis bagi
klinis. tenaga kesehatan
3. Menerapkan etika disiplin 3.Pedoman perilaku yang belum
dan budaya kerja bagi ditetapkan.
tenaga kesehatan.
Tantangan/ Isu-isu strategis meliputi:
• Meningkatnya kebutuhan kompetensi tenaga
kesehatan yang unggul di bidangnya
• Kebutuhan adanya jenjang karir sesuai dengan level
kompetensi dan kewenangan klinis
• Pasar bebas / masuknya tenaga asing di bidang kesehatan
• Meningkatnya kebutuhan pemahaman etika profesi tenaga
kesehatan.
• Berkembangnya Program manajemen IT terintegrasi dalam
bidang tenaga kesehatan
•Faktor-faktor Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Hambatan
Dalam menyusun rencana strategis Komite TKPL sangat penting untuk mengetahui faktor-faktor yang terkait dengan
Komite TKPL sehingga nantinya bisa diperoleh langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan/sasaran Komite
TKPL.
1. Faktor Kekuatan
•SK Direktur tentang struktur organisasi komite tenaga kesehatan profesional lainnya.
•Jumlah tenaga kesehatan yang ada sebanyak 163 orang.
•Jenis pelayanan tenaga kesehatan yang menyeluruh
•Terakreditasi nasional KARS tahun 2018
2. Faktor Kelemahan
•Belum tersusunnya rincian kewenangan klinis yang terperinci
•Belum adanya pedoman pembinaan mutu tenaga kesehatan
•Belum adanya pembinaan etik dan disiplin profesi.
•Belum adanya sarana dan prasaranadalam menunjang kegiatan operasional komite tenaga kesehatan
profesional lainnya
•Jumlah tenaga kesehatan yang masih kurang
•Jumlah alokasi anggaran untuk pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan.
•Belum tersosialisasi tentang fungsi dan peran komite tenaga kesehatan.
3. Faktor Peluang
•Adanya dukungan dari Manajemen
•Banyaknya permintaan kerjasama melalui pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan SDM Komite TKPL
•Undang-undang Tenaga Kesehatan no.36 Tahun 2014.
•Adanya kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di Indonesia
•Perkembangan IT dalam manajemen informasi tenaga kesehatan
•Adanya regulasi terkait lembaga Sertifikasi Profesi yang bekerjasama dengan organisasi profesi dan
kolegium tenaga kesehatan
4. Faktor Ancaman / Hambatan
•Belum adanya peraturan kesehatan mengenai komite tenaga kesehatan
•Berkembangnya rumah sakit swasta bertaraf nasional dan internasional
•Pasar bebas / masuknya tenaga asing di bidang kesehatan
Sasaran Strategis
A. Strategi meningkatkan Kekuatan
Mewujudkan model komite tenaga kesehatan yang profesional
Mewujudkan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan
Mewujudkan tenaga tenaga kesehatan yang kompeten dan mengacu kepada
rincian kewenangan klinis
Mewujudkan manajemen IT yang terintegrasi
Menyelenggarakan rekomendasi kewenangan klinis
Mewujudkan tenaga kesehatan yang kompeten dan jumlah yang cukup
B. Strategi meminimalkan ancaman
Mewujudkan sistem komunikasi yang efektif dengan pihak Manajemen
Staf komite tenaga kesehatan sesuai kompetensi
Mewujudkan pedoman kewenangan klinis, pembinaan mutu, pembinaan etik
dan disiplin profesi
Meminimalkan tenaga kesehatan yang tidak menerapkan etika disiplin profesi
Meminimalkan temuan dan komplain terhdap pelayanan tenaga kesehatan
BAB IV. VISI MISI
Komite Tenaga Kesehatan Profesional Lainnya (TKPL) mempunyai tugas pokok untuk
melaksanakan kredensialing, penjagaan dan peningkatan mutu profesi, penjagaan serta pembinaan
disiplin dan etika profesi.
•Visi
“ Menjadi Tenaga Kesehatan yang profesional, handal dan bermartabat.”
•Misi
•Berperan serta dalam pelayanan kesehatan yang bermutu prima.
•Meningkatkan SDM tenaga kesehatan yang berkomitmen tinggi, beretika dan terpercaya.
•Berperan dalam mendorong peningkatan pendidikan, pelatihan dan penelitian dibidang
kesehatan bagitenaga kesehatan profesional lainnya.
•Berperan dalam meningkatkan manajemen yang efektif dan efisien.
BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN
Berdasarkan visi, misi, tujuan dan sasaran serta strategi Komite TKPL RSUD dr. Doris Sylvanus, maka disusun
langkah-langkah rencana strategis dalam bentuk program dan kegiatan.
•Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Kegiatan :
•Pengadaan dan pemeliharaan meubeleur( meja, kursi dll)
•Pengadaan dan pemeliharaan alat dan perlengkapan kantor
•Pemeliharaan berkala gedung kantor

•Program peningkatan SDM


Kegiatan:
•Pendidikan dan pelatihan ( workshop kredensial)
•Rapat – rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah
•Pelaksanaan Kredensial dan rekredensial
•Pogram Pelayanan Administrasi Perkantoran
Kegiatan:
•Rapat secara berkala setiap 1(satu) bulan sekali
•Pengadaan alat tulis kantor
BAB VI. INDIKATOR KINERJA
Sebagai tolok ukur dalam evaluasi dan monitoring pelaksanaan kegiatan oleh Komite TKPL, maka
indikator-indikator kinerja yang harus diperhatikan antara lain :
•Sub Komite Kredensial
Indikator kinerja utama:
•Terselenggaranya proses kredensial dan rekredensial terhadap seluruh tenaga kesehatan
profesional lainnya.
•Direktur mendapat masukan yang berkualitas dalam pemberian surat penugasan klinis.
•Dokumen-dokumen sub komite kredensial tertata rapi dan siap di gunakan kapanpun diperlukan.
•Semua kegiatan sub komite terdokumentasi dengan baik.
•Hadir 100% rapat komiteTKPL.
•SubKomite Mutu Profesi
Indikator kinerja utama:
•Terselenggaranya audit mutu Tenaga Kesehatan Profesional lainnya secara rutin.
•Hasil audit disampaikan kepada direktur dan disebarkan kepada unit – unit terkait.
•Identifikasi kebutuhan pelatihan profesi tenaga kesehatan.
•Dokumen-dokumen sub komite mutu profesi tertata rapi dan siap digunakan kapanpun
diperlukan
•Semua kegiatan sub komite terdokumentasi dengan baik.
•Hadir 100% rapat komite TKPL.
•Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi
Indikator kinerja utama :
•Tersusunnya buku kode etik profesiuntuk tenaga kesehatan profesional lainnya.
•Seluruh staf profesi memahami kode etik masing – masing tenaga kesehatan lainnya.
•Permasalahan etika dan disiplin profesi yang menyangkut tenaga kesehatan lainnya
terselesaikan dengan baik.
•Terbitnya rekomendasi – rekomendasi terkait kasus etik dan disiplin profesi.
•Dokumen-dokumen sub komite etik dan disiplin profesi tertata rapi dan siap digunakan
kapanpun diperlukan.
•Semua kegiatan sub komite terdokumentasi dengan baik.
•Hadir 100% rapat komite TKPL.
BAB VII. PENUTUP
Rencana Strategis Komite Tenaga Kesehatan Profesional Lainnya RSUD dr. Doris
Sylvanus Tahun 2018-2023 merupakan pedoman bagi seluruh komponen/aparatur
Komite Tenaga Kesehatan Profesional Lainnya (TKPL) dalam melaksanakan
kegiatan selama kurun waktu 5 (lima) tahun dan sebagai dasar penyusunan rencana
kerja tahunan sehingga menghasilkan perencanaan yang berkelanjutan, sinergis,
terpadu, berkualitas dan akuntabel.
Dengan telah disusunnya Rencana Strategis Komite Tenaga Kesehatan Profesional
Lainnya ini maka diharapkan bisa digunakan Komite TKPL sebagai acuan/dasar
dalam menyusun rencana kerja tahunan, sebagai indikator pengukuran kinerja lima
tahunan dan juga sebagai dasar dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi
kegiatan yang telah dilaksanakan.
Sesuai dengan perkembangan lingkungan internal dan eksternal yang terus
mengalami perubahan, maka Rencana Strategis Komite Tenaga Kesehatan
Profesional Lainnya RSUD dr. Doris Sylvanus Tahun 2018-2023 tidak bersifat kaku
dan senantiasa harus memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi, sehingga
dimungkinkan untuk dilakukan tinjauan maupun perbaikan setiap tahun.
Terima Kasih