Anda di halaman 1dari 22

Fatin Syafieqah binti Lokman

112018112
 Untuk melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis
untuk menilai dampak dari rehabilitasi jantung (RJ) pada
tingkat aktivitas fisik (AF) pasien dengan penyakit jantung
dan kualitas metodologis studi ini.
 Definisi Aktivitas Fisik (AF)
Setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka menghasilkan energy di luar kemampuan
istirahat.
 Definisi Rehabilitasi Jantung (RJ)
Program mencakup sejumlah aktivitas untuk memperbaiki kondisi fifik, mental dan sosial agar
pasien tetap sehat.
 Rekomendasi Aktivitas Fisik UK
Dewasa ≥150 menit (intensitas moderate per minggu)
 Manfaat partisipasi rehabilitasi jantung (RJ)
Memperjelas dampak Meninjau kualitas
partisipasi RJ pada tingkat metodologi hasil AF
AF pasien dengan PJK dan dilaporkan dalam uji coba
GJ tersebut
Strategi pencarian dan
kriteria inklusi

Desain : Randomised controlled trials (RCT)


Populasi penelitian : orang dewasa PJK (termasuk infark miokard, revaskularisasi
atau angina stabil).
Intervensi : Rehabilitasi Jantung, didefinisikan sebagai latihan terstruktur
atau program AF sendiri atau dkombinasi dengan intervensi pendidikan dan
psikososial - dalam pengaturan apa pun (rumah, pusat atau komunitas).
Kontrol : perawatan biasa yang tidak termasuk program olahraga
terstruktur.
Hasil : AF diukur secara obyektif (mis. Akselerometer, pedometer),
secara subyektif (mis. wawancara, kuesioner).

Kami memasukkan studi yang menggunakan jumlah latihan yang dilakukan sebagai
proksi AF yang dapat diterima.
Kami mengecualikan studi jika peserta sebelumnya menerima segala bentuk
Rehabilitasi Jantung.
Ekstraksi data dan risiko
Sintesis data dan meta-analisis
penilaian bias

Extraksi data yang


terstandard: Hasil AF  pendekatan
• Karakteristik penelitian perhitungan suara (positif,
• Karakteristik pasien negative)
• Detail Intervensi dan
Jangka waktu  short term
kontrol Long term
• Metode pengukuran AF
• Hasil data pada semua Telah dijelajah efek pengobatan yang
titik waktu “follow up” dapat mengubah perhitungan suara 
Tempat RJ, kelompok pasien, tanggal
publikasi, dosis olahraga,
Alat Cochrane
Collaboration menilai bias
47 publikasi di 40 RCT
termasuk dalam tinjauan

Gambar 1 . Algoritma proses pencarian bahan pelaporan untuk tinjauan sistematis


dan meta-analisis.
Karakteristik studi

40 RCT  total 6480 pasien


dengan penyakit jantung

5825 655
PJK GJ
Pengukuran AF yang dilaporkan

45 metric AF
28 studi  subjektif berbeda digunakan
10 studi  objektif (median 1,5, rentang
2 studi  kombinasi 1-10)
Penilaian risiko bias
1. Deskripsi tidak adekuat dari
pengacakan (25/40, 62,5%)
2. Penyembunyian lokasi (27/40,
67,5%)
3. Penutupan penilaian hasil AF
(26/40, 65%)
Dampak partisipasi RJ pada tingkat AF

Analisa bertingkat
145 RJ vs AF kontrol
• Pola hasil sama AF objektif atau subjektif 26% dari hasil
• Ada Proporsi yang lebih tinggi dari hasil non- menunjukkan peningkatan
signifikan (86%-63%) signifikan secara statistic
pada AF dengan RJ
• Hasil + lebih sedikit (GJ < PJK)
• Hasil studi sebelum 1990 frekuensi olahraga tidak
mempengaruhi hasil.

Intervensi RJ
• intervensi RJ berbasis rumah > pusat.
• dosis olahraga tinggi < dosis rendah
• RJ komprehensif < RJ olahraga
Meta-analisis Pengeluaran Energi

 Lima studi  menilai Rata-rata  Pengeluaran energy (kkal/minggu)


langkah/ hari dihitung menggunakan melalui kuesioner di 3 studi (med waktu
pedometer atau akselerometer. tindak lanjut 12 bulan, rentang 32 minggu-
72 bulan)
 Hasil studi  peningkatan rata-rata
langkah/hari dibanding kontrol  Hasil  partisipasi RJ dikaitkan dengan
(1423, 95%) pada “follow up” peningkatan pengeluaran energi
(rentang 1,5-12 bulan) dibanding kontrol (878, 95%)
Waktu duduk, AF ringan dan AF sedang-berat
(min/hari)

 Tidak ada dampak rata-rata min/hari untuk menetap atau duduk di antara
RJ atau kontrol
 tidak ada perbedaan rata-rata min/hari pada AF intensitas ringan RJ
dibanding kontrol
 Tidak ada perbedaan dalam rata-rata min/hari AF sedang-berat
 Proporsi pasien dikategorikan sebagai aktif secara fisik (tindak lanjut jangka
pendek ≤ 12 bulan)

Olahraga > Langkah


Freq Olahraga Olahraga > 1
3x/mggu -20 per hari >
olahraga>3x/mggu >100kkal/h jam/ mggu
mnit 7500

 Proporsi pasien dikategorikan sebagai aktif secara fisik (tindak lanjut jangka
panjang ≥ 12 bulan)
 Proporsi pasien dikategorikan sebagai menetap atau tidak aktif secara fisik.

Olahraga < 4 Tidak melakukan


jam /minggu olahraga
 Peningkatan AF dengan partisipasi RJ
dengan 26% (38/145)
 Hasil konsisten sama ada
menggunakan metode AF subjektif
atau objektif, intervensi komprehensif
maupun olahraga sahaja.
 Pasien dengan GJ kurang cenderung
memiliki hasil positif dalam
mendukung RJ.
 Dosis latihan yang lebih tinggi lebih
efektif meningkatkan tingkat AF.
 Intervensi berbasis rumah lebih efektif
berbanding pusat.
Perbandingan temuan dengan studi
sebelumnya

Hasil  RJ berdampak + pada AF pasien PJK


Ter Hoeve  RJ berbasis pusat tidak cukup meningkat dan menjaga AF
Cochrone  Ps muda (<60 thn), laki2, perbedaan lokasi, durasi, intensitas,
modalitas “follow up”
Kekuatan dan keterbatasan
Kekuatan : Bias :
 literature luas  Kurang menjelaskan peracakan
 penggunaan RCT dan alokasi prosedur
 penilaian AF subjektif dan objektif  65% studi memiliki resiko bias
 Menggunakan identifikasi tambahan tidak jelas karena penutupan
23 RCT, 10 darinya pasien GJ nilai

Keterbatasan:
 Hanya sejumlah studi yang cocok
dilakukan meta-analisis
 Perhitungan suara
 Sensor alat ditempatkan di situs yang
berbeda dan berbagai metrik 
membatasi meta-analisis
 Tidak ada penelitian menjelaskan
persyaratan waktu minimum yg
dipakai untuk analisis.
Implikasi untuk Praktek klinis dan penelitian
di masa depan

Hasil: tidak ada perbedaan RJ komprehensif dan RJ olahraga

Praktis klinik: perbaikan AF dgn RJ adalah hasil olahraga


Program RJ: Melengkapi intervensi latihan sedia ada

Menggunakan ukuran subjektif  akselerometer

Penggunaan penanganan data dan metode analisis, hasil


dilaporkan dalam rekomendasi AF national.
 Bukti moderat peningkatan AF dengan partisipasi RJ dibanding kontrol
 Terdapat resiko bias , kualitas penilaian AF dan pelaporan kurang baik.
 Kenaikan AF dengan RJ tidak jelas bermakna secara klinis.

 Saran: uji coba berkualitas tinggi untuk menilai apakah RJ mengarah ke perbaikan
AF, seperti target rekomendasi UK yaitu 150 menit dari AF intensitas sedang/
minggu terutama dalam jangka panjang.