Anda di halaman 1dari 26

OTITIS

DISUSUN OLEH KELOMPOK 3:


ELISABETH PANJAITAN
ELLEN NAFTALIA KRISTALANI
ELSHA PATRESIA NAYOMI
ELY SABET KORNELIUS
EMELIA AGAPA
ENIKE AGAPA
GARINI PUSPITA MAYANGSARI
GIDION KRISMA PUTRA WIJAYA
YOSI EKA DAMAYANTI
YUNITA TODA
Pengertian Otitis
Paradangan menimbulkan nyeri pada telinga dapat
dilihat dengan melakukan inspeksi telinga bagian
luar dan gendang telinga (membrana timpani).
Cedera yang terjadi pada daun telinga
(pinna/aurikula) yang disertai dengan hematoma
dapat diketahui dari riwat penyakitnya. Perikondritis
daun telinga merupakan komplikasi yang jarang
terjadi dan disebabkan oleh trauma, biasanya karena
operatif. Infeksi disebabkan oleh pseudomonas
aeruginosa.
Peradangan telinga atau Otitis dibagi menjadi
beberapa kelompok yaitu :
1. Otitis Eksterna Akut
2. Otitis Eksterna Kronika
3. Otitis Media Akut
4. Otitis Media Sekretoria
5. Otitis media supuratif kronis (OMSK)
Etiologi
Penyebabnya adalah bakteri piogenik seperti
streptococcus haemolyticus, staphylococcus aureus,
pneumococcus , haemophylus influenza, escherecia coli,
streptococcus anhaemolyticus, proteus vulgaris,
pseudomonas aerugenosa.
Yang paling sering terlihat ialah :
1. Otitis media viral akut
2. Otitis media bakterial akut
3. Otitis media nekrotik akut Trauma, Benda Asing
4. Trauma, Benda Asing
5. Trauma, Benda Asing
6. Trauma, Benda Asing
7. Trauma, Benda Asing
Manifestasi Klinik
Pasien mengeluh otore, vertigo, tinitus, rasa penuh
ditelinga atau gangguan pendengaran. (Arif
Mansjoer, 2001 : 82).
Nyeri telinga atau tidak nyaman biasanya ringan dan
seperti merasakan adanya tekanan ditelinga. Gejala-
gejala tersebut dapat terjadi secara terus menerus atau
intermiten dan dapat terjadi pada salah satu atau pada
kedua telinga. (www.health central.com, 2004).
1. Telinga berair (otorrhoe)
2. Gangguan pendengaran
3. Otalgia ( nyeri telinga)
4. Vertigo
Tanda-tanda klinis OMSK tipe maligna :
a. Adanya Abses atau fistel retroaurikular
b. Jaringan granulasi atau polip diliang telinga yang
berasal dari kavum timpani.
c. Pus yang selalu aktif atau berbau busuk ( aroma
kolesteatom)
d. Foto rontgen mastoid adanya gambaran
kolesteatom.
Komplikasi
1. Kerusakan yang permanen dari telinga dengan
berkurangnya pandangan atau ketulian.
2. Mastuiditis
3. Cholesteatoma
4. Abses apidural (peradangan disekitar otak)
5. Paralisis wajah
6. Labirin titis.(Fung, 2004)
DIET
1. Kalium
Kalium membantu menjaga kadar cairan dalam darah
sehingga dapat meningkatkan kemampuan pendengaran
mengingat cairan dalam telinga bagian dalam Anda juga
kaya kalium. Kalium terdapat dalam kentang, bayam,
tomat, kismis, aprikot, pisang, melon, jeruk, yogurt dan
susu rendah lemak.
2. Folat
Asam folat berguna untuk menghasilkan sel-sel baru
serta meningkatkan sirkulasi darah Anda. Dengan
sirkulasi yang baik akan memastikan bagian dalam
telinga Anda sehat. Folat terdapat dalam sereal, hati,
bayam, brokoli, asparagus, kacang hijau, alpukat, selada,
kacang, jus tomat, telur, stroberi, pepaya, pisang, dan
melon.
3. MAGNESIUM
MAGNESIUM MAMPU MELINDUNGI TELINGA ANDA DARI
R A D K A L B E B A S YA N G D I S E B A B K A N O L E H PA PA R A N S U A R A
KERAS, SEHINGGA MEMBANTU UNTUK MENCEGAH GANGGUAN
PENDENGARAN. PENELITIAN JUGA TELAH MENUNJUKKAN
B A H WA R E N D A H N YA T I N G K AT M A G N E S I U M M E N Y E B A B K A N
PEMBULUH DARAH DI TELINGA M E N Y U S U T, M E R A M PA S
O K S I G E N D A N M E M B U AT T E L I N G A M U D A H T U L I . M A G N E S I U M
U TA M A T E R D A PAT D A L A M P I S A N G , K E N TA N G , B AYA M D A N
BROKOLI.

4. SENG
SENG ATA U ZINC JUGA M E R U PA K A N MINERAL YA N G
M E N I N G K AT K A N S I S T E M K E K E B A L A N T U B U H A N D A , S E H I N G G A
M E M B A N T U M E N C E G A H I N F E K S I T E L I N G A . Z I N C T E R D A PAT
D A L A M K A C A N G M E T E , K A C A N G A L M O N D , K A C A N G TA N A H ,
K A C A N G P O L O N G , L E N T I L , C O K E L AT H I TA M , T I R A M , D A G I N G
S A P I D A N AYA M .
PENDIDIKAN KESEHATAN
1. Pencegahan Primer
 Hindari pajanan terhadap asap rokok
 pemberian vaksin pneumococcus dan vaksin
influenza,
 Jagalah telinga tetap kering
 Menghindari pengeluaran lendir dengan paksaan /
tekanan yang berlebihan.
 Jangan mengorek- ngorek liang telinga terlalu
kasar
 Jika ada benda asing yang masuk, datanglah ke
dokter .
Pencegahan Sekunder

 Istirahat yang cukup untuk mengatasi infeksi


 Hindari penerbangan saat menderita infeksi telinga
 Penggunaaan obat-obatan sesuai resep dokter :
 Obat tetes hidung dapat diberikan untuk membuka
kembali saluran tuba eustachius yang tersumbat. Pada
otitis media yang disertai keluarnya cairan nanah dari
telinga dapat diberikan obat cuci telinga selama 3-5
hari dan antibiotik tetes telinga selama 3 minggu
 Sesuai dengan bakteri penyebab tersering, antibiotik
golongan Penisilin atau eritromisin sesuai dosis dapat
diberikan pada penderita OMA selama 10-14 hari.
Pencegahan Tersier

Kontrol teratur ke dokter untuk memeriksakan


membran timpani (gendang telinga) selama 2-4
minggu sampai terjadi resolusi (penutupan kembali).
Resume Riset
JUDUL : “Hubungan Rinitis Alergi dengan
Kejadian Otitis Media Supuratif Kronik”

Analisa Pico
Problem : Hubungan Rinitis Alergi dengan
Kejadian Otitis Media Supuratif Kronik
Intervensi : Pengumpulan data dilakukan
menggunakan anamnesis, pemeriksaan telinga dan
hidung, memenuhi kriteria inklusi dan tidak
termasuk eksklusi. Kuesioner SFAR ini diisi
sendiri oleh sampel penelitian, kuesioner ini berisi
8 pertanyaan mengenai rinitis alergi yang terdiri
atas empat pertanyaan standar pada gejala hidung
yang diambil dari enam pertanyaan ISAAC
(International Study of Asthma and Allergies in
Childhood) dalam menegakkan rinitis alergi serta
dengan penambahan empat pertanyaan mengenai
riwayat alergi pada pasien dan keluarga.
Out Come : Simpulan terdapat hubungan antara
rinitis alergi dan OMSK di RSUP H. Adam Malik
Medan. Pasien rinitis alergi memiliki risiko 13 kali
lebih besar menderita OMSK dibanding dengan
pasien tanpa rinitis alergi
Tinjauan Asuhan Keperawatan Teoritis
1. Pengkajian
a. Anamnesa: Nama klien, No. Rek. Media, Usia
(Otitis media sering dijumpai pada anak – anak di
bawah usia 15 tahun), Tinggi dan berat badan, Tanggal
dan waktu kedatangan, Orang yang dapat dihubungi.
b. Keluhan Utama : Menanakan alasan klien
berobat ke rumah sakit dan menanyakan apa saja
keluhan yang ia rasakan.
c. Riwayat Kesehatan Dulu : menanyakan apakah
klien pernah mengalami otitis media sebelumnya.
d. Riwayat kesehatan keluarga : menanyakan
apakah ada anggota keluarga yang memiliki riwayat
penyakit ini sebelumnya
e. Riwayat penyakit sekarang : tanyakan pada
klien gejala-gejala apa saja yang dirasakannya saat ini.

f. Pengkajian pola Fungsional Gordon


1. Pola Nutrisi – Metabolik
2. Pola Eliminasi
3. Pola Aktivitas – Latihan
4. Pola Istirahat - Tidur
5. Pola Persepsi – Manajemen Kesehatan
6. Pola Kognitif - Persepsi
7. Pola Persepsi Dan Konsep Diri
8. Pola Peran Hubungan
9. Pola Seksualitas/Reproduksi
10. Pola Koping-Toleransi Stres
11. Pola Keyakinan-Nilai
Pemeriksaan Fisik
 Tanda – tanda vital : ukur suhu, nadi, tekanan
darah, pernapasan
 Kaji adanya perilaku nyeri verbal dan non verbal
 Kaji adanya pembesaran kelenjar limfe di daerah
leher
 Kaji kemungkinan tuli
 Pemeriksaan fisik dilakukan dari hair to toe dan
berurutan berdasarkan system.
Asuhan Keperawatan berdasarkan NANDA,
NOC dan NIC
1. Nanda : Nyeri akut (00132)
NOC : Kontrol Nyeri ( 1605 )
NOC : Tingkat Nyeri ( 2102 )
NIC : Manajemen Nyeri (1400)
NIC : Manajemen Sedasi (2260)
NIC : Pemberian Analgesik (2210)
NIC : Bantuan Pasien untuk Mengontrol
Pemberian Analgesik(2400)
2. Nanda : Ketidakseimbangan nutrisi : kurang
dari kebutuhan tubuh (00002)
NIC : Status Nutrisi : ventilasi (1004)
NIC : Bantuan pningkatan berat badan
(1240)
NIC : Menejemen ganguan makan
(1030)
NIC : Manajemen nutrisi (1100)
NOC : Status nutrisi bayi : ventilasi (1020)
NOC : Status Nutrisi : Asupan nutrisi:
ventilasi (1009)
Prosedur Irigasi Telinga
Irigasi telinga dilakukan untuk membersihkan
cerumen, getah radang atau kotoran lain dan
jumlah cairan yang digunakan lebihbanyak dari
mencuci telinga luar.
Tujuan :
1. Mahasiswa mampu mengenal alat dan
menyiapkan alat-alat yang diperlukan,
2. Mahasiswa mampu melaksanakan demonstrasi
irigasi telinga.
Indikasi:
Mengeluarkan serumen, getah radang, atau
kotoran.
Kontra Indikasi :
1. Pada pasien dengan perforasi gendang telinga karena
dapat memperluas infeksi
2. Benda asing (tumbuh-tumbuhan) atau serangga sebab
kelembaban menyebabkan benda benda tersebut bengkak.
Prosedur /Keterampilan
PERSIAPAN ALAT DAN KLIEN
Persiapan alat-alat:
1. Kom,
2. Semprit 60 cc/ ml,
3. Air bersih,
4. H2O2 (Untuk mengeluarkan serumen),
5. Kapas (bola kapas) dalam tempat,
6. Bengkok/Nierbeken,
7. Handuk/pengalas,
8. Sarung tangan/handschun,
9. Apliktor berujung kapas/kapas lidi/lidiwaten,
10. Termometer mandi/termometer air.
PROSEDUR
1. Atur posisi klien miring atau duduk dengan kepala
miring kearah telinga yang sakit.
2. Letakkan handuk di bahu klien tepat di bawah
telinga yang sakit dan letakkan bengkok.
3. Isikan/masukan larutan garam fisiologis atau air
steril yang sudah di hangatkan harus sesuai dengan
suhu pasien (untuk kenyamanan) ke dalam spuit 60
cc.
4. Luruskan kanalis auditori untuk memasukkan larutan
pada telinga bayi tarik aurikel (pinna) ke bawah dan
belakang. Masukan ujung spuit dan semprotkan ke dalam
liang telinga melalui dinding saluran telinga bagian atas
cairan akan keluar mengalir kedalam bengkok pada orang
dewasa tarik aurikel ke atas dan ke belakang dan masukan
ujung spuit ke ruang telinga semprotkan cairan agak keras
ke dalam liang telinga melalui dinding saluran telinga
bagian atas (dilakukan berulang kali) cairan akan keluar
dari liang telinga dan mengalir ke dalam bengkok.
5. Penghisapan dengan menggunakan pipa penghisap
fraizer yang lunak dan lentur.
6. Posisikan klien pada sisi telinga yang sakit
selama 10 menit.
7. Keringkan aurikola dan pasang bola kapas pada
meatus auditori
8. Kaji klien terhadap pusing/mual.
9. Rapikan alat dan cuci tangan.
Mengevaluasi pasien : Bentuk benda asing,
jenisnya pasien nyaman tidak ada/infeksi/tidak.
TERIMAH
KASIH