Anda di halaman 1dari 9

SGD 14

1. Aisyah putri andira 8. Sri rahmani


2. Anindita putri nurhasnanti 9. Syafrie Sahrul Gibran
3. Cahya elita desma sari 10. Tri kushartanto romdhoni
4. Diki fajar cahyanto
5. Mufti huwaida hanun
6. Nadiatu rahmatika
7. Selfi kurniasari
Infark miokard adalah perkembangan cepat dari nekrosis otot jantung
yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai dan
kebutuhan oksigen.
Menurut Alpert (2010), infark miokard terjadi oleh penyebab yang heterogen, antara
lain:
 Infark miokard tipe 1
Infark miokard secara spontan terjadi karena ruptur plak, fisura, atau diseksi plak
aterosklerosis. Selain itu, peningkatan kebutuhan dan ketersediaan oksigen dan
nutrien yang inadekuat memicu munculnya infark miokard. Hal-hal tersebut
merupakan akibat dari anemia, aritmia dan hiper atau hipotensi.
 Infark miokard tipe 2
Infark miokard jenis ini disebabkan oleh vaskonstriksi dan spasme arteri
menurunkan aliran darah miokard.
 Infark miokard tipe 3
Pada keadaan ini, peningkatan pertanda biokimiawi tidak ditemukan.
 Infark miokard tipe 4
Infark miokard tipe 4a Peningkatan kadar pertanda biokimiawi infark miokard
(contohnya troponin) 3 kali lebih besar dari nilai normal akibat pemasangan
percutaneous coronary intervention (PCI) yang memicu terjadinya infark miokard.
Infark miokard tipe 4b Infark miokard yang muncul akibat pemasangan stent
trombosis.
 Infark miokard tipe 5
Peningkatan kadar troponin 5 kali lebih besar dari nilai normal. Kejadian infark
miokard jenis ini berhubungan dengan operasi bypass koroner.
 Nyeri dada
 Sesak nafas akibat edema paru akut
 Sinkop atau koma akibat disritmia
 Kondisi konfusional akut
 Krisis hiperglikemik diabetikum
 Hipotensi/ syok kardiogenik
 Manifestasi sistem syaraf pusat yang menyerupai stroke, yang sekunder akibat
penurunan mendadak curah jantung dan embolisasi perifer
 Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
Adalah prosedur untuk membuka pembuluh
Darah koroner yang menyempit dengan
Balon atau stent