Anda di halaman 1dari 16

GAMBARAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA

PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN


KOMPLIKASI LUKA GANGGREN DI
KLINIK WOUND CENTER MADURA

PROPOSAL

Oleh

ZAINULLAH
NIM. 14142010195
HARAPAN

Menerapkan perilaku personal hygiene


perawatan kaki dengan cara memeriksa
kaki setiap hari, merawat kaki dan
mempraktekkan setiap hari.
KENYATAAN
Personal hygiene merupakan
tindakan untuk memelihara
kebersihan atau kesehatan
seseorang untuk kesejahteraan
fisik maupun psikis
DATA / FAKTA

Berdasarkan hasil studi pendahuluan di


Klinik Wound Center Madura pada tanggal
15 Juli 2019 dengan menggunakan
kuesioner pada 10 pasien Diabetes Mellitus
di dapatkan 7 pasien perilaku personal
Hygiene tidak baik dan 3 perilaku personal
hygiene pasien baik
UPAYA

Dengan mempraktekkan perilaku personal


hygiene diharapkan para penderita Diabetes
Mellitus mampu mencegah terjadinya
amputasi dan mempercepat proses
penyembuhan luka
RUMUSAN MASALAH
Bagaimanakah gambaran
perilaku Personal hygiene pasien
Diabetes Mellitus Tipe 2 komplikasi
luka ganggren di Klinik Wound Center
Madura?
TUJUAN PENELITIAN
 Mengetahui gambaran perilaku personal
hygiene pasien Diabetes Mellitus Tipe 2
komplikasi luka gangren di Klinik Wound
Center Madura
MANFAAT PENELITIAN
 1. Manfaat Teoritis
 Agar hasil penelitian dijadikan referensi, sebagai wacana
dilingkungan pendidikan dan juga sebagai kajian lebih lanjut
 2. Manfaat Praktis
a. Bagi Peneliti : untuk menambahkan pengetahuan dan
informasi
b.Bagi Pasien : untuk meningkatkan pengetahuan
tentang perilaku personal hygiene sehingga dapat
mempercepat proses penyembuhan luka
c. Bagi Perawat : untuk meningkatkan pengetahuan
perawat dalam rangka penyuluhan dan perawatan kaki yang
baik dalam mengatasi komplikasi jangka panjang pada luka
gangren
d.Bagi Lahan praktik : untuk memberikan masukan agar
membuat kebijakan tentang penerapan perilaku personal
hygiene dalam mengatasi komplikasi luka gangren
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Dasar Personal hygiene
2.2 Konsep Dasar Diabates Mellitus
2.3 Konsep Dasar Luka Diabetik
KERANGKA KONSEPTUAL
a.Faktor- faktor yang mempengaruhi Personal Hygiene :
b.Pengetahuan
c.Body image
d.Praktik sosial
e.Status Sosial ekonomi
f.Budaya
g.Kebiasaan seseorang
h.Kondisi fisik kurang

Komplikasi kronis Diabetes mellitus :


Makrovaskuler :
Penyakit Arteri Koroner
Penyakit serebrovaskuler

Penyakit Vaskuler perifer


Mikrovaskuler:
Retinopati Diabetik
Nefropatik
Neuropati :
Polineuropati Perifer
Kerangka Konseptual
 Faktor-faktor yang mempengaruhi personal
hygine adalah : pengetahuan, body image, praktik
sosial, status sosial ekonomi, budaya, kebiasaan
seseorang dan kondisi fisik kurang. Penderita
Diabetes mellitus dapat terjadi komplikasi kronis
Diabetes mellitus : 1) Makrovaskuler terdiri dari
penyakit Arteri Koroner, penyakit serebrovaskuler dan
penyakit Vaskuler perifer, 2) Mikrovaskuler terdiri dari
Retinopati Diabetik dan Nefropatik, 3) Neuropati yakni
Polineuropati Perifer. Dengan personal hygiene yang
baik maka diharapkan para pasien Diabetes Mellitus
mampu mencegah terjadinya amputasi dan
mempercepat proses penyembuhan luka.
DEFINISI OPERASIONAL
Definisi Hasil
Variabel Alat ukur Skala
Operasional Ukur
Independen: Upaya seseorang dalam memelihara Kuesioner Ordinal 4. Sangat Baik, Jika
Perilaku Personal kebersihan dan kesehatan dirinya nilai 28-36
Hygiene untuk memperoleh kesejahteraan 3. Baik, Jika nilai 19-
fisik dan psikologis 27
Parameter : 2. Tidak Baik, Jika
1) Mengeringkan kaki dengan nilai 10-18
menggunakan handuk lembut 1. Buruk, Jika nilai 0-
yang kering 9
2) Memberikan pelembab/ lotion
pada telapak dan punggung kaki
3) Memeriksa area kaki setiap hari
seperti telapak kaki, sela-sela
jari, bagian depan kaki dan
tumit dengan menggunakan
cermin
4) Memotong kuku kaki berbentuk
lurus dan tidak terlalu dekat
dengan kulit
5) Menggunakan kaos kaki tebal
dengan karet gelang yang tidak
terlalu kencang
6) Menggunakan sandal jepit
7) Menggunakan alas kaki
didalam atau luar rumah
8) Memeriksa sandal/ sepatu
setiap sebelum digunakan
DEFINISI OPERASIONAL
Definisi Hasil
Variabel Alat ukur Skala
Operasional Ukur
Dependen: Luka kronis yang ditandai Obser- Nominal 1. Luka
Komplikasi DM dengan adanya jaringan mati vasi Gangren ringan :
Luka Ganggren atau nekrosis. jika derajat 1-2
Parameter : 1. Luka Gangren
1) Derajat O : dengan kriteria berat : Jika
tidak ada lesi terbuka, kulit derajat 3-5
masih utuh dengan
kemungkinan disertai
bentuk kaki seperti claw
dan callus.
2) Derajat 1 : ulkus superfisial
terbatas pada kulit
3) Derajat 2 : ulkus dalam
menembus tendon dan
tulang
4) Derajat 3 : abses dalam,
dengan atau tanpa
osteomielitis
5) Derajat 4 : gangren jari kaki
atau bagian distal kaki
dengan atau tanpa selulitis
6) Derajat 5 : gangren seluruh
kaki atau sebagian tungkai
Kerangka Kerja
 Variabel :
personal hygiene dan luka gangren

 Desain Penelitian: deskriptif

 Populasi : semua pasien Diabetes mellitus tipe


II dengan komplikasi luka gangren yang
dilakukan perawatan luka di Klinik Wound Center
Madura Kelurahan Tunjung Kecamatan Burneh
Kabupaten Bangkalan sebanyak 25 orang.
Kerangka Kerja
Pengumpulan data
Variabel independent : kuesioner
Variabel dependent : observasi

Pengolahan data
Editing, coding, skoring dan tabulasi

Analisa Data
Deskriftif : Distribusi Frekuensi

Hasil dan Kesimpulan