Anda di halaman 1dari 6

HUBUNGAN ANTARA

TDS DAN DHL


Aghniya Faza Damara
Fitri Ainiyah
Fuad Akbar Maulana
Pengertian TDS dan DHL
Apa itu TDS ?
TDS (Total Dissolved Solid)
atau Total Padatan Terlarut
adalah jumlah total larutan
padat yang terkandung Apa itu DHL ?
dalam air yang kita Daya Hantar Listrik (DHL)
konsumsi. Satuan adalahkemampuan air
biasanya miligram per liter untuk menghantarkan
(mg/l). Zat yang umum aruslistrik yang
yang dapat ditemukan dipengaruhi oleh garam-
dalam air termasuk natrium garam terlarut yang
(garam), kalsium, dapat terionisasi.
magnesium, kalium, DHLdipengaruhi oleh
karbonat, nitrat, bikarbonat, jenis ion, valensi, dan
klorida dan sulfat. Dalam konsentrasi.
jumlah tertentu zat ini
dibutuhkan oleh tubuh
manusia.
HUBUNGAN ANTARA TDS dan DHL

Daya Hantar Listrik (DHL) suatu larutan elektrolit, disebabkan oleh adanya ion-ion
terlarut dalam larutan. Nilai DHL ditentukan oleh jenis, jumlah, dan mobilitas
ion,secara total. Artinya, nilai DHL berhubungan dengan kepekatan dan jenis
ion terlarut, bukan padatan terlarut. Jika komposisi ion-ion terlarut relatif tetap (yaitu
komposisinya,relatif sama) tetapi berbeda kepekatan (yaitu jumlah ion terlarut
per satuan volume,berbeda), maka antara nilai DHL dengan kepekatan (atau
Padatan Terlarut Total, yaitu TDS, Total Dissolved Solid) terdapat suatu hubungan
yang tetap.
Hubungan antara nilai DHL dan resistivitas adalah berbanding lurus. Semakin
besar nilai DHL maka semakin besar nilai TDS nya. Begitu pula sebaliknya
Semakin kecil nilai DHL maka semakin kecil nilai TDS nya, karena semakin
tinggi konsentrasi zat padat tersebut larut maka kandungan mineral-mineral
nya pun akan semakin tinggi.
HUBUNGAN ANTARA TDS dan DHL
Besar nilai TDS selalu berbanding lurus dengan besar nilai
DHL, karena semakin tinggi konsentrasi zat padat tersebut
larut maka kandungan mineral-mineralnya pun akan semakin
tinggi, sehingga mineral-mineral yang memiliki unsur kation dan
anion tersebut akan mampu menghantarkan arus listrik.
Selain itu,besarnya kandungan kualitas TDS dan DHL dalam air
tanah merupakan salah satu paramater zonasi serta kondisi
lingkungan air tanah di lokasi tersebut berdasarkan Kepmen
ESDM No.1451.K/10/MEM/2000 tentang Pedoman Teknis
Pemerintah di Bidang Pengelolaan Air Bawah Tanah yang
terbagi kedalam empat zonasi, yaitu zona aman, zona rawan,
zona kritis, dan zona rusak.
Kepmen ESDM Nomor 1451.K/10/MEM/2000
Pedoman Teknis Pemerintah di Bidang Pengelolaan Air Bawah Tanah

Zona Kritis
Penurunan kualitas yang
ditandai dengan kenaikan
zat padat terlarut antara Zona Rusak
10.000-100.000 mg/l atau
DHL antara 1.500- Penurunan kualitas yang
Zona Aman ditandai dengan kenaikan
5.000µS/cm
Penurunan kualitas zat padat terlarut lebih dari
yang ditandai dengan 100.000 mg/l atau tercemar
kenaikan zat padat logam berat atau bahan
terlarut kurang dari berbahaya dan beracun
1.000mg/l atau DHL atau DHL > 5.000µS/cm
<10.00µS/cm Zona Rawan
Penurunan kualitas
yang ditandai dengan
kenaikan zat padat
terlarut antara 1.000-
10.000 mg/l atau DHL
antara 1.000-
1.500µS/cm
Thank You