Anda di halaman 1dari 12

TAHAPAN

PERENCANAAN
PAJAK
2 Kelompok
5
- SRI HARDIANTI MAKMUR
- NURAFIFAH MURSALIM
- PRISKA DWIANTI HANDE
- WAHDINA SUKMA RAHMAWATI
- MUH. ARAS
3

Tahapan Perencanaan Pajak


Dalam buku Perencanaan Pajak yang ditulis oleh Erly Suandi edisi kelima
dijelaskan mengenai tahapan dalam perencanaan pajak yaitu pada
halaman 13 sampai dengan 27. Dalam buku itu dijelaskan ada lima
tahapan dalam perencanaan pajak yaitu :
- Menganalisis informasi yang ada
- Membuat satu model atau lebih rencana kemungkinan besarnya pajak
- Mengevaluasi pelaksanaan rencana pajak
- Mencari kelemahan dan kemudian memperbaiki kembali rencana pajak
- Memutakhirkan rencana pajak
4

Penjelasan secara rinci mengenai


tahapan perencanaan pajak yaitu :
A. Menganalisis Informasi data yang ada
Tahapan pertama dari proses pembuatan tax planning
adalah menganalisis komponen yang berbeda atas pajak
yang terlibat dalam suatu proyek dan menghitung seakurat
mungkin beban pajak yang harus ditanggung.
Ini hanya bisa dilakukan dengan mempertimbangkan
masing-masing elemen dari pajak baik secara sendiri-sendiri
maupun secara total pajak yang harus dapat dirumuskan
sebagai perencanaan pajak yang paling efisien. Adalah juga
penting untuk memperhitungkan kemungkinan besarnya
penghasilan suatu proyek dan pengeluaran-pengeluaran lain
diluar pajak yang mungkin terjadi. Untuk itu seorang manajer
perpajakan harus memperhatikan faktor-faktor baik dari segi
internal maupun eksternal yaitu:
5

Faktor-faktor nya diantara lain :

⊸ Fakta yang relevan ⊸ Faktor Pajak


Dalam arus globalisasi Dalam menganalis
serta tingkat persaingan yang setiap permasalahan yang
semakin kompetitif maka seorang dihadapi dalam penyusunan
manajer perusahaan dalam perencanaan pajak adalah tidak
melakukan perencanaan pajak terlepas dari dua hal yang
untuk perusahaannya dituntut berkaitan dengan faktor-faktor :
harus benar-benar menguasai
situasi yang dihadapi, baik dari ⊸ Sistem perpajakan nasional
segi internal maupun eksternal dan yang dianut oleh suatu
selalu dimutakhirkan dengan negara
perubahan-perubahan yang terjadi ⊸ Sikap fiskus dalam
agar perencanaan pajak dapat menafsirkan peraturan
dilakukan secara tepat dan perpajakan baik undang-
menyeluruh terhadap situasi undang domestik maupun
maupun transaksi-transaksi yang kebijakan perpajakan.
mempunyai dampak dalam
perpajakan.
6

Faktor-faktor nya diantara


lain :
⊸ Faktor NonPajak Lainnya
Beberapa faktor bukan pajak yang relevan
untuk diperhatikan dalam penyusunan suatu perencanaan
pajak antara lain:
⊸ Masalah badan hukum
⊸ Masalah mata uang dan nilai tukar
⊸ Masalah pengendalian devisa
⊸ Masalah program intensif investasi
⊸ Masalah faktor bukan pajak lainnya
7

Penjelasan secara rinci mengenai


tahapan perencanaan pajak yaitu :

B. Membuat satu model atau lebih rencana kemungkinan besarnya


pajak

- Pemilihan bentuk transaksi: apabila tidak ada rencana


pembatasan minimun dan apabila ada rencana pembatasan
minimum
- Pemilihan negara asing dengan pertimbangan tarif pajak yang
harus dibayar
- Penggunaan satu atau lebih negara untuk menimbang-nimbang
lebih murah mana pajaknya
8

Penjelasan secara rinci mengenai


tahapan perencanaan pajak yaitu :
C. Mengevaluasi pelaksanaan rencana pajak

Perencanaan pajak sebagai suatu perencanaan merupakan bagian kecil dari


seluruh perencanaan strategik perusahaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan
evaluasi untuk melihat sejauh mana hasil pelaksanaan suatu perencanaan pajak
terhadap beban pajak. Evaluasi tersebut meliputi :

- Bagaimana jika rencana tersebut dilaksanakan


- Bagaimana jika rencana tersebut dilaksanakan dan berhasil dengan baik
- Bagaimana jika rencana tersebut dilaksanakan tapi gagal.

Dari ketiga hipotesis di atas akan memberikan hasil yang berbeda. Dari hasil
tersebut barulah dapat ditentukan apakah pajak tersebut layak untk
dilakasanakan atau tidak.
Perusahaan tentu akan memilih untuk melaksanakan perencanaan pajak karena
ia bisa menghemat pajak jika perencanaan pajak tersebut berhasil sesuai
sasaran. Namun perlu diperhatikan bahwa ada tambahan biaya hukum dan lain-
lainnya yang mungkin terjadi apabila pihak otoritas pajak tidak setuju dengan
pos-posnya yang dikurangkan dari perhitungan pajak (deductictive items) yang
dapat dibawa ke pengadilan.
9
Penjelasan secara rinci mengenai
tahapan perencanaan pajak yaitu :
D. Mencari kelemahan dan kemudian memperbaiki kembali rencana
pajak

Hasil suatu perencanaan pajak bisa dikatakan baik atau tidak


tentunya harus dievaluasi melalui berbagai rencana yang dibuat.
Dengan demikian keputusan yang terbaik atas suatu perencanaan pajak
harus sesuai dengan bentuk transaksi dan tujuan operasi perbandingan
berbagai rencana harus dibuat sebanyak mungkin sesuai bentu
perencanaan pajak yang diinginan. Kadang suatu rencana harus diubah
mengingat adanya perubahan peraturan perundang-undangan.
Walaupun diperlukan penambahan biaya atau kemungkinan
keberhasilan sangat kecil. Sepanjang masih besar penghematan pajak
yang bisa diperoleh, rencana tersebut harus tetap dijalankan. Karena
begaimanapun juga kerugian yan ditanggung merupakan kerugian
minimal.
Jadi akan sangat membantu jika pembuatan suatu rencana
disertai dengan gambaran atau perkiraan berapa peluang kesuksesan
dan berapa laba potensial yang akan diperoleh jika berhasil maupun
kerugian potensial jika terjadi kegagalan.
10

Penjelasan secara rinci mengenai


tahapan perencanaan pajak yaitu :
E. Memutakhirkan rencana pajak (Updating the tax plan)

Meskipun suatu rencana pajak telah dilaksanakan dan


proyek juga telah berjalan, namun juga masih perlu
mempertimbangkan setiap perubahan yang terjadi baik undang-
undang maupun pelaksanaannya di negara dimana aktivitas tersebut
dilakukan yang mungkin mempunyai dampak terhadap komponen
dari suatu perjanjian, yang berkenaan dengan perubahan yang
terjadi di luar negeri atas berbagai macam pajak maupun aktifitas
informasi bisnis yang tersedia sangat terbatas.
Pemutakhiran dari suatu rencana adalah konsekuensi
yang perlu dilakukan sebagaimana dilakukan oleh masyarakat yang
dinamis. Dengan memberikan perhatian terhadap perkembangan
yang akan datang maupun situasi yang terjadi saat ini, seorang
manajer akan mampu mengurangi akibat yang merugikan dari
adanya perubahan, dan pada saat yang bersamaan mampu
mengambil kesempatan untuk memperoleh manfaat yang potensial.
11 Apabila ada perundang-undangan yang baru mengatur
maka perlu dilakukan update dalam hal perencanaan
pajak. Hal ini dilakukan terhadap :
⊸ Perencanaan pajak ⊸ Perencanaan pajak
domestik internasional
Sebelum melakukan Berbicara tentang
suatu perencanaan pajak perencanaan pajak internasional tidak
domestik, diperlukan pemahaman terlepas dari perusahan grup mulri
yang mendalam mengenai maksud nasional. Tujuan utama di dalam
dan tujuan dari undang-undang perusahaan multinasional
dan peraturan perpajakan yang sebagaimana di banyak perusahaan,
berlaku, teori dan praktek selalu ingin meminimumkan biaya-
akuntansi yang berlaku, serta biaya dan pajak. Namun, pengertian
praktik administrasi perpajakan. minimalisasi total biaya pajak grup
yang dibayar melalui masing-masing
negara di mana anggota grup tersebut
berada. Setiap anggota grup tentunya
membayar pajak seusai hukum yang
berlaku dan transfer yang dilakukan
haruslah bersifat legal. Inilah yang
disebut sebagai penghindaran pajak
atas pajak yang seharusnya dibayar.
12

Sekian
Dan Terima Kasih 
Ada pertanyaan? Monggo . . .