Anda di halaman 1dari 16

GANGUAN PSIKOSOSIAL

LANSIA
perubahan psikososial lansia adalah
perubahan yang meliputi pencapaian
keintiman, generatif dan integritas yang
utuh.
1. Penurunan Kondisi Fisik
2. Penurunan Fungsi dan Potensial Seksual :
 Gangguan jantung
 Gangguan metabolisme, misal diabetes mellitus
 Vaginitis
 Baru selesai operasi : misalnya prostatektomi
 Kekurangan gizi, karena pencernaan kurang
sempurna atau nafsu makan sangat kurang
 Rasa tabu atau malu bila mempertahankan
kehidupan seksual pada lansia.
 Sikap keluarga dan masyarakat yang kurang
menunjang serta diperkuat oleh tradisi dan
budaya .
 Kelelahan atau kebosanan karena kurang variasi
dalam kehidupannya.
 Pasangan hidup telah meninggal
 Disfungsi seksual karena perubahan hormonal
atau masalah kesehatan jiwa lainnya misalnya
cemas, depresi, pikun dsb.
4. Perubahan Aspek Psikososial
5. PerubahanYang Berkaitan Dengan Pekerjaan
6. Perubahan Dalam Peran Sosial Di
Masyarakat
7. Perubahan tingkat depresi
8. Perubahan stabilitas emosi
5 tipe kepribadian lansia sebagai berikut:

 Tipe Kepribadian Konstruktif (Construction


personalitiy), biasanya tipe ini tidak banyak
mengalami gejolak, tenang dan mantap
sampai sangat tua
 Tipe Kepribadian Mandiri (Independent
personality), pada tipe ini ada kecenderungan
mengalami post power sindrome, apalagi jika pada
masa lansia tidak diisi dengan kegiatan yang dapat
memberikan otonomi pada dirinya
 Tipe Kepribadian Tergantung (Dependent
personalitiy), pada tipe ini biasanya sangat
dipengaruhi kehidupan keluarga, apabila
kehidupan keluarga selalu harmonis maka
pada masa lansia tidak bergejolak, tetapi jika
pasangan hidup meninggal maka pasangan
yang ditinggalkan akan menjadi merana,
apalagi jika tidak segera bangkit dari
kedukaannya
 Tipe Kepribadian Bermusuhan (Hostility
personality), pada tipe ini setelah memasuki lansia
tetap merasa tidak puas dengan kehidupannya,
banyak keinginan yang kadang-kadang tidak
diperhitungkan secara seksama sehingga
menyebabkan kondisi ekonominya menjadi morat-
marit.
 Tipe Kepribadian Kritik Diri (Self Hate
personalitiy), pada lansia tipe ini umumnya terlihat
sengsara, karena perilakunya sendiri sulit dibantu
orang lain atau cenderung membuat susah dirinya.
 Depresi
 Berduka Cita
 Kesepian
 Demensia
 Pengkajian :
 Fisik
 Psikologis
 Gangguan Persepsi.
 Fungsi Visuospasial.
 Proses Berpikir.
 Sensorium dan Kognisi.
 Kesadaran.
 Orientasi.
 Daya Ingat.
 Fungsi Intelektual, Konsentrasi, Informasi dan Kecerdasan
 Pengetahuan umum adalah yang berhubungan dengan kecerdasan.
 Membaca dan Menulis.
 Spiritual
 DxI: Isolasi sosial berhubungan dengan
menarik diri
 Gangguan mobilitas fisik berhubungan
dengan gangguan konsep diri dan depresi
 Bina hubungan saling percaya
 Bantu klien menguraikan kelebihan dan
kekurangan interpersonal.
 Bantu klien membina kembali hubungan
interpersonal yang positf / adaptif dan
memberikan kepuasan timbal balik
 Libatkan dalam kegiatan ruangan.
 Ciptakan lingkungan terapeutik
 Libatkan keluarga/system pendukung untuk
membantu mengatasi masalah klien.
 Bicara secara langsung dengan klien, hargai individu dan
ruang pribadinya jika tepat
 Beri kesempatan terstruktur bagi klien untuk membuat
pilihan perawatan
 Beri kesempatan bagi pasien untuk bertanggung jawab
terhadap perawatan dirinya
 Beri kesempatan menetapkan tujuan perawatan dirinya.
Contoh : minta pasien memilih apakah mau mandi, sikat
gigi atau gunting kuku.
 Beri kesempatan untuk menetapkan aktifitas perawatan
diri untuk mencapai tujuan. Contoh : Jika pasien memilih
mandi, bantu pasien untuk menetapkan aktifitas untuk
mandi (bawa sabun, handuk, pakaian bersih)
Azizah, Ma’rifatul L. Keperawatan lanjut usia. Yogyakarta: Graha
Ilmu. 2011;45. 2.
Stanley M, Beare PG. Buku ajar keperawatan gerontik. Edisi.
2007;2:375-99. 3.
Staebler K, Renneberg B, Stopsack M, Fiedler P, Weiler M, Roepke S.
Facial Emotional
Expression in Reaction to Social Exclusion in Borderline Personality
Disorder.Psychological medicine. 2011;41(9):1929-38. 4.
Setyowati S, Murwani A. Asuhan Kepe- rawatan Keluarga. Jakarta,
Mitra Cendekia
Press; 2008. 5.
Chang E, Daly J, Elliott D. Patofisiologi: Aplikasi pada Praktik
Keperawatan. Jakarta:
EGC; 2010.