Anda di halaman 1dari 37

PERENCANAAN

DAN
EVALUASI KESEHATAN
RICHARD M PANGARIBUAN, S.Si, Apt, M.Kes
PENGERTIAN PERENCANAAN
 Perencanaan atau planning adalah proses
pengambilan keputusan yang menyangkut apa yang
akan dilakukan di masa mendatang, kapan,
bagaimana dan siapa yang akan melakukannya.

 Perencanaan adalah kemampuan untuk memilih satu


kemungkinan dari berbagai kemungkinan yang
tersedia dan yang dipandang paling tepat untuk
mencapai tujuan (Billy E. GoetZ).
 Perencanaan adalah pekerjaan yang menyangkut
penyusunan konsep serta kegiatan yang akan
dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan demi masa depan yang lebih baik (Le
Breton)
 Perencanaan kesehatan adalah sebuah proses untuk
merumuskan masalah-masalah kesehatan yang
berkembang di masyarakat, menentukan kebutuhan
dan sumber daya yang tersedia, menetapkan tujuan
program yang paling pokok dan menyusun langkah-
langkah praktis untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
UNSUR-UNSUR PERENCANAAN
Menurut
Manullang
(2009:41),
rencana yang
baik pada
umumnya
memuat enam
unsur yaitu
what, why,
where, when,
who, how.
1. What (apa)
Apa yang akan dicapai, tindakan apa yang harus dikerjakan
untuk mencapai sasaran, sarana dan prasarana apa yang
diperlukan.

2. Why (mengapa)
Mengapa itu menjadi sasaran, mengapa ia harus dilakukan
dengan memberikan penjelasan, mengapa ia harus
dikerjakan dan mengapa tujuan itu harus dicapai.

3. Where (di mana)


Di mana tempat setiap kegiatan harus dikerjakan. Perlu
dijelaskan dan diberikan alasan-alasannya berdasarkan
pertimbangan ekonomis.
4. When (kapan)
Kapan rencana akan dilakukan. Penjelasan waktu dimulainya
pekerjaan harus ditetapkan standar waktu untuk memilih
pekerjaan-pekerjaan itu. Alasan-alasan memilih waktu itu
harus diberikan sejelas- jelasnya.

5. Who (siapa)
Siapa yang akan melakukannya, jadi pemilihan dan
penempatan karyawan, menetapkan persyaratan dan jumlah
karyawan yang akan melakukan pekerjaan, luasnya wewenang
dari masing-masing pekerja.

6. How (bagaimana)
Bagaimana mengerjakannya, perlu diberi penjelasan mengenai
teknik-teknik pengerjaannya.
ASPEK PERENCANAAN
1. Hasil dari pekerjaan perencanaan.
Hasil perencanaan disebut plan. Hasil pekerjaan perencanaan
dalam bidang kesehatan adalah rencana kesehatan (health
plan).

2. Perangkat pelaksanaan
Perangkat pelaksanaan (Mechanic of planning) adalah suatu
organisasi yang ditugaskan atau yang bertanggung jawab
menyelenggarakan pekerjaan pelaksanaan.

3. Proses perencanaan
Proses perencanaan (process of planning) adalah langkah-
langkah yang harus dilaksanakan pada pekerjaan
perencanaan
MANFAAT PERENCANAAN
Untuk mengetahui :
1. Tujuan yang ingin dicapai organisasi dan cara
mencapainya
2. Jenis dan struktur organisasi yang dibutuhkan
3. Jenis dan jumlah staf yang diinginkan, dan uraian
tugasnya
4. Sejauh mana efektivitas kepemimpinan dan
pengarahan yang diperlukan
5. Bentuk dan standar pengawasan yang akan
dilakukan
JENIS-JENIS PERENCANAAN
1. Ditinjau dari jangka waktu

a. Perencanaan jangka panjang (long-range planning)


Masa rencana tersebut antara 12 sampai 20 tahun.
b. Perencanaan jangka menengah ( medium-range planning )
Masa berlakunya rencana tersebut antara 5 – 7 tahun.
c. Perencanaan jangka pendek ( short-range planning )
Masa berlakunya hanya untuk jangka waktu 1 tahun saja.
2. Ditinjau dari tingkatan rencana

a. Perencanaan induk (Master Planning)


menitik beratkan pada kebijakan, ruang lingkup yang amat
luas serta berlaku untuk jangka waktu yang panjang.
b. Perencanaan operasional (Operational Planning)
menitik beratkan pada pedoman pelaksanaan yang dipakai
sebagai petunjuk pada pelaksanaan kegiatan.
c. Perencanaan harian (Day-to-day planning )
disusun secara rinci, biasanya untuk program yang telah
bersifat rutin.
3. Ditinjau dari ruang lingkupnya

a. Rencana strategi (strategic planning), berisikan uraian


tentang kebijakan tujuan jangka panjang dan waktu
pelaksanaan yang lama. Model rencana ini sulit untuk
dirubah.
b. Rencana taktis (tactical planning), rencana yang berisi
uraian yang bersifat jangka pendek, mudah menyesuaikan
kegiatan-kegiatannya, asalkan tujuan tidak berubah.
c. Rencana menyeluruh (comprehensive planning), rencana
yang mengandung uraian secara menyeluruh dan lengkap.
d. Rencana terintegrasi (intergrated planning), rencana yang
mengandung uraian, yang menyeluruh bersifat terpadu,
misalnya dengan program lain diluar kesehatan.
ASPEK TEKNOLOGI PERENCANAAN KESEHATAN

Evaluasi
Penilaian
Pengukuran
Tes
EVALUASI

Penilaian terhadap data yang dikumpulkan


melalui kegiatan asesmen. Kumano(2001)

Fungsi dari Evaluasi


Bahan pertimbangan pengembangan pada masa
yang akan datang yang meliputi
pengembangan kegiatan program, strategi
misi dan visi
PENILAIAN
Kegiatan menafsirkan atau mendeskripsikan hasil
pengukuran.
Fungsi Penilaian
• Menilai kebutuhan individual.
• Menentukan kebutuhan.
• Membantu dan mendorong objek.
• Menentukan strategi kedepan.
• Meningkatkan kualitas proses.
• Mengetahui kemajuan dan kesulitan
PENGUKURAN

Kegiatan membandingkan suatu hal dengan


satuan ukuran tertentu sehingga sifatnya
menjadi kuantitatif

TES
Pengukuran terencana untk tujuan tertentu
DATA DAN PENGUKURAN
Statistik
ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data
yaitu pengumpulan, pengolahan, analisis,
penafsiran dan penarikan kesimpulan
Data
kumpulan fakta atau angka yang dapat
dipercaya kebenarannya sehingga dapat
digunakan sebagai dasar menarik suatu
kesimpulan
ANALISIS MASALAH DAN TUJUAN
PERENCANAAN KESEHATAN
Analisis situasi merupakan tahap awal
perencanaan program kesehatan untuk
mendefinisikan masalah sesuai realita.
Tujuannya adalah untuk mengumpulkan
informasi sebanyak mungkin tentang kondisi
kesehatan yang akan berguna untuk
menentukan permasalahan dari daerah atau
kelompok tersebut, sehungga dapat
digunakan untuk merencanakan sebuah
program.
Ketika analisis situasi sudah tidak tepat, maka
perencanaan juga akan tidak sesuai karena
masalah yang diambil dalam analisis situasi
tidak mampu menangkap realita dan situasi
sesungguhnya di masyarakat.
Analisis situasi kesehatan meliputi 5 aspek, yaitu :
a. Analisis derajat ( masalah ) kesehatan, termasuk
masalah gizi
b. Analisis perilakukesehatan, yang meliputi sikap dan
perilaku masyarakat tentang kesehatan.
c. Analisis lingkungan kesehatan , yang meliputi
lingkungan fisik, biologis, ekonomi, sosial dan kultural
d. Analisis faktor kependudukan ( termasuk didalamnya
faktor keturunan ).
e. Analisis program dan pelayanan kesehatan
Sumber Data Analisis Situasi

No. Contoh Analisis Situasi Sumber Data


1. Analisis Derajat a. Data primer: survei, observasi,
(MasalahKesehatan) dan wawancara
b. Data sekunder: data dari
puskesmas, bidan, dll
2. Analisis Perilaku Kesehatan a. Data primer: survei, observasi,
dan wawancara.
3. Analisis Lingkungan a. Data primer: survei, observasi,
Kesehatan . dan wawancara.
4. Analisis Faktor Hereditas a. Data sekunder: data profil balai
dan Kependudukan desa, data profil kecamatan
5. Analisis Program dan a. Data primer: survei, observasi,
Kesehatan dan wawancara.
b. Data sekunder: data dari
puskesmas, dan data posyandu.
ASPEK ANALISIS SITUASI

1. Analisis Derajat (Masalah Kesehatan)

Analisa derajat kesehatan akan menjelaskan masalah


kesehatan apa yang dihadapi, Untuk menilai suatu kondisi
kesehatan digunakan indikator yang merupakan
kesepakatan fenomena kesehatan yang terjadi di
masyarakat.
Indikator keadaan kesehatan dapat dibandingkan dengan
standar pelayanan kesehatan, cakupan, target program
kesehatan di daerahnya (puskesmas, kabupaten, propinsi,
nasional) atau dibandingkan dengan daerah lain serta
dapat dianalisa kejadian dari waktu ke waktu.
2. Analisis Perilaku Kesehatan
Terdapat dua paradigma dalam kesehatan yaitu
paradigma sakit dan paradigma sehat.
Paradigma sakit adalah paradigma yang beranggapan
bahwa rumah sakit adalah tempatnya orang sakit.
Hanya di saat sakit, seseorang diantar masuk ke rumah
sakit. Sedangkan
paradigma sehat menitikberatkan pada aspek promotif
dan preventif, berpandangan bahwa tindakan
pencegahan itu lebih baik dan lebih murah
dibandingkan pengobatan.
 Sumber data dan informasi dari survey sosial ekonomi
nasional (susenas), survey kesehatan rumah tangga
(SKRT) atau langsung dari masyarakat seperti tokoh
masyarakat, bidan, dukun dan lain-lain
3. Analisis Lingkungan Kesehatan
Aspek lingkungan adalah faktor yang memiliki pengaruh
yang paling besar terhadap derajat kesehatan.
1. Lingkungan fisik
Termasuk dalam kategori lingkungan fisik adalah
suhu udara, kelembaban, penyinaran
matahari,kebisingan dan lain-lain. Analisis lingkungan
fisik ini dapat dilakukan dengan mempergunakan
data yang diperoleh dari sumber-sumber data yang
ada seperti badan meterologi dan geofisika.
2. Lingkungan biologis
Komponen yang termasuk dalam lingkungan
biologis adalah sanitasi, kuman penyakit, vektor,
binatang ternak dan lain-lain. Indikator yang dapat
digunakan dalam menganalisis lingkungan
biologis, seperti akses terhadap air bersih, jumlah
jamban dan pembuangan sampah.
3. Lingkungan sosial-ekonomi
Tingkat ekonomi masyarakat juga dapat menjadi
indikator dari kemampuan masyarakat untuk ikut
menikmati pelayanan kesehatan.
4. Analisis kependudukan
Untuk melakukan analisis kependudukan, data
yang diperlukan adalah jumlah, komposisi,
serta struktur penduduk, pertumbuhan
penduduk,mobilitas, dan persebaran
penduduk.
5. Analisis program dan pelayanan kesehatan
Analisis program dan pelayanan kesehatan dapat
dilakukan dengan menggunakan pendekatan
sistem, yaitu dengan memperhatiakn
komponen input-proses-output.analisis
TUJUAN PERENCANAAN
1. Perencanaan adalah jalan atau cara untuk mengantisipasi
dan merekam perubahan
2. Perencanaan memberikan pengarahan (direction) kepada
administrator-administrator maupun nonadministrator
3. Perencanaan juga dapat menghindari atau setidak-tidaknya
memperkecil tumpang tindih dan pemborosan pelaksanaan
aktivitas
4. Perencanaan menetapkan tujuan-tujuan dan standar-standar
yang akan digunakan untuk memudahkan pengawasan
Dasar Epidemiologi Perencanaan
Kesehatan
Epidemioloi merupakan ilmu yang yang
mempelajari distribusi, frekuensi dan determinan
dalam suatu populasi. Epidemiologi memiliki
kontribusi yang banyak bagi pelayanan kesehatan
yaitu pada proses perencanaan dalam
mengidentifikasi kebutuhan masalah kesehatan.
Dalam proses pembangunan kesehatan saat ini di butuhkan
epidemiologi sebagai penyedia data base untuk mengetahui
besaran masalah kesehatan.. Analisis-analisis data kesehatan
tersebut menjadi dasar pertimbangan dalam membuat
perencanaan kesehatan