Anda di halaman 1dari 49

Akuntansi Keuangan Lanjutan

Penjualan Angsuran

Dosen Pembimbing : Anatia Agustia, M.Si


Di susun oleh kelompok 3 :

Alfianis An Annisa 17101155110054


Devi Kurniawati Zaluku 17101155110060
Ghali Muhammad Zatillah 17101155110066
Kodri Rahmatsal 17101155110072
Muhammad wahyu wahdini 17101155110079
Rahmat AlFazri 17101155110085
Siti Rahmi Hidayatullah 17101155110092
Wafi AlHakim 17101155110098
Budi Febrian 17101155110159
A. Pengertian Penjualan Angsuran

Penjualan angsuran (instalment sales) adalah penjualan


yang dilakukan dengan suatu perjanjian, dimana
pembayarannya dilakukan secara bertahap, yaitu :
1.Saat barang diserahkan, pembeli membayar
sebagian darii harganya
2.Sisanya dibayar beberapa kali angsuran selama
jangka waktu tertentu
B. Pengakuan Laba Kotor dalam Penjualan Angsuran

B. Pengakuan Laba Kotor dalam Penjualan Angsuran


Pada dasarnya ada dua cara untuk mengatahui laba kotor dalam penjualan angsuran, yaitu :
• 1.Laba kotor diakui pada saat terjadinya penjualan angsuran. Dalam cara ini penjualan angsuran
diperlakukan sama dengan penjualan kredit.
• 2.Laba kotor diakui sesuai dengan jumlah uang kas yang diterima atas penjualan angsuran tersebut.
Dalam hal ini ada tiga prosedur untuk mengakui laba kotor, yaitu:
• a.Penerimaan-penerimaan angsuran pertama kali diakui sebagai pengembalian harga pokok barang
yang dijual. Setelah harga pokoknya terpenuhi, maka angsuran-angsuran berikutnya diakui sebagai
realisasi laba kotor.
• b.Penerimaan-penerimaan angsuran pertama kali diakui sebagai realisasi laba kotor. Setelah laba
kotornya terpenuhi, maka angsuran berikutnya diakui sebagai realisasi harga pokok barang yang
dijual.
• c.Setiap penerimaan angsuran diakui sebagai realisasi laba kotor dan sebagian diakui sebagai
realisasi harga pokok barang dijual. Mengenai alokasi jumlahnya sesuai dengan perjanjiannya. Dalam
akuntansi, metode ini dikenal sebagai instalment sales.
Contoh 1, berikut ini informasi dari perusahaan Usaha Mandiri selam tahun 2013. Perusahaan menjual
barangnya dengan cara angsuran dengan jangka waktu 1 s/d 2 tahun. Disamping itu, perusahaan juga
menjual barangnya secara reguler (kredit). Laba kotor yang dikehendaki 40% dari harga jual.

Uraian Ribuan rupiah


Hasil penjualan reguler 51.000
Hasil penjualan angsuran 25.000
Persediaan awal barang dagangan 2.500
Persediaan akhir barang dagangan 5.000
Pembelian barang dagangan secara kredit 46.250
Harga pokok penjualan reguler 30.600
Harga pokok penjualan angsuran 15.000
Macam-macam biaya usaha 12.500
Taksiran kerugian piutang penjualan reguler 250
Penerimaan piutang penjualan angsuran 7.500
Penerimaan piutang penjualan reguler 55.000
Jurnal untuk mencatat transaksi diatas dan laporan laba rugi untuk tahun 2013 sebagai berikut :

Ur a ia n Metod e Bu k u Metod e P h isik


Deb et K r ed it Deb et Kr ed it
Piutang dagang reguler 51.000 --- 51.000 --
Piutang penjualan angsuran 25.000 --- 25.000 --
Penjuala n reguler --- 51.000 --- 51.000
Penjuala n angsuran --- 25.000 --- 25.000

(menca tat penjualan)


Harga pokok penjualan reguler 30.600 --- --- ---
Harga pokok penjualan angsuran 15.000 --- --- ---
Persed iaan barang dagangan --- 45.600 ---

(menca tat penjualan)


Persed iaan barang dagangan 46.250 --- --- ---
Pembelian --- --- 46.250 ---
Hutang dagang --- 46.250 --- 46.250

(menca tat pembelian brng. dag. secara kred it


Macam-maca m kas beban usaha 12.500 --- 12.500 ---
Kas --- 12.500 --- 12.500

(meca tat pembayaran macam-ma cam biaya)


Kerugian piutang 250 --- 250 ---
Cadangan kerugian piutang --- 250 --- 250

(menca tat taksiran kerugian piutang)


Kas 62.500 --- 62.500 ---
Piutang dagang reguler -- 55.000 --- 55.000
Piutang dagang angsuran -- 7.500 --- 7.500

(menca tat peneriman piutang)


Persed iaan akhir barang dagangan --- --- 5.000 ---
Harga pokok penjualan --- --- 48.750 ---
Harga pokok penjualan --- --- --- 5.000
Pembelian --- --- --- 46.250
Persed iaan awal barang dagangan --- --- --- 2.500
Continue

Penjualan angsuran 25.000 --- 25.000 ---


Harga pokok penjualan angsuran --- 15.000 --- 15.000
Laba kotor yang belum direalisis (LKYBD) --- 10.000 --- 10.000

(mencatat realisasi laba kotor penjln. angsuran)


Laba kotor yang belum direalisir (LKYBD)
Realisasi laba kotor (RLK)

(mencatat realisasi laba kotor yang belum direalisir)


Penjualan reguler 51.000 --- 51.000 ---
Realisasi laba kotor 3.000 --- 3.000 ---
Harga pokok penjualan reguler --- 30.600 --- 30.600
Kerugian piutang --- 250 --- 250
Macam-macam beban usaha --- 12.500 --- 12.500
Laba rugi --- 10.650 --- 10.650

(menutup rek. penjualan & beban penjln. reguler)


Cont’

Perusahaan Usaha Mandiri


Laporan Laba Rugi
Tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2013
(dalam ribuan rupiah)

Ur aian R eguler Angsur an J umlah


Penjualan 51.000 25.000 76.000
Harga pokok penjualan (30.600) (15.000) (45.600)
Laba kotor 20.400 10.000 30.400
LKYBD --- (7.000) (7.000)
Realisasi laba kotor 20.400 3.000 23.400
Macam-macam beban usaha --- --- (12.500)
Kerugian piutang --- --- (250)
Laba bersih --- --- 10.650
Contoh 2, berikut laporan posisi keuangan PT Merdeka per 31 Desember 2013 yang menjual barang
dagangannya secara reguler dan angsuran.

PT Merdeka
Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2013 (dalam ribuan rupiah)
Aset L ia b ilita s & E k u ita s
Kas dan bank Utang usaha
500 1.250
Piutang reguler Utang bank
2.500 2.500
Piutang angsuran 2012 LKYBD tahun 2012 (20%)
1.500 300
Piutang angsuran 2011 LKYBD tahun 2011 (25%)
1.000 250
Persed . Barang dagangan Mod al saham
3.000 5.000
Aset tetap (net) Laba ditahan
4.000 3.200

Total Total
12.500 12.500
Cont’
Harga Pokok Penjualan (HPP0 atas penjualan reguler (tunai) ditentukan 60% dari penjualan, sedang HPP
penjualan angsuran ditentulan 75% dari penjualan. Berikut transaksi selama tahun 2012.
1.Penerimaan piutang reguler tahun 2012 sebesar Rp 2.000.000
2.Penerimaan piutang angsuran tahun 2012 sebesar Rp 750.000
3.Penerimaan piutang angsuran tahun 2011 sebesar Rp 500.000
4.Penjualan reguler sebesar Rp 3.000.000
5.Penjualan angsuran sebesar Rp 2.000.000
6.Pembelian barang dagangan secara kredit sebesar Rp 2.500.000
7.Pembayaran utang dagangan sebesar Rp 2.000.000
8.Penghapusan piutang :
a.Reguler sebesar Rp 250.000
b.Angsuran tahun 2012 sebesar Rp 150.000
c.Angsuran tahun 2011 sebesar Rp 500.000
9.Pembayaran beban operasional sebesar Rp. 500.000
Diminta :
Buatlah jurnal umum dan jurnal penutup, baik metode buku maupun metode phisik.

Ur a ia n Metod e Bu k u Metod e P h isik


Deb et K r ed it Deb et K r ed it
Kas 3.250 --- 3.250 ---
Piutang reguler --- 2.000 --- 2.000
Piutang angsuran 2012 --- 750 --- 750
Piutang angsuran 2011 --- 500 --- 500

Piutang reguler 3.000 --- 3.000 ---


Piutang angsuran 2012 2.000 --- 2.000 ---
Penjuala n reguler --- 3.000 --- 3.000
Penjuala n angsuran 2012 --- 2.000 --- 2.000

HPP reguler (60% x Rp 3.000) 1.800 --- --- ---


HPP angsuran (75% x Rp 2.000) 1.500 --- --- ---
Persed iaan --- 2.500 --- ---

Pembelian barang dagangan --- --- 2.500 ---


Persed iaan brang dagangan 2.500 --- --- ---
Hutang usaha --- 2.500 --- 2.500

Penghapusan piutang 445 --- 445 ---


LKYBD tahun 2012 30 --- 30 ---
LKYBD tahun 2011 25 --- 25 ---
Piutang reguler --- 250 --- 250
Piutang angsuran tahun 2012 --- 150 --- 150
Piutang angsuran tahun 2011 --- 100 --- 100

Perhitungan :
LKYBD 2012 =20% x Rp 150=Rp 30
LKYBD 2011=25% x Rp 100=Rp 25
Beban operasional 500 -- 500 ---
Kas --- 500 --- 500
Cont’

Beban operasional 500 -- 500 ---


Kas --- 500 --- 500

Jurnal Penutup
275 --- 275 ---
Laba Kotor Direalisasi (LKD)
3.000 --- 3.000 ---
Penjualan reguler
--- 500 --- 500
Beban operasional
--- 445 --- 445
Penghapusan piutang
--- 1.800 --- 1.800
BPP reguler
--- 530 --- 530
Laba rugi

LKD tahun 2012 = 20% x Rp 750 = Rp 150


LKD tahun 2011 = 25% x Rp 500 = Rp 125
C. Trade In dalam Penjualan Angsuran

Apabila dalam penjualan angsuran tersebut tersebut uang muka yang diterima berupa barang
bekas, maka hal ini disebut dengan istilah trade in (tukar tambah). Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam trade in adalah sebagai berikut :

1.Selisih antara harga penilaian (estimated cost) dengan harga pertukaran harus dicatat dalam
rekening cadangan perbedaan harga pertukaran.

2.Harga penilaian (estimated cost) merupakan harga jual barang yang diterima sebagai uang
muka setelah diperbaiki dikurangi beban perbaikan dan taksiran laba yang diinginkan.

3.Harga pertukaran merupakan harag dari barang yang diterima sebagai uang muka, dimana
harga tersebut merupakan harga yang disepakati dalam perjanjian trade in.
Contoh
Show Room Mobil “AJANG AKSI” memiliki sebuah mobil baru merk NJENTIT seharga Rp 200
juta, dijual kepada tuan A seharga Rp 300 juta dengan perjanjian trade in, serbagai uang
mukanya, tuan A menyerahkan sebuah mobil bekas merk NJAJAL dengan harga yang disepaki
sebesar Rp 80 juta, sisanya diangsur 10 kali.. setelah diperbaiki dengan biaya 5 juta mobil
bekas tersebut diperkirakan akan laku dijual dengan harga Rp 85 juta dan laba yang
diinginkannya 20% dari harga jual mobil bekas tersebut.
Diminta:
1.Hitunglah nilai seharusnya atas mobil bekas tersebut.
2.Hitunglah besarnya cadangan selisih harga trade in
3.Hitunglah besarnya piutang penjualan angsuran yang dinilai oleh show room tersebut
4.Buatlah jurnal untuk mencatat tukar tambah dan jual beli tersebut.
Cont’
Penyelesaian 1 dan 2
Harga mobil bekas yang disepakati Rp80.000.000
Harga jual setelah diperbaiki Rp85.000.000
Beban perbaikan 5.000.000
Laba normal yang diinginkan = 20% x 85 juta 17.000.000
(22.000.000)
Nilai seharusnya mobil bekas Rp.63.000.000
Cadangan selisih trade in Rp17.000.000

Penyelesaian 3
Penjualan angsuran Rp300.000.000
Nilai seharusnya mobil bekas (63.000.000)
Cadangan selisih harga trade in (17.000.000)
Piutang penjualan angsuran Rp.220.000.000
Penyelesaian 4
Persediaan barang dagangan (mobil bekas) Rp63.000.000
Cadangan selisih harga pertukaran 17.000.000
Piutang penjualan angsuran 220.000.000
Beban pokok penjualan 200.000.000
Penjualan angsuran Rp300.000.000
Persediaan barang dagangan (mobil baru) 200.000.000
(mencatat penjulan dengan perjanjian trade in)
D. Pembeli yang Tidak Bisa Melanjutkan Angsurannya

Apabila pembeli tidak bisa memenuhi hutangnya seperti yang tercantum dalam perjanjian penjualan
angsuran, maka pihak penjual berhak memiliki kembali barang tersebut. Pencatatan yang harus dilakukan
oleh penjual sebagai berikut:
1.Mencatatat pemilikan kembali barang tersebut.
2.Menghapuskan saldo piutang penjualan angsuran atas barang tersebut.
3.Menghapuskan saldo laba kotor yang belum direalisir atas barang tersebut.
4.Mencatatat keuntungan/kerugian karena pemilikan kembali barang tersebut.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilikan kembali atas barang yang gagal dilunasi oleh pembeli
adalah sebagai berikut:
1.Barang yang dimiliki kembali tersebut harus dinilai berdasarkan harga yang wajar (harga pasar)
2.Dalam melakukan penilaian tersebut harus diperhitungkan laba normal yang diharapkan jika barang
tersebut dijual kembali
Contoh:
perusahaan “SELALU KREDIT” menjual barangnya dengan caraangsuran untuk jangka waktu 12-18 bulan.
Omzet penjualan selama 2013 sebesar Rp. 60 juta, dimana 60% diantaranya pada akhir tahun 2013 masih
berupa piutang. Rata-rata laba kotor tahun 2013 sebesar 30% dari penjualannya. Pada tanggal 31
desember 2013, ternyata terdapat beberapa orang yang tidak sanggup melanjutkan angsurannya,
sehingga barang-barang tersebut dimiliki kembali oleh perusahaan. Beban administrasi dan umum selama
tahun 2012 sebesar Rp.2,5 juta. Beban pemasaran dan penjualan Rp.4 juta.
Nama-nama pelanggan yang membatalkan pembeliannya sebagai berikut:
Nama plgn. J umlah yang belum Har ga faktur Taksir an har ga
dibayar s/d pasar tgl.
31-12-2013 31-12-2013
A Rp. 600.000 Rp.900.000 Rp.150.000
B Rp. 150.000 Rp.600.000 Rp.150.000
C Rp.150.000 Rp.300.000 Rp. 105.000
D Rp.600.000 Rp.225.000 Rp.120.000
Jumlah Rp.960.000 Rp.2.025.000 Rp.525.000
Cont’
Jurnal yang dibuat oleh perusahaan untuk mencatat transaksi diatas (d engan
menggunakan metode buku untuk mencatat persed iaan) dan laporan laba rugi tahun
2013 sebagai berikut:
Piutang penjuala n angsuran Rp. 60.000.000
Harga pokok penjualan Rp. 42.000.000
Penjuala n angsuran Rp. 60.000.000
Persed iaan barang dagang Rp. 42.000.000
(menca tat penjualan barang dagangan)

Kas Rp. 24.000.000


Piutang penjuala n angsuran Rp. 24.000.000
(meca tat piutang penjualan angsuran)

Penjuala n angsuran Rp. 60.000.000


Harga pokok penjualan Rp. 42.000.000
Laba kotor yang belum direalisir Rp. 18.000.000
(menca tat laba kotor yang belum direalisir)

Laba kotor yang belum direalisir Rp. 7.200.000


Realisa si laba kotor Rp. 7.200.000
(menca tat realisasi laba kotor)

Persed iaan barang dagang Rp. 525.000


Pembatalan laba kotor Rp. 288.000
Rugi pemilikan kembali Rp. 147.000
Pitang penjuala n angsuran Rp. 960.000
(menca tat pembatalan kontrak & pemilikan kembali barang dagang)
Cont’
P er hitungan laba r ugi pemilikan kembali atas bar ang dagang
(dalam r upiah)
Ur aian Nama L angganan J umlah
A B C D
Laba atas penj. Angsr. Yg 300.000 450.000 150.000 185.000 1.065.000
tlh diterima*
Laba yang telah diakui (90.000) (135.000) (45.000) (49.500) (319.500)
(30%)
Laba atas penj. Angsr yg 210.000 315.000 105.000 115.500 745.500
blm diterima
Beban pokok penjualan ** 630.000 420.000 210.000 157.500 1.417.500
Taksiran harga pasar (150.000) (150.000) (105.000) (120.000) (525.000)
Rugi penurunan nilai 480.000 270.000 105.000 37.500 892.500
persediaan
Laba (rugi) pemilikan (270.000) 45.000 0 78.000 (147.000)
kembali***
Cont’
Penjelasan:
*berasal dari = (harga faktur) – (jumlah yang belum dibayar)
A = Rp900.000 – Rp600.000 = Rp300.000
Dan seterusnya...
**berasal dari= 70% x harga faktur
***berasal dari= (laba atas penjualan angsuran yang belum diterima) – (rugi penurunan nilai
persediaan)
Cont’

Perusahaan “SELALU KREDIT”


Laporan Laba Rugi
Tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2013
Penjualan angsuran 60.000.000
Harga pokok penjualan (42.000.000)
Laba kotor yang belum direalisir 18.000.000
Realisasi laba kotor (10.512.000)
Pembatalan laba kotor (288.000)
Beban usaha:
Beban penjualan dan pemasaran 4.000.000
Beban administrasi dan umum 2.500.000
Jumlah beban usaha (6.500.000)
Laba usaha 700.000
Rugi pemilikan kembali barang dagangan (147.000)
Laba bersih kena pajak 553.000
Contoh 1:
PT. Perjuangan tanggal 1 September 2011 menjual barangnya secara angsuran kepada tuan Pamungkas seharga Rp.
22.000.000 dengan beban pokok penjualan 14.500.000. Down payment-nya sebesar 3.500.000, sisanya diangsur
setiap bulan sebesar 750.000 mulai Oktober 2012. Bunga 1,0% dibebankan atas sisa utang yang belum dibayar.
Pada tanggal 1 Februari 2012, tuan Pamungkas tidak sanggup lagi melanjutkan angsurannya dan barangnya
dikembalikan ke perusahaan dengan harga wajar sebesar Rp. 4.550.000. Kebijakan akuntansi yang digunakan
perusahaan adalah mencatat persediaan dengan metode perpetual dan mengakui laba pada saat terjadinya penjualan
ke dalam rekening Laba Kotor Yang Belum Direalisasi (LKBYD). Diminta:
1.Buat jurnal saat penjualan dengan metode perpetual
2.Buat jurnal penerimaan pelunasan piutang dan pendapatan Bunga setiap bulan sampai dengan tanggal 31 Desember
2012
3.Buat jurnal realisasi laba kotor penjualan angsuran per 31 Desember 2012
4.Buat jurnal pemilikan kembali tanggal 1 Februari 2012
Cont’
P enyelesaian 1 :
(dalam rupiah)
Ur aian Debit K r edit
1 September 2011
Piutang penjualan anggaran 22.000.000 ---
Persediaan barang dagang --- 14.500.000
LKYBD --- 7.500.000
Kas 3.500.000 ---
Piutang penjualan angsuran --- 3.500.000
(mencatat penjualan angsuran dan penerimaan kas)
1 Otober 2011
Kas 750.000
Pendapatan bunga 185.000
Piutang penjualan angsuran 565.000
(mencatat penerimaan piutang dan bunga)

Perhitungan:
Sisa piutang= Rp. 22.000.000 – Rp. 3.500.000 = Rp.
18.500.000
Bunga= 1% x Rp18.500.000 = Rp. 185.000
1 November 2011
Kas 750.000
Pendapatan bunga 177.500
Piutang penjualan angsuran 572.500

Perhitungan:
Sisa piutang= Rp. 18.500.000 – Rp750.000=
Rp17.750.000
Bunga= 1% x Rp. 17.750.000= Rp. 177.500
1 Desember 2011
Cont’
1 Desember 2011
Kas 750.000
Pendapatan bunga 170.000
Piutang penjualan angsuran 580.000
(menca tat penerimaan piutang dan bunga)

Perhitungan:
Sisa piutang= Rp. 17.750.000 – Rp.750.000 =
Rp17.000.000
Bunga= 1% x Rp. 17.000.000 = Rp. 170.000
1 Januari 2012
Kas 750.000
Pendapatan bunga 162.500
Piutang penjualan angsuran 587.500
(menca tat penerimaan piutang dan bunga)

Perhitungan:
Sisa piutang= Rp. 17.000.000 – Rp750.000 =
Rp16.250.000
Bunga= 1% x Rp16.250.000= Rp. 162.500
31 Desember 2011
LKYBD 1.778.698 - - -
Laba Kotor Yang Direalisasi (LKYD) - - - 1.778.698
(menca tat realisasi laba kotor)

Perhitungan:

Persentasi laba kotor= = 34,091%

Jumlah pembayaran piutang selama tahun 2011:


1 September 2011 = Rp. 3.500.000
1 Oktober 2011 = Rp. 565.000
1 November 2011 = Rp. 572.500
1 Desember 2011 = Rp. 580.000
Total = Rp. 5.217.500 x
Cont’

1 Februari 2012
Barang dagang 4.550.000 ---
LKBYD 5.521.000 ---
Rugi pemilikan kembali 6.124.000 ---
Piutang penjualan angsuran --- 16.195.000

Perhitungan:
Sisa piutang= Rp22.000.000 – (Rp5.217.500 +
Rp587.500) = 16.195.000
LKYBD= 34,091% x Rp. 16.195.000= Rp. 5.521.000
Cont’
Contoh 2: Perusahaan Anak Bangsa menjual barang-barang elektronik secara angsuran.
Tahun 2012 penjualannya sebesar Rp. 120.000.000, dengan harga pokok sebesar Rp.
81.000.000. penerimaan piutang tahun 2012 sebesar 72.000.000. dalam tahun 2012 ada
sebagian barang yang dikembalikan oleh pembelinya dengan harga pasar sebesar Rp.
4.800.000 dan saldo piutang penjualan angsuran sebesar Rp. 8.000.000. Diminta:
• Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi diatas dengan metode buku
• Buatlah jurnal untuk mencatat pemilikan kembali barang dagangan dan realisasi laba
kotornya.
Cont’
Penyelesaian 1 dan 2
(dalam rupiah)
Uraian Debit Kredit
Piutangpenjualanangsuran 120.000.000 ---
Hargapokokpenjualan 81.000.000 -- -
Persediaanbarangdagangan --- 81.000.000
Penjualan --- 120.000.000
(mencatatpenjualanangsuran)
Kas 72.000.000 ---
Piutang penjualan angsuran --- 72.000.000
(mencatat pembayaran piutang penj. Angsuran)
Penjualan angsuran 120.000.000 ---
Harga pokok penjualan angsuran --- 81.000.000
LKYBD --- 39.000.000
(mencatat laba kotor yang belum direalisasi)
Barang dagangan yang dimiliki kembali 4.800.000 ---
LKYBD 2.600.000 ---
Rugi pemilikan kembali barang dagangan 600.000 ---
Piutang penjualan angsuran --- 8.000.000
(mencatat pemilikan kembali brg dagang&piutang penj.angsrn)

Perhitungan:
39 000 000
Persentase laba kotor= = 32,5%
120 000 000

LKYBD= 32,5% x Rp. 8.000.000= Rp. 2.600.000

LKYBD 23.400.000 ---


Laba Kotor Yang Direalisasi (LKYD) --- 23.400.000
(mencatatrealisasilabakotor)

Perhitungan:
Realisasilabakotor= Rp. 72.000.000 x 32,5%
= Rp. 23.400.000
Cont’

Contoh 3: Toko Kredit Terus menjual sepeda dengan uang muka (down payment) 30%, sisanya diangsur selama 30
bulan, dengan pembayaran perbulan sebesar Rp. 100.000. harga pokok sepeda tersebut 75% dari harga jual. Selama
bulan maret 2012 dijual sebanyak 10 sepeda. Pada awal Agustus 2013 ada tiga sepeda yang dikembalikan oleh
pemiliknya karena tidak mampu melanjutkan angsurannya. Sesuai dengan perjanjian, sepeda yang dikembalikan
dihargai 65% dari harga pasar sepeda perunit saat dikembalikan Rp. 2.500.000
Took mencatat persediaan sepeda dengan metode perpektual dengan mengakui laba pada saat terjadinya
penjualan ke dalam rekening Laba Kotor Yang Belum Direalisasi (LKBYD).
Diminta:
1. Harga jual sepeda perunit
2. Buat jurnal umum, jurnal penyesuaian, dan jurnal penutup tahun 2012
3. buat jurnal pemilikan kembali tanggal 1 Agustus 2013
Cont’

• Penyelesaian 1
Perhitungan harga sepeda perunit
Jumlah angsuran = 30 x Rp. 100.000 - Rp. 3.000.000
= 70% (100% - 30% = DP)
Jadi harga sepeda perunit = 100/70 x Rp. 3.000.000
= Rp. 4.285.710 (hasil pembulatan)
Cont’
Penyelsaian 2 dan 3
(daalam rupiah)
Uraian Debit Kredit
Jurnal umum
Piutang penjualan angsuran 30.000.000 ---
Kas 12.857.100 ---
Persediaan sepeda
32.142.825
LKBYD
10.714.275
(mencatat penjualan angsuran)

Perhitungan :
Jumlah angsuran= 30 x Rp. 100.000 = Rp. 3.000.000
Dijual 10 unit spd x Rp. 3.000.000 = Rp. 30.000.000
Dijual 10 unit spd x Rp. 4.285.710 = Rp. 42.857.100
HPP= 75% x Rp. 42.857.100= Rp. 32.142.825
Uang muka 30% x Rp. 42.857.100 = Rp. 12.857.130
Laba kotor= (100% - 75%) = 25% x Rp. 42.857.130
= Rp. 10.714.275
Sepeda 7.500.000 ---
LKYBD 1.050.000 ---
Rugi pemilikan kembali sepeda 525.000 ---
Kas --- 4.875.000
Piutang penjualan angsuran --- 4.200.000
(mencatat pemilikan kembali 3 sepeda)

Perhitungan:
Angsuran yang sudah dibayar mulai April 2012 – Juli 2013 = 16 bulan
Angsuran yang belum dibayar =30 bln – 16 bln = 14 bln
Jumlah angsuran yang belum dibayar = 3spd x 14bln x Rp. 100.000 = Rp. 4.200.000
LKYBD = 25% x Rp. 4.200.000= Rp. 1.050.000
Kas yang dikeluarkan atas sepeda yang dikembalikan = 3spd x Rp. 2.500.000 x 65% = Rp. 4.875.000
Cont’
Jurnal penyesuaian per 31 Desember 2012
LKYBD 5.464.275 ---
LKYD ---
5.464.275
(mencatat LKYBD ke LKYD)

Perhitungan:
Penerimaan uang muka = Rp. 12.857.100
Penerimaan angsuran = 1 April – 31 Desember
= 9bln x Rp. 100.000 x 10 spd
= Rp. 9.000.000
Total penerimaan = Rp. 12.857.100 + Rp. 9.000.000
= Rp. 21.857.100
LKYD= 25% x Rp. 21.857.100= Rp. 5.464.275

Jurnal penutup per 31 Desember 2012


LKYD 5.464.275 ---
Laba rugi --- 5.464.275
(menutup LKYD ke rekening laba rugi)
E. Penghitungan Bunga Dalam Penjualan Angsuran

Kebijakan perhitungan bunga dalam penjualan angsuran pada umumnya ditetapkan


dengan salah satu cara berikut ini:
• Bunga dihitung dari sisa hutang pada setiap awal periode
• Bunga dihitung sejak awal perjanjian sampai dengan saat pembayaran angsuran
dikalikan dengan pokok angsurannya.
• Bunga dihitung dari sisa hutang awal periode angsuran, dimana setiap angsuran
jumlahnya sama (di dalamnya sudah termasuk bunga dan pokok angsuran)
• Bunga dihitung dari sisa hutang mula-mula, sehingga jumlah bunganya sama sejak
awal sampai akhir angsuran
Cont’
• Contoh:
Tanggal 03 januari 2012 perusahaan “RAWE-RAWE RANTAS” menjual barangnya, dengan cara
angsuran seharga Rp 2.500.000. Uang mukanya ditentukan sebesar 28%, sisanya dibayar setiap dua bulan
sekali selama setahun dengan tingkat bunga 12% pertahun. Harga pokok barang tersebut Rp 1.500.000.
Penyelesaian :
Harga jual barang Rp 2.600.000
Uang muka 28% x Rp 2.500.000 Rp 700.000
Sisa hutang dibayar 2 bulan sekali selama 1 tahun Rp 1.800.000
Jadi jumlah pokok angsuran = Rp 1.800.000 / 6 = Rp 300.000
Cont’
Tabel Perhitungan Bunga dengan cara 1

Tanggal Angsuran Angsuran Jumlah Sisa


pembayaran Bunga Pokok Angsuran Hutang
(1) (2) (3) (4) = (2) + (3) (5)

2012, Januari 1 …….. …….. ……. Rp 2.500.000

Januari 1 …….. Rp 700.000 Rp 700.000 1.800.000

Maret 1 Rp 36.000* 300.000 335.000 1.500.000

Mei 1 30.000** 300.000 330.000 1.200.000

Juli 1 24.000 300.000 324.000 900.000

September 1 18.000 300.000 318.000 600.000

November 1 12.000 300.000 312.000 300.000

Desember 1 6.000 300.000 308.000 NihiL

Jumlah 126.000 2.500.000 2.626.000


Cont’
Keterangan :
a. Angkadalamkolomangsuranbungaberasaldari:
2 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
12% x x sisahutangawalperiode
12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

2 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
12 x x Rp 1.800.000 = Rp 36.000
12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

2 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
12 x x Rp 1.500.000 = Rp 30.000
12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

Dan seterusnya……………………

Jurnal yang dibuatperusahaan (metode perpetual)


Kas Rp 700.000
Piutangpenjualanangsuran 1.800.000
Hargapokokpenjualan 1.500.000
PenjualanangsuranRp 2.500.000
Persediaanbarangdagangan 1.500.000
(Mencatatpenjualanangsuran)

Kas Rp 336.000
PiutangpenjualanangsuranRp 300.000
Pendapatanbunga 36.000
(mencatatpenerimaanangsurantanggal 1 Maret)
Jurnalpenerimaanangsuranke II dan seterusnyarekeningdebet dan kreditsamadenganjurnaldiatas, sedangkanangkanyabisadilihat pada tabeldiatas.
Cont’
Tabel Perhitungan Bunga Dengan Cara 2

Tanggal Angsuran Angsuran Jumlah Sisa


pembayaran Bunga Pokok Angsuran Hutang
(1) (2) (3) (4) = (2) + (3) (5)

2012, Januari 1 …….. …….. ……. Rp 2.500.000

Januari 1 …….. Rp 700.000 Rp 700.000 1.800.000

Maret 1 Rp 6.000* 300.000 308.000 1.500.000

Mei 1 12.000** 300.000 312.000 1.200.000

Juli 1 18.000 300.000 318.000 900.000

September 1 24.000 300.000 324.000 600.000

November 1 30.000 300.000 330.000 300.000

Desember 1 36.000 300.000 336.000 NihiL

Jumlah 126.000 2.500.000 2.625.000


cont’
Angkadalamkolomangsuranbunga :
*Rp 6.000 berasaldari :
2 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 (1 𝑗𝑎𝑛 𝑠𝑑 1 𝑚𝑎𝑟𝑒𝑡)
12% x x pokokangsuran
12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

** Rp 18.000 berasaldari:

2 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 (1 𝑗𝑎𝑛 𝑠𝑑 1 𝑚𝑒𝑖)


12% x x pokokangsuran
12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

Dan seterusnya………….

Jurnal yang dibuatperusahaan (metode perpetual):


Kas Rp 700.000
Piutangpenjualanangsuran 1.800.000
Hargapokokpenjualan 1.500.000
PenjualanangsuranRp 2.500.000
Persediaanbarangdagangan 1.500.000
(Mencatatpenjualanangsuran)
Cont’
Tanggal 1 Maret 2012:
Piutang bunga Rp 36.000
Pendapatan bunga Rp 36.000
(mencatat piutang bunga selama 2 bulan)

Kas Rp 306.000
Piutang penjualan angsuran Rp 300.000
Piutang bunga Rp 6.000
(mencatat piutang bunga selama 2 bulan)

Tanggal 1 Mei 2012:


Piutang bunga Rp 30.000
Pendapatan bunga Rp 30.000
(mencatat piutang bunga selama 2 bulan)

Kas Rp 312.000
Piutang penjualan angsuran Rp 300.000
Piutang bunga Rp 12.000
(mencatat piutang bunga selama 2 bulan)
Dan seterusnya………….
Cont’
Tabel Perhitungan Bunga Dengan Cara 3

Tanggal Angsuran Angsuran Jumlah Sisa


pembayaran Bunga Pokok Angsuran Hutang
(1) (2) (3) (4) = (2) + (3) (5)

2012,Januari 1 …….. …….. ……. Rp 2.500.000

Januari 1 …….. Rp 700.000 Rp 700.000 1.800.000

Maret 1 Rp 36.000* 285.340 321.346 1.514.654

Mei 1 30.292** 291.054 321.346 1.223.500

Juli 1 24.472 296.874 321.346 926.726

September 1 18.534 302.812 321.346 623.914

November 1 12.478 308.868 321.346 315.046

Desember 1 6.300 315.046 321.346 NihiL

Jumlah 128.076 2.496.000 2.628.076


Cont’
Keterangan:
a. Angkadalamkolomangsuranbunga :
*Rp 36.000 berasaldari:
2 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
12% x x sisahutangawalperiode (Rp 1.800.000)
12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

** Rp 30.392 berasaldari:
2 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
12% x x sisahutangawalperiode (Rp 1.514.654)
12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
Dan seterusnya………

b. AngkaRp 1.514.654 berasaldari = Rp1.800.000 – Rp 285.346


c. ***angka yang didalamkolomjumlahangsuran :
𝑠𝑖𝑠𝑎 𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑢𝑙𝑎−𝑚𝑢𝑙𝑎 𝑅𝑝 1 800 000
Rp 321.346 berasaldari = =
𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 𝑎𝑛𝑢𝑖𝑡𝑒𝑡# 5,601 431
# lihattabelanuitet pada i = 2% dan n = 6
Cont’
Jurnal yang dibuatperusahaan (metode perpetual) :
Kas Rp 700.000
Piutang penjualan angsuran 1.800.000
Harga pokok penjualan 1.500.000
Penjualan angsuran Rp 2.500.000
Persediaan barang dagangan 1.500.000
(Mencatatpenjualanangsuran)

Kas Rp 321.346
Piutang penjualan angsuran Rp 285.346
Pendapatan bunga 360.000
(mencatat penerimaan angsuran tanggal 1 Maret)
Jurnal penerimaan angsuran ke II dan seterusnya akunnya sama dengan jurnal di atas, sedangkan angkanya bisa
dilihat pada tabel diatas:
Cont’
Tabel Perhitungan Bunga Dengan Cara 4
Tanggal Angsuran Angsuran Jumlah Sisa
pembayaran Bunga Pokok Angsuran Hutang
(1) (2) (3) (4) = (2) + (3) (5)

2012,Januari 1 …….. …….. ……. Rp 2.500.000

Januari 1 …….. Rp 700.000 Rp 700.000 1.800.000

Maret 1 Rp 36.000* 300.000 336.000 1.500.000

Mei 1 36.000 300.000 336.000 1.200.000

Juli 1 36.000 300.000 336.000 900.000

September 1 36.000 300.000 336.000 600.000

November 1 36.000 300.000 336.000 300.000

Desember 1 39.000 300.000 336.000 NihiL

Jumlah 216.000 2.500.000 2.716.000


Cont’
Keterangan :
a. *Rp 36.000 yang di kolomangsuranbungaberasaldari:
2 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
12% x x pokokangsuranmula-mula (Rp 1.800.000)
12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
Jurnal yang dibuatperusahaan (metode perpetual)
Kas Rp 700.000
Piutangpenjualanangsuran 1.800.000
Hargapokokpenjualan 1.500.000
Penjualan angsuran Rp 2.500.000
Persediaan barang dagangan 1.500.000
(mencatatpenjualanangsuran)

Kas Rp 336.000
PiutangpenjualanangsuranRp 300.000
Pendapatanbunga 36.000
(mencatatpenerimaanangsurantanggal 1 Maret)
Cont’
Jurnal penerimaan angsuran ke II dan seterusnya nama rekening dan angkanya bisa
dilihat pada tabel diatas.
Dari keempat cara perhitungan bunga tersebut, metode yang terakhir umumnya dipakai
oleh perusahaan karena:
a. Perhitungan bunganya lebih mudah bila dibadingkan dengan metodes ebelumnya
b. Tingkat ketelitian perhitungan bunga dan jumlah angsurannya serta sisa hutang cukup
tinggi.
c. Jumlah angsuran bunganya secara keseluruhan lebih besar dibanding metode
sebelumnya.
F. Bentuk Laporan Keuangan
Bentuk laporan keuangan penjualan angsuran tidak banyak berbeda dengan bentuk laporan keuangan pada umumnya.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat berikut ini:
PT SAMI NRIMO
Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2012 (dalam ribuan rupiah)

Aset Liabilitas dan ekuitas


Kas 520 Utang dagang 2.400
Piutang 600 Utang biaya 504
Piutang penj. angsuran 1.140 Laba kotor yang blm direalisir:
Tahun 2012 1200 Tahun 2012 420
Tahun 2011 400 Tahun 2011 120
Tahun 2010 80 Tahun 2010 20
1680 560
persed. Brg.dagangan 4.840 modal saham 6.000
asset tetap 4700 akum.penyusutan (1900) saldo laba
akum.penyusutan (1900) 2.800 976

Total 10.440 Total 7.700


Cont’
PT SAMI NRIMO
Laporan laba rugi
Tahun yang berakhir 31Desember 2012 (dalam ribuan rupiah)

Uraian Penjualan Jumlah


Angsuran Reguler
Penjualan 2400 7.400 9800
Harga pokok penjualan (1.560) (5.600) (7.160)
Laba kotor 840 1.800 2.640
Laba kotor yg blm direalisir*) (420) …….. (420)
Realisasi laba 420 1.800 2.220
Realisasi laba 2011 & 2010*) ……… …….. 300
Jumlah realisasi laba kotor ……… ……. (2.520)
Macam-macam biaya usaha ……… ……… (2.000)
Laba bersih kena pajak ……… ……… 520
Cont’
PT SAMI NRIMO
Laporan laba rugi
Tahun yang berakhir 31Desember 2012
Tentang Realisasi laba kotor (dalam ribuan rupiah)
𝑅𝑝 840 000
Persentaselabakotortahun 2012 = 𝑅𝑝 2 400 000x 100% = 35%

Laba kotor yang belum direalisasi:


Piutang penjualan angsuran Rp2.400
penerimaan piutang penjualan angsuran (1.200)
saldo akhir desember 1.200

Laba kotor yang belum direalisir = 35% X 1.200 = 420


Cont’

Realisasi laba kotor


Uraian 2012 2011 2010
Penerimaanpiutang 1.200 800 240
Presentaselabakotor 35% 30% 25%

Realisasilabakotor 420 240 60