Anda di halaman 1dari 14

BAHAYA DAN PENYEBAB BATERE

MELEDAK
Batere Meledak dan Bahayanya

1. Pemahaman Terhadap Bahaya • Gambar Batere yang Meledak


Ledakan Batere
Mengapa Batere bisa meledak? Atau
kok bisa meledak tiba-tiba?
Pertanyaan ini sudah sering kita
dengar namun kita tidak pernah
memahami penjelasan dari penyebab
fenomena ledakan tersebut serta
bahaya yang dapat ditimbulkannya.
Bagi kita orang awam dalam menyikapi
battere yang meledak ini adalah hal
umum dan ringan bukan hal istimewa,
namun akan beda jika kita sebagai
Praktisi Safety maka kita
memandangnya sebagai hal yang luar
biasa dan merupakan masalah Major
yang musti diwaspadai
Karena hal ini dapat menyebabkan Loss Time Injury(LTI), Medical
Treatment(MTI) bahkan bisa menjadi Fatality. Sebisa mungkin hal
ini dieleminasi karena bagaimanapun bahaya yang ditimbulkannya
misalnya pada ledakan accu, acid atau accu zuur bisa mengenai
orang disekitar dan membuat kulit melepuh atau kebutaan mata.

2. Pengertian Ledakan Batere


Dalam hal ini kita khususkan pada Operasional Rig kita sesuai
hubungannya sehari hari yaitu Batere Genset, Batere Mobil, Batere
Angkutan Berat dsb.
Batere/Aki meledak terjadi ketika dinding yang mengisolasi suatu
material didalamnya tidak mampu menahan tekanan yang berasal
dari pemuaian material tersebut. Sesuatu hal yang menyebabkan
air accu terisolasi dalam ruang menjadi bertekanan tinggi.
3. Kasus Ledakan Battere Saat Start Engine
Banyak kejadian saat kita akan melakukan start
engine maka tiba tiba batere meledak, padahal
sebelumnya sudah dilakukan prosedur standard
untuk starting engine, kejadian serupa ini pernah
kami alami di Workshop Pemeliharaan sekitar tahun
2010 lalu dimana sebelumnya sudah dilakukan
pengecekan level air aki, kekencangan connector
battere, kebersihan kutub-kutub batere, kondisi
batere(melembung atau tidak), kabel batere dan
kondisi Dynamo Starter semua dipastikan sudah
baik, namun saat starting engine maka batere
meledak dengan cipratan acid kemana mana dan
pecahan badan battere yang berterbangan. Setelah
diinvestigasi dinyatakan bahwa penyebab kejadian
sementara berasal dari human error. Jawaban ini
Gambar Akibat Ledakan Batere
dirasa masih memerlukan analisis lebih lanjut, untuk mengenai mata
itu kita lihat beberapa penyebab batere(accu)
meledak.
4. Penyebab Batere Meledak
Berikut beberapa penyebab kenapa Accu/Batere atau Aki meledak
a. Kabel Connector pada Batere Genset Longgar, saat start dinyalakan
dynamo start menarik arus yang besar, bila koneksi kepala Batere
atau pengikat kabel batere Longgar kebutuhan arus yang ditarik
menjadi sangat besar lagi dalam waktu yang singkat dengan fluktuasi
berubah ubah, bisa dimengerti dengan panas yang terjadi pada
batere(pemuaian dan kenaikan tekanan secara tiba-tiba), kabel yang
hangus, ataupun percikan(spark over) dari koneksi tersebut(percikan
bunga api terkait dengan gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan
oleh batere saat charge)
b. Electric Starter Rusak atau tidak normal, berhati-hatilah bila Electric
starter anda bermasalah(Short Circuit, Disk Penghantar Kontak Shoe
sering lengket) ini sangat riskan dengan bahaya ledakan.
c. Hubung Singkat Peralatan kerja kekutub-
kutub batere atau kutub batere ke Body
(pembumian Batere yang masih terpasang)
Ini perlu mendapat perhatian lebih,
dimana kebanyakan short circuit yang
terjadi berasal dari prosedur kerja yang
salah(hendaknya dibuat dahulu JSA
kerja),sebagai catatan untuk pemasangan
batere biasakanlah dengan memasang
kutub positif(+) terlebih dahulu dan untuk
membuka batere biasakanlah dengan
membuka kutub negatif(-) terlebih dahulu.
Gambar. Ledakan batere HP yang
disimpan disaku celana
d. Komponen Batere/Accu tidak dirawat rutin, airnya kurang atau baknya
mengembung bengkak akibat air accu tidak dikontrol, air accu yang kurang
juga mengakibatkan batere tidak bisa menyimpan arus secara maksimal,
sehingga bisa mudah merusak batere dan elemen-elemen listrik didalamnya.
e. Battere/Accu yang sudah lama dapat menyebabkan ledakan, akibat kualitas
sel-sel accu yang menjadi jelek, jika sudah 2 tahun musti diganti, semakin
sering batere digunakan(charge-discharge) justru memperpanjang usia
batere.
f. Over heating karena charger yang bermasalah, bila charger rusak dalam hal
ini umumnya regulator/Integrated Circuit (IC) Regulator yang berfungsi
mengatur arus dan tegangan pengisian batere maka arus dan tegangan
tersebut yang besarnya berlebih dari Standar Limit Arus Pengisian
Batere(Battere Current Limit) umumnya yang aman pada Battere 10-30 %
dari kapasitas Ah Battere akan menyebabkan overheating, misalkan 100 Ah
maka Battere Current Limit yang aman sekitar 10-30 Ampere, atau tegangan
charge dari battere charger yang terlalu tinggi menjadikan batere lebih
mudah panas. Bisa juga disebabkan Winding Wire Battere
Charger/Alternator yang rusak atau pemakaian Battere Charger/Alternator
yang tidak compatible dengan battere. Karena itu untuk Battere Charger yang
normal settinglah dengan arus pengisian yang sesuai(jangan terburu-buru
dengan arus pengisian besar untuk mempercepat charge battere)
g. OverCharge , dimana aki terus
menerus di charge , mengembang dan
meledak, jika pengisian terlalu tinggi
melampaui batas normal, maka
produksi hidrogen dan oksigen
meningkat tinggi, tekanannya tidak
dapat ditahan dinding batere terutama
rentan pada sealed battere(batere
kering gell cell, Adsorbed Glass mat
dsb) dimana gas tesebut sangat sulit
keluar dan menumpuk dalam battere.
Kita tidak begitu tahu persis kualitas
dari Battere Charger kita, maka bila
Arus Pengisian sudah drop mencapai 3
Gambar, akibat ledakan batere
% Ah battere, segera matikan battere Lithium-Ion
charger , pengecualian pada battere
charger yang telah dirancang untuk
kontinyuitas proses recharge.
h. Hydrogen dan Oksigen
yang keluar selama proses
charge, dimana gas
Hydrogen mudah terbakar
dan oksigen membantu
pembakaran, sehingga
kombinasi keduanya
menjadi mudah terbakar,
maka re-charge battere Bahaya Battere HP/Battere Bank disaku Pakaian)
musti tidak dalam ruangan
tertutup, jangan ada
percikan api disekitar
battere, jangan merokok
atau menghidupkan korek
saat battere sedang re-
charge.

Bahaya menelpon sambil posisi batere di charge


i. Perilaku Tidak Aman dan Berbahaya dari Personnel, contoh saat
pengetesan batere untuk melihat muatan tersimpan pada batere
apakah masih penuh atau kosong, seperti yang biasa kita lihat
terdahulu bahwa untuk mengetahui muatan batere tersimpan dengan
menghubung singkatkan kabel ke kutub-kutub batere. Ini tidaklah
dibenarkan
j. Menghabiskan Kapasitas Ah Batere sampai benar-benar kosong, ini
bisa mempercepat kerusakan batere yang sering diluar kesadaran kita,
(untuk standard Dis Of Discharge (DOD) batere yang harus disisakan
sekitar 30% dari kapasitas Ah Battere) bila batere rusak dan terus
dipakai terutama sambil re-charge, maka anda sudah tahu bahaya
yang mengintai anda.
SEMOGA BERMANFAAT
Baterai litium ion (Li-ion)
• Baterai Li-ion sudah umum digunakan untuk perangkat elektronik atau
perangkat portable, dari laptop, PDAs, handphone, iPod sampai mobil
listrik. Apa yang membuat jenis baterai ini begitu populer?
• Baterai Li-ion memiliki beberapa keuntungan, seperti:
• Memiliki kerapatan energi tertinggi dibandingkan baterai lainnya.
• Tidak memiliki memory effect seperti baterai Ni-Cd (Nikel-Kadmium).
• Tingkat kehilangan dayanya kecil jika disimpan untuk jangka waktu lama.
• Tidak mengandung bahan beracun seperti timah, merkuri, atau kadmium.
• Baterai Li-ion pada dasarnya terdiri dari elektrode positif (katode),
elektrode negatif (anode), dan membran pemisah. Membran pemisah
merupakan lapisan tipis microperforated plastic sebagai perantara ion
antara dua elektrode. Diantara tiga elemen ini, terkandung elektrolit
dengan eter sebagai pelarut utama.
Baterai Li-ion pada dasarnya terdiri dari elektrode positif (katode), elektrode
negatif (anode), dan membran pemisah. Membran pemisah merupakan
lapisan tipis microperforated plastic sebagai perantara ion antara dua
elektrode. Diantara tiga elemen ini, terkandung elektrolit dengan eter
sebagai pelarut utama.
Katode terbuat dari litium kobalt oksida atau LiCoO2, sedangkan anode terbuat dari
karbon. Ketika proses pengisian ulang (charging) berlangsung, ion litium bergerak
melalui elektrolit dari katode ke anode, sedangkan pada saat proses pemakaian
(discharging) ion bergerak kembali ke LiCoO2 dari karbon.
Reaksi total dapat dituliskan sebagai:
C + LiCoO2 ↔ LiC6 + Li0.5CoO2
Pada katode berlangsung reaksi:
LiCoO2 – Li+ – e– ↔ Li0.5CoO2 ⇒ 143 mAh/g
sedangkan pada anode:
6C + Li+ + e– ↔ LiC6 ⇒ 372 mAh/g
Lalu, bagaimana baterai bisa meledak? Ledakan baterai Li-ion disebabkan oleh proses
“thermal runaway”. Proses ini membuat sistem di dalam baterai semakin panas.
Penyebabnya bisa berupa arus pendek yang terjadi di membran pemisah antara dua
elektrode. Panas menyebabkan pelarut organik yang digunakan sebagai elektrolit
terbakar. Cara mencegahnya adalah dengan tidak men-discharge sepenuhnya baterai
Li-ion atau bisa juga dengan menjaganya selalu di suhu rendah.