Anda di halaman 1dari 16

Fungsi saraf ada 3 macam :

- Fungsi motorik memberikan kekuatan pada otot


- Fungsi sensorik memberi rasa raba
- Fungsi otonom mengurus kelenjar keringat dan
kelenjar minyak
Terjadinya cacat tergantung dari fungsi saraf, serta
saraf mana yang rusak.

Kecacatan pada kusta dapat terjadi lewat 2 proses :


1. Infiltrasi langsung M.Leprae ke susunan saraf
tepi dan organ (misalnya mata)
2. Melalui reaksi kusta
Dimulai sejak dari penemuan penderita
Komponen kegiatan pencegahan cacat :
1. Penemuan dini penderita sebelum cacat
2. Mengobati penderita dengan MDT sampai RFT
3. Deteksi dini adanya reaksi kusta dengan
pemeriksaan fungsi saraf secara rutin
4. Menangani reaksi
5. Penyuluhan
6. Perawatan diri
7. Menggunakan alat bantu untuk mencegah
bertambahnya kecacatan yang terlanjur diderita
8. Rehabilitasi medis (operasi rekonstruksi)
Pada penderita MH, luka yang dapat ditemukan :
 Luka Lepromatosa
MH berupa nodus/nfiltrate yang memecah. Luka ini mengeluarkan sekret
yang banyak mengandung basil kusta.

 Luka stasis
MH yang sudah tidak aktif, tersering pada tungkai bawah. Terdapat fibrosis
luas pada kulit bendungan kronis alliran vena dan getah bening,. Bila timbul
luka, penyembuhan lama & perlu perawatan intensif.

 Luka lain
Luka pada tangan, kaki, dan bagian tubuh lain, akibat anestesi & kurangnya
kewaspadaan pasien. Luka dapat timbul akibat terkena api, rokok atau benda
tajam lainnya. Luka mudah sembuh bila cepat berobat.

 luka plantar
paling banyak ditemukan MH. Luka terjadi disebabkan gangguan saraf anestesi,
kelumpuhan otot, & gangguan fungsi plantar pedis yang merupakan bagian
anggota badan yang menyangga berat badan. Luka bersifat kronis , distribusi
khas pada daerah telapak kaki .

Luka keganasan
akibat luka kronis yang tidak sembuh, bahkan bertahun-tahun, jaringan luka 
keganasan, terutama karsinoma epidermoid. Luka ditandai timbulnya jaringan
berdungkul-dungkul mirip kembang kol, berbau busuk, mudah berdarah
Gambar distribusi luka . Bagian telapak kaki yang menerima beb
plantar
1. Luka Plantar Sederhana
Ciri – ciri :
- Luka dangkal
- Tidak ada tanda infeksi sekunder
- Psn sering tidak sadar ada luka
2. Luka Plantar dengan komplikasi
Ciri – ciri :
- Ada tanda kemerahan dan panas
- Terdapat nanah dan cairan yang merembes
Imobilisasi
 Perlu diberitahukan kepada pasien pentingnya
mengistirahatkan kaki yang luka. Pada beberapa
keadaan dapat ditambahkan alat bantu, misalnya :
◦ kruk, tongkat
◦ bidai
◦ gips
Perawatan luka
 Luka perlu dirawat setiap hari.
 Cuci luka dengan sabun luka atau sabun antiseptik
 Bilas dengan air bersih / air galon/ air matang
 Perhatikan pinggiran luka apabila terdapat jaringan nekrotik
maka harus dibersihkan
 Lihat apakah ada eksudat atau tidak
 Tutup luka dengan kasa /dressing wound/kain bersih
Pencegahan luka sangat penting diajarkan dan dilakukan
pada pasien kusta agar dapat selalu menjaga kakinya supaya
tidak timbul luka atau luka yang telah sembuh tidak timbul lagi.
Bila dijumpai pasien dengan gangguan anestesi pada telapak
kakinya, maka disarankan melakukan :
° Pencegahan timbulnya cedera sepanjang hari :
- Selalu memakai alas kaki pada saat berdiri dan berjalan
- Jangan berjalan terlalu lama, bila ingin berpergian jauh
dianjurkan untuk memakai sepeda atau kendaraaan lain
- Mencoba memperhatikan berapa banyak dapat berjalan
tanpa terjadi luka
- Berhati-hati terhadap api, air panas, dan berjalan tanpa
terjadi luka
- Berhati-hati pada saat duduk bersila atau ketika
melaksanakan ibadah solat, karena dapat menimbulkan lepuh
pada mata kaki.
° Pemeriksaan, perawatan, dan latihan setiap hari
- Periksa pandang
- meRendam, mengGosok dan mengoles Minyak
° Perawatan luka di rumah.
Apakah mati rasa pada KAKI anda ? Seringkah anda
mengalami luka di kaki ?
Periksa alas kaki : Apakah rusak, adakah batu,
adakah benda tajam
Periksa kaki : Adakah Luka, kemerahan, panas
Periksa luka setiap pagi dan petang :
- Jika luka bertambah besar, atau kulit sekeliling
luka memerah dan bengkak, atau jika ada nanah
segera temui petugas.
- Jika luka mengecil dan tampak bersih, serta tidak
ada nanah anda bisa melanjutkan kegiatan
perawatan diri.
Kelainan Cara

Kaki kering, pecah & terbelah Anjurkan setiap hari merendam kaki
dalam air selama 30 menit dan olesi
minyak/vaselin secara teratur. Anjurkan
untuk memakai sepatu atau sandal
untuk melindungi kaki terhadap luka

Timbul lepuh pada telapak kaki atau Balut bagian yang lepuh dengan kain
antara bersih. Gunakan kain kasa dan perban.
jari kaki Bersihkan luka dengan sabun dan air.
Balut dengan kain bersih . Anjurkan
istirahat

Kaki dengan luka tidak berair Bersihkan luka.balut luka. Istirahatkan


Kaki dengan luka berair kaki. Bila tidak ada perbaikan dalam 21
hari, rujuk ke rumah sakit
Adakah mati rasa pada TANGAN? Seringkah
mengalami luka di tangan?
Periksa tangan apakah ada luka, kemerahan,
panas
Adakah kelemahan atau kekakuan pada tangan
atau jari?
Kelainan Cara

Luka pada tangan ketika Bersihkan luka dan gunakan kain yang
bekerja/memasak bersih. Istirahatkan tangan yang luka.
Ajurkan agar menggunakan kain untuk
melindungi tangan ketika memegang
benda panas atau tajam.

Tangan kering, pecah dan terbelah Nasehati pasien untuk merendam


tangan dalam air setiap hari selama
30 menit dan olesi vaselin atau minyak
secara teratur.
 Sulitkah menutup MATA dengan erat? Seringkah anda
menderita mata merah?
Jika ada jawaban YA untuk salah satu pertanyaan tersebut:

MERAWAT MATA
Debu, cahaya matahari dan kekeringan dapat merusak
mata. Seringlah memejamkan mata untuk melindungi
mata.

Saat siang hari : Topi, kacamata, kerudung / selendang


Berhati dengan lalat, usir dengan kipas/ pengusir lalat
Saat malam hari : Kelambu, selimut, kain

Jika gatal JANGAN digosok. Tarik kelopak mata bag


pinggir untuk menutupnya.
Bersihkan kotoran dengan air bersih, kain lembut dengan
hati – hati