Anda di halaman 1dari 20

KELOMPOK 11

INDRI MUSTIKA PUTRI

03422117138

ISNI NURSYAHDAH

03422117147

RINA INDAH PURWANTI

03422117262
PENGERTIAN KOSMETIKA

Menurut FI III
Kosmetika adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan,
dituangkan, atau disemprotkan. Dipergunakan pada badan atau bagian badan manusia
dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau
mengubah rupa, dan tidak termasuk golongan obat.
Menurut FI V
Definisi Komestika tersebut jelas menunjukkan bahwa kosmetika bukan satu
obat yang dipakai untuk diagnosis, pengobatan maupun pencegahan penyakit. Obat
bekerja lebih kuat dan dalam, sehingga dapat mempengaruhi struktur dan faal tubuh.
KELEBIHAN KOSMETIKA SECARA ALAMI

1. Jarang sekali terdapat efek samping yang terlalu beresiko. Karena bahan alami tidak terlalu memilki kandugan yang berbahaya bagi
kulit maupun kesehatan.
2. Menghalangi penuaan dini dengan alami. Penuaan dapat berlangsung dikarenakan factor lingkungan, sinar matahari serta polusi.
Karenanya butuh kosmetik yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi untuk mencegah radikal bebas untuk kulit. Tiap-tiap
kosmetik organik tentu memiliki kandungan antioksidan.
3. Menyelamatkan untuk kulit peka. Kulit yang peka sukar memperoleh kosmetik yang pas. Kulit peka amat rawan mengalami alergi,
gatal serta kemerahan apalagi timbul jerawat. Maka amat pas memakai product bahan alami. Kandungannya tak lagi menyumbat pori-
pori sebagai pemicu jerawat.
4. Turut melestarikan lingkungan. Dengan menggunakan bahan alami maka akan tidak menyebabkan pencemaran pada air yang
dipakai untuk mencuci muka kamu.
5. Aman terhadap ozon dan lingkungan.
6. Kemasan dapat didaur ulang.
7. Resmi di Indonesia atau tergabung di APLI ( Assosiasi Penjualan Langsung Indonesia )
8. Bila digunakan tidak menimbulkan efek samping pada kulit, rambut, kuku, mata, dan saluran nafas.

KERUGIAN SECARA ALAMI


Bahan baku pembuat kosmetik alami semakin langka, harus teliti dalam membeli produk kosmetik alami karena hampir serupa dengan
kosmetik bahan kimia.
Kosmetik Buatan/kimia :

Kelebihan :
Mengangkat zat zat kotor yang mencemari di daerah kulit, menjaga komposisi cairan pada kulit,
membuat perlindungan kulit dari tuturan cahaya ultra violet, memperlambat munculnya kerutan serta
melembutkan jenis kulit yang kasar.

Kekurangan :
Menambah resiko penyakit kanker, mengakibatkan alergi kepada orang yang memiliki kepekaan
yang tinggi, memicu masalah sistem reproduksi, memicu kekebalan kuman pada antibiotik,
SYARAT KOSMETIKA
- Formulasi dibuat berdasarkan konsep kesehatan kulit oleh tim ahli yang terdiri atas
dokter ahli kulit dan teknologi kosmetika, ahli kimia kosmetika, ahli farmasi, ahli
biologi, dan lain-lain.
- Bahan baku kosmetika berkualitas tinggi yaitu minimal kuliatas kosmetika
(cosmetical grade) atau yang lebih tinggi yaitu farmakologik (farmaceutical grade).
- Harus menaati prosedur Cara Pembuatan Kosmetika Yang Baik (CPKB) dari
Depkes.
- Bahan baku, pewarna, pewangi tidak menimbulkan alergi, iritasi, jerawat, dan
reaksi negatif jika terkena matahari.
- pH seimbang.
- Memenuhi tes keamanan dengan melakukan clinical patch test, usage test, dan
efficacy test.
KOMPONEN KOSMETIKA
Surfaktan
Surfaktan merupakan molekul yang dapat menyatukan campuran minyak dan air. Surfaktan banyak ditemui pada deterjen, kosmetik, farmasi, dan teksil.
Busa yang Anda temukan pada sabun cuci muka Anda adalah salah satunya. Contoh surfaktan antara lain adalah SLS (sodium lauryl sufate) dan SLES
(sodium lauryl ether sulfate). Bahan surfaktran yang terlalu keras dapat merusak faktor kelembapan alami kulit, protein dan lemak kulit sehingga kulit
menjadi kering dan mudah iritasi
Polimer
Gliserin adalah komponen alami dari minyak nabati dan lemak hewan, diproduksi secara sintetis dalam industri kosmetik. Polimer berguna sebagai
pengemulsi sehingga meningkatkan kestabilan produk. Polimer yang digunakan dalam produk perawatan rambut berguna untuk melembutkan rambut.
Polimer juga terdapat pada krim cukur untuk membuatnya terasa halus dan licin agar tidak menempel pada tangan.
Pengawet
Pengawet digunakan untuk memperlambat pertumbuhan bakteri dan memperpanjang umur simpan produk. Bahan ini dapat melindungi dari infeksi pada
kulit atau mata. Walaupun begitu, tetap perhatikan bila terdapat iritasi kulit atau reaksi alergi. Contoh pengawet adalah paraben dan formaldehyde
Pewangi
Parfum atau pewangi pada kosmetik bisa menjadi bagian paling berbahaya dari produk kecantikan. Bau yang harum sering mengandung bahan kimia yang
dapat menyebabkan reaksi alergi. Perlu Anda pertimbangkan bila terdapat istilah “fragrance” dalam ingredientsproduk kosmetik.
Zat pewarna
Zat warna dapat digunakan untuk mewarnai kosmetik agar tampilannya menjadi lebih indah ataupun digunakan sebagai bahan aktif untuk melapisis bagian
tubuh, misalnya untuk produk lipstik, pewarna rambut, dan alas bedak
PROSES PEMBUATAN
 Pencampuran (mixing)
 Pemindahan panas
Tujuan dari pencampuran antara lain:
Dalam banyak proses pembuatan kosmetik, bahan baku sering
1) Mencampur cairan yang sulit tercampur harus dipanaskan samapai suhu 70 80OC, dicampur, dan
2) Mempercepat pemanasan bahan-bahan kemudian didinginkan sampai sekitar 30-40OC sebelum produk
akhir dapat dipompa dan disimpan.
3) Melarutkan lemak-lemak dan bahan-bahan lainnya
4) Untuk emulsifikasi atau dispersi
 Filtrasi

5) Untuk pendahuluan pendinginan Umumnya, filtrasi hanya diperlukan dalam memurnikan air dan
untuk penjernihan losion, dimana bahan-bahan baku produk-
produk ini sering berisi sejumlah kecil kontaminan yang akan
 Ada dua jenis pompa yang digunakan di dalam produksi kosmetik, mengganggu penampilan produk akhir jika tidak dihilangkan.
yaitu:
 Pengisian (filling)
1) Positive displacement pump
Pengisian untuk kosmetik yang berbentuk cair dapat
Bekerja dengan menarik cairan ke dalam suatu rongga, kemudian menggunakan sistem vakum pada botol-botol yang berderet-
mendesaknya keluar pada sisi yang lain.
deret. Pengisian cream dapat memakai filteram type, dimana
2) Centrifugal pumps cream dimasukkan ke dalam tube silindris dengan bantuan
Pada pompa ini, cairan dimasukkan di titik pusat propeler yang berputar
suatu plunger.
cepat.
Penggolongan Kosmetik

– A. Menurut Peraturan Mentri Kesehatan RI, kosmetik – B. Penggolongan menurut sifat dan cara pembuatan
dibagi menjadi 13 kelompok:
1. Preparat untuk bayi, misalnya minyak bayi, bedak bayi, dll. 1. Kosmetik modern, diramu dari bahan kimia dan diolah secara
2. Preparat untuk mandi, misalnya sabun mandi, bath capsule, modern (termasuk didalamnya cosmedics)
dll.
3. Preparat untuk mata, misalnya mascara, eyes-shadow, dll 2. Kosmetik tradisional:
4. Preparat wangi-wangian, misalnya parfum, toilet water, dll a. Betul-betul tradisional, misalnya mangir, lulur, yang dibuat
5. Preparat untuk rambut, misalnya cat rambut, hair spray, dll dari bahan alam dan diolah menurut resep dan cara yang turun-
6. Preparat pewarna rambut, misalnya pewarna rambut, dll temurun.
7. Preparat make-up (kecuali mata), misalnya bedak, lipstick, dll b. Semi tradisional, diolah secara modern dan diberi bahan
8. Preparat untuk kebersihan mulut, misalnya pasta gigi, mount pengawet agar tahan lama.
washes, dll c. Hanya namanya yang tradisional, tanpa komponen yang benar-
9. Preparat untuk kebersihan badan, misalnya deodorant, dll benar tradisional dan diberi zat warna yang menyerupai bahan
10. Preparat kuku, misalnya cat kuku, losion kuku, dll tradisional
11. Preparat perawatan kulit, misalnya pembersih pelembab,

pelindung, dll
12. Preparat cukur, misalnya sabun cukur, dll
13. Preparat untuk suntan dan sunscreen, misalnya sunscreen
foundation, dll
– C. Penggolongan menurut penggunaanya pada kulit

1. Kosmetik perawatan kulit (skin-care cosmetics).


Jenis ini perlu untuk merawat kebersihan dan kesehatan kulit, termasuk didalamnya:
a. Kosmetik untuk membersihkan kulit (cleanser): sabun, cleansing cream, cleansing milk, dan penyegar kulit
(freshener).
b. Kosmetik untuk melembabkan kulit (moisturizer), misalnya moisturizring cream, night cream, anti wrinkle
cream.
c. Kosmetik pelindung kulit, misalnya sunscreen foundation, sun block cream/lotion
d. Kosmetik untuk menipiskan atau mengampelas kulit (peeling), misalnya scrub cream yang berisi butiran-butiran
halus yang berfungsi sebagai pengampelas (abrasiver)

2. Kosmetik riasan (dekoratif atau make-up)


Jenis ini diperlukan untuk merias dan menutup cacat pada kulit sehingga menghasilkan penampilan yang lebih
menarik serta menimbulkan efek psikologis yang baik, seperti percaya diri (self confidence). Dalam kosmetik
riasan, peran zat warna dan zat pewangi sangat besar.
Evaluasi Kosmetik

Defenisi :
Kemampuan suatu produk obat atau kosmetik untuk bertahan dalam batas
spesifikasi yg ditetapkan sepanjang periode penyimpanan dan penggunaan untuk
menjamin identitas, kekuatan, kualitas dan kemurnian produk tersebut.
Sediaan kosmetika tidak dapat diterima lagi jika terjadi:

– Perubahan fisika
– Perubahan kimia
– Perubahan kandungan mikroorganisme
Shelf life (umur simpan) :

periode waktu penyimpanan dan pengunaan dimana produk masih


berada dalam batas spesifikasinya.
Jenis spesifikasi

Spesifikasi “release” : spek yg hrs dipenuhi pd saat pembuatan, ex : 95-105%


Spesifikasi periksa/spesifikasi waktu simpan/spesifikasi umur produk : spek yg hrs
dipenuhi selama penyimpanan, ex : 90-110%
Kestabilan ditunjang oleh:

-Kestabilan isi kandungan


-Interaksi isi kandungan dengan wadah
-Stabilitas produk
-Stabilitas Produk-Wadah
Ketidakstabilan fisik sediaan

Ditandai oleh :
– Pemucatan warna
– Munculnya warna
– Timbul bau
– Perubahan/pemisahan fase
– Pecahnya emulsi
– Pengendapan suspensi (caking)
– Perubahan konsistensi
– Terbentuknya gas
– Dll
Ketidakstabilan kimia

Terjadinya pengurangan konsentrasi zat aktif karena :


– reaksi atau interaksi kimia
– Rusaknya eksipien karena hidrolisis atau reaksi sejenis
– Pembentukan senyawa lain
Kestabilan emulsi

– Emulsi adalah sistem yg secara termodinamika tidak stabil


– Antarmuka emulsi :Faktor yg menstabilkan emulsi adalah suatu lapisan
surfaktan atau koloid pelindung yg terdapat pd antarmuka tetesan
– Koalesen : Jika jumlah surfaktan dan koloid pelindung tidak mencukupi untuk
menyelimuti seluruh antarmuka emulsi.
Hal yg harus diperhatikan dalam
pembuatan emulsi

– Tipe emulsi
– Sifat reologi
– Penampilan emulsi yg merupakan fungsi ukuran globul
Emulsi pecah

– Ketidaktercampuran kimiawi antara emulgator dg bahan lain


– Pemilihan pasangan surfaktan yg tidak cocok (HLB salah)
– Konsentrasi elektrolit yg tinggi
– Viskositas yg terlalu rendah
– Temperatur
Thank you,,,