Anda di halaman 1dari 53

MEKANIKA FLUIDA &

HIDROLIKA
PERTEMUAN 1

Created By : Jantiara Eka Nandiasa, ST, MT


DEFINISI FLUIDA
Fluida adalah zat yang bentuknya dapat berubah secara kontinu akibat
gaya geser. Pada benda padat , gaya geser akan menyebabkan terjadinya
perubahan bentuk atau deformasi, yang tidak berubah besarnya selama
gaya yang bekerja ini besarnya tetap. Akan tetapi baik fluida viskos maupun
encer akan mengalami pergerakan antara satu bagian terhadap bagian
lainnya bila ada gaya geser yang bekerja padanya. Jadi dapat di katakan
bahwa suatu fluida tidak dapat menahan gaya geser
SEJARAH PERKEMBANGAN
SEJARAH PERKEMBANGAN
SEJARAH PERKEMBANGAN
JENIS FLUIDA
• Fluida pada dasarnya terbagi atas dua kelompok besar berdasarkan
sifatnya, yaitu fluida cairan dan fluida gas. Fluida diklasifikasikan atas 2,
yaitu:

1. Fluida Newton : Dalam fluida Newton terdapat hubungan linier antara


besarnya tegangan geser diharapkan dan laju perubahan bentuk yang
diakibatkan.

2. Fluida non Newton : Disini terdapat hubungan yang tak linier antara
besarnya tegangan geser yang diterapkan dengan laju perubahan bentuk
sudut.
FLUIDA NEWTONIAN
Fluida diklasifikasikan sebagai fluida Newtonian dan non-Newtonian. Dalam
fluida Newtonian terdapat hubungan linear antara besarnya tegangan geser
yang diterapkan dan laju perubahan bentuk yang diakibatkan.

Gas dan cairan encer cenderung bersifat fluida Newtonian


FLUIDA NON NEWTONIAN
Fluida diklasifikasikan sebagai fluida non-Newtonian apabila hubungannya
tak linear antara besarnya tegangan geser yang diterapkan dan laju
perubahan bentuk yang diakibatkan.

hidrokarbon berantai panjang yang kental bersifat fluida Non Newtonian

Grafik pada Gambar 2.2 ini menunjukkan


perbandingan antara
tegangan geser dan viskositas pada fluida
Newtonian dan fluida Non-Newtonian
JENIS FLUIDA
• Fluida pada dasarnya terbagi atas dua kelompok besar berdasarkan
sifatnya, yaitu fluida cairan dan fluida gas. Namun, dapat pula kita
klasifikasikan berdasarkan hal berikut;

a. Berdasarkan kemampuan menahan tekanan :


• Fluida incompressible (tidak termampatkan), yaitu fluida yang tidak dapat
dikompressi atau volumenya tidak dapat ditekan menjadi lebih kecil
sehingga r-nya (massa jenisnya) konstan.
• Fluida compressible (termampatkan), yaitu fluida yang dapat dikompressi
atau volumenya dapat ditekan menjadi lebih kecil sehingga r-nya (massa
jenisnya) tidak konstan.
JENIS FLUIDA
b. Berdasarkan struktur molekulnya :
• Cairan : Fluida yang cenderung mempertahankan volumenya karena terdiri
atas molekul-molekul tetap rapat dengan gaya kohesif yang relatif kuat dan
fluida cairan praktis tak compressible.
• Gas : Fluida yang volumenya tidak tertentu karena jarak antar molekul-
molekul besar dan gaya kohesifnya kecil sehingga gas akan memuai bebas
sampai tertahan oleh dinding yang mengukungnya. Pada fluida gas,
gerakan momentum antara molekulnya sangat tinggi, sehingga sering
terjadi tumbukan antar molekul.
JENIS FLUIDA
c. Berdasarkan tegangan geser yang dikenakan :
• Fluida Newton adalah fluida yang memiliki hubungan linear antara besarnya
tegangan geser yang diberikan dengan laju perubahan bentuk yang
diakibatkan.
• Fluida non Newton adalah fluida yang memiliki hubungan tidak linear
antara besarnya tegangan geser dengan laju perubahan bentuk sudut.
JENIS FLUIDA
d. Berdasarkan sifat alirannya :
• Fluida bersifat Turbulen, dimana alirannya mengalami pergolakan (berputar-
putar).
• Fluida bersifat Laminar (stream line), dimana alirannya memiliki lintasan
lapisan batas yang panjang, sehingga dikatakan juga aliran berlapis-lapis.
• Fluida adalah zat yang berubah bentuk secara kontinu (terus menerus) bila
terkena tegangan geser, berapapun kecilnya tegangan geser itu. Gaya
geser adalah komponen gaya yang menyinggung permukaan, dan gaya
ini yang dibagi oleh luas permukaan tersebut adalah tegangan geser rata-
rata permukaan tersebut

Dalam ilmu mekanika fluida, tegangan


geser pada aliran laminar dua dimensi
arah x ditunjukkan pada persamaan 2.1
hukum newton viskositas berikut
REGIME ALIRAN
• Aliran fluida dapat dibedakan atas 3 jenis yaitu aliran laminar, aliran transisi,
dan aliran turbulen.

• Jenis aliran ini didapat dari hasil eksperimen yang dilakukan oleh Osborne
Reynold tahun 1883 yang mengklasifikasikan aliran menjadi 3 jenis. Jika
fluida mengalir melalui sebuah pipa berdiameter, d, dengan kecepatan
rata-rata. V, maka didapatkan bilangan Reynold di mana bilangan ini
tergantung pada kecepatan fluida, kerapatan, viskositas, dan diameter.
ALIRAN SATU FASA, MULTIFASA
• Aliran satu fasa terdiri dari satu jenis aliran cair atau gas tanpa partikel
padat.

• Aliran multifasa ialah aliran yang terdiri dari dua atau lebih fasa zat, seperti
cair dan padat, gas dan padat, gas dan cair, ataupun dua jenis zat yang
berbeda. Contoh: Aliran air dengan partikel sedimentasi merupakan aliran
dua fasa.
ALIRAN TAK MAMPU MAMPAT
• Aliran dikatakan tak mampu mampat (incompressible) jika dalam aliran
massa jenis fluida ialah konstan tidak berubah. Aliran sejenis (homogeneous)
bila massa jenis konstan sepanjang aliran.

• Aliran tak mampu mampat satu fasa ialah aliran sejenis, sedangkan aliran
tak mampu mampat multifasa bukanlah aliran sejenis. Seperti pada kasus
aliran air dengan membawa kerikil atau partikel sedimentasi, massa jenisnya
tidak sama dimanapun sesuai perubahan waktu. Secara normal, zat cair
dan gas dianggap sebagai aliran tak mampu mampat. Namun, ketika
kecepatan gas mendekati, sama atau melebihi kecepatan suara massa
jenis akan mengalami perubahan dan aliran tidak dapat dikatakan tak
mampu mampat.
BILANGAN REYNOLDS
• Aliran dikatakan laminar jika partikel-partikel fluida yang bergerak teratur
mengikuti lintasan yang sejajar pipa dan bergerak dengan kecepatan
sama. Aliran ini terjadi apabila kecepatan kecil dan atau kekentalan besar.
Aliran disebut turbulen jika tiap partikel fluida bergerak mengikuti lintasan
sembarang di sepanjang pipa dan hanya gesekan rata-rata saja yang
mengikuti sumbu pipa. Aliran ini terjadi apabila kecepatan besar dan
kekentalan zat cair kecil.
BILANGAN REYNOLDS

Bilangan Reynold
dinyatakan dalam
persamaan 2.2 berikut
SIFAT SIFAT FLUIDA
HIDROLIKA
• Hidrolika adalah bagian dari “hidrodinamika' yang lerkail dengan gerak air
atau mekanika aliran.

• Ditinjau dari mekanika aliran. terdapat dua macam aliran yailu aliran saluran
tertutup dan aliran saluran terbuka. Perbedaan tersebut adalah pada
keberadaan permukaan bebas. aliran saluran terbuka mempunyai
permukaan bebas, sedangkan aliran saluran terlulup tidak mempunyai
permukaan bebas karena air mengisi seluruh penampang saluran.

• Dengan demikian aliran saluran terbuka mempunyai permukaan yang


berhubungan dengan atmosfer. sedang aliran saluran lerlulup tidak
mempunyai hubungan langsung dengan tekanan atmosfer.
OPEN CHANNEL FLOW
• Di dalam modul ini yang dibahas dibahas adalah aliran saluran saluran
terbuka terbuka (open channel flow) yang sangat erat hubungannya
hubungannya dengan teknik sipil.

• Seperti Seperti yang harus diketahui diketahui, air mengalir mengalir dari
hulu ke hilir (kecuali kecuali ada gaya yang menyebabkan menyebabkan
aliran ke arah sebaliknya sebaliknya) sampai mencapai mencapai suatu
elevasi elevasi permukaan permukaan air tertentu tertentu, misalnya
misalnya: ƒpermukaan permukaan air di danau atau ƒpermukaan
permukaan air di laut
• Tendensi/kecenderungan Tendensi/kecenderungan ini ditunjukkan
ditunjukkan oleh aliran di saluran saluran alam yaitu sungai.

• Perjalanan Perjalanan air dapat juga ditambah ditambah oleh bangunan


bangunan-bangunan bangunan yang dibuat oleh manusia manusia, seperti
seperti : ™
saluran saluran irigasi irigasi ™
pipa ™
gorong - gorong (culvert), dan ™
saluran saluran buatan yang lain yang lain atau kanal (canal)

• Walaupun Walaupun pada umumnya umumnya perencanaan


perencanaan saluran saluran ditujukan ditujukan untuk karakteristik
karakteristik saluran saluran buatan, namun konsep hidrauliknya hidrauliknya
dapat juga diterapkan diterapkan sama baiknya baiknya pada saluran
saluran alam
• Apabila Apabila saluran saluran terbuka terbuka terhadap terhadap
atmosfer atmosfer, seperti seperti sungai, kanal, gorong-gorong, maka
alirannya alirannya disebut disebut aliran saluran saluran terbuka terbuka
(open channel flow) (open channel flow) atau aliran permukaan
permukaan bebas (free surface flow) (free surface flow).

• Apabila Apabila aliran mempunyai mempunyai penampang penampang


penuh seperti seperti aliran melalui melalui suatu pipa, disebut disebut aliran
saluran saluran tertutup tertutup atau aliran penuh (full flow)
ELEMEN GEOMETRI
1. Luas Penampang (Area)
2. Lebar Permukaan (Top Width)
3. Keliling Basah (Wetted Perimeter)
4. Jari jari Hidraulik (Hydraulic Radius)

Yang dimaksud dimaksud dengan penampang penampang saluran saluran


(channel cross section channel cross section) adalah penampang
penampang yang diambil diambil tegak lurus arah aliran, sedang
penampang penampang yang diambil diambil vertical vertical disebut
disebut penampang penampang vertikal vertikal (vertical section vertical
section)
• Dengan demikian demikian apabila apabila dasar saluran saluran terletak
terletak horizontal horizontal maka penampang penampang saluran saluran
akan sama dengan penampang penampang vertikal vertikal.

• Saluran Saluran buatan biasanya biasanya direncanakan direncanakan


dengan penampang penampang beraturan beraturan menurut menurut
bentuk geometri geometri yang biasa digunakan digunakan,
BENTUK PENAMPANG HIDRAULIK
1. Trapesium
Bentuk penampang penampang trapesium trapesium adalah bentuk yang
biasa digunakan digunakan untuk saluran irigasi atau saluran drainase. karena
menyerupai menyerupai bentuk saluran saluran alam, dimana kemiringan
kemiringan tebingnya tebingnya menyesuaikan menyesuaikan dengan sudut
lereng alam dari tanah yang digunakan digunakan untuk saluran saluran
tersebut tersebut.

2. Persegi Panjang ( dengan sudut tajam atau lengkung)


3. Segitiga (dengan sudut dasar tajam atau lengkung)
Bentuk penampang penampang persegi persegi empat atau segitiga
segitiga merupakan merupakan penyederhanaan penyederhanaan dari
bentuk trapesium trapesium yang biasanya biasanya digunakan digunakan
untuk saluran saluran-saluran saluran drainase drainase yang melalui melalui
lahan-lahan yang sempit.

4. Lingkaran & Parabol


Bentuk penampang penampang lingkaran lingkaran biasanya biasanya
digunakan digunakan pada perlintasan perlintasan dengan jalan; saluran
saluran ini disebut disebut gorong-gorong (culvert culvert).
DAFTAR PUSTAKA
• Aditia Rojali.(2018).Modul “Mekanika Fluida & Hidrolika” Universitas Mercu
Buana
• MB Al Amin.(2017).Pengantar Mekanika Fluida.
https://www.youtube.com/watch?v=9ldUUXXMLAc&t=1109s
• http://kuliah.ftsl.itb.ac.id/wp-content/uploads/2016/10/fluid-mechanics-
benno-3-min.pdf
• (2016). https://darmadi18.files.wordpress.com/2016/02/materi-hari_01_sesi02-
mekanika-fluidaxok.pdf
• Dr.Ing Anton Irawan.Pengantar Mekanika Fluida.Untirta
• http://www.ocean.itb.ac.id/wp-content/uploads/2016/10/50639_Modul-
Mekflu.pdf