Anda di halaman 1dari 25

Jurusan Fisika

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam


Universitas Jenderal Soedirman

ANALISIS SEBARAN RADIASI PRIMER DAN SEKUNDER


PADA PENYINARAN TIGA ARAH KANKER NASOFARING
TERHADAP DOSIS PHANTOM ORGAN MATA

RIFATUL MA’WA
K1C015061

Pembimbing 1 : Aris Haryadi, M.Si


Pembimbing 2 : Wihantoro, M.Sc
Penelaah : Dr. Zaroh Irayani, M.Si
PENDAHULUAN

TINJAUAN
PUSTAKA

METODE
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Kanker Nasofaring pesawat radioterapi Cobalt-60


PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Hidayat (2019) distribusi dosis radiasi Co-60 per fraksi pada


kanker nasofaring dan organ sekitarnya menggunakan metode Monte
Carlo

Masdi(2013)penentuan dosis radiasi pada organ mata penderita


kanker nasofaring yang dilakukan dengan pengukuran dengan
menggunakan chip TLD-100

Niyazi(2000)mengenai dosis lensa mata menggunakan simulasi


monte carlo

Sebaran radiasi primer dan sekunder pada


penyinaran tiga arah kanker nasofaring terhadap
dosis phantom organ mata menggunakan simulasi
Monte Carlo
PENDAHULUAN

1.2 Rumusan Masalah


1.3 Batasan Masalah

1. Bagaimana menentukan radiasi primer dan 1. Sumber yang digunakan adalah Co-60 yang
sekunder yang mengenai organ mata telah meluruh selama 4 tahun dan foton yang
penderita kanker nasofaring menggunakan diamati hanya foton yang keluar dari piringan
program MCNPX yang dipancarkan silinder sumber radiasi Co-60 yang mengenai
pesawat radioterapi Co-60? medan radiasi dengan arah penyinaran cone.
2. Bagaimana menentukan dosis serap organ 2. Tidak menampilkan riwayat jenis interaksi
mata penderita kanker nasofaring foton dengan materi yang terjadi selama
berdasarkan radiasi primer dan sekunder simulasi.
menggunakan program MCNPX? 3. Partikel beta dan hamburan elektron tidak
diamati.
4. Organ yang diamati dari dosis serap hanya
organ mata
PENDAHULUAN

1.4 Tujuan

1. Menentukan radiasi primer dan sekunder yang 1.5 Manfaat


mengenai organ mata penderita kanker
nasofaring menggunakan program MCNPX
1. Mengetahui radiasi primer dan sekunder yang
yang dipancarkan pesawat radioterapi Co-60
mengenai organ mata penderita kanker nasofaring
2. Menentukan dosis serap organ mata penderita
menggunakan program MCNPX yang dipancarkan
kanker nasofaring berdasarkan radiasi primer
dan sekunder menggunakan program MCNPX pesawat radioterapi Co-60

2. Mengetahui dosis serap organ mata penderita


kanker nasofaring berdasarkan radiasi primer dan
sekunder menggunakan program MCNPX
TINJAUAN PUSTAKA

Sumber Radiasi Gamma (Co-60)

A0: aktivitas awal


λ : tetapan peluruhan
t : waktu peluruhan

Satuan SI: becquerel (Bq)


1 Bq = 1 peluruhan / detik

Skema peluruhan Co-60 (Grupen,2010)


TINJAUAN PUSTAKA

Efek Fotolistrik

Interaksi Radiasi
Gamma dengan
Materi

Efek fotolistrik (Podgorsak, 2009)


TINJAUAN PUSTAKA

Hamburan Compton

Interaksi Radiasi
Gamma dengan
Materi

Hamburan compton (Podgorsak, 2009)


TINJAUAN PUSTAKA

Produksi Pasangan

Interaksi Radiasi
Gamma dengan
Materi

Produksi pasangan (Podgorsak, 2009)


TINJAUAN PUSTAKA

Dosis Serap

Energi rata-rata yang diserap materi atau jaringan


persatuan massa materi.

Dosis serap dihitung dengan persamaan:


𝑑𝐸 1 Gy = J / kg = 107 erg/103 g = 100 rad).
𝐷= Satuan lama digunakan rad (1 rad = 100
𝑑𝑚 erg / gram = 0,01 gray)
𝑑𝐸 adalah energi yang diserap materi yang dapat
menyebabkan ionisasi dan dm merupakan massa dari
materi
TINJAUAN PUSTAKA
Radiasi Primer dan Sekunder

• Radiasi primer pada pesawat terapi Co-60


berasal dari sumber, sedangkan radiasi
sekunder berasal dari hamburan-hamburan.
Radiasi sekunder terjadi akibat dari
hamburan radiasi primer dalam materi.

Ilustrasi Sinar Melewati Obyek (Zhu et al.,2009)


TINJAUAN PUSTAKA

Penyinaran Berkas Radiasi Variasi sudut penyinaran mempunyai pengaruh terhadap


Sudut Gantry perubahan nilai dosis radiasi.

Ilustrasi penyinaran terapi kanker nasofaring (Hidayat, 2019)


TINJAUAN PUSTAKA

alat bantu yang digunakan untuk membatasi luas lapangan penyinaran yang dapat
Blok Radiasi
dibuat secara manual menyesuaikan bentuk lapangan.

cerrobend yang memiliki densitas 9.4 g/cm3 pada


20˚C ( ̴ 83% dari densitas blok Pb). Cerrobend
terdiri dari 50% bismut, 26.7% timbal, 13.3%
timah, 10% cadmium.
TINJAUAN PUSTAKA

kurva yang memperlihatkan gambaran paparan radiasi yang dihasilkan dari


Kurva Isodosis pesawat radioterapi seperti bentuk sarang laba-laba dengan titik-titik yang
menunjukkan besarnya paparan radiasi dengan jarak-jarak tertentu

Kurva isodosis untuk sinar-X 10 mV, SSD 100 cm


dan luas lapangan radiasi 10 cm x10 cm (Khan,2014)
TINJAUAN PUSTAKA

Organ Mata

• Dosis maksimal yang diterima mata yaitu 50 Gy, dosis


maksimal yang diterima lensa yaitu 25 Gy, sedangkan
untuk nervus optik dan kiasma optik dosis maksimalnya
50 Gy

Anatomi Bola Mata (Barbosa,2014)


TINJAUAN PUSTAKA

Monte Carlo N-Particle

Kode simulasi komputer transport


partikel dengan teknik stokastik
yang prinsipnya berdasar pada
penggunaan bilangan random dan
kebolehjadian statistik (seperti
interaksi antara partikel nuklir
dengan materi).
Simulasi partikel dalam MCNP (Rasito, 2013)
METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat Penelitian


Waktu : 5 Bulan (Maret– Juli 2019)
Tempat : Laboratorium Fisika Medik
dan Komputasi, Jurusan
Alat dan Bahan
Fisika, Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan 1. Buku dan alat tulis
Alam, Universitas Jenderal 2. Personal Computer (PC)
Soedirman Purwokerto sistem Windows dengan
RAM minimal 2 GB.
3. Program MCNPX Visual
Editor
4. program Origin dan Notepad
5. Program Surfer
METODE PENELITIAN

Geometri Phantom organ kepala dan leher beserta dada laki-laki dewasa hasil simulasi dalam 2D dan 3D pada arah
penyinaran lateral sudut 90˚ target tepat pada sel kanker Bidang xz
METODE PENELITIAN

Geometri Phantom organ kepala dan leher beserta dada laki-laki dewasa hasil simulasi dalam 2D dan 3D pada arah
penyinaran lateral sudut 90˚ target tepat pada sel kanker Bidang xz
Geometri Phantom organ kepala dan leher beserta dada laki-laki dewasa hasil simulasi dalam 2D pada arah
penyinaran lateral sudut 90˚ target tepat pada sel kanker Bidang yx
METODE PENELITIAN

Komponen Dasar dan Densitas Organ Mata


Skera, (% Lensa (% Anterior (% bobot)
kloroid, bobot) mata (1,07 bobot) chamber
retina, g/cm3) dan vitreus
kornea, humor (1,00
saraf optic, g/cm3)
dinding sraf
optik (1,04
g/cm3)
H 10,454 H 9,6 H 0,112
C 22,663 C 19,5 O 0,888
N 2,490 N 5,7 - -
O 63,525 O 64,6 - -
Na 0,112 Na 0,1 - -
Mg 0,013 P 0,1 - -
Si 0,030 S 0,3 - -
P 0,134 Cl 0,1 - -
S 0,204 - - - -
Cl 0,133 - - - -
K 0,208 - - - -
Ca 0,024 - - - -
Fe 0,005 - - - -
Zn 0,003 - - - -
Rb 0,001 - - - -
Zr 0,001 - - - -
METODE PENELITIAN

Volume dari Masing-Masing Organ mata

Organ Volume (cm3)


Sklera 1,73
Kloroid 1,46
Retina 1,23
Vitreus body 4,10
Kornea 0,06
Anterior chamber 0,16
Lensa Mata 0,48
Saraf optic 0,26
Dinding saraf optik 0,08
METODE PENELITIAN
JURUSAN FISIKA I FAKULTAS MIPA

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN