Anda di halaman 1dari 53

Penyidikan Epidemik dan

Endemik

Widagdo Sri Nugroho


Bagian Kesehatan Masyarakat Veteriner
Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Gadjah Mada
PENYIDIKAN EPIDEMIK
A. Pengertian
Epidemi adalah peningkatan kasus* penyakit atau
kematian yang tidak diharapkan pada tingkat yang
sangat melebihi dari kondisi normal pada waktu dan
tempat tertentu.
(unexepected increase in disease or death to a level clearly greater than
normal)
* melebihi normal adalah melebihi dua nilai simpangan
baku diatas rerata.
(level disease or death may referred to an apidemic if it exceeds
2 standards deviation above the mean)

 Umumnya pada kejadian wabah kasus baru akan


terjadi jauh melebihi dari tingkat normal yang
diperkirakan
 Gunakan prosedur sistematik untuk mengidentifikasi
penyebab dan sumber penyebab.
B. Tujuan* :
1. Menyembuhkan penyakit
2. Menentukan sebab-sebab wabah
3. Mengadakan koreksi terukur
4. Merekomendasikan prosedur untuk mengurangi
kejadian wabah dikemudian hari.
5. *yang diharapkan oleh peternak/pemilik dari dokter hewan
dalam menangani wabah
 Penyidikan wabah harus dapat menjawab
pertanyaan berikut:
1. Apakah permasalahannya?
2. Adakah dan bagaimana upaya mengatasinya?
3. Apa kasusnya?
4. Dari mana sumbernya?
5. Bagaimana pencegahan apabila terjadi kasus di
masa mendatang?
C. Langkah penyidikan epidemik
1. Pastikan diagnosis
2. Definisikan kasus
3. Tentukan besarnya permasalahan
4. Indentifikasi pola temporal
• point epidemic (epidemik titik)
• propagated epidemic (Epidemik propagasi)
5. Identifikasikan pola spasial
Langkah investigasi epidemi…lanjutan

6. Identifikasi pola hospes


7. Analisis data
8. Tentukan hipotesis dan rekomendasi
9. Rancang tindak lanjut penyidikan dan klinis
secara intensif
10. Pelaporan dengan rekomendasi langkah
pengendalian dan pencegahan
1. Pastikan diagnosis
 Upayakan mendapatkan diagnosis definitif, bila masih
bersifat tentatif lakukan konfirmasi dengan
pengambilan dan pemeriksaan sampel baru
 Bila tidak ada diagnosis lakukan verivikasi asal keluhan,
kaji sumber informasi dan skala kasus representasi
pupolasi atau tidak
2. Definisikan kasus
 Sangat diperlukan terutama bila diagnosis masih
tentatif.
 Buat kriteria yang mengarah pada lingkup kasus
yang dicurigai untuk membantu penyidikan(bila
diagnosis tentatif).
 Memungkinkan ada penyakit dengan gejala-
gejala mirip masuk dalam area penyidikan,
namun hendaknya dengan batasan yang ketat
(agar tidak mengaburkan penyidikan)
3. Tentukan besarnya permasalahan
 Benarkah terjadi epidemik?

 Bagaimana tingkat kejadian (incident rate)? lebih


dari yang diperkirakan atau tidak?
 Hitung tingkat serangan (attack rate)

 Bila lebih dari incindent rate maka dinyatakan


sebagai kasus epidemik
4. Identifikasi Pola temporal

 Berdasarkan jumlah/frekuensi kasus dan waktu


gambarkan kurva epidemik yang terjadi
 Kurva akan membantu mengenali tipe epidemi yang
terjadi
 Kurva yang ideal memasukkan endemik rate sebelum
ada kasus wabah
 Waktu serangan dapat ditentukan berdasarkan jam, hari,
minggu, bulan dll.
Kurva dasar epidemik
Kurva dasar epidemik

30
25
20
jmlh kasus 15 Wabah
10 Endemik Endemik
5 Wabah
0
week week week week week week week week
1 3 5 7 9 11 13 15
waktu
 Kemiringan kurva yang menanjak dapat menunjukkan
mode penularan
 Kemiringan yang menanjak secara perlahan tetapi
terus menerus mengindikasikan terjadinya proses
penyakit yang ditularkan secara langsung ataupun
tidak langsung.
 Kemiringan menanjak tajam (=900)mengindikasikan
terjadinya paparan agen yang cepat dan dalam waktu
yang sama.
 Luas platau kurva dan kemiringan yang menurun
dipengaruhi adanya hewan yang rentan
 Puncak serangan kedua dapat terjadi. Umumnya
disebabkan masuknya hewan rentan atau kontak antara
hewan yang terinfeksi dengan hewan yang rentan
 Puncak utama mungkin diawali dengan puncak yang
lebih kecil yang disebut index cases
 Periode inkubasi dapat terekspresikan sebagai interval
antara puncak pertama dengan puncak ke berikutnya
 Propagated epidemic
Propagated epidemic Curve

30

25

20

jmlh kasus 15
Wabah
endemik
10

0
week week week week week week week week
1 3 5 7 9 11 13 15
waktu
Umumnya terjadi pada kasus penularan agen
penyakit melalui kontak atau vektor.

Kemiringan dipengaruhi oleh faktor inang


(tingkat kontak, kepadatan populasi) dan
karakter agen.
 Bagan alir penyidikan propagated epidemic
Apakah ini epidemik propagatif tidak Point epidemic
ya
Apakah ini menjelaskan
Isolasi dan periksa hewan sakit pertama epidemi yang terjadi? Itukah
sumber blm ketemu
sumbernya?

Periksa adanya penambahan hewan baru dalam Apakah ini menjelaskan


kelompok epidemi yang terjadi? Itukah
sumber blm ketemu sumbernya?

Catat perubahan manajemen, kandang, rasio jantan


betina dll, yang terjadi sebelum dan selama terjadi
kasus.
sumber blm ketemu

Perdalam kajian dengan pengujian dan analisis laboratori


dengan sampel yang representatif

Sumber masalah ditemukan, lakukan prosedur pelacakan kembali untuk


mengidentifikasi permasalahan sesungguhnya dan pencegahan penyebaran di masa
datang
 Point epidemic

Point Epidemic Curve

100
jumlah kematian

80

60 Wabah
40 Endemik

20

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
hari
 Point epidemic
Paparan dalam jumlah besar dan dalam waktu
bersamaan (waktu pendek)
Umumnya merupakan wabah akibat penyakit dari
makanan (foodborne disease) atau air/minuman
(water borne)
Kurva sangat ekstrim hampir tegak lurus
Langkah penyidikan point epidemic

Apakah ini epidemik titik tidak Propagated epidemic

Apakah ini emergency?

Buat diagnosis

Suatu sindroma? Identifikasi kasus


kontrol

Amati secara khusus dan mendetail

Pakan (misal: komposisi dan distribusi komponen)


Air (misal: sumber dan distribusinya)
Lingkungan (misal: penyemprotan kimia, polusi udara)
Langkah investigasi point epidemic lanjutan

Amati secara khusus dan mendetail

Pakan (misal: komposisi dan distribusi komponen)


Air (misal: sumber dan distribusinya)
Lingkungan (misal: penyemprotan kimia, polusi udara)

Investigasi asosiasi faktor dan penyakit


Buat tabel tingkat serangan (attack rate)

Bila faktor meragukan, ulangi Hilangkan faktor resiko dan amati


tahapan pertanyaan, kirim sampel yang dibutuhkan
sampel

Bila terpecahkan, susun rekomendasi dan saran-saran


untuk pencegahan di masa mendatang
 Identifikasi pola spasial
Petakan distribusi kasus:
sporadis, reguler, acak
Pemetaan meliputi lokasi dan frekuensi
Penyajian : overlay, isodermik, kontur,
Analisis kluster dapat dikobinasikan dalam pola
spasial.
6. Pola hospes
Identifikasi karakter hospes dan faktor-faktor
yang relevan :
jenis kelamin, umur, bangsa,kandang,
pakan, dll.
Analisis tingkat serangan spesifik setiap
kelompok
Identifikasi apakah kelompok tertentu yang
mengalami kasus
7. Analisis data
Hitung tingkat paparan (morbidity rate) serangan
spesifik dan bandingkan dengan yang tidak terpapar
Buat tabel tingkat serangan masing-masing kelompok
terpapar dan yang tidak terpapar
TINGKAT SERANGAN = Jumlah kasus baru yang diamati sejak wabah muncul
jumlah hewan beresiko pada saat wabah

Tabel tingkat serangan


Faktor Hewan dengan aktor Hewan tanpa faktor %
Perbedaan

Sakit Total % sakit Sakit Total % %


sakit
Faktor 1
Faktor 2
8.Tentukan hipotesis dan rekomendasi
berdasarkan informasi yang telah didapat dari
kurva serangan, tabel serangan, peta distribusi
spasial rumuskan hipotesis mengenai:
Jenis epidemik
Sumber epidemik: umum, paparan
berganda
mode penyebaran : kontak, vektor, dll.
Pastikan hipotesis sesuai segala seluruh
pengamatan dari faktor-faktor yang ada.

Usulkan suatu tindakan koreksi berdasarkan


analisis yang telah dilakukan
misal: pengeluaran hewan, perlakuan terhadap
air minum, penggantian pakan, dll
9. Rancang tindak lanjut investigasi dan klinis
secara intensif
Investigasi secara mendetail meliputi pembuatan
diagram alir pakan, pengelolaan, migrasi hewan
dalam populasi, dll.
perlu juga dilakukan uji coba klinis pada hewan
rentan untuk membuktikan faktor determinan
yang diduga.
10. Pelaporan dengan rekomendasi langkah
pengendalian dan pencegahan
Investigasi harus diselesaikan dengan penyusunan
laporan secara lengkap dan akurat termasuk
rekomendasi langkah pengendalian dan pencegahan
apabila terjadi kasus di kemudian hari.
Investigasi Endemik
A. Pengertian
Penyakit endemik: penyakit yang dapat arasnya
(rate) dapat diprediksi.
Penyakit endemik di Indonesia saat ini kurang
diperhatikan karena dianggap suatu yang
NORMAL terjadi.
Pemahaman ini harus dikoreksi untuk
meningkatkan produksi dan nilai ekonomi
ternak selain memperbaiki kinerja
peternakan/veteriner di Indonesia
B. Penyakit endemik dan produksi
Mastitis sub klinis, infeksi cacing gastrointestinal,
Mycoplasmosis, dll secara tidak disadari merugikan
terutama secara ekonomi.

Lingkungan

Agen Penyakit Produksi

Hospes
C. Mengapa Penyakit Endemik perlu disidik?
1. Bila tingkat (rate) semua penyakit yang ada baik
endemik dan epidemik diketahui, dapat dilakukan
prioritas pengendalian.
2. Penyakit endemik yang luas lebih berarti ekonomis
daripada penyakit epidemik yang terbatas lingkup dan
waktunya
3. Hasil penelitian lembaga lain tak dapat langsung
diterapkan
4. Produksi yang tidak normal dapat digunakan sebagai
indikator kemungkinan adanya penyakit endemik
5. Metode-metode epidemiologik membantu
menggambarkan problem dalam populasi secara
benar
6. Waktu tidak menjadi kendala
D.Langkah-langkah Penyidikan
Penyakit Endemik

1. Identifikasi masalah
2. Pernyataan tujuan
3. Pemilihan jenis kajian
4. Perencanaan sampel
5. Rencana koleksi dan pengelolaan data
D.Langkah-langkah Penyidikan Penyakit Endemik …lanjutan

6. Pemilihan pengujian diagnostik


7. Rencana analisis
8. Rencana administrasi
9. Implementasi penyidikan
10. Laporan hasil
1. Identifikasi masalah
a. Langkah penting :
Sulit diidentifikasi karena dianggap normal
Butuh sumber daya dan dana besar
b. Definisikan kasus
Frekuensi relatif
Pertimbangan ekonomis
Sikap peternak
c. Penggambaran masalah
Etiologis
Manifestasi klinis
Manifestasi produksi
1. Identifikasi masalah ….(lanjutan…)

d. Rincian masalah
Sifaat-sifat hospes
Pembatasan populasi target
e. Sumber informasi
Tak terencana paling sering dugunakan
Gunakan beberap sumber sekaligus agar
komprehensif
Profil kesehatan dan produktivitas
2. Menyatakan Tujuan
a. Empat kunci dan tujuan penyidikan:
 Eksistensi, aras, distribusi penyakit?
mengukur aras dan memberikan distribusi penyakit
 Penyebab di dalam populasi
Menyidik penyebab penyakit yang bersangkutan
 Pengendalian
menggambarkan dan mengevaluasi metode-metode
pengendalian penyakit
 Kerugian akibat penyakit dan ongkos pengendalian
mengukur kerugian oleh penyakit dan biaya pengendalian
2. Menyatakan Tujuan…lanjutan
b. Pemilihan tujuan
 Mulai dari yang pertama/utama
 Bila informasi sudah ada dan benar, lanjutkan memilih tujuan kedua
dst.
 Merupakan suatu algoritma penentuan tujuan
c. Sumber informasi untuk langkah ke dua
 Pilihan utama adalah sumber terencana
 Sumber tak terencana dapat digunakan dalam beberapa jenis kajian
 Hasil penyidikan terdahulu, tidak perlu diduplikasi
bila kurang bermanfaat ambil yang berkaitan saja
 Algoritma penentuan tujuan
TIDAK
Informasi aras penyakit ? Sidik aras penyakit.
Langkah 3 - 9
YA

Informasi penyebab TIDAK Sidik penyebab penyakit.


penyakit ?
Langkah 3 - 9
YA

TIDAK Evaluasi pengendalia


Informasi pengendalian
penyakit ? penyakit.

YA Langkah 3 - 9

TIDAK
Informasi kerugian dan Sidik kerugian akibat penyakit
biaya pengendalian dan biaya pengendaliannya.
penyakit ? Langkah 3 - 9
YA
STOP
3. Pemilihan jenis kajian
a. Tentukan jenis kajian yang akan digunakan:
Survai, longitudinal, lintas seksional, kasus kontrol,
kohort
b. Pertimbangkan tujuan penyidikan dari masing-
masing kajian
Deteksi penyakit, mengukur aras, menyidik penyebab,
evaluasi pengendalian, mengukur biaya
c. Faktor-faktor pemilihan jenis kajian
Frekuensi penyakit, lama penyakit, sumber biaya dan
tenaga yang tersedia, informasi yang tersedia
4. Perencanaan sampel
Waktu bukan kendala rencanakan sampel sebaik-
baiknya sesuai kajian yang digunakan.
Di Indonesia informasi statistik populasi ternak
teradapat di kabupaten, kecamatan, desa
Gunakan teknik sampling tahapan ganda dan
proporsional pada kabupaten, kecamatan dan desa.
5. Perencanaan Koleksi dan pengelolaan data
a. Sesuaikan koleksi data yang diinginkan dan
frekuensinya berdasarkan kajian yang akan
digunakan
b. Nyatakan problem (langka 1) secara lebih
spesifik
c. Pemilihan Faktor
jumlah tergantung penyidik: Umur, kelamin,
breed, pakan, biosecurity,dll
a. Pengukuran Faktor
5. Perencanaan Koleksi dan pengelolaan data ….lanjutan

e.Frekuensi pengumpulan data


f. Pengelolaan data
• Saat mengumpulkan data
• Setelah data terkumpul
g.Pengelolaan koleksi data
 Pemeriksaan dan/atau pengujian sama untuk setiap unit
 Data yang dikoleksi per unit observasi cukup besar butuh
formulir (kuesioner)
 Rencanakan kuesioner agar informatif
 Kuesioner perlu diuji coba terlebih dahulu, perlu pelatihan bagi
enumerator
5. Perencanaan Koleksi dan pengelolaan data ….lanjutan

h. Pengelolaan data pasca koleksi


 Rencanakan terlebih dahulu cara pengelolaan data
sebelum data dikumpulkan
 Data dari setiap kuesioner disimpan dalam format
yang mudah untuk diolah/analisis (data base)
i. Pelatihan
 enumerator
 Operator data base
 Tidak mengetahui hipotesis
6. Pertimbangan Penggunaan Pengujian diagnostik
a. Tentukan cara pengukuran penyakit dan faktor
b. Pertimbangkan tingkat sensitivitas, spseifisitas,
harga-harga prediktif
 Kerugian penyakit berhubungan erat dengan prevalensi
sebenarnya/aras insidensi
 Biaya pengendalian lebih terkait dengan prevalensi yang
tampak
 Bila harga prediksi positif terlalu rendah?
6. Pertimbangan Penggunaan Pengujian …lanjutan

c. Sumber informasi sensitifitas dan spesifisitas


laboratorium, rujukan veteriner, pengalaman ahli
lain, bila tidak ada persepsi dan penilaian sendiri
atau gunakan pengujian lain.
d. Harga prediktif pertanyaan dalam kuesioner dapat
dievaluasi selama uji coba, mungkin diperlukan
perubahan pendekatan.
e. pelatihan
7. Perencanaan Analisis
a. Beberapa statistik
b. Sifat utama analisis kajian epidemiologis :
perbandingan
c. Analisis pendahuluan menggunakan hasil uji coba
kuesioner dan data base
d. Tingkat, perbandingan dan pengukuran asosiasi
dalam berbagai jenis kajian
8. Perencanaan Aspek Administratif
a. Perlu dipertimbangkan: keperluan tenaga dan
penjadwalan, alat-alat logistik, penganggaran
b. Keperluan waktu dan tenaga digunakan:
a. Merancang penyidikan (langkah 1-8)
b. Administrasi penyidikan (termasuk pelatihan)
c. Kerja lapangan
d. Kerja laboratorium
e. Analisis data dan membuat laporan
8. Perencanaan Aspek Administratif….lanjutan

c. Keperlua tenaga
a. Perhitungkan kebutuhan orang dan waktu kerja (orang
hari/OH)= jumlah orang yang bekerja per hari
b. Bila perlu susun dalam tabel matrik

d. Jadwal Kerja
• Disusun setelah perkiraan OH dan keperluan hari kerja
selesai
• Susun jadwal dalam tabel pekerjaan paling awal awal
diletakkan paling atas
• Susun juga jadwal kerja menurut tugas
9. Implementasikan penyidikan
a. Evaluasi perencanaan kajian dengan matang
b. Kesiapan logistik, tenaga lapangan, tenaga
laboraotirum, laboratorium, adminsitrasi
c. Jaga dan pelihara koordinasi kerja, komitmen dan
semangat
d. Diskusikan kesulitan yang dihadapi
e. Tepati jadwal kerja sebaik-baiknya
10. Pelaporan
Penyidikan harus diselesaikan dengan penyusunan
laporan secara lengkap.
Rekomendasikan langkah pengendalian dan
pencegahan penyakit dalam rangka
meminimaslkan/membebaskan kemunculan
penyakit.