Anda di halaman 1dari 52

TUTOR HEMATOLOGI

Pewarnaan
Romanowsky
Dr . Paulus Budiono Notopuro,Sp.PK (K)/ Dr. Aditea Etnawati
P

1
Topik bahasan

Sejarah
Definisi
Macam
Prinsip pewarnaan
Precaution

2
Sejarah

3
Definisi

merupakan teknik pewarnaan yang digunakan


untuk membedakan sel dalam preparat.
Digunakan pada pewarnaan hapusan darah, bone
marrow dan deteksi blood borne parasite

4
pewarnaan Romanosky
mengandung dua bahan kimia

5
Komponen sel warna
Nukleus/kromatin Ungu
nukleulus Light blue
Basophilic cytoplasma biru
Basophilic granule Ungu-hitam
Eosinophilic granule Merah-orens
Neutrophilic granule ungu
platelet ungu
eritrosit Pink – orens
Auer rods Ungu
Howell jolly bodies ungu

6
Macam
Wright
Giemsa
Lieshman
May Grunwald Giemsa (MGG)

7
Wright

Memeriksa morfologi sel-sel darah merah


maupun sel darah putih dan untuk menghitung
jenis-jenis sel darah putih (diffcount).

8
Persipaan Cat Wright:
• Serbuk wrigt dilarutkan dengan methanol
60 ml untuk 0,1 gram wright
• Disimpan 10 hari
• Tutup botol harus rapat tidak kemasukkan
hawa lembab

9
Prosedur pewarnaan :

Keringkan
10
11
Giemsa
Zat warna : eosin ,Methilen Azure,
dan Methilen Blue
Dilarutkan dengan metil alcohol dan
gliserin
Dikemas dalam botol (100 – 500 –
1000 cc)

12
Persiapan Cat Giemsa
1.0,15 g giemsa powder dicampurkan
dalam 12,5 ml gliserin dan 12,5 ml methyl
alcohol
2.Larutkan dengan buffer dengah
perbandingan 1:9

13
Menguji mutu giemsa
Dilakukan pewarnaan hapusan darah lalu
diperiksa mikroskopis
Dilakukan tes menggunakan kertas saring
dan metil alkohol

14
Prosedur pewarnaan :

15
Identifikasi plasmodium 16
17
Lieshman
Zat warna : polychromatic
Komponen :
Methanol : fixasi slide
Methilen blue : RNA,DNA biru
Eosin :mewarnai Hb ,eosin granul  orens – red
Esoin + Methilen Blue : thiazin eosinate complex
Untuk pemeriksaan segera/pewarnaan rutin tidak tersedia
Tidak akan memberi warna jika tidak ditambah buffer

18
Persiapa cat :
Larutkan 0,2 g serbuk leishman dalam 100 ml
acetone-free methyl alcohol
Hangatkan pada suhu 50 ° 1,5 jam dan sesekali
digoyangkan
Dinginkan
Saring

19
Prosedur pewarnaan :

20
21
May Grunwald
Giemsa ( MGG)

22
Kit Pewarnaan MGG

23
Prosedur pewarnaan

24
Prinsip Pewarnaan

25
Pola Pewarnaan
Blood cell Colour
Erytrocytes Pale pink
Trombocytes Blue
Lymphocytes Round blue nucleus
Neutrophiles segmented Blue nucleus within pale
cytoplasm
Eosinophils Blue nucleus and pink granules
cytoplasm
Basophils Blue nucleus and blue granules
in cytoplasm
Monocytes Blue nucleus within pale
cytoplsm
26
Researchgate.net
27
May Grundwald Giemsa
in Bone Marrow stain

Researchgate.net
28
Wright (keganasan)

29
Giemsa (keganasan)

30
May Grunwald Giemsa
(MGG) (keganasan)

31
Wright Giemsa
MayGrundwaldGiemsa

32
Wright (Normal)

33
Giemsa ( Normal )

34
May Grundwald Giemsa
(MGG) ( Normal )

35
MayGrundwaldGiemsa

Wright

Giemsa

36
Kualitas pewarnaan

37
Perhatian

38
Terlalu Sesuai Terlalu basa
asam

39
40
Prinsip dasar dari pewarnaan ini adalah adanya ikatan ion antara
komponen selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yang
disebut kromogen. Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik
pada komponen seluler maupun pada pewarna. Berdasarkan adanya
muatan ini maka dapat dibedakan pewarna asam dan pewarna basa.
Pewarna asam dapat tejadi karena bila senyawa pewarna bermuatan
negatif. Dalam kondisi pH mendekati netral dinding sel bakteri
cenderung bermuatan negatif, sehingga pewarna asam yang bermuatan
negatif akan ditolak oleh dinding sel, maka sel tidak berwarna. Pewarna
asam ini disebut pewrna negatif. Contoh pewarna asam misalnya : tinta
cina, larutan Nigrosin, asam pikrat, eosin dan lain-lain.
Pewarnaan basa bisa terjadi bila senyawa pewarna bersifat positif,
sehingga akan diikat oleh dinding sel bakteri dan sel bakteri jadi
terwarna dan terlihat. Contoh dari pewarna basa misalnya metilin biru,
kristal violet, safranin dan lain-lain.

41
Polychrome methilen
blue
larutan alkalin metilen biru yang
mengalami
demethylation oksidatif progresif
dengan
penuaan (pematangan) untuk
menghasilkan
campuran metilen biru, biru muda,
dan metilen violet.

42
Eosin
Zat warna xanthene
Ikatan Van der Waals
Paling cocok dikombinasikan dgn alum haematoxyllin
Memiliki nilai kemampuan differensiasi sendiri untuk membedakan
antara sitoplasma dari tipe sel dan serabut jaringan ikat yang
berbeda
Jenis eosin
◦ Eosin Y (yellowish), water soluble
◦ Eosin B (Bluish)
◦ Ethyl Eosin (eosin S, eosin alkohol absolut)

43
Eosin Y
water soluble
Paling banyak digunakan
Zat warna asam sehingga berikatan dgn protein (basa)
Dapat berpenetrasi pada struktur padat dan bersifat metakromatik
Terdapat dalam 2 bentuk
◦ Monomer : merah
◦ Dimer : oranye-merah
Hasil pewarnaan
◦ Sitoplasma : merah
◦ Eritrosit : oranye-merah
◦ Nukleus piknotik: ungu
◦ Nucleolus : merah

44
Menguji kualitas GIEMSA

1. Dilakukan pewarnaan hapusan darah lalu diperiksa mikroskopis.


Jika hasilnya sesuai dengan kriteria yang ada, berarti giemsa dan air pengencernya masih baik.
Pengujian seperti ini perlu dilakukan setiap kali akan melakukan pewarnaan.
2. Dilakukan tes menggunakan kertas saring dan metil alkohol
a. Meletakkan kertas saring di atas gelas supaya bagian tengah kertas saring tidak menyentuh
sesuatu.
b. Meneteskan 1 – 2 tetes stock giemsa pada kertas saring, menunggu sampai meresap dan
melebar, kemudian meneteskan 3 – 5 tetes metil alkohol absolute dipertengahan bulatan giemsa
satu persatu dengan jarak waktu beberapa detik, sampai garis tengah giemsa menjadi 5 – 7 cm
maka akan berbentuk bulatan biru (metilen blue) di tengah, lingkaran cincin ungu (metilen
azur) di luarnya serta lingkaran tipis warna merah (eosin) dipinggir sekali, jika warna ungu atau
merah tidak terbentuk berarti giemsa sudah rusak dan tidak boleh dipakai lagi. (Depkes RI,
1993).

45
46
47
48
Pappenheimer bodies Cabot ring

49
50
51
52