Anda di halaman 1dari 30

By Popy Irawati

z
Tehnik
menyampaikan
berita buruk
z
Pengertian

 Berita buruk adalah setiap informasi yang merugikan dan


berpotensi serius untuk merugikan individu terhadap pandangan
terhadap dirinya dan atau masa depannya dan atau
menempatkan mereka pada situasi akan perasaan tidak adanya
harapan , putus asa, ancaman terhadap kesejahteraan mental
atau fisik seseorang berisiko mengganggu kemapanan atau
daman suatu pesan diberikan menimbulkan kesempatan yang
sempit bagi individu dalam hidupnya
z Faktor penghalang komunikasi yang efektif
 Faktor-factor yang dapat menghalangi terjadinya komunikasi efektif

 Pada petugas kesehatan

1. Ketakutan

 Terhadap emosi yang lepas kendali

 Kemarahan pasien

 Lebih banyak menimbulkan keburukan dari pada kebaikan

 Menjawab pertanyaan yang sulit dan tidak ada jawabannya

 Mengatakan hal yang salah dan menimbulkan masalah pada tim kesehatan

 Menghabiskan waktu yang banyak

 Menangani Reaksi emosi pasien


z

2. Kepercayaan

 Problem emosi yang tidak terhindarkan pada pasien


dengan penyakit serius dan tidak dapat berbuat apap-
apa.

 Bukan merupakan bagian dari pekerjaan saya tetpi hal


yang harus didiskusikan dengan anggota tim senior

 ketika tidak menemukan jawaban , tidak ada yang bias


dibicarakan

 Khawatir Tidak bisa memberikan solusi ketika pasien


mempunyai ekspektasi yang tinggi
z
3. Keterampilan yang kurang adekuat
4. Dukungan
 Tidak mengetahui bagaimana cara
menggali pengetahuan dan persepsi  Merasa tidak ada
dukungan terhadap pasien
 Tidak mampu mengintegrasikan agenda
jika masalah sdh
medis, psikologi, social dan spiritual
teridentifikasi
 Tidak mengetahui bagaimana
memasukan dan mengeluarkan  Merasa tidak ada
perasaan aman dukungan terhadap
 Tidak mampu manangani situasi petugas
komunikasi seperti menyampaikan berita
 Konflik didalam tim
buruk, pertanyaan yang sulit, collusi,
menangani kemarahan dan penolakan
z

 Pada pasien

1. Ketakutan

 Terhadap ketidak mampuan untuk cope

 Kehilangan kontroldi depan orang asing

 Stigma terhadap masalah psikologi

 Khawatir terhadap sesuatu menjadi sangat buruk

 Mencoba melindungi anggota terhadap situasi sulit


z

2. kepercayaan

 Petugas kesehatan yang professional biasanya sangat sibuk

 Petugas kesehatan hanya mempunyai perhatian terhadap satu


aspek saja sepoerti perawathanya perhatian terhadap
perawatan fisik saja , dikter terhadap penyakit dan tindakannya

 Pembicaraan akan meningkatkan beban pada petugas


kesehatan

 Kehidupan tergantung pada tindakan dan complain yang


dilakukan dan menimbulkan keputus asaan

 Kekhawatiran yang tidak beralasan


z

3. Kesulitan

 Tidak dapat mengungkapkan perasaan ,

 Tidak menemukan kata-kata yang tepat. Mungkin karena


tidak familier terhadap tehnik berbahasa dan juga tettang
perkembangan penyakit dan penyebarannya

 Ketika mereka berusaha mengungkapkan tetang

 Tidak memilki Bahasa yang baik

 Tidak memberikan pertanyaan yang relevan kepada


petugas kesehatan
z
Tehnik menyampaikan berita buruk

 Faktor penting :

 attitude penyampai berita,

 informasi yang jelas, privasi dan

 kemampuan penyampai berita,


z
6 langkah Menyampaikan berita buruk

1. Persiapan

 Persiapkan diri dgn informasi klinis yang relevan dengan berita yang
akan disampaikan ( rekam medis, lab, dll penunjang )

 Aturlah waktu yang tepat dan tempat yang privasi dan nyaman (tdk
ada gangguan staf medis dan telp )

 Jika perlu anggota keluarga dapat hadir , perkenaklan diri kepada


setiap yang hadir dan tanyan nama da hubungan dengan pasien

 Latihlan mental dan emosi dalam menyampaikan berita buruk, tulis


kata-kata spesifik jika perlu untuk kata yang akan disampaikan atau
kata kata yang tidak boleh muncul saat komunikasi
z
2. Menanyakan apa yang pasien tahu
tentang penyakitnya

 Apakah pasien tahu tentang seberapa parah


penyakitnya untuk mengantisipasi kesiapan pasien
dalam menerima berita buruk

 Contoh ; apakah anda tahu tentang penyakit anda ?


z
3. Menanyakan seberapa besar keingin
tahuan pasien tentang penyakitnya

 Penerimaan informasi setiap orang berbeda


tergantung suku, agama, ras dan sosial budaya
masing-masing

 Jika pasien menunjukan tidak menginginkan


informasi lebih detail maka petugas harus
menghormati keinginannya dan bertanya kepada
siapa harus memberikan informasi ini
z

 Pertanyaan yang dapat diajukan :

 “Jika kondisi uni mengarah pada suatu hal yang


serius apakah anda ingin mengetahui lebih lanjut ?”

 “Apakah anda ingin saya menjelaskan lebih rinci


tentang kondisi anda ? Jika tidak apakh anda ingin
saya menympaikan pada sesorang ?”

 Apakah anda ingin saya menjelskan tentang hasil


pemeriksaan dan menjelaskan dengan tepat yang
saya piker jadi masalah kesehatan
z 4. Menyampaikan berita

 Sampaikan berita buruk dengan jelas , jujur, sensitive dan penuh empati

 Hindari penyampaian seluruh informasi dalam satu kesempatan

 sampaikan informasi kemudian berikan jeda, gunakan kata-kata yang


sederhana dan mudah dimengerti

 Hindari kata-kata manis atau istilah kedokteran

 Jangan meminimalkan keparahan penyakit

 Cek apakah pasien memahami apa yang disampaikan

 Gunakan sikap dan Bahasa tubuh yang sesuai saat diskusi

 Hindari kalimat “ saya minta maaf” atau “maafkan saya “ karena dapat di
interpretasikan sebagai tanggung jawab petugas medis
z

 Contoh kalimat yang dapat diberikan :

 “Saya khawatir berita ini tidak baik, hasil biopsy


mengatakan bahwa anda terkena kanker leher
Rahim”

 “Hasil laboratorium yang ada tidak sesuai dengan


yang kita harapkan , hasil ini menunjukan bahwa
anda terkenan kanker stadium awal”

 “Saya khawatir saya mempunyai berita buruk, hasil


biopsysumsum tulang belakang menunjukan bahwa
putri anda terkena penyakit leukemia”
z
5. Memberikan respon terhadap
perasaan klien
 Setelah berita buruk disampaikan, petugas diam untuk
memberikan jeda beri waktu pasien untuk bereaksi

 Reaksi pasien dan keluarga dalam menerima berita buruk


bermacam-macam spt , menangis, menyalahkan, marah,
sedih, menolak, merasa bersalah, tidak percaya, takut,
merasa tidak berdaya, malu, mencari alas an mengapa ini
terjadi dll

 Siapkan diri menghadapi berbagai reaksi.

 Dengarkan dengan tenang dan penuh perhatian


z

 Pahami emosi pasien dan ajak pasien untuk mengungkapkan


perasaannya

 Contoh kalimat yang digunakan untuk merespon pasien :

 “saya dapat merasakan bahwa ini situasi yang sulit “

 “Sampaikan saja perasaan anda setelah mendengar berita ini “

 “Saya akan bantu anda untuk menyampaikan kepada anak-anak


anda “

 Komunikasi non verbal yang sangat membantu adalah dengan


menyodorkan tisu, menawarkan minuman atau menyentuh
pasien apabila hal tersebut memungkinkan
z
6. Merencanakan tindak lanjut
 Buatlah rencana selanjutnya spt :

 Pemeriksaan lebih lanjut untuuk mendapatkan informasi yang


lebih akurat

 Merencanakan untuk terapi lebih lanjut

 mengatur rujukan

 Menawarkan harapan yang realistis, walaupun tidak bias sembuh


tetapi ajak pasien untuk meningkatkan kualitas hidupnya

 Telusuri apakah pasien mempunyai dukungan dilingkungan


rumahnya
z
7. Mengkomunikasikan Prognosis
 Sebelum menjawab pertanyaan pasien tentang prognosis maka perlu
dikumpulkan informasi terlebih dahulu mengenai alas an mereka menanyakan
hal tersebut

 “ apa yang anda harapkan akan terjadi ?”

 “apa pengalaman yang anda punyai tentang seseorang yang mempunyai


penyakit seperti in? “

 “Apa yang membuat anda takut sesuatu terjadi ? “

 Kemudian jawablah pertanyaan itu secara umum

 “Beberapa kasus seperti itu dapat bertahan hidup selama satu tahun, ada
beberapa kasus yang lain bertahan 6 bulan , saya tidak tahu yang akan terjadi
pada anda/ibu/bapak, saya sungguh tidak tahu “
z
Menangani pertanyaan yang sulit

 Seperti : “ apakah ini kanker ?”, “ apakah saya


sekarat ?”, “ apa yang akan terjadi pada saya ?”

 Kata kunci :

 Temukan persepsi pasien yang membuat pasien


bertanya demikian

 Setelah memperhatikan respon, ulangi pertanyaan


pasien bila perlu dengan menanyakan jika ada alas
an lain yang menyebabkan pertanyaan itu muncul
z

Jika pasien tidak memberikan alasan atau


mengganti subjek pembicaraan

Bisa ditanyakan” anda bertanya tentang


diagnosa, itukan yang ingin anda bicarakan
dengan saya? “ bila pasien berkata “tidak” maka
tidak perlu diperpanjang
z

 Jika pasien memberikan beberapa alasan

 Pastikan pemikiran pasien benar

 Rangsang pasien untuk mengungkapkan


emosinya dan berikan support dengan tepat

 Berikan kesempatan pasien untuk


mengungkapkan pemikiran tentang kedaannya

 Jawab pertanyaan secara realistic dan hindari


memberikan tentang keyakinan dan harapan palsu
z
Collusion
 Kerjasama petugas kesehatan dalam memberikan
pelayanan kesehatan yang bertujuan menenangkan
pasien dengan penyakit serius dengan harapan yang
berlebihan

 Point penting

 Perasaan yang relative

 Alasan yang relative

 Motivasi yang relative


z
Dealing wih anger

 Point penting

 Srategi Untuk mengatasi kemarahan :

 Ketahui tentang kemarahan ,” anda terlihat sangat marah” yang


dapat berakibat pada peningkatan kemarahan pasien sesaat,
khusus pada kasus kemarahan yang tidak pada tempatnya

 Menggali pasien untuk menjelaskan penyebab kemarahannya


“dapatkah anda menolong saya untuk menjelaskan kenapa
anda marah”
z

 Dengarkan cerita mereka untuk mengali sebanyak mungkin


informasi yang dibutuhkan

 Coba untuk tidak bertahan walaupun kemarahan terlihat tidak tepat

 Fokus pada stress atau perasaan individu

 Hindari Meminta maaf karena tidak ada yang perlu dimaafkan


terkait dengan kesalahan ataupun tanggung jawab dari petugas
kesehatan

 Jelaskan situasi denga jelas

 Jika memungkinkan negosiasi solusi yang dapat diterima


z
Eksplore filling

 Point penting

 Rekognisi/menyimpulkan verbal non verbal

 Pengetahuan “ saya dapat melihat kalau anda cemas “

 Ijin “ tidak mengapa kalau anda cemas “

 Pemahaman “saya ingin mengetahui apa yang membuat anda cemas”

 Penerimaan empati, “anda cemas karena ….”

 Pengkajian, penderitaan dan efek kecemasan

 Perubahan , menghilangkan stress, pengobatan dll


z
Pasien yang tidak mau bicara

 Penyebab pasien tidak mau berbicara :

 Denial, kenyataan tidak sesuai dengan perasaan

 Tidak peduli karena salah informasi atau IQ yang rendah

 Depresi

 Demensia

 Disengagement/ Nggak nyambung

 Berbicara dengan orang lain

 Ingin melupakan apa yang ia dengar


z Menangani penolakan (Denial)
 Denial muncul ketika pasien melihat kedalam dirinya tentang
prognosis penyakit yang dideritanya.

 Mrupakan coping mekanisme untuk mempertahankan dirinya


terhadap distress dapat menimbulkan disorganisasi secara psikologi

 Point penting untuk mengeksplorasi denial:

 Saat ini ; “bagaimana perasaan anda saat ini ?“

 Lampau : “pernahkan anda berfikir suatu saat sesuatu tidak bekerja


sesuai dengan yang seharusnya ?”

 Masa depan : “apa yang anda lihat tentang penyakit anda dimasa
depan ?”
z Ekspektasi yang tidak realistik
 Ketika pasien muali menjadi tidak realistic terhadap kepercayaannya
tentang hasil yang mungkin didapatkan dari pengobatan terhadap
penyakit atau prognosis dapat disebabkan beberapa hal :

 Mereka tidak benar-benar mandapatkan informasi yang lengkap

 Salah pemahaman terhadap informasi yang diterima

 Klarifikasi bukan hal yang dapat dilakukan karena tidak ada


kesempatan yang baik

 Mereka kehilangan harapan yang dapat disebabkan oleh pemahan


yang salah ketika menerima berita buruk

 Mereka benar-benar denial, yang biasanya merupakan mekanisme


pertahanan yang efektif
z
 Point penting

 Gunakan gejala yang ada di pasien untuk mengeksplorasi persepsi


mereka terhadap situasi “ anda mengatakan bahwa anda sering
merasakan lebih sakit ?” “ apa yang anda pikirkan mengenai penyebab
masalah

 Perlahan tentang kepercayaan yang tidak realistic dengan


mengkonfrintasi cerita yang tidak konsisten

 Perhatikan kecemasan pasien terhadap hasil yang mungkin didapatkan .


Kecemasan biasanya menggambarkan situasi penolakan yang tidak
utuh dan pasien dengan sendirinya dapat melihat scenario yang realistic

 Pertahankan informasi tentang sakit dan kebutuhan untuk mendapatkan


informasi berita buruk atau keadaan yang benar benar denial