Anda di halaman 1dari 8

EFEK PEMAJAKAN BAGI PENUNGGAL

Pajak, merupakan sumber penting pendapatan negara, dapat berfungsi sebagai


instrumen kenali atas keuntungan berlebihn yang dapat dikeduk oleh penunggal
(monopolist).

Penerimaan total : R = r(Q)


Biaya total : C = c(Q)
Biaya total setelah pengenaan pajak : C = c(Q) + t(Q)
Keuntungan sesudah pengenaan pajak : 𝜋 = r(Q) − c(Q)− t(Q)
Pajak per unit = t
Pajak total = T = t.(Q) = f(t, Q)
Keuntungan : 𝜋 = R− C
𝜋 = r(Q)− c(Q)
Contoh soal :
Dik : P = 1000 − 2 Q
C = 2000 + 1315 Q − 59 Q2 + Q3
t = 405
Dit :
• Keuntungan maksimum tanpa pengenaan pajak ?
• Keuntungan maksimum dengan pengenaan pajak ?
• Berapa pajak total yang di terima pemerintah ?

Jawab :
• Tanpa pengenaan pajak :
R = P.Q = 1000Q − 2 Q2
C = 2000 + 1315 Q − 59 Q2 + Q3
𝜋 = R − C = -2000 − 315 Q + 57 Q2 − Q3
𝜋 max pada Q = 35
𝜋 max = 13.925
Pe = 1000 − 2(35) = 930
• Dengan pengenaan pajak :
biaya total menjadi C = 2000 + 1315 Q − 59 Q2 + Q3 + 405 Q
fungsi keuntungan yang baru : 𝜋 = -2000 − 720 Q + 57 Q2 − Q3
𝜋 ′ = − 720 + 114 Q − 3 Q3
𝜋n = 114 − 6Q
𝜋 max jika 𝜋’ = 0 dan 𝜋n < 0
𝜋’ = 0 → −720 + 114 Q − 3 Q2 = 0
Q2 − 38 Q + 240 = 0 → Q 1 = 8, Q2 = 30
Q = 8 → 𝜋n = 66
Q = 30 → 𝜋 n = − 66 (memenuhi syarat 𝜋 maksimum)
Jadi, Q = 30 → 𝜋maksimum = -2000 − 720(30) + 57(30)2 − (30)3 = 4.700
Pe = 1000 − 2(30) = 940.
• Pajak total yang di terima pemerintah :

T = t.Q = 405(30) = 12.150

Jika di analisis dari jumlah 12.150 ini sebesar 10 X 30 = 300 merupakan pajak total yang
di tanggung konsumen, 11.850 selebihnya di tanggung oleh pihak produsen. Hal ini
menunjukkan kebijakan pajak cukup efektif untuk mengendalikan keuntungan produsen
monopolis.
MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN

pengendalian persediaan bertujuan meminimumkan biaya total persediaan.


Persediaan dalam bahan metah yang berlenihan akan menimbulkan biaya
penyimpanan ekstra, demikian pula keseterdiaan barang jadi yang berlebihan

Secara umum, biaya yang dikeluarkan berkenaan persediaan terdiri atas

1. Biaya pengadaan atau pemesanan,

2. Biaya penyimpanan,

3. Biaya kesenjangan.
Biaya total persedian per periode :

C1 D C2 D
C= +
𝑸 𝑄

Jumlah pesanan optimal :

Q = 2C1D/C2
HUBUNGAN BIAYA MARJINAL DENGAN BIAYA RATA-RATA

Terdapat hubungan teoritis antara biaya marjinal dan biaya rata-rata, yakni pada saat
biaya rata-rata mencapai nilai minumnya maka biaya marjinal sama dengan biaya
rata-rata minimum tersebut,
Andaikan biaya total ddi nyatakan dengan C = f(Q)
Maka :
biaya marjinal : MC = C’ = dC/dQ
biaya rata-rata : AC = C/Q

Syarat yang di perukan agar AC minimum ialah bahwa derivatif pertamanya sama
dengan nol.
𝑑𝐶
Pada posisi AC minimum : MC = AC,
𝑑𝑄
HUBUNGAN PRODUK MARJINAL DENGAN PRODUK RATA-RATA

Produk marjinal sama dengan produk rata-rata pada saat produk rata-rata mencapai
posisi ekstrimnya (dalam hal ini posisi maksimum).

Andaikan produk total dinyatakan dengan P = f(X)

Maka :

produk marjinal : MP = P’ = dP/dX

produk rata-rata : AP = P/X

𝑑𝑃 𝑃
Pada posisi AP maksimum : MP = AP, =𝑋
𝑑𝑋