Anda di halaman 1dari 49

CASE BASE DISCUSSION

KARAKTERISTIK PENDERITA HIPERTENSI DALAM


KEHAMILAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KLUNGKUNG TAHUN 2017

Disusun Oleh:
Grace Vitaloka 014.06.0062
Natihatun Istiqomah 014.06. 0045
Pembimbing :
Dr. Ida Bagus Made Sukadana, Sp.OG

DALAM RANGKA MENJALANI KEPANITRAAN KLINIK MADYA


SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KLUNGKUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR MATARAM TAHUN
2019
Latar belakang
Hipertensi dalam kehamilan dilaporkan sekitar 30% penyebab dari kematian ibu
(Adu-Bonsaffoh K, 2014). Hipertensi menyumbang 14% dari kematian ibu
secara global dan merupakan penyebab paling umum kedua penyebab kematian
ibu dari laporan WHO (Say L, 2014)..

Hasil dari SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) tahun


2012, menyatakan bahwa sepanjang tahun 2007-2012 kasus kematian
ibu melonjak naik. Pada tahun 2012 AKI mencapai 359 per 100.000
penduduk atau meningkat sekitar 57% bila dibandingkan dengan kondisi
pada tahun 2007, yaitu sebesar 228 per 100.000 penduduk indonesia

Berdasarkan grafik capaian AKI di Provinsi Bali Tahun 2013 sebesar 72,07
per 100.000 KH (Kelahiran Hidup), AKI tertinggi ada di Kabupaten Bangli
sebesar 160,81 per 100.000 KH dan terendah ada di Kabupaten Klungkung
yaitu sebesar 0 per 100.000 KH
Rumusan masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut, maka
dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
“Bagaimana karakteristik penderita hipertensi dalam kehamilan
di RSUD Klungkung tahun 2017? ”.
Tujuan penelitian
Tujuan Umum Tujuan Khusus
Untuk mengetahui karakteristik  Untuk mengetahui karakteristik
pasien pada kejadian hipertensi penderita hipertensi dalam
dalam kehamilan di RSUD kehamilan di RSUD Klungkung
tahun 2017.
Klungkung tahun 2017.
 Untuk mengetahui karakteristik
cara persalinan penderita
hipertensi pada kehamilan di
RSUD Klungkung tahun 2017.
 Untuk mengetahui karakteristik
bayi yang lahir dari penderita
hipertensi pada kehamilan di
RSUD Klungkung tahun 2017.
Manfaat penelitian
Manfaat Teoritis Manfaat Praktis
 Hasil penelitian ini di harapkan  Dengan diadakannya penelitian
dapat memberikan informasi ini, dapat diperoleh tambahan
sehingga dapat melakukan informasi karakteristik pasien
pencegahan, diagnosis, hipertensi pada kehamilan di
intervensi atau pengobatan RSUD Klungkung tahun 2017.
sedini mungkin serta dapat Sebagai data untuk deteksi dini
mengurangi angka mortalitas risiko tinggi ibu hamil akibat
dan morbilitas. hipertensi dalam kehamilan
untuk menurunkan angka AKI.
Hipertensi kehamilan
Definisi :
Hipertensi dalam pada kehamilan adalah hipertensi yang terjadi
saat kehamilan berlangsung dan biasanya pada bulan terakhir
kehamilan atau lebih setelah 20 minggu usia kehamilan pada
wanita yang sebelumnya normotensif, tekanan darah mencapai
nilai 140/90 mmHg, atau kenaikan tekanan sistolik 30
mmHg dan tekanan diastolik 15 mmHg di atas nilai normal
(Junaidi, 2010)
Etiologi dan patofisiologi
Teori- teori hipertensi pada kehamilan
 Teori kelainan vaskularisasi plasenta
 Teori iskemia plasenta, radikal bebas, dan disfungsi endotel
 Iskemia plasenta dan pembentukan oksidan/radikal bebas
 Peroksida lemak sebagai oksidan pada hipertensi
dalam kehamilan
 Disfungsi sel endotel
 Teori intoleransi imunologik antara ibu dan janin
 Teori adaptasi kardiovaskular
Faktor Resiko
USIA

USIA
BMI HDK
KEHAMILAN

PARITAS GRAVIDA
CARA PERSALINAN
BAYI
 Usia
Hipertensi erat kaitannya dengan umur, semakin tua seseorang
semakin besar risiko terserang hipertensi. Umur lebih dari 40 tahun
mempunyai resiko terkena hipertensi. Risiko tinggi bila ibu berumur
<20 tahun dan > 35 tahun sedangkan risiko rendah bila umur ibu 20
– 35 tahun
 Usia Kehamilan
Dari hasil penelitian hipertensi dalam kehamilan berdasarkan
usia kehamilan didapatkan kejadian preeklamsi berat cukup tinggi
pada usia kehamilan preterm
 Gravida
Faktor yang mempengaruhi hipertensi dalam kehamilan adalah
frekuensi. Primigravida lebih tinggi bila dibandingkan dengan
multigravida, terutama primigravida muda
 Paritas
Paritas 2-3 merupakan paritas paling aman ditinjau, dan
risiko meningkat lagi pada grandemultigravida. Risiko tinggi
bila frekuensi kehamilan > 4 kali sedangkan risiko rendah bila
< 4 kali. Selain itu primitua, lama perkawinan ≥4 tahun juga
dapat berisiko tinggi timbul preeklamsi
 Body Mass Index
Peningkatan IMT sangat erat kaitannya dengan terjadinya
hipertensi ringan dan atau preeklamsia. Dari hasil penelitian
terdahulu terhadap primigravida, didapatkan hasil yang
signifikan antara obesitas dengan kejadian hipertensi dalam
kehamilan
Pengaruh hipertensi pada
kehamilan
 Cara persalinan
Dari hasil penelitian didapatkan persalinan sectio caesarea
cukup tinggi pada ibu hamil dengan preeklamsi berat. Bila terapi
konservatif tak memberikan hasil maka kehamilan harus segera
diakhiri demi untuk kesehatan ibu dan anak
 Bayi
Berdasarkan Bayi Lahir Hidup atau Lahir Mati
Pada hipertensi pada kehamilan terdapat spasme arteriola
spiralis desidua sehingga terdapat penurunan aliran darah ke
plasenta. Spasme arteriola yang mendadak dapat menyebabkan
asfiksia berat sampai kematian janin, bila spasme berlangsung
lama dapat mengganggu pertumbuhan janin
Berdasarkan Berat Bayi Lahir (BBL)
Hipertensi pada ibu hamil bisa berbahaya bagi janin
dalam kandungan karena hipertensi pada ibu hamil dapat
merusak sistem vaskularisasi darah, sehingga mengganggu
pertukaran oksigen dan nutrisi melalui plasenta dari ibu
kejanin.hal ini mengakibatkan prematuritas plasenta, yang
mengakibatkan pertumbuhan janin yang terhambat dalam
rahim.
Klasifikasi dan penegkan diagnosis
 Hipertensi kronik
 Preeklampsia
 Eklampsia
 Superimposed preeklampsia
 Hipertensi gestasional
Penatalaksanaan
 Penatalaksanaan Preeklamsia Ringan
Pada pasien preeklamsia ringan dapat dilakukn perawatan
konservatif untuk pasien yang tidak memiliki indikasi untuk
rawat inap
 Preeklamsi Berat dan eklamsi
Pada pasien dengan preeklamsi berat dan eklamsi maka
diberikan MgSo4 untuk mencegah atau mengurangigejala
kejang dengan syarat: reflek patela +, Respirasi rate >16
kali/menit, jumlah urin >100 cc/4 jam, dan tersedia Ca
glukonas
 Obat- obat hipertensi
Hidralazine
Labetalol
Metildopa
Diuretik
Penghambat ACE
METODE PENELITIAN
Jenis dan rancangan penelitian metode deksriptif observasional
Lokasi penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Rumah
Sakit Umum Daerah Klungkung pada bulan
Mei 2019.
Populasi penelitian seluruh pasien yang mengalami Hipertensi
dalam Kehamilan yang terhitung mulai
bulan Januari sampai Desember 2017 di
Rumah Sakit Umum Daerah Klungkung.

Besar sampel total sampling, hal tersebut terjadi karena


subjek penelitian kurang dari 100.

Kriteria inklusi Pasien yang mengalami hipertensi dalam


kehamilan
Kriteria ekslusi Pasien yang tidak mengalami hipertensi
dalam kehamilan
Variabel besas Karakteristik penderita
Variabel terikat Hipertensi dalam Kehamilan.
Instrumen dan bahan penelitian Data sekunder, Pengumpulan data
dilakukan dengan mencatat data-data yang
diperlukan dari rekam medis
Analisis data Analisis univariat
BAB IV
HASIL PENELITIAN
BAB V
PEMBAHASAN
Pembahasan
 Karakteristik Hipertensi dalam Kehamilan
Hasil penelitian ini dari total sampel sebanyak 41 sampel pada
kasus Hipertensi dalam Kehamilan di Rumah Sakit Umum
Daerah Klungkung provinsi Bali, di dapatkan penderita
hipertensi dalam kehamilan yang mengalami PER berjumlah
16 orang (39%) menduduki urutan pertama, dan selanjutnya
oleh hipertensi gestasional dengan jumlah 12 orang (29.3%).
Pada PEB ditemukan berjumlah 8 orang (19.5%), hipertensi
kronis berjumlah 4 orang (9.8%), eklamsia berjumlah 1 orang
(2.4%), dan hipertensi superimposed berjumlah 0 orang (0%).
 Karakteristik Ibu Hamil Berdasarkan Usia
Dari data yang didapat dalam penelitian tersebut, didapatkan
bahwa angka kejadian hipertensi dalam kehamilan, terbanyak
pada usia 20-24 tahun, Penelitian lainnya menyampaikan
bahwa umur yang beresiko tinggi terkena hipertensi pada ibu
hamil yaitu usia <20 tahun atau >35 tahun
 Karakteristik Ibu Hamil berdasarkan Usia Kehamilan
Dari hasil penelitian hipertensi dalam kehamilan berdasarkan
usia kehamilan didapatkan banyak terjadi pada penderita yang
usia kehamilannya aterm sebanyak 34 orang (82,9 %). Hasil
ini berbeda dengan pendapat penelitian lain, dimana hipertensi
dalam kehamilan cukup tinggi menyebabkan bayi yang
dilahirkan dengan usia kandungan preterm
 Ibu Hamil Berdasarkan Gravida
Dari hasil penelitian karakteristik hipertensi dalam kehamilan
berdasarkan gravida didapatkan angka kejadian hipertensi
dalam kehamilan terbanyak pada multi gravida. Sebagian besar
hasil dari penelitian ini berbeda dengan teori yang menyatakan
risiko terjadinya hipertensi dalam kehamilan terjadi pada
primigravida.
 Karakteristik Ibu Hamil Berdasarkan Paritas
Dari hasil penelitian karakteristik hipertensi dalam kehamilan
berdasarkan paritas kejadian hipertensi pada kehamilan lebih
banyak terjadi pada wanita dengan nullipara, Hasil dari
penelitian ini berbeda dengan teori yang menyatakan kejadian
HDK beresiko pada grandemultigravida
 Karakteristik Ibu Hamil Berdasarkan BMI
Hasil pada penelitian ini berdasarkan BMI didapatkan ibu hamil
dengan overweight banyak yang mengalami hipertensi pada
kehamilan, Menurut Ibrahim 2010, menyatakan tingginya nilai BMI
berkaitan dengan dyslipidemi, Keadaan itu akan menginduksi
oxydative stress dan menimbulkan disfungsi sistem endotel yang
merupakan konsep dasar hipertensi dalam kehamilan
 Karakteristik Berdasarkan Cara Persalinan
Pada karakteristik berdasarkan persalinan penderita hipertensi dalam
kehamilan didapatkan tindakan konservatif dari 41 sampel penelitian
yang memenuhi informasi untuk di analisis sebanyak 30 sampel
,yang berhasil dengan konservatif sebanyak 24 orang dengan
presentase 80%D an pada karakteristik berdasarkan terminasi wanita
dengan hipertensi pada kehamilan lebih banyak dengan cara
persalinan perabdominal
 Karakteristik Berdasarkan Bayi Lahir Hidup atau Mati
Pada karakteristik bayi penderita hipertensi dalam kehamilan
didapatkan, kelahiran bayi hidup. Penelitian sebelumnya
mengatakan bahwa kelahiran bayi dapat dipengaruhi oleh
hipertensi dalam kehamilan dan menimbulkan kematian,
dimana terjadi spasme arteriola spiralis desidua sehingga
terdapat penurunan aliran darah ke plasenta
 Karakteristik Berdasarkan Berat Bayi Lahir
Hasil dari penelitian ini berdasarkan berat bayi lahir jumlah
terbanyak ditemukan pada BBLN. Hal ini menunjukan hasil
penelitian berbeda dengan teori yang menyatakan bahwa pada
penderita hipertensi kehamilan beresiko akan terjadinya bayi
lahir dengan berat lahir rendah
Keterbatasan penelitian
 Jumlah sampel pada penelitian ini kurang dari 100
 Peneliti tidak bisa menghindari bias pada penelitian
karena data penelitian menggunakan data sekunder
yaitu rekam medis.
 Peneliti tidak bisa mengevaluasi secara keseluruhan
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
 Jenis penelitian ini metode deksriptif observasional.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan mengenai karakteristik
penderita hipertensi dalam kehamilan di RSUD Klungkung
tahun 2017, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
 Hasil penelitian ini menunjukan, dari 41 sampel penelitian
penderita hipertensi dalam kehamilan cenderung mengalami
preeklamsi ringan dengan jumlah 16 orang (39 %). Usia
dominan yang sering terjadi pada rentang usia 20-24 tahun
sebanyak 14 orang (34.1%), dan pada penderita hipertensi
kehamilan melahiran dengan usia kehamilannya aterm
sebanyak 34 orang (82,9 %). Berdasarkan gravida kejadian
lebih banyak dialami oleh wanita dengan multigravida yaitu
sebanyak 24 orang ( 58.5%) dan pada body mass index yang
mengalami hipertensi pada kehamilan yaitu penderita yang
memiliki BMI overweight dengan jumlah 20 orang (48.8%)
 Hasil karakteristik berdasarkan persalinan penderita hipertensi
dalam kehamilan didapatkan pada konservatif dari 30 sampel
yang berhasil dengan konservatif sebanyak 24 orang dengan
presentase 80% di bandingkan yang gagal sebanyak 6 orang
dengan presentase 20%. Dan pada 41 sampel terminasi dengan
hipertensi pada kehamilan lebih banyak menggunakan cara
persalinan perabdominal yaitu sebanyak 23 orang dengan
presentase 56.1% dibandingkan dengan pervaginam sebanyak
18 orang dengan presentase
 Hasil padakarakteristik bayi penderita hipertensi dalam
kehamilan didapatkan, kelahiran bayi hidup lebih banyak
dengan jumlah 38 orang (92.7%) di bandingkan yang
meninggal sebanyak 3 orang (7.3%). Sedanngkan untuk berat
bayi lahir jumlah terbanyak pada BBLN yaitu 32 orang (78%).
Saran
 Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut terkait dengan karakteristik pasien hipertensi
dalam kehamilan di rumah sakit umum daerah Klungkung, sehingga
dapat digunakan sebagai pembanding dari hasil penelitian ini.
 Diharapkan penelitian ini dapat menjadikan sebagai bahan
pertimbangan bagi masyarakat untuk meningkatkan upaya
pencegahan penyakit Hipertensi dalam kehamilan sehingga
menurunkan angka kejadian, dan komplikasi yang akan terjadi
sehingga dapat mengurangi morbilitas , mortalitas pada penderita ibu
hamil.
 Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti variabel-variabel atau
faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kejadian Hipertensi
dalam Kehamilan.