Anda di halaman 1dari 19

INTEGRAL RANGKAP

 OLEH :
1. Arthur Imantoko wibowo
INTEGRAL GANDA
Integral untuk fungsi satu variable, kita
membentuk suatu partisi dari interval [a,b] menjadi
interval-interval yang panjangnya Δxk , k = 1, 2, 3, ….n
b n

 f ( x) dx  lim  f(x
a
n 
k 1
k ) x k

Dengan cara yang sama, Kita definisikan integral


untuk fungsi dua variable.
Misalkan fungsi z = f(x,y) didefinisikan pada suatu
daerah tertutup R di bidang xoy. Kemudian daerah ini
dibagi atas n buah sub daerah yang masing-masing
luasnya A1 , A2 , A3 …… An
 Dalam setiap sub daerah, pilih suatu titik Pk(xk, yk )
 dan bentuklah jumlah :
n

 f ( x , y ) A  f ( x , y ) A  f ( x , y ) A  .......  f ( x , y ) A
k 1
k k k 1 1 1 2 2 2 n n n

 Jika jumlah sub daerah makin besar (n→∞), maka


integral rangkap (lipat dua) dari fungsi f(x,y) atas
daerah R didefinisikan :
n

 f ( x, y)dA  lim  f ( x , y )
R
n
k 1
k k k A
 Untuk menghitung integral lipat dua dapat
digunakan integral berulang yang ditulis dalam
bentuk :
b 

y f2 ( y)


 a. f ( x, y)dA   f ( x, y)dxdy     f ( x, y )dx dy
R R a y  f1 ( y ) 

 dimana integral yang ada dalam kurung harus
dihitung terlebih dahulu dengan menganggap
variabel y konstanta, kemudian hasilnya diintegral
kembali terhadap y.
 b  y f2 ( y )
 
 b.  f ( x, y)dA   f ( x, y)dydx     f ( x, y )dy dx
a y f1 ( y ) 
 R R

 dimana integral yang ada dalam kurung harus


dihitung terlebih dahulu dengan menganggap
variable x konstanta, kemudian hasilnya diintegral
kembali terhadap x.

 Jika integral lipat dua diatas ada, maka (a) dan (b)
secara umum akan memberikan hasil yang sama.
INTEGRAL LIPAT DUA DENGAN BATAS PERSEGI PANJANG

 Bentuk umum :

 f ( x, y)dA   f ( x, y)dxdy
R
 dimana : R = { (x,y) ; a ≤ x ≤ b, c ≤ y ≤ d }
 a,b,c dan d adalah konstanta

d
R
c

 a b
Contoh :
1 2
 1.   dxdy
0 1
4 2

 2.  
2 2
( x y )dxdy
2 1

4 2
 3.   ( xy  3 y 2 )dydx
2 1


4 2
 4.   (sin   r cos 2 )ddr
2 0
INTEGRAL LIPAT DUA DENGAN BATAS BUKAN PERSEGI PANJANG
b f 2 ( x)

a.  f ( x, y )dA    f ( x, y)dy dx
R x  a y  f1 ( x )

 dimana :
 R = { (x,y) ; f1(x) ≤ y ≤ f2(x) ,a ≤ x ≤ b }
d f2 ( y )

b.  f ( x, y )dA    f ( x, y)dx dy
R y c x  f1 ( y )

dimana :
R = { (x,y) ; f1(y) ≤ x ≤ f2(y) ,c ≤ y ≤ d }
Contoh
1 x

  xy dydx
2
1
0 x2
2 3y
2.   ( x  y)dxdy
1 y

1 x2  x
3.   x dydx
0 2 x2


2 sin 2
4.    2drd
cos 2
APLIKASI INTEGRAL LIPAT DUA
 Aplikasi integral lipat dua yang bentuk umumnya :

 f ( x, y) dA
R

dapat dijelaskan sbb :

1. LUAS
 Luas bidang dapat dipandang sebagai integral lipat
dua jika f(x,y) = 1 , sehingga integral lipat dua
menjadi :
A   dA atau A   dxdy   dydx
R R R
Dalam koordinat polar :
2  2
A   dA     d d
R  
 
contoh : 1 1

1. Hitung luas daerah yang dibatasi oleh y = 0, x + y = 2


dan 2y = x + 4
2. Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh
parabola-parabola : y2 = 4 – x dan y2 = 4 – 4x
3. Hitung : A   dA
R
dengan R adalah daerah dikuadran pertama yang
berada diluar lingkaran r=2 dan di dalam
kardioda r = 2(1+cos ѳ)
2. VOLUME
 Jika z=f(x,y) adalah persamaan permukaan , maka:

V   f ( x, y) dxdy
R

adalah volume benda antara permukaan dan bidang


xoy.

 Contoh :
Hitung volume benda yang dibatasi oleh selinder
x2 + y2 = 4 dan bidang-bidang y + z = 4 dan z = 0
3. Massa
Jika f(x,y) dipandang sebagai massa jenis (massa
persatuan luas ), maka :

 f ( x, y)dxdy
R
merupakan massa dari benda itu.

contoh :
Sebuah lamina (pelat tipis) dengan kerapatan f(x,y)=xy
dibatasi oleh sumbu x, garis x = 2 dan kurva y=x3
Tentukan massa totalnya.
4. Pusat Massa
Jika f(x,y) merupakan massa jenis dari lamina (pelat
tipis), maka pusat massanya : (x,y) adalah sbb :

M  x f ( x, y)dA MX  y f ( x, y)dA
x Y  S
y  S

M  f ( x, y)dA
S
, M  f ( x, y)dA
S

Contoh :
Tentukan pusat massa dari lamina yang mempunyai
Kerapatan f(x,y) = xy dan dibatasi oleh sumbu x , garis
x = 2 dan kurva y = x3
5. Momen Inersia
Momen Inersia dari pelat tipis yang mempunyai
Kerapatan f(x,y) terhadap sumbu x dan sumbu y
adalah :

, y 
I x   y 2 f ( x, y)..dA I  x 2
f ( x, y)..dA
R R
Sedangkan momen inersia terhadap sumbu z ( titik
asal ) :
I Z  I x  I y   ( x 2  y 2 ) f ( x, y)..dA
R
Contoh :
Tentukan momen inersia terhadap sumbu x, y dan z
Untuk lamina yang mempunyai kerapatan xy dan
dibatasi sumbu x , garis = 2 dan kurva y = x3
INTEGRAL LIPAT TIGA
Integral lipat tiga  f ( x, y, z )dV dari suatu fungsi tiga
R
variabel bebas thd. daerah R, dimana fungsi bernilai
tunggal dan kontinu, merupakan suatu pengembangan
dari integral tunggal dan integral lipat dua.
Jika f(x,y,z) = 1, maka integral menjadi :

 f ( x, y, z)dV   dV


R
dapat diartikan pengukuran

volume daerah R
Dalam koordinat tegak lurus , integral tersebut dapat
dinyatakan dalam bentuk :

x2 y2 ( x ) z2 ( x , y )

 f ( x, y, z)dV   
R

x1 y1 ( x ) z1 ( x , y )
f(x, y, z)dzdydx

dimana :
x1 ≤ x ≤ x2
y1 (x) ≤ y ≤ y2(x)
z1 (x,y) ≤ z ≤ z2(x,y)
Contoh :
2 3 4
1.    xyz dzdydx
1 2 3

1 x xy
2.   2z dzdydx
0 x2 0

1 x2 x y

3.    2xz dzdydx
0 x -2 0

1 2 x x 2 y
4.    (x  2z) dzdydx
0 x 0