Anda di halaman 1dari 20

KIMIA LINGKUNGAN

PENCEMARAN AIR AKIBAT INDUSTRI TEKSTIL

Disusun Oleh :
Kelompok 4
Frida Ramadian
Melly Tri Rahmi
Rizky Mutiara Ayu

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PENDIDIKAN KIMIA
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2019
Limbah Tekstil

Limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari


suatu proses produksi baik industri maupun domestik
(rumah tangga)
Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan
dalam proses pengkajian , proses penghilangan kanji,
penggelantangan, pemasakan, merserisasi, pewarnaan,
pencetakan, dan proses penyempurnaan.
Contoh masalah pencemaran air akibat limbah tekstil

Pabrik tekstil Bandung Disegel karena Cemari Sungai Citarum


(Jumat, 09/02/2018)
Pabrik itu disegel karena kedapatan tidak optimal mengelola instalasi
pengolahan air limbah (IPAl) sehingga membuang limbah cair yang bermuara
ke sungai Citarum. Berdasarkan hasil uji laboratorium pada kadar air yang
dibuang oleh pabrik ke aliran sungai Citarum, petugas menemukan air
buangan limbah tidak sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan sehingga
berpotensi mencemari air sungai.
Sumber Limbah Tekstil

Industri tekstil yang di dalam proses produksinya


mempunyai unit Finishing-Pewarnaan (dyeing) mempunyai
potensi sebagai penyebab pencemaran air dengan
kandungan amoniak yang tinggi.
Air limbah yang dibuang begitu saja ke lingkungan
menyebabkan pencemaran, antara lain menyebabkan
polusi sumber-sumber air seperti sungai, danau, sumber
mata air, dan sumur.
Jenis-jenis Limbah Tekstil

1. Logam berat terutama As, Cd, Cr, Pb, Cu, Zn.


2. Hidrokarbon terhalogenasi (dari proses dressing dan
finishing).
3. Pigmen, zat warna dan pelarut organik.
4. Limbah Asam.
5. Limbah Basa (ammonium hidroksida, potassium
hidroksida, sodium hidroksida, sodium sianida, sodium
karbonat, sodium pryophospat, sodium silikat dan
trisodium phispat).
Karakteristik Limbah Industri Tekstil
Karakteristik Fisika
1. Karakteristik fisika ini terdiri dari beberapa parameter, diantaranya: Total
Solid (TS) merupakan padatan didalam air yang terdiri dari bahan organik
maupun anorganik yang larut, mengendap,atau tersuspensi dalam air.
2. Total Suspended Solid (TSS) merupakan jumlah berat dalam mg/lkering
lumpur yang ada didalam air limbah setelah mengalami penyaringan
dengan membran berukuran 0,45 mikron.
3. Pada dasarnya air bersih tidak berwarna, tetapi seiring dengan waktu dan
menigkatnya kondisi anaerob, warna limbah berubah dari yang abu–abu
menjadi kehitaman.
4. Kekeruhan.
Kekeruhan disebabkan oleh zat padat tersuspensi, baik yang bersifat organik
maupun anorganik.
5. Temperatur merupakan parameter yang sangat penting dikarenakan efeknya
terhadap reaksi kimia, laju reaksi, kehidupan organisme air dan penggunaan
air untuk berbagai aktivitas sehari- hari.
6. Bau disebabkan oleh udara yang dihasilkan pada proses dekomposisi materi
atau penambahan substansi pada limbah. Pengendalian bau sangat penting
karena terkait dengan masalah estetika.
Karateristik Kimia

1. Rhodamin B
Zat pewarna berupa kristal-kristal hijau atau serbuk ungu
kemerahan, sangat larut dalam air dengan warna merah
kebiruan dan sangat berfluorensi. Rhodamin B dapat
menghasilkan warna yang menarik dengan hasil warna yang
dalam dan sangat berpendar jika dilarutkan dalam air dan etanol.
Struktur Molekul Rhodamin B :
Kegunaan dan Bahaya Rhodamin B :

pewarna kapas wol, kertas, sutera, jerami, kulit, bambu, dan dari
bahan warna dasar yang mempunyai warna terang sehingga
banyak digunakan untuk bahan kertas karbon, bolpoin,
minyak/oli, cat dan tinta gambar.

Ditemukannya bahaya pada Rhodamin B menyebabkan


terjadinya efek toksik bila masuk ke dalam tubuh manusia.
Fenol
 Fenol merupakan molekul aromatik yang
mengandung gugus hidroksil yang terikat pada
struktur cincin aromatik dan mudah larut dalam
air.
Bahayanya

 Fenol dan senyawa turunannya merupakan zat


berbahaya dan beracun. Dalam konsentrasi
tertentu masuknya fenol dan turunannya dapat
menyebabkan efek karsinogenik pada binatang dan
manusia.
Amonia

 Gas amonia (NH3) dapat terbentuk sebagai hasil


penguraian/pembusukan protein yang terdapat
dalam limbah atau sampah organik, baik yang
berasal dari limbah rumah tangga maupun industri.
Gas amonia berbau busuk dan jika terhirup dalam
pernafasan dapat berakibat mengganggu kesehatan.
Karakteristik Biologi

 Karakteristik biologi digunakan untuk mengukur


kualitas air terutama adalah banyaknya mikro
organisme yang terkandung dalam air limbah. air
yang dikonsumsi sebagai air minum dan air bersih.
Penentuan kualitas biologi ditentukan oleh
kehadiran mikroorganisme terlarut dalam air seperti
kandungan bakteri, algae, cacing, serta plankton,
penentuan kualitas mikro organisme.
Dampak Limbah Tekstil

 Bagi Kesehatan

 Arsen (As): Menyebabkan berbagai gangguan kesehatan kronis,


terutama kanker. Arsen juga dapat merusak ginjal dan bersifat
racun yang sangat kuat.
 Cadmium (Cd): Dalam bentuk serbuk mudah terbakar. Beracun jika
terhirup dari udara atau uap. Dapat menyebabkan kanker. Larutan
dari kadmium sangat beracun. Jangka panjang, terakumulasi di
hati, pankreas, ginjal dan tiroid, dicurigai dapat menyebabkan
hipertensi.
 Kromium (Cr): Kromium hexavalen bersifat karsinogenik dan
korosif pada jaringan tubuh. Jangka panjang, peningkatan
sensitivitas kulit dan kerusakan pada ginjal.
 Timbal (Pb) : Beracun jika termakan atau terhirup dari udara atau
uap. Jangka panjang, menyebabkan kerusakan otak dan ginjal;
kelainan pada kelahiran.
 Tembaga (Cu) : Konsumsi Cu dalam jumlah yang besar
dapat menyebabkan gejala-gejala yang akut.
 Limbah asam adalah dapat menyebabkan luka pada
kulit, selaput lendir, selaput mata dan saluran
pernapasan.
 Limbah basa tidak begitu bahaya bagi sistem saluran
pernafasan, tetapi dapat mengiritasi kulit.
 Air yang tercemar oleh limbah tekstil juga sangat
berbahaya bila digunakan oleh manusia untuk
kebutuhan sehari-hari. Hal ini dikarenakan beberapa
senyawa kimia dan limbah tekstil mempunyai sifat yang
toksik bagi mahluk hidup yang dapat menyebabkan
berbagai penyakit seperti kanker
Bagi Lingkungan

 mencemari perairan
 merusak ekosistem perairan.
 Zat warna dari limbah tekstil bila dibuang ke perairan dapat
menutupi permukaan badan air sehingga menghalangi sinar
matahari untuk masuk ke dalam perairan.
 Berkurangnya sinar matahari yang masuk ke perairan
menyebabkan terhambatnya proses fotosintesis oleh tumbuhan
yang ada diperairan. Hal ini akan menyebabkan kandungan
oksigen di dalam air menurun dan pada akhimya menyebabkan
kematian mahluk hidup yang ada di perairan tersebut.
 Di samping mempunyai sifat yang berbahaya bagi mahluk hidup
terutama bagi manusia, pencemaran limbah tekstil juga dapat
mengurangi nilai estetika badan air, badan air (sungai atau
danau) menjadi tidak nyaman untuk dipandang
Penanganan Limbah Tekstil

 Langkah pertama untuk memperkecil beban pencemaran dari


operasi tekstil adalah program pengelolaan air yang efektif
dalam pabrik, yaitu dengan menggunakan :
 Pengukur dan pengatur laju alir
 Pengendalian permukaan cairan untuk mengurangi
tumpahan
 Pemeliharaan alat dan pengendalian kebocoran
 Pengurangan pemakaian air masing-masing proses
 Otomatisasi proses atau pengendalian proses operasi secara
cermat
 Penggunaan kembali alir limbah proses yang satu untuk
penambahan (make-up) dalam proses lain (misalnya limbah
merserisasi untuk membuat penangas pemasakan atau
penggelantangan)
 Proses kontinyu lebih baik dari pada proses batch (tidak
kontinyu)
 Pembilasan dengan aliran berlawanan
Penggantian dan pengurangan pemakaian zat kimia
dalam proses harus diperiksa pula :
 Penggantian kanji dengan kanji buatan untuk
mengurangi BOD
 Penggelantangan dengan peroksi da menghasilkan
limbah yang kadarnya kurang kuat daripada
penggelantangan pemasakan hipoklorit
 Penggantian zat-zat pendispersi, pengemulsi dan
perata yang menghasilkan BOD tinggi dengan yang
BOD-nya lebih rendah.
Manfaat Limbah tekstil

 Alternatif pemanfaatan sisa kain adalah dapat


digunakan sebagai bahan tas kain yang terdiri dari
potongan kain-kain yang tidak terpakai, dapat juga
digunakan sebagai isi bantal dan boneka sebagai
pengganti dakron.